Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Kabupaten Polman pada Oktober 2025, tercatat pengadaan sebanyak 18.000 bibit kakao dengan Pagu anggaran sebesar Rp. 200 juta.
Namun dalam pelaksanaannya, perusahaan pemenang tender yakni CV Syahriandi Ashar Utama berkontrak dengan DLHK Polman untuk penyediaan 9.000 bibit kakao ditambah 1.000 bibit cadangan.
Direktur CV Syahriandi Ashar Utama, Andi Ashar, saat dikonfirmasi melalui telepon beberapa waktu lalu, menjelaskan bahwa nilai kontrak yang ia pegang sebesar Rp. 149 juta.
“Rp. 149 juta saya punya kontrak. Ini pengadaan DLHK Polman. Setelah diserahkan ke petani utuh semua bagus, 9.000 bibit kakao.” Ujar Andi Ashar.
![]() |
| Data LPSE Pemkab Polman tahun 2025 |
Dia mengungkapkan, saat bibit tiba di Desa Paku, bibit tersebut ditampung di rumah adik penangkar selama kurang lebih satu minggu.
Selanjutnya, para petani datang mengambil sendiri bibit tersebut dalam kondisi sehat.
"Bantuan untuk warga Desa Paku yang dekat dengan TPA, sebagai bentuk perhatian kayaknya. Pak Kadis DLHK yang PPK-nya, Jumadil Tappawali." Bebernya.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pengadaan Bibit Kakao DLHK Polman, Ilyas Gani, menuturkan bahwa saat penyerahan, seluruh bibit dalam kondisi utuh.
Sebanyak 9.000 bibit bantuan tersebut dibagikan kepada empat kelompok tani di wilayah Desa Paku dan dilengkapi dengan dokumen serah terima barang kepada petani.
"Saya lupa harganya per bibit di kontrak. Akhir 2025 dibagikan, tapi bukan kompensasi untuk warga TPA Paku, karena belum ada jalan di atas." Ucapnya.
Laporan : Ahmad Gazali/Sukriwandi


