PIFAF 2017

Selasa, 11 Juli 2017

Ilustrasi
POLEWALITERKINI.NET - Kasus dugaan “Mafia Proyek” mencatut nama Sekda Provinsi Sulawesi Barat, bak bola panas yang menggelinding. Korban salah satu rekanan (AF) asal Kota Pare-pare, Sulawesi Selatan selaku pelapor dengan laporan polisi  no: LP/63/VII/2017/SPKT Sulbar.

BACA Juga : Doi Pemulus Proyek Catut Nama Sekda...! Rekanan Kena Tipu Senilai Rp. 750 Juta Rupiah

Dia melapor akibat janji (IRR) akan memberikan sejumlah proyek dengan nilai anggaran bervariasi, antara Rp. 24 Milliar, Rp. 6 Milliar dan Rp. 6,7 Milliar, sesuai laporan AF diterima dari Kasubdit III Reskrimum Polda Sulbar, saat dalam tahapan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebelumnya.

Atas iming itu (AF) memberikan sejumlah uang tanda jadi senilai Rp. 750 juta, tapi ironisnya proyek dijanjikan tidak ada sementara duit tak dikembalikan.

Terkait Laporan ini Sekertaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sulbar  (HRT) ikut diperiksa di ruangan Kasubdit III Reskrimum Polda Sulbar. Pihak penyidik meminta keterangan masalah nama-nama yang dirilis polisi. Dalam pemeriksaan itu (HRT) diperiksa dan mintai keterangan sekira satu jam lebih.

Jumlah ada 9 orang yang akan kita periksa dari tahap lidik kepenyidikan. Kita akan surati semua ke 9 orang tersebut, jika tidak kita akan jemput paksa.” Kata AKBP Andi Mappejaji,SH di ruang kerjanya. Selasa (11/7/2017).

Kata dia, kepolisian akan membeberkan bukti-bukti dari (AF) selaku pelapor.

Kita akan beberkan semua data-data dan bukti ketelibatan, siapa saja menerima dana sejumlah Rp. 750 juta dari (IRR) makanya kita panggil semua itu 9 orang.” Ungkapnya.

Sementara Dir Reskrimum Polda Sulbar, Kombes Pol Herry Wiyanto,SH saat ditemui di ruangannya mengatakan, dalam waktu dekat akan diadakan pemanggilan kepada sejumlah yang terlulis dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan tim penyidik.

Hal itu lanjut dia, ketua DPP Dewan Rakyat Anti Korupsi (Derak) Husaini, Ia menilai permainan mafia proyek dengan mencatut nama Sekda Provinsi Sulbar ibarat ada asap pasti ada api.

Tidak ada asap kalau kalau tidak ada apinya, jangan saling lempar tanggungjawab, membuat publik bingung.Berani berbuat berani bertanggungjawab.” Kata Husaini.

Husaini menambahkan, harus ada yang ditangkap dalam kasus dugaan mafia proyek, agar dapat terbongkar semua dan jelas diketahui publik. (*)

PolewaliTerkini.Net