Iklan

Kemarau Memanjang, Warga Desa Buku Rela Menempuh 500 Meter Demi Air

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:00 WIB Last Updated 2026-08-14T08:00:46Z

Kepala BPBD Polewali Mandar, Andi Chandra Sigit, mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk respons pemerintah terhadap dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat. (Foto : Sukriwandi).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Kedatangan dua mobil tangki BPBD Polewali Mandar disambut antusias warga Dusun Parabaya dan Belulu, Desa Buku, Kecamatan Mapilli. 


Bagi masyarakat setempat, air yang tiba bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi jawaban atas kebutuhan yang selama berminggu-minggu semakin sulit dipenuhi.


Begitu mobil tangki tiba, warga langsung berdatangan membawa berbagai wadah. Galon, ember, baskom hingga tempat penampungan air disiapkan untuk menampung setiap liter air yang dibagikan.


Sebanyak dua mobil tangki dengan total kapasitas sekitar 8.000 liter dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.


Salah seorang warga, Pitajaya, mengaku sangat terbantu dengan distribusi tersebut. Selama musim kemarau, dirinya bersama warga lainnya terpaksa mencari air hingga ke kampung tetangga.


"Biasa kami ambil air di Kampung Ancole, sekitar 500 meter dari rumah. Kadang naik motor, kadang jalan kaki." Tuturnya.


Air yang diperoleh kemudian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum hingga keperluan rumah. tangga lainnya.


Sumur Mengering, Air PDAM Tak Mengalir. Kepala Dusun Belulu, Takwim, mengatakan persoalan air bersih semakin terasa ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang.


Warga yang sebelumnya mengandalkan sumur kini harus mencari sumber air lain karena banyak sumur mulai mengering.


"Biasanya warga pergi mencari air di sumur warga lain. Tapi sekarang sudah sulit karena sumur juga banyak yang kering." Katanya.


Ironisnya, meski jaringan PDAM telah tersedia di wilayah tersebut, warga mengaku air belum mengalir secara normal. 


Sementara sumur galian juga tidak lagi dapat diandalkan karena sebagian mengering dan sebagian lainnya menghasilkan air yang keruh bahkan terasa asin.


Dalam kondisi tersebut, sebagian warga akhirnya membeli air isi ulang dari depot untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.


Kondisi ini membuat distribusi air bersih menjadi sangat berarti bagi masyarakat, terutama keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.


BPBD Siapkan Distribusi Lanjutan. Kepala BPBD Polewali Mandar, Andi Chandra Sigit, mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk respons pemerintah terhadap dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat.


Menurutnya, dua tangki dikerahkan ke Desa Buku setelah melihat langsung kebutuhan warga di lapangan.


"Kami akan kembali distribusi lagi satu tangki karena masih ada warga yang belum mendapatkan air." Ujarnya.


Chandra menyebut krisis air bersih tidak hanya terjadi di Desa Buku. Sejumlah wilayah lain seperti Campalagian, Binuang, Balanipa dan Tinambung juga mulai menghadapi persoalan serupa.


Namun hingga saat ini, Desa Buku menjadi wilayah yang telah secara resmi menyampaikan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD.


Karena itu, Dia meminta pemerintah desa yang wilayahnya mengalami kekurangan air segera berkoordinasi dengan BPBD.


"Nanti kepala desanya yang menyurat kepada kami. Insyaallah pasti kami tindak lanjuti permintaannya." Pungkasnya.


Bukan Sekedar Air untuk Hari Ini. Distribusi mobil tangki memang menjadi solusi cepat ketika masyarakat menghadapi krisis air. Namun kondisi di Desa Buku juga menjadi pengingat bahwa persoalan air bersih membutuhkan solusi yang lebih permanen.


Jaringan air yang tersedia tetapi tidak mengalir, sumur yang mengering serta ketergantungan warga terhadap air galon menunjukkan perlunya evaluasi terhadap sumber dan sistem penyediaan air bersih di wilayah tersebut.


Bagi warga Desa Buku, satu tangki air mungkin hanya mencukupi kebutuhan beberapa hari.


Tetapi bagi mereka, setiap tetes air yang datang adalah harapan agar keluarga tetap bisa memasak, minum dan menjalani kehidupan di tengah kemarau yang belum berakhir.


Laporan : Sukriwandi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kemarau Memanjang, Warga Desa Buku Rela Menempuh 500 Meter Demi Air

Trending Now

Iklan

iklan