![]() |
| Media Gathering jurnalis Polman di lokasi wisata Puncak Kunyi, Polman. (Foto : Nadi). |
PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Ikatan Jurnalis Polewali Mandar (IJPM) menggelar Media Gathering Jurnalis Polman di kawasan wisata Puncak Kunyi, Desa Kunyi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, 7–8 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengusung tema "Mempererat Tali Silaturahmi, Menjaga Sinergi dan Profesionalisme" tersebut menjadi ajang berkumpulnya para jurnalis di Polewali Mandar untuk mempererat kebersamaan, membangun silaturahmi, sekaligus memperkuat solidaritas sesama insan pers.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Polman, Nurcholish, hadir sebagai tamu undangan sekaligus narasumber dalam sesi talk show bertema "Peran Media dalam Pembangunan Daerah".
Dalam kesempatan tersebut, Nurcholish berharap para jurnalis di Polewali Mandar senantiasa menjaga soliditas dan solidaritas dalam menjalankan profesinya. Dia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap aktivitas peliputan dan pemberitaan.
Sesi talk show kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab antara Kajari Polman dan peserta Media Gathering. Sejumlah hal terkait hubungan media dengan institusi kejaksaan turut dibahas dalam forum tersebut.
![]() |
| Media Gathering jurnalis Polman di lokasi wisata Puncak Kunyi, Polman. (Foto : Nadi). |
Nurcholish memberikan sejumlah saran dan masukan kepada para jurnalis. Dia juga memastikan bahwa Kejaksaan Negeri Polman terbuka bagi jurnalis yang membutuhkan konfirmasi terkait informasi maupun pemberitaan, sepanjang hal tersebut berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi kejaksaan.
Sementara itu, Ketua Panitia Media Gathering Jurnalis Polman, Ahmad Gazali, mengatakan insan pers dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan di Polewali Mandar berjalan secara transparan, partisipatif, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Masyarakat, dunia usaha, dan media juga memiliki peran penting dalam mengawal setiap proses pembangunan.
"Pers bukan sekadar menyampaikan berita. Pers ikut menentukan bagaimana masyarakat memahami pembangunan dan bagaimana pemerintah mendengar suara rakyat." Ungkap Gazali.
Dia menilai media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Pers diharapkan mampu menyuarakan aspirasi masyarakat, mengangkat berbagai capaian pembangunan, sekaligus tetap kritis terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
![]() |
| Media Gathering jurnalis Polman di lokasi wisata Puncak Kunyi, Polman. (Foto : Nadi). |
Karena itu, kata Gazali, hubungan antara pemerintah dan media perlu dibangun melalui keterbukaan, komunikasi, kepercayaan, dan profesionalisme.
"Kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan, namun harus disampaikan berdasarkan data dan fakta serta membuka ruang bagi solusi." Terangnya.
Selain sesi talk show, kegiatan Media Gathering juga diisi dengan berbagai aktivitas untuk membangun keakraban antar peserta. Salah satunya lomba permainan domino yang diikuti para jurnalis.
Suasana semakin semarak dengan adanya beragam hadiah menarik yang telah disiapkan panitia bagi para peserta lomba.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi semata. Media Gathering Jurnalis Polman diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka, produktif, dan konstruktif antara pemerintah daerah dan insan pers.
Laporan : Nadi


