PIFAF 2017

Minggu, 20 Agustus 2017

Kenaikan Tunjangan Gaji DPRD Polman Dibayar
Tahun Depan
POLEWALITERKINI.NET – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, memastikan belum siap anggaran jalankan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017 tentang hak keuangan dan Administratif Pimpinan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Sebelumnya diberitakan para anggota wakil rakyat bakal menerima kenaikan gaji dan tunjangan setelah Peraturan Pemerintah (PP) itu keluar. Besaran gaji anggota Dewan ini sebesar Rp. 25 Juta per orang.

"Sekarang adek adek pers tahu kalau kita hitung rata gaji anggota DPRD Polman ini per bulan mencapai Rp. 25 Juta. Kalau dihitung gaji, reses, tunjangan dan perjalanan dinas, APBD yang kita gelontorkan untuk DPRD sebanyak Rp. 30 Miliar lebih per tahun." Jelas AIM.

Bupati Kabupaten Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar usai menghadiri pelantikan ketua DPRD Polman yang baru juga mengatakan, pemkab siap menjalankan amanah ini karena perintah Undang-undang dan tidak ada alasan untuk menunda nunda pembayarannya.

Hanya saja lanjut Bupati, pihak pemerintah akan melakukan pertemuan dengan beberapa unsur pimpinan DPRD untuk membahas persoalan PP 18 tentang kenaikan tunjangan Anggota DPRD Polman.

"Kami akan rencanakan bertemu  dengan ketua yang baru dan 3 wakil ketuanya untuk membahas ini, karena pemkab tidak punya persiapan terkait pembayaran tunjangan DPRD yang diatur di PP 18 itu.” Kata Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar. Senin (14/08/2017).

Pemerintah Kabupaten bahkan akan meminta untuk sementara waktu berhutang dan paling mungkin tahun depan akan dibayarkan, karena tahun ini tidak ada pos anggaran untuk itu, meskipun sudah berlaku di bulan Agustus ini. Ucap Andi Ibrahim Masdar.

Menurut Andi Ibrahim Masdar yang juga pemegang rekomendasi Golkar Dipilkada Polman 2018 mendatang mengatakan, pemerintah Kabupaten Polewali Mandar tidak memiliki kesiapan APBD terkait itu.

“Meski demikian ia berjanji tahun 2018 akan membabayarkannya. Tidak boleh tidak karena ini adalah hutang daerah apalagi sudah menjadi ketentuan Undang-undang.” Kata AIM.

Bupati menepis terkait tak sanggupnya APBD membiayai, namun untuk tahun ini pihak Pemkab sudah hampir defisit sehingga memohon para anggota Dewan yang terhormat dapat   memaklumi pemerintah karena sebelum adanya PP No 18 Anggaran pendapatan belanja daerah sendiri sudah defisit.

Selain itu berlakukan PP itu sangat membebani APBD apalagi menurut informasi dari keuangan Negara bahwa Dana Alokasi Khusus  (DAU) dipotong.

“Yang tadinya kita punya uang Rp. 100 Miliar 7 Ratus Juta kini menjadi Rp. 9 Miliar karena ada lagi pemotongan dana dari pusat.” Ungkap AIM. 
Laporan : Erwin Setiawan
Editor     : Z Ramadhana

Kiri, Ilustrasi dan Gambar TKP
POLEWALITERKINI.NET – Rilis Divisi Humas Kepolisian Daerah, Sulawesi Barat, berawal pesta Minuman Keras (Miras) jenis Ballo, berakhir penganiayaan mengakibatkan Jumran (35) terluka tusuk pada bagian dada dan meninggal dunia. Minggu (20/08/2017).

Terjadinya tindak Pidana Penganiayaan Berat mengakibatkan Meninggal Dunia (MD) di Desa Salugatta, Kecamatan Budong Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Sabtu, 19 Agustus 2017 jam 17.00.

Dilaporkan Korban JUMRAN (35), Petani, Suku Makassar, alamat Dusun Salansang, Desa Kire, Kecamatan Budong Budong, sedang melakukan kegiatan Minum Miras jenis Tuak di rumah ACCUNG di Desa Salugatta.

Meski pihak Kepolisian belum memastikan apa motif dan cara pelaku melakukan penganiayaan berat terhadap korban, namun luka yang dialami dan keterangan yang dikumpulkan petugas memungkinkan dianiaya dengan menggunakan benda tajam.

Setelah kejadian korban dalam keadaan luka berat, yakni 1 luka tusuk di dada kiri dan 1 luka tusuk di dada kanan dan ketiak. Ada luka robek ditangan kanan.

Menurut polisi saat itu ACCUNG dan RUSDIN ke Puskesmas Salugatta dengan mobil Avansa DC 1253 A A milik RUSDIN namun sayangnya korban JUMRAN sudah Meninggal Dunia. Melihat situasi itu ACCUNG pun melarikan diri.(*)


Sabtu, 19 Agustus 2017

Wisman Jepang Kembali Kunjungi Objek Wisata Bahari
Polewali Mandar
Wisman Jepang Ikut Menari Saat Berkunjung Ke Polman
Wisman Jepang Ikut Jaga Kelestarian Lingkungan di Binuang
POLEWALITERKINI.NET – Wisatawan Mancanegara (Wisman) asal Negara Jepang untuk periode Agustus 2017 kembali berkunjung ke Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

55 orang turis ini rencananya berada di Polman pada hari Senin-Jumat, 21 – 25 Agustus  2017 untuk mengunjungi objek wisata yang berada di 4 Kecamatan. Mereka direkomendasi menginap di Hotel Ratih dan Lilianto.

Objek yang akan dikunjungi Wisata Agro Kecamatan Luyo dan Kecamatan Mapilli, Wisata Bahari Kecamatan Balanipa dan Wisata Budaya Kecamatan Wonomulyo, Balanipa dan Polewali.

Turis Jepang ini akan menyaksikan tradisi masyarakat nelayan mandar yang ikut sebagai Peserta Sandeq Race 2017 serta Pelepasan Lomba Segi Tiga di Pantai Bahari Polewali  dan melihat pelepasan Peserta Sandeq Race 2017 Etape Polewali-Pare Pare.

Untuk kunjungan Wisata Budaya, para oarang asing ini juga akan kembali kunjungi aktivas masyarakat di Pasar Wonomulyo dan Pusat Pembuatan Oleh Oleh Coklat Macoa.

Kemudian melihat aktraksi Saeyyang Patuqduq (Kuda Penari) dan menikmati sensasi naik kuda menari serta  berwisata ke Pantai Palippis naik Bendi dari Kampung Nelayan Desa Bala ke Pantai Palippis.

Tak hanya itu mereka juga akan kunjungan Wisata Edukasi ke Sekolah SDN 003 Lampa Kecamatan Mapilli, mereka akan melihat Praktek Pembuatan Coklat bersama siswa siswi SDN 003 Lampa. 

Bahkan seluruh rangkaian kunjungan para turis asing asal jepang ini akan didiskusikan dengan pihak Dispop Pemkab Polewali Mandar.
Laporan : Sukriwandi

Sekda Polman, Ir.H.Andi Ismail Serahkan SK Remisi Kepada
Kalapas, Simon & Napi Bebas, Haeruddin Bin Indra
Upacara Penyerahan Remisi, Staf (Pakaian Adat & KORPRI)
Dan Warga Lapas Kls II B Polewali
POLEWALITERKINI.NET - Sedikitnya 165 Narapidana dari 310 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas II/B Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, mendapatkan remisi umum dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 72 tahun 2017.

Dari 165 napi warga binaan LAPAS Kelas II/B Polewali yang mendapatkan remisi umum, salah seorang diantaranya bebas murni atas nama Haeruddin bin Indra dengan kasus pencurian.

Jumlah remisi diterima, yakni 1 hingga 6 bulan dengan rincian 7 orang mendapatkan remisi 6 bulan, 10 orang dapat remisi 5 bulan, 15 orang dapat remisi 4 bulan, 40 orang dapat remisi 3 bulan dan 41 orang dapat remisi 2 bulan serta 43 orang dapat remisi 1 bulan.

Plt Kapala LAPAS Kelas II B Polewali, Simon, S.Ag usai pemberian remisi 165 napi kepada Penulis mengatakan, ada 2 pola pembinaan diterapkan di Lapas Polewali, yakni pola kemandirian dan pola rohani.

Artinya, para warga Lapas diberikan keterampilan dan keahlian sehingga kelak ketika kembali ke lingkungan keluarganya termasuk masyarakat umum, mereka bisa lebih berkontrasi memanfaatkan ilmu dan keterampilan selama menjadi warga binaan Lapas sehingga potensi untuk melakukan kejahatan kembali itu sangat kecil, apalagi telah merasakan Susana dilingkungan lapas, yang jauh dari sanak keluarganya dan mereka pasti menyadari semua itu.

Selain itu, tambah Simon, disamping pola pembinaan rohani dan para warga diberi pembinaan keagamaan sehingga kelak pada saat keluar dari Lapas dan kembali berkumpul dengan keluarganya termasuk lingkungan masyarakat menjadi bekal untuk berbuat kebaikan dalam membina keluarganya.

Ketika ditanya tentang adanya sejumlah Lapas di Indonesia tahanannya lari, bahkan terjadi kerusuhan didalam Lapasa itu sendiri akibat kebijakan. Menurut Simon, Alhamdulillah, dalam kurung waktu beberapa tahun terakhir ini, kondisi Lapas Polewali aman-amana saja dan tidak ada insiden berarti.

Dia tambahkan, pola diterapkan dalam pembinaan adalah kekeluargaan, ibaratnya antara orang tua dengan anak sehingga tercipta keakraban antara petugas dengan warga binaan Lapas itu sendiri. Meski demikian tetap mengacu pada koridor ketentuan yang diterapkan disetiap lapas/Rutan di Indonesia berdasarkan Perundang - undangan berlaku.

Menjawab Penulis tentang seringnya terjadi kesalahpahaman di pintu masuk antara petugas sipir dengan pembesuk keluarga warga lapas. Menurut Simnon, kalau di Lapas Polewali tidak ada masalah karena pihaknya menerapkan pola pelayanan prima dan tetap mempertimbangkan sisi kemanusiaannya.

“Terutama bagi keluarga warga lapas dari luar Polman dan jarak tempuhnya sangat jauh seperti Mamuju, membuat mereka terlambat tiba dan itu tetap diberikan kebijakan untuk masuk menemui keluarganya yang telah menjadi warga binaan Lapas Polewali.” Kata Plt Kalapas Polewali, Simon, S.Ag.

Terkait dengan perlakuan terhadap Napi kasus korupsi, Simon lebih jauh menjelaskan, sesungguhnya semua warga binaan Lapas Polewali diperlakukan sama dan tidak ada diistimewakan. Hanya saja, Napi kasus korupsi tentunya dipisahkan dengan napi lainnya termasuk narkoba. Kata Simon.

Walaupun pengusulan remisi umum dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 72 tahun 2017 ini, napi kasus korupsi telah diusulkan ke Kementerian Hukum dan HAM tetapi hingga sekarang persetujuan untuk mendapatkan remisi belum turun.

Warga binaan Lapas kelas IIB Polewali hingga sekarang ( tanggal 17 Agustus 2017 red) berjumlah 310 orang, terdiri dari 224 orang narapidana (Napi) dan 86 orang status tahanan, demikian Simon didampingi Ahmad. 
Laporan : Andi Rasyid Mordani

Jumat, 18 Agustus 2017

Dua Orang Diduga Narkoba Diamankan Polisi
POLEWALITERKINI.NET – Divisi Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, merilis Polres Polewali Mandar telah menangkap 2 orang pelaku diduga menyalahgunaan narkoba jenis shabu di pantai Bahari dan Kemakmuran Polewali. Sabtu (19/08/2017).

Pihak Kepolisian awalnya menangkap Hendra Fatur Rahman (28), wiraswasta, alamat Jalan Cumi cumi, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman. Jumat, 18 Agustus 2017 sekitar pukul 15.30 wita di Jalan Pantai Bahari, Kecamatan Polewali,  dengan BB 1 sachet plastik bening diduga shabu.

Kemudian sekitar pukul 16.00 wita polisi kembali mengamankan 1 orang tersangka, yakni  Akshar Bin Yeccu (28), Kuli Bangunan, alamat Jalan Bahari, Kecamatan Polewali. Dia diduga  menyalahgunaan narkotika jenis shabu di Jalan Kemakmuran, Polewali. 2 bungkus saset plastik bening yang diduga berisikan narkotika jenis shabu disita polisi.(*)


PolewaliTerkini.Net