Iklan

Cegah Anak Terjerumus Kekerasan, Kapolres Polman Titip Pesan dari Mimbar Jumat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:18 WIB Last Updated 2026-10-23T11:18:37Z

Kapolres Polman, AKBP Zaky Magfur, Ajak Jamaah Jumat Jadi Garda Terdepan Cegah Kenakalan Remaja. (Foto : Sukriwandi).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Upaya mencegah anak dan remaja terjerumus dalam penganiayaan maupun perkelahian kelompok tidak cukup hanya mengandalkan aparat kepolisian. 


Perhatian orang tua, kepedulian keluarga, serta lingkungan masyarakat dinilai memiliki peran penting untuk mencegah persoalan sebelum berkembang menjadi tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.


Pesan itulah yang disampaikan Kapolres Polewali Mandar, AKBP Zaky Magfur, di hadapan jamaah salat Jumat di Masjid Polres Polman, Jumat (23/10/2026).


Di hadapan para jamaah, Kapolres mengungkapkan bahwa penganiayaan dan perkelahian kelompok menjadi jenis perkara yang paling banyak ditangani anggotanya. 


Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan masyarakat sekaligus masa depan anak-anak dan remaja.


Menurutnya, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian bersama adalah melemahnya kepedulian sebagian anak terhadap orang tua dan lingkungan sekitarnya. 


Dia juga menyoroti dugaan penyalahgunaan tramadol dan obat-obatan terlarang yang, menurutnya, dapat membuat penggunanya kurang peduli terhadap orang lain.


Namun, pesan Kapolres tidak berhenti pada persoalan yang ditangani polisi. Dia justru mengajak masyarakat melihat lebih dekat lingkungan masing-masing, dimulai dari rumah sendiri.


Keluarga Menjadi Titik Awal Pencegahan. Kapolres berharap para jamaah tidak hanya membawa pulang pesan tersebut untuk diri sendiri, tetapi juga meneruskannya kepada keluarga, saudara, teman, tetangga, dan masyarakat di sekitarnya.


Baginya, pencegahan perlu dimulai melalui perhatian sederhana yang dilakukan secara konsisten. Orang tua perlu mengetahui pergaulan anak, memahami aktivitas mereka, serta membangun komunikasi agar anak merasa memiliki tempat untuk bercerita dan meminta arahan.


"Mulai pengawasan melalui keluarga terdekat kita. Cek HP anak-anak kita di rumah, agar fungsi pengawasan kita berjalan." Pesannya di hadapan jamaah.


Pesan itu menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap anak bukan semata-mata soal membatasi pergaulan atau memeriksa telepon genggam. 


Lebih dari itu, orang tua perlu hadir, mengenali perubahan perilaku anak, mengetahui lingkungan pertemanannya, serta membangun hubungan yang memungkinkan anak terbuka ketika menghadapi persoalan.


Pengawasan yang disertai dialog dan perhatian dapat menjadi salah satu langkah untuk mengenali lebih dini risiko pergaulan yang tidak sehat, ajakan melakukan kekerasan, maupun kemungkinan penyalahgunaan obat-obatan.


Dari Rumah, Menjangkau Lingkungan. Kapolres juga mengharapkan masyarakat Polman ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan tersebut. Jamaah Jumat diharapkan menyampaikan pesan yang sama kepada orang-orang terdekat, sehingga kepedulian tidak berhenti di lingkungan keluarga masing-masing.


Sebab, anak tumbuh bukan hanya di dalam rumah, melainkan juga di sekolah, lingkungan pertemanan, tempat bermain, dan ruang sosial lainnya. 


Karena itu, perhatian orang tua perlu berjalan beriringan dengan kepedulian tetangga, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur lingkungan lainnya.


Ketika muncul tanda-tanda anak terlibat konflik atau berisiko melakukan tindakan kekerasan, pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan pendampingan menjadi penting. 


Jika ditemukan dugaan penyalahgunaan obat-obatan atau tindak pidana, penanganan juga perlu dilakukan melalui jalur yang tepat.


Ajakan Kapolres tersebut sekaligus menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya urusan polisi. Aparat memiliki tanggung jawab menangani pelanggaran hukum, tetapi keluarga dan masyarakat mempunyai ruang penting untuk mencegah persoalan sebelum terjadi.


Pada akhirnya, pesan dari Masjid Polres Polman itu mengarah pada satu harapan, jangan sampai perhatian baru muncul setelah seorang anak terlibat perkelahian, seseorang menjadi korban penganiayaan, atau sebuah keluarga harus menanggung akibat dari tindakan yang terlambat dicegah.


Kepedulian yang dimulai dari rumah, diteruskan kepada saudara dan tetangga, lalu diperkuat oleh lingkungan masyarakat, diharapkan menjadi langkah bersama untuk melindungi anak dan remaja Polman dari kekerasan serta risiko penyalahgunaan obat-obatan.


Laporan : Sukriwandi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Cegah Anak Terjerumus Kekerasan, Kapolres Polman Titip Pesan dari Mimbar Jumat

Trending Now

Iklan

iklan