Iklan

Dari Pantai hingga Dasar Laut, Laut Biru Titip Pesan Kemerdekaan: Jangan Wariskan Sampah

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:05 WIB Last Updated 2026-08-15T07:05:22Z

Founder komunitas laut biru Putra Ardiansyah, bersama sejumlah pelajar, komunitas, aktivis lingkungan, pemerintah, hingga warga negara asing turun bersama membawa karung dan peralatan kebersihan. (Foto : Fadli Ant/Sukriwandi)

PolewaliTerkini.Net - POLEWALI - Pagi itu, Pantai Bahari Polewali tidak hanya dipenuhi suara ombak. Sejumlah pelajar, komunitas, aktivis lingkungan, pemerintah, hingga warga negara asing turun bersama membawa karung dan peralatan kebersihan.


Mereka datang bukan untuk sekedar merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka ingin mengingatkan bahwa kemerdekaan juga berarti memiliki ruang hidup yang bersih dan laut yang tetap sehat.


Komunitas Laut Biru menggelar aksi bersih pantai dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Polman, pemerintah kelurahan, pelajar serta sejumlah komunitas dan masyarakat, termasuk warga negara Amerika Serikat yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.


Sampah dipungut dari sepanjang pesisir. Namun kegiatan tidak berhenti di daratan.


Sejumlah aktivis bahkan turun menyelam ke dasar laut untuk mengambil sampah yang selama ini tersembunyi dari pandangan.


Gelas plastik, sedotan, kantong plastik, karung dan berbagai sampah rumah tangga ditemukan di antara lingkungan laut.


Di sinilah persoalan Pantai Bahari terlihat dari sisi yang berbeda.


Pantai yang tampak bersih dari atas belum tentu benar-benar bersih. Ketua panitia sekaligus Founder Laut Biru, Muhammad Putra Ardiansyah, mengatakan aksi sosial membersihkan pantai tersebut telah dilakukan komunitasnya selama sekitar sembilan tahun.


Selama periode tersebut, pihaknya memperkirakan telah mengangkat sekitar 50 ton sampah dari kawasan pesisir.


"Memang kalau dilihat langsung, daratan pesisir ini terlihat bersih. Tetapi ketika menyelam ke bawah laut, banyak sekali sampah yang tidak terlihat mata." Ungkap Putra.


Menurutnya, Pantai Bahari dipilih karena kawasan tersebut merupakan salah satu ikon Kota Polewali sekaligus ruang publik yang menjadi tempat berkumpul masyarakat dan wisatawan.


Dia menyebut sebagian besar sampah yang ditemukan justru berada di bawah permukaan laut.


Sejumlah pelajar, komunitas, aktivis lingkungan, pemerintah, hingga warga negara asing turun bersama membawa karung dan peralatan kebersihan. (Foto : Fadli Ant/Sukriwandi).

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan sampah bukan hanya persoalan estetika. Sampah plastik yang masuk ke laut dapat mengancam biota, merusak habitat dan pada akhirnya kembali berdampak kepada manusia melalui rantai ekosistem laut.


Kemerdekaan Juga Tentang Menjaga Laut. Aksi tersebut juga menjadi ruang belajar bagi pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA.


Mereka tidak hanya diajak memungut sampah, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai bahaya sampah plastik serta cara memilah sampah berdasarkan jenis dan nilai ekonominya.


Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan ditimbang. Sampah yang memiliki nilai ekonomi dibawa ke Bank Sampah Sipamandaq DLHK Polman, sementara sampah residu diangkut menuju TPST Paku.


Bagi para pelajar, pengalaman melihat langsung sampah di dasar laut menjadi pelajaran yang berbeda dibandingkan sekedar mendengarkan tentang pencemaran lingkungan di dalam kelas.


Putra berharap pengalaman tersebut dapat membentuk kebiasaan baru sejak dini.


"Mereka mungkin belum pernah melihat langsung kondisi di bawah laut. Karena itu, momentum ini kami gunakan untuk memberikan edukasi tentang bahaya sampah plastik." Katanya.


Warga Minta Tempat Sampah. Seorang warga sekitar mengapresiasi kegiatan tersebut. Namun Dia berharap aksi bersih pantai juga diikuti dengan penyediaan fasilitas dasar berupa tempat sampah di sepanjang kawasan Pantai Bahari.


"Bagus kalau ada tempat sampah disediakan di sepanjang jalan Pantai Bahari, supaya masyarakat membuang sampahnya di situ." Ujarnya.


Harapan tersebut menjadi catatan penting. Sebab menjaga kebersihan pantai tidak cukup hanya dengan membersihkan ketika sampah sudah menumpuk.


Tempat sampah, pengangkutan rutin, edukasi, pengawasan dan kesadaran masyarakat harus berjalan bersama.


Kepala DLHK Polman, Syarifuddin Wahab, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.


Sejumlah pelajar, komunitas, aktivis lingkungan, pemerintah, hingga warga negara asing turun bersama membawa karung dan peralatan kebersihan. (Foto : Fadli Ant/Sukriwandi).

Menurutnya, keberadaan sampah tidak hanya mengganggu keindahan kawasan, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem dan habitat laut.


"Alhamdulillah pantai sudah bersih. Semoga ke depan tidak ada lagi sampah yang berserakan di sini." Harapnya.


Dia mengajak masyarakat, termasuk para pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan Pantai Bahari, ikut menjaga kebersihan lingkungan.


"Pantai Bahari ini merupakan salah satu ikon kota. Mari kita jaga kebersihannya." Pesannya.


Pesan dari Dasar Laut. Di daratan, sampah mungkin mudah terlihat dan dibersihkan.


Tetapi di bawah laut, sampah dapat bertahan lebih lama, terjebak di antara karang, terseret arus dan berpotensi menjadi ancaman bagi kehidupan laut.


Karena itu, aksi Komunitas Laut Biru menghadirkan pesan sederhana menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.


Kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera di daratan. Ada tanggung jawab untuk memastikan laut yang diwariskan kepada generasi berikutnya tetap menjadi rumah bagi kehidupan.


Hari itu, puluhan bahkan ratusan tangan bergerak membersihkan Pantai Bahari.


Tetapi pekerjaan sesungguhnya belum selesai.


Sebab pantai yang bersih bukan hanya hasil dari banyaknya orang yang memungut sampah, melainkan hasil dari semakin sedikit orang yang membuang sampah sembarangan.


Dan mungkin, itulah bentuk kemerdekaan yang paling sederhana: meninggalkan laut dalam keadaan lebih baik daripada ketika kita menemukannya.


Laporan : Fadli Ant/Sukriwandi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dari Pantai hingga Dasar Laut, Laut Biru Titip Pesan Kemerdekaan: Jangan Wariskan Sampah

Trending Now

Iklan

iklan