![]() |
| Ikatan Jurnalis Polewali Mandar, gelar Media Gathering mempererat Tali Silaturahmi Menjaga Sinergi dan Profesionalisme. Di obyek wisata alam Puncak Kunyi, Kabupaten Polewali Mandar. (Foto : Nadi). |
PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Media masa berkewajiban beritakan sekecil apapun informasi yang terjadi, karena kebutuhan informasi setiap orang berbeda-beda. Sehingga media dituntut secara profesional mampu memenuhi kebutuhan informasi publik secara cepat dan akurat.
Demikian sampaikan Kepala Kejaksaan Negeri, Nurcholish, sebagai salah satu nara sumber dalam kegiatan Media Gathering digelar Ikatan Jurnalis Polewali Mandar dengan tema Mempererat Tali Silaturahmi, Menjaga Sinergi dan Profesionalisme. Di obyek wisata alam Puncak Kunyi, Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar. Jumat, 7 Agustus 2026.
"Deras informasi saat ini yang secara cepat melalui berbagai plafon media sosial, membuat media massa berkewajiban beritakan sekecil apapun informasi terjadi. Seperti harga sembako di pasar dan lain-lain. Karena kebutuhan informasi setiap masyarakat berbeda." Ucapnya.
Menurutnya, untuk mewujudkan berita dibutuhkan publik, sehingga wartawan berkewajiban memahami regulasi media dan undang-undang pers serta anturan lain memiliki ikatan dengan dunia jurnalistik. Agar terhindari segala ancaman hukum.
"Wartawan harus mengetahui sendiri regulasi media, undang-undang pers nomor 40. Sehingga tahu tugas dan kerjanya dalam menyajikan berita." Tandasnya.
Demi mengahasilkan beritakan berkualitas, lanjutnya, perusahaan media Berkewajiban memberikan pelatihan dan pendidikan sumber daya manusia kepada wartawannya secara berkesinambungan.
Langkah ini agar semangat dan inovasi wartawan terus melahirkan karya jurnalistik sesuai dinamika dan perkembangan.
"Para wartawan harus selalu meningkatkan sumber daya manusia. Menumbuhkan inovasi bagi wartawan untuk mampu melahirkan berita-berita yang diinginkan." Harapnya.
Ditegaskanya, untuk dukung media memberikan informasi publik Kejaksaan Negeri Polman, selalu terbuka memberikan informasi berdasarkan mekanisme internal Kejaksaan tentang informasi publik. Kerena media merupakan mitra strategis dalam menyampaikan informasi.
"Kami selalu terbuka kepada media, untuk memberikan informasi sesuai mekanisme informasi di Kejaksaan Negeri." Jelasnya.
Ditambahkan, kegiatan Media Gathering dapat menjadi ajang edukasi dan sosialisasi Kejaksaan Negeri Polman, untuk menyampaikan kepada media terkait kewenangan dan kinerja Kejaksaan Negeri Polman dalam penegakkan hukum. Dan menjadi sinergi Kejaksaan Negeri Polman kepada rekan-rekam media di Kabupaten Polman.
"Kegiatan ini menjadi forum bagi Kejaksaan Polman untuk menyampaikan kinerja Kejaksaan Negeri Polman kepada insam media dalam penegakan hukum, sekaligus sinergi bersama memperat silaturahmi." Tuturnya.
Sementara itu Ketua Panitia Media Gathering, Ahmad Gazali, menyampaikan. Pers bukan sekadar menyampaikan berita. Pers ikut menentukan bagaimana sebuah daerah melihat dirinya sendiri, bagaimana masyarakat memahami pembangunan dan bagaimana pemerintah mendengar suara rakyat.
Karena hubungan antara pemerintah dan media tidak seharusnya dibangun atas dasar kepentingan sesaat. Hubungan itu harus dibangun atas dasar kepercayaan, keterbukaan, komunikasi, dan tanggung jawab bersama.
"Hubungan pemerintah dan media tidak seharusnya dibangun atas dasar kepentingan sesaat. Tetapi harus dibangun atas dasar kepercayaan, keterbukaan, komunikasi." Tandasnya.
Dia menyebutkan, media memiliki kewajiban untuk kritis. Pemerintah memiliki kewajiban untuk terbuka. Dan masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang benar.
Namun di atas semua itu, memiliki tujuan yang sama bagaimana Kabupaten Polman. Bisa menjadi daerah yang lebih baik, lebih maju, lebih transparan, dan lebih sejahtera bagi masyarakatnya.
"Media kewajiban untuk kritis. Pemerintah memiliki kewajiban terbuka. Sehingga masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang benar." Lugasnya.
Sedangkan Dewan Pembina Ikatan Jurnalis Polewali Mandar, Amri, menyampaikan. Melalui kegiatan Media Gathering, peran media di Kabupaten Polman dapat menyajikan berita-berita yang kondusif dengan memberikan solusi suatu permasalahan.
Apalagi pers merupakan pilar demokrasi ke empat, sehingga peran aktif media memberitakan segala hal menjadi konsumsi publik terus disikapi dalam menyajikan berita
"Pers pilar demokrasi ke empat, untuk itulah peran media sangat penting dalam mengawal jalannya pemerintahan." Harapnya.
Inisiator Media Gathering Ikatan Jurnalis Polewali Mandar, Muhammad Yusri, menegaskan. Media Gathering Ikatan Jurnalis Polewali Mandar, digagas didasari dari sebuah kesadaran sederhana, bahwa pembangunan daerah tidak mungkin berjalan hanya dengan kerja pemerintah. Dimana pembangunan membutuhkan masyarakat.
Pembangunan membutuhkan dunia usaha dan pembangunan juga membutuhkan media. Karena di tengah masyarakat, media memiliki tempat yang sangat strategis. Dalam menyampaikan apa yang terjadi.
"Ide kegiatan ini didasari jalannya roda pemerintahan dan pembangunan daerah butuhkan kerjasama semua pihak. Salah satunya media masa dengan menyuarakan apa yang dirasakan masyaraka dan mengangkat keberhasilan pemerintah, tetapi juga tidak boleh menutup mata terhadap persoalan terjadi." Katanya.
Dia jelaskan, melalui kegiatan tersebut digelar 7 hingga 8 Agustus 2026, yang menghadirkan nara sumber sebagai pemateri dapat melahirkan pemahaman tentang jalannya pembangunan di Kabupaten Polman.
Nantinya menjadi kolaborasi bersama sesuai kewenangannya masing-masing untuk menuntaskannya. Serta teman media dapat berwisata alam di obyek Wisata Alam Puncak Kunyi selamat dua hari.
"Dalam kegiatan sudah mengundang pemateri dari Kejaksaan Negeri, Polres dan pemerintah Polman. Serta anjang berwisata teman-teman wartawan di kunyi." Ungkapnya.
Dia Uraikan, kegiatan tersebut juga menjadi silaturahmi mengingatkan profesi dan institusi, semua adalah bagian dari masyarakat yang sama. Sehingga sinergi pekerjaan besar tidak dapat dilakukan sendiri. Dan profesionalisme mengingatkan setiap informasi yang sampaikan kepada publik membawa tanggung jawab.
"Satu berita mungkin hanya membutuhkan beberapa menit untuk ditulis. Tetapi dampaknya bisa dirasakan oleh seseorang, oleh sebuah kelompok, bahkan oleh sebuah daerah, Karena itu, mari kita jadikan profesi jurnalistik bukan hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga sebagai jalan pengabdian." Lugasnya.
Dia paparkan, hadirkan pemberitaan yang tidak hanya ramai dibaca, tetapi juga memberikan manfaat. Berani mengkritik, tetapi tetap dengan data. Berani menyampaikan persoalan, tetapi tetap memberikan ruang bagi solusi.
Kemudian mengangkat keberhasilan pembangunan bukan untuk memuji pemerintah semata, tetapi untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa ada kerja, ada harapan serta ada perubahan yang sedang diupayakan.
"Kami berharap kegiatan pada sore hari ini menjadi momentum untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pemerintah daerah dan insan pers." Tutupnya.
Laporan : Nadi
