Kamis, 18 Januari 2018

Tampak Foto Pustu Dari Arah Depan
POLEWALITERKINI.NET – Terlepas dari Hiruk Pikuk Politik menjelang Pilkada Kabupaten Polewali Mandar 2018, penulis mencoba menyampaikan pesan dan tanya nitizen terkait pelayanan salah satu Pustu di Kecamatan Tutar.

Seorang Nitizen, Bakri Sabja menulis di akun Facebook terkait keberadaan Puskesmas Pembantu (PUSTU) di Dusun Pukkaepi, Desa Ambopadang, Kecamatan Tubbi Taramanu (TUTAR), Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam postingannya bercerita tentang kebahagiaan warga pasca penempatan Pustu di wilayahnya, dimana tempat itu menjadi rujukan pertama masyarakat ketika seorang warga sakit, Luka dan hendak melahirkan.

Sayangnya lanjutnya, kebahagiaan warga ini berubah kecewa. Alasannya, akhir akhir ini Pustu tak lagi terhuni tim medis sehingga berkesan seperti sebuah gudang kosong yang tak berguna lagi.

Selain itu dia menulis pernah membawa anggota keluarganya untuk berobat di tempat itu, namun mereka kecewa, harapan berobat dan memeriksa kesehatan tak terpenuhi karena petugas kesehatan di Pustu sudah tidak ada.

“Na kebetulan saya punya Om yang rumahnya pas di samping Pustu ini, lalu saya menghampiri om saya untuk bertanya masalah penghuni Pustu? Lalu Om saya menjawab, kalau tempat ini sudah lama tidak ada penghuninya tidak ada bidannya.” Seperti dikutip dalam postingannya di Facebook.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa pernah seorang ibu hamil juga datang ke Pustu melahirkan, tapi ibu tersebut kecewa karena tak seorang pun petugas kesehatan yang ditemui.

Terkait tulisan ini polewaliterkini.net akan mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.(*Istimewa).

Kiri, Tampak Kades Dakka, Amir dan AIPTU Haryono dan
Rumah Duka Tampak KBO Reskrim, IPTU Mustakim
POLEWALITERKINI.NET – Warga Dusun II Ketapang, Desa Dakka, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menemukan seseorang berjenis kelamin perempuan dalam keadaan terapung dan tak bernyawa. Kamis (18/01/2018).

Belakangan diketahui wanita ini bernama, ZAENAB alias MAMA SUDDING (45), Ibu Rumah Tangga, beralamat di Dusun I Jambu Malea, Desa Dakka, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Bidang Humas Polres Polman merilis, korban ditemukan SAGENA (50). Kamis,  18 Januari 2018 sekitar pkl. 10.00 wita di Sungai Jambu Malea, Desa Jambu Malea, Kecamatan Tapango, saat pulang dari sawahnya.

“Pulang dari sawah lewat pinggiran sungai dan tiba-tiba melihat orang mengapung di tengah sungai dengan posisi tertelungkup. Kemudian memanggil ALI (39), yang tak jauh dari Tempat Kejadian untuk melihat mayat tersebut.” Kata SAGENA Kepada petugas.

Setelah memastikan kondisi korban, Ali menghubungi Kades Dakka, AMIR dan kemudian menghubungi pihak Kepolisian setempat, selanjutnya bersama masyarakat melakukan evakuasi ke rumah korban di Dusun I Jambu Malea, Desa Jambu Malea, Kecamatan Tapango.

Keponakan korban, AMINUDDIN (28), Honorer SMK Tapango, menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat penyakit Epilepsi (Penyakit Ayan). Tiap pukul 08.00 pagi Almarhuma sering mandi dan mengambil kelapa yang berada di pinggir sungai.

Meski pihak Kepolisian dan Pemerintah setempat mengarahkan untuk diperiksa, namun pihak keluarga korban menolak dilakukan visum et repertum dan menerima musibah tersebut dengan ikhlas karena besar dugaan penyakit korban kambuh saat sedang mandi.

Hingga berita ini diterbitkan, korban sudah berada di rumah duka dan akan dikebumikan di Pemakaman Umum Desa Jambu Malea, Kecamatan Tapango, Polman sebelum shalat ashar.(*Istimewa).

Rabu, 17 Januari 2018

Pelaku Pencurian di Kantin Pemkab Polman Tertangkap
Korban Hj Nur Histeris Uangnya Dicuri Pembantunya
Dahliana Sedang di Interogasi Polisi
Sejumlah Barang Bukti Diamankan Polisi
POLEWALITERKINI.NET – Seorang wanita Pekerja Rumah Tangga (PRT) terpaksa berurusan pihak Reskrim Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, karena mencuri uang sekira Rp. 17 Juta milik majikannya di Kantin Samping Kantor Dispenda Pemkab Polman.

Kejadian ini terungkap setelah pemilik kantin, H Nur dan Suaminya Hasan alias Bapak Rika melaporkan ke pihak Kepolisian. Minggu, 14 Januari 2018 lalu, bahwa telah kehilangan uang celengan di kantin tempatnya menjual.

Menindak lanjuti laporan itu, tim Opsnal Reskrim Polres Polman melakukan penyelidikan dan menduga pelaku tak lain adalah pembantunya, yakni Dahliana binti Dahman alias Ana alias Mama Sisa (21), alamat Dusun Taloba, Desa Tubbi, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polman.

Kepolisian pun melakukan pengejaran ke Tubbi Taramanu, namun belakangan pelaku diketahui keberadaannya dan disergap di tempat majikannya yang lain di wilayah Kecamatan Wonomulyo. Rabu, 17 Januari 2018.

Dari tangan pelaku polisi menyita Barang Bukti (BB) uang tunai diduga sisa curian sebesar Rp. 815.000, 2 unit HP Merk Advan dan Strawberry Warna Hitam, 2 lembar baju, 1 buah tas kecil warna coklat dan 6 buah kunci gembok yang digunakan masuk ke kantin milik majikannya.

Dia mengaku uang Rp. 17.000.000 tersebut digunakan untuk membeli HP, Baju, Celana, Tas kecil, Jajan dan selebihnya diberikan kepada orang tuanya untuk digunakan membangun rumah di Kampungnya.

“Uang Rp. 17 Juta itu pak, saya kirim pertama Rp. 2 Juta, kemudian Rp. 8 Juta ke orang tua saya di Tubbi untuk membangun rumah. Sisanya saya belikan pakaian untuk orang tua, anak saya dan kakak, Hp dan selebihnya digunakan untuk makan bersama teman.” Kata Dahliana di depan petugas Kepolisian.

Sementara itu korban Hajja Nur sempat tak sadarkan diri dan histeris di ruangan Opsnal Reskrim Polres Polman, saat berkunjung melihat pelaku. Kata dia, tak menyangka pelaku yang sudah dianggap keluarganya sendiri tega mencuri uang miliknya.

Hingga berita ini diterbitkan pelaku sudah berada di ruang tahanan Kepolisian Resort Polewali Mandar, untuk selanjutnya di proses lebih lanjut.

Laporan  :  Sukriwandi 






Selasa, 16 Januari 2018

Kunjungan Penjajakan Kerjasama Pemprov Kalsel-Sulbar
POLEWALITERKINI.NET – Tim Koordinasi Kerjasama Daerah (TKKSD) Provinsi Kalimantan Selatan (KALSEL) melakukan kunjungan penjajakan kerjasama ke Sulawesi Barat (SULBAR). Selasa, 16 Januari 2018.

Pertemuan pun berlangsung di ruang oval Kantor Gubernur Sulbar, oleh Asisten Ketataprajaan, Nur Alam Thahir didampingi Kepala Biro Tapem, Abdul Wahab Hasan Sulur.

Kesempatan itu Asisten 1 Pemrov Kalsel, Siswansah menuturkan kunjungan ini melanjutkan proses kerjasama sebelumnya antara Sulbar dan provinsi yang dijuluki daerah 1000 sungai, yakni Kalimantan Selatan.

“Kami harap kita dapat melanjutkan hal yang terkait dengan kunjungan Gubernur Sulbar beberapa waktu yang lalu. Dan dengan adanya kerjasama ini kami juga berharap masing-masing provinsi dapat memanfaatkan potensi dan mengelola permasalahan atau tantangan bersama untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.” Tuturnya Asisten 1 Pemrov Kalsel, Siswansah.

Lebih lanjut Siswansah mengatakan, kerjasama tersebut dapat meningkatkan progress peningkatan atau percepatan pengembangan potensi dan komoditas. Dia menyebut, seperti beberapa daerah yang telah bekerjasama dengan Kalsel sebelumnya, yaitu Jabar, Jateng, Jatim dan Bali. 

Selain itu mensinergikan potensi dan peluang masing-masing daerah, menetapkan target jadwal kunjungan dan menetapkan waktu penandatanganan kerjasama terkait potensi alam masing-masing daerah.

Potensi alam ini seperti pertambangan batubara, migas dan mineral, kayu, perkebunan sawit, karet serta potensi non sumber daya alam seperti pendidikan, transportasi, pariwisata dan kawasan industri.

Asisten Ketataprajaan Pemprov Sulbar, Nur Alam Tahir yang menerima rombongan TKKSD Kalsel menyampaikan, potensi alam Sulbar juga banyak, kawasan wisata punya daya tarik jika dipoles akan menjadi lebih baik. Begitu juga perkebunan sawit yang sangat luas.

“Gubernur Ali Baal Masdar saat ini juga mencari area yang dapat digunakan sebagai tempat peternakan sapi dengan harapan bisa di ekspor keluar. Untuk itulah, pimpinan OPD kiranya dapat melihat potensi-potensi yang ada di Kalsel dan dapat membangun kerjasama dimana masing-masing daerah dapat berkontribusi.” Kata Asisten Ketataprajaan Pemprov Sulbar, Nur Alam Tahir.

Pada pertemuan tersebut juga disampaikan rencana kunjungan Gubernur Kalsel ke Sulbar Februari 2018 mendatang. Terkait rencana kunjungan Gubernur Kalsel ke Sulbar,  Nur Alam Thahir menyampaikan, akan mendiskusikan dengan Gubernur Ali Baal Masdar.

“Mudah-mudahan tidak ada kegiatan Nasional yang jadi penghalang. Kami akan membicarakan dulu bersama pimpinan mengenai waktu kunjungan agar persiapan juga matang, yang jelasnya kami akan terus bangun komunikasi intensif untuk memenuhi semua tahapan kerjasama dan menghindari jatuh tempo.” Sebut Nur Alam.

Sementara itu Direktur Utama Perusda Sulbar, Arifin Raseng yang juga hadir pada pertemuan tersebut mengatakan, tujuan pertemuan tersebut pada akhirnya adalah Business To Business, tapi harus diawali dengan Government To Government dulu.

Jadi pertemuan-pertemuan selanjutnya masih diperlukan untuk membahas lebih jauh agar ke 2 daerah bisa sama-sama menguntungkan dan jadi penikmat, yang jelas tanggal 19 Juni 2018 semua detail masalah sudah harus selesai. Tandas Arifin.(*Istimewa)



Pulang Mancing Lansia ini Ditemukan Tewas
Tampak Bercak Darah di TKP
POLEWALITERKINI.NET – Tak terkira sebelumnya, seorang Lanjut Usia (LANSIA) ditemukan rekannya tidak bernyawa di Dermaga Pelabuhan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Selasa (16/01/2018).

Sarjono (62), warga Jalan Pantai Indah, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, saat bermaksud pulang dari tempatnya mancing ikan jatuh dari kapal perintis KM. ALKEN PELANGI dan dinyatakan meninggal di tempat.

Kepala Divisi Humas Polda Sulawesi Barat, AKBP Hj Mashura S.H mengatakan, kejadian itu. Selasa, 16 Januari 2018 sekitar pukul 06.00 wita, Sarjono (62) ditemukan tak bernyawa karena diduga jatuh dari kapal perintis saat pulang dari memancing.

Berawal korban sedang memancing ikan di atas kapal perintis yang sementara sandar/terparkir di dermaga pelabuhan mamuju dan pada saat bermaksud untuk pulang korban turun dari kapal perintis KM. ALKEN PELANGI nemun terpeleset dan langsung terjatuh.

“Saat jatuh posisi kepala terbentur di besi kapal perintis dan korban luka pendarahan aktif pada bagian kepala dan mengakibatkan korban meninggal ditempat.” Kata Kadiv Humas Polda Sulbar, AKBP Hj. Mashura SH.

Apa yang dialami korban dibenarkan teman mancing korban, HENDRA yang saat itu berada di TKP bahwa terjatuh di kapal perintis.

Hasil pemeriksaan atau visum mayat tim medis Rumah Sakit (RS) Umum, Kabupaten Mamuju, luka di kepala depan sebelah kanan ukuran 2×0.5 Cm diduga terbentur di pinggir badan kapal. Pihak keluarga pun kini membawa korban ke rumah duka.(*Istimewa)




PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini