Iklan

24 Jam Tanpa Henti, Damkar Polman Padamkan 4 Titik Api

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:41 WIB Last Updated 2026-07-18T22:41:31Z

Kebakaran di 4 titik akhirnya dikuasai tim Damkar Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. (Foto : Humas Damkar Polman).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Kegigihan dan dedikasi para prajurit pemadam kebakaran benar-benar diuji hingga batas maksimal. Dalam waktu kurang dari 24 jam, terhitung sejak Jumat (17/7/2026) sore hingga Sabtu (18/7/2026) pagi, personel Regu B UPTD Damkar Polman harus berjuang tanpa henti menaklukkan empat insiden kebakaran di lokasi yang berbeda-beda.

 

Rentetan kejadian ini tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan.


Kronologi Perjuangan Melawan Api, Insiden pertama terjadi Jumat sore di Lingkungan Gaspol, Jalan Mangundang, Kelurahan Polewali. Api dengan cepat melalap dua rumah semi permanen milik Wahida (55) dan Ade Makmur (47).


Sebanyak 4 unit armada Damkar segera dikerahkan, diperkuat 1 unit tangki air Kodim 1402/Polman dan 1 unit water cannon Brimob. 


Berkat kerja sama tim, api berhasil dipadamkan pukul 18.00 WITA. Penyelidikan membuktikan, penyebab bukan kebocoran gas seperti dugaan awal, melainkan korsleting listrik dari meteran listrik rumah.

 

Belum sempat bernapas lega, pukul 19.25 WITA laporan kedua masuk: kebakaran lahan di belakang Masjid Nurul Huda, Galeso. Pemicunya sangat sederhana namun berbahaya.


Kelalaian warga membakar sampah rumah tangga di dekat pohon aren. Tim Sektor Wonomulyo hanya butuh waktu 8 menit tiba di lokasi, dan dalam 5 menit berhasil memadamkan api sebelum merambat ke areal perkebunan.

 

Ujian paling berat datang dini hari pukul 01.45 WITA, di kawasan dekat SPBU Sarampu, Kecamatan Binuang. Tiga armada dan 12 personel segera meluncur. Sesampainya di sana, petugas menghadapi situasi kritis: 


Percikan api dari minibus Toyota Kijang yang sedang membongkar muat BBM telah membesar. Risiko ledakan beruntun sangat nyata, pasokan air terbatas karena kemarau, dan asap hitam pekat menyulitkan gerak.


Salah satu penyebab kebakaran adalah bongkar muat BBM dengan menggunakan mobil. (Foto : Humas Damkar Polman).

Dengan teknik tepat dan ketelitian tinggi, selama 50 menit mereka berhasil menjinakkan kobaran. Akibat kejadian ini, minibus hangus dan dua rumah rusak berat, namun SPBU serta pemukiman sekitar selamat sepenuhnya tanpa korban jiwa.

 

Menjelang fajar pukul 05.40 WITA, tugas kembali memanggil. Asap tebal terlihat dari Toko Bassi 99 di Kompleks Pasar Terminal Lama. Tiga armada dengan 18 personel tiba hanya dalam waktu 5 menit. 


Api yang diduga akibat korsleting listrik pada bangunan tua milik Hj. Nurjannah (55) berhasil dilokalisir dan dipadamkan dalam 16 menit, sehingga tidak merambat ke pertokoan yang berdempetan di sekitarnya.

 

Apresiasi dan Pesan Penting bagi Masyarakat, Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Polman, Imran, S.IP., M.M., memberikan apresiasi luar biasa kepada seluruh personel Regu B.

 

"Daya juang dan profesionalisme mereka selama 24 jam ini adalah bukti nyata komitmen kami menjaga keselamatan masyarakat. Mulai dari memadamkan api di pemukiman, lahan, hingga menghadapi risiko ledakan bahan bakar, semuanya dijalankan dengan tanggung jawab tinggi tanpa menimbulkan korban jiwa." Ujar Imran.

 

Berdasarkan temuan di lapangan, Imran juga menyampaikan pesan edukasi yang sangat penting untuk diperhatikan seluruh masyarakat.

 

Perhatikan Instalasi Listrik, Dua dari empat kejadian dipicu korsleting listrik. Segera periksa kondisi kabel, meteran, dan peralatan listrik di rumah atau tempat usaha. Ganti kabel yang sudah tua atau rusak, dan jangan membebani satu titik aliran listrik secara berlebihan. Musim kemarau membuat api menyebar jauh lebih cepat.

 

Hindari Membakar Sampah Sembarangan. Angin kencang dapat mengubah api kecil menjadi bencana besar dalam sekejap. Jangan membakar sampah di dekat pepohonan, bangunan, atau lahan kering.

 

Larangan Keras Bongkar Muat BBM Sembarangan. Kegiatan ini harus dilakukan oleh pihak berwenang dengan peralatan standar keamanan yang lengkap. Percikan api sekecil apa pun bisa memicu ledakan yang mematikan dan merugikan banyak orang.

 

Semangat "pantang pulang sebelum padam" yang ditunjukkan petugas Damkar adalah bukti pengabdian. Namun, mencegah tetap jauh lebih baik daripada memadamkan. Mari kita tingkatkan kewaspadaan bersama demi keamanan dan keselamatan lingkungan kita.


Laporan : Nadi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 24 Jam Tanpa Henti, Damkar Polman Padamkan 4 Titik Api

Trending Now

Iklan

iklan