.

.

Rabu, 12 Desember 2018

Ketua Tim Samudera Kapt Irsyam Syamsukri
di Atas Kapal Pesiar
POLEWALITERKINI.NET - Riswan Zakir, manejer kampanye Calon Legislatif PDIP Kapt. Iswar Syam, untuk Sulbar 2 atau sembilan kecamatan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, akan bergerak dari hulu hingga hilir.

Riswan Zakir mengatakan, tim samudera yang dinakodai adik kandung Iswar Syam, yakni Kapt Irsyam Syamsukri akan bergerak mulai dari pitu ulunna salu sampai di pitu babana binanga dari hulu hingga ke muara untuk mendorong dan memberi dukungan.

“Dia akan berjuang karena kakaknya yang akan buang jangkar di teluk Mandar.” Ucap Riswan Zakir.

Irsyam Syamsukri ini juga seorang pelaut yang banyak mempekerjakan anak anak pegunungan menjadi pelaut dan bekerja di atas kapal berbendera indonesia. Bahkan banyak anak muda putus sekolah dipekerjakan di atas kapal berbendera negara lain (kapal asing).

“Sekitar bulan September lalu anak anak putus sekolah dari Matangnga dan Bulo sebanyak 40 orang diboyong ke Jakarta dan mereka itu semua diajak berlayar, selain di kontrak kapal Kita Indonesia juga ada beberapa yang dikontrak di kapal kapal asing.” Ujar Riswan Sakir.

Dia tambahkan, pada akhir bulan Desember ini akan berada di daratan Mandar untuk lakukan sosialisasi sebagai tim pemenang kakak kandungnya yang kini siap menjadi Legislator di Provinsi Sulbar.

Laporan : Burhanuddin Haruna


POLEWALITERKINI.NET - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 penyempurnaan, dengan total pemilih laki-laki dan perempuan 303.864 di 167 kelurahan/desa dan 1.229 TPS se-Kabupaten Polewali Mandar.

Menyusul perpanjangan masa kerja 30 hari untuk penyempurnaan DPTHP-2. KPU Kabupaten Polewali Mandar gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Tahap 2 Pemilihan Umum tahun 2019 di Aula Hotel Ratih Polewali, Senin (10/12/2018).

Dalam rekapitulasi ini, KPU Polewali Mandar menetapkan jumlah pemilih laki-laki 149.307 dan pemilih perempuan 154.557 yang tersebar di 16 kecamatan dengan total pemilih laki-laki dan perempuan 303.864 di 167 kelurahan/desa dan 1.229 TPS se-Kabupaten Polewali Mandar.

Sebanyak 1078 pemilih baru, 412 pemilih yang tidak memenuhi syarat, 215 perbaikan data pemilih, dan 975 pemilih penyandang disabilitas se-Kabupaten Polewali Mandar.

Ketua KPU Polewali Mandar, M. Danial mengatakan, sejatinya kegiatan perbaikan penyempurnaan daftar pemilih adalah hal yang menjadi tanggung jawab bersama kepada seluruh Stakholder, Bawaslu, partai politik agar pemilu yang dihasilkan menjadi keberhasilan dan kemaslahatan bersama.

"Perlu kami sampaikan bahwa sejatinya kegiatan perbaikan dan penyempurnaan daftar pemilih menjadi tanggung jawab bersama. KPU sebagai penyelenggara teknis, pengawas yang bertugas melakukan pengawasan kegiatan penyelenggara teknis dan partai politik. meski harapan itu belum menjadi kenyataan, KPU bertekad melaksanakan semua kegiatan perbaikan dan penyempurnaan daftar pemilih dengan penuh tanggung jawab." Ujar M.Danial saat sambutan dalam acara pembukaan rapat pleno terbuka.

M. Danial sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran KPU, PPK dan PPS, Bawaslu dan jajarannya serta seluruh pihak yang berperan baik secara langsung maupun tidak langsung, yang telah bekerja keras dan dedikasi yang luar biasa dalam pelaksanaan perbaikan dan penyempurnaan daftar pemilih.

"Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang berperan secara langsung atau tidak langsung, baik para pemimpin parpol, aparat, pemerintah disetiap tingkatan, pimpinan dan anggota TNI, dan Polri dan para juru warta yang membantu sosialisasi setiap tahapan pemilu tahun 2019".

acara ini dihadiri oleh seluruh anggota KPU Polewali Mandar beserta jajarannya PPK se-Kabupaten Polewali Mandar, Anggota Bawaslu Polewali Mandar beserta jajarannya Panwascam se-Kabupaten Polewali Mandar, pimpinan partai politik, Polres, Dandim dan Setda kabupaten Polewali Mandar dan stakholder lainnya.
Laporan  :  Wiwin

Senin, 10 Desember 2018

Penasehat Hukum, Muh. Amin Sangga.,S.H.,MH
POLEWALITERKINI.NET – MAKASSAR – Pihak Penasehat Hukum (PH) “AH” dan “ABP” tersangka dugaan korupsi Proyek Pengadaan Lampu Jalan di Polman, menilai penahan pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Makassar, terburu-buru. Senin malam (10/12/2108).

BERITA TERKAIT : Kejati Resmi Tahan "HA" Tersangka Dugaan Korupsi Lampu Jalan di Polman
 

Penasehat Hukum Muh. Amin Sangga.,S.H., M.H mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kliennya “AH” setelah magrib dilakukan penahanan di Lapas Makassar. Langkah pihak penyidik ini menurutnya terburu-buru.

“Kami PH tersangka HA dan ABP melihat teman teman jaksa ini terburu-buru melakukan penahanan. Intinya yang dikejar disini adalah kerugian Negara yang diduga Jaksa ada korupsi pengadaan lampu jalan.” Kata Muh. Amin Sangga.,S.H.,MH.

BERITA TERKAIT : Tak Penuhi Panggilan, Kejati Jadwal Ulang Pemeriksaan ABP Tersangka Lampu Jalan Polman

Kata dia, untuk mengetahui apakah proyek itu ada kerugian Negara atau tidak tentu harus melalui audit lembaga resmi, namun diketahui hingga saat ini belum ada.

“Untuk mengetahui bahwa ada kerugian Negara tentu kan diawali itu dengan perhitungan kerugian Negara dalam hal ini audit, sampai hari ini kan belum ada audit yang turun dari BPKP maupun Inspektorat belum ada, jadi kami menilai bahwa dasarnya Jaksaan melakukan penahanan ini tidak jelas.” Ujar Muh. Amin Sangga.,S.H.,MH.

Selain itu proses pemeriksaan kejaksaan selama ini tidak sesuaikan keterangan para tersangka bahwa sesungguhnya apa yang dilakukan “AH” sebagai Direktur CV. Binanga adalah sebagai Distributor atau penjual.

“Kalau penjual tentu akan melihat dan selalu mencari keuntungan, sehingga atas dasar ini kami akan melakukan komunikasi dengan tersangka dan keluarganya terkait langkah hukum, karena kita melihat ini sangat tidak prosedur dalam hal pemeriksaan tindak pidana korupsi.” Kata Muh. Amin Sangga.,S.H.,MH.

Sementara untuk tersangka “ABP” hingga saat ini tidak mangkir dari panggilan Jaksa, akan tetapi kliennya sudah menyampaikan kepada pihak penyidik Kejaksaan bahwa bersangkutan sedang sakit dan dibuktikan dengan keterangan dokter.

“Jadi bukan mangkir dari panggilan jaksa, tetapi tidak hadir karena sakit, itu dibuktikan dengan surat keterangan sakit dari dokter. Bahkan dokternya besok diperiksa.”
Tutup Muh. Amin Sangga.,S.H.,MH.

Laporan  :  One-di


  • Desember 10, 2018
  • Grup Media Bakri Centre

POLEWALITERKINI.NET - MAKASSAR – Selain menahan “HA” pihak Kejati Sulselbar, akan menjadwal ulang untukmelakukan pemeriksaan kepada ABP yang telah resmi di tetapkan sebagai tersangka lampu jalan di Polman.

BERITA TERKAIT : Kejati Resmi Tahan "HA" Tersangka Dugaan Korupsi Lampu Jalan di Polman

Demikian disampaikan langsung Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin via telepon selulernya. Senin malam (10/12/2018).

Salahuddin, menyebutkan, penyidik telah memanggil yang bersangkutan untuk di periksa. Namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik.

"Untuk tersangka ABP hari ini jadwalnya juga diperiksa namun yang bersangkutan tidak hadir dan akan di jadwalkan ulang soal waktunya itu wewenang penyidik." Kata Salahuddin.

BERITA TERKAIT : PH : Penahanan "HA" Tersangka Dugaan Korupsi Lampu Jalan Terburu buru

Diberitakan sebelumnya, Salah sekarang tersangka berinisial HA, yang merupakan Direktur CV Binanga selaku distributor PT Avecode International yang melakukan penjualan lampu jalan tenaga surya di seluruh desa telah resmi di Tahan oleh penyidik kejaksaan tinggi.

"Tadi tepat pukul 18:00 wita, HA yang merupakan Direktur CV Binanga telah resmi ditahan oleh penyidik dan dititipkan di lapas kelas 1A Makassar." Kata Salahuddin.

Sebelumnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar menetapkan tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan lampu jalan bertenaga surya di 144 desa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) yang bersumber dari pada alokasi dana desa tahun anggaran 2016-2017.

Dimana total anggaran untuk pengadaan lampu jalan ditahun 2016-2017 berkisar Rp. 40 M, berdasarkan hasil penyelidikan, kerugian negara ditaksir Rp 17,9 miliar.(*Istimewa).


POLEWALITERKINI.NET – MAKASSAR – Pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Barat (SULSELBAR), pada gari Ini. Senin (10/12/2018) secara resmi menahan "HA" Tersangka dugaan korupsi Proyek pengadaan lampu Jalan di Kabupaten Polman.

BERITA TERKAIT : Tak Penuhi Panggilan, Kejati Jadwal Ulang Pemeriksaan ABP Tersangka Lampu Jalan Polman

Hal ini disampaikan langsung Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin.

"Iya hari ini tersangka berinisial HA resmi kami tahan tepatnya pukul 18:00 wita dan di titipkan di lapas kelas 1A Makassar." Ujar Salahuddin.

BERITA TERKAIT : PH : Penahanan "HA" Tersangka Dugaan Korupsi Lampu Jalan Terburu buru

Disinggung soal tersangka lainya, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka, Kembali Salahuddin mengatakan, untuk tersangka AB sudah dilakukan pemanggilan untuk diperiksa. Namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik.

"Untuk tersangka lainya, yakni ABP hari ini jadwalnya juga diperiksa namun yang bersangkutan tidak hadir." Kata Salahuddin.

Sebelumnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar menetapkan tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan lampu jalan bertenaga surya di 144 desa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) yang bersumber dari pada alokasi dana desa tahun anggaran 2016-2017.

Untuk tersangka ABP, merupakan oknum ASN/PNS yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Polman.

Selain itu, tersangka HA merupakan Direktur CV Binanga selaku distributor PT Avecode International yang melakukan penjualan lampu jalan tenaga surya di seluruh desa Kabupaten Polman tahun 2016-2017.

Lebih jauh, Tarmizi, menjelaskan, total anggaran untuk pengadaan lampu jalan ditahun 2016-2017 berkisar Rp 40 M, dimana berdasarkan hasil penyelidikan, kerugian negara ditaksir Rp 17,9 miliar.(*Istimewa).

Kapolsek Campalagian, IPTU Mustakim.,S.H
POLEWALITERKINI.NET – Lahir 1977 di Desa Madatte, sekarang Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, IPTU Mustakim.,S.H sejak dilantik menjadi anggota Polri dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) bertugas di Polres Sidrap, Sulawesi Selatan.

Kini perwira dua balok ini sudah bertugas di Polres Polman, dimana sebelum menjabat Kapolsek Campalagian, menduduki jabatan sebagai orang kedua di Satuan Reskrim dengan posisi KBO Reskrim Polres Polman.

IPTU Mustakim.,S.H baru sepekan ini diangkat sebagai Kapolsek Campalagian, dia dikenal religi dan peduli terhadap anak yang berbenturan hukum. Dia pun punya program dalam menjalankan amanah di kota wisata religi campalagian.

Ketika ditemui di kantor barunya di Mapolsek Campalagian perwira polisi Alumni SMPN 3 Polewali ini menyampaikan target prioritasnya dalam menjalankan program keamanan di wilayah hukum Polsek Campalagian

“Sehubungan dengan keberadaan kami sebagai Kapolsek yang baru dilantik akan menjadikan target pertama kota Religi Campalagian bersih dari tindak pidana perjudian yang meresahkan masyarakat.” Ungkap Mustakim., S.H kepada Polewaliterkini.net. Senin (10/12/2018).

Selain perjudian prioritas kedua yang akan dilakukan adalah pemberantasan Minuman Keras (MIRAS) dan peredaran Narkoba di wilayah hukumnya.

“Kemudian Miras dan Narkoba, mudah mudahan Allah memberikan kemudahan untuk mewujudkan ini. Langkah ini tak terlepas dari upaya menjaga Citra Kecamatan Campalagian sebagai kota Religi dimana harus bersih dari penyakit masyarakat.” Jelas Kapolsek Campalagian.

Dia juga menuturkan untuk langkah ini tentu telah melakukan konsolidasi dengan para anggotanya di Mapolsek Campalagian untuk konsisten bersama-sama memerangi perjudian, miras dan narkoba di wilayah hukum.

“Untuk menjalankan tugas mulia tentu harus ada dukungan dan konsistensi persamaan persepsi dari seluruh anggota.” Harap Mustakim.

Langkah lain lanjutnya, tengah berjalan bersama anggota melakukan sosialisasi dengan berkunjung kebeberapa desa, melalui masjid, tokoh agama, pemuda, masyarakat meminta dukungan penuh dalam menjalankan program ini.

“Alhamdulillah sejumlah tokoh di sejumlah desa memberikan respon positif, dengan dukungan untuk mengupayakan memberantas Perjudian, Miras dan Narkoba.” Ucap Mustakim.

Untuk wilayah Kecamatan Campalagian sendiri jenis perjudian yang masih marak seperti sabung ayam, mereka melakukan kegiatan ini dengan berpindah-pindah tempat.

Dalam menyukseskan program ini pihaknya juga tidak akan mendahului melakukan langkah penindakan secara tegas, namun melakukan pendekatan kepada para pelaku yang sudah teridentifikasi untuk menghentikan kegiatannya.

“Sebagai langkah awal kami tidak melakukan penindakan secara Represif dengan penindakan, tetap dengan upaya Persuasif. Saya sudah meminta anggota mengidentifikasi pelaku dan rencana saya akan mengundang ke kantor untuk mengajak mereka menghentikan perjudian itu.” Jelas Mustakim.

Meski demikian jika ajakan dengan langkah komunikasi secara kekeluargaan tak diindahkan dengan terpaksa pihak kami akan melakukan langkah tegas dengan melakukan penindakan untuk diproses secara hukum.

Laporan  : One-di

Aco Fahri saat di Kopi Raja dan Foto Bersama Ibu Bupati
dan Kadis Pariwisata Kabupaten Konawe Sultra
Serta Pemenang Lomba Balap Katinting, Mancing,
Tari Lulo Tradisional dan Lomba Pemilihan Putri Pantai
POLEWALITERKINI.NET - Setelah kurang lebih 10 Tahun di Kendari Sulawesi Utara (SULTRA), Lelaki dari Polewali Mandar ini kini sudah membuahkan hasil dan menjadi milioner dengan mengguluti usaha perumahan bersubsidi.

Berawal menjadi pengembang yang unit kegiatan kecil dan kini menjadi besar. Lelaki asal Keluraha Madatte, Manding ini sudah melebarkan sayap dengan bangun rumah bersubsidi sekitar 600 unit di ibu kota Provinsi itu.

Saat dijumpai di Warkop Raja. Jumat, 7 Desember 2018 mengatakan, terkait bisnis perumahan bersubsidi dirinya tidak terlalu Fokus, kini dirinya di kota suku Tolaki itu sudah menjadi distributor Kabel.

“Sekarang di Kota Kendari PLN pun membeli kepada saya, selain itu kini membuka bisnis baru prodak Samsung (Elektronik) dan Pasar digital termasuk Android.” Ucap Aco Fahri.

Aco Fahri yang sudah punya reputasi di kota Kendari juga baru baru ini di daulat Bupati Konawe Sultra Sebagai sponsor utama pembukaan objek wisata bertarap Internasional.

“Pantai Bokori di konawe kini sudah dikunjungi Touris Manca Negara, ratusan orang per hari PAD-nya Miliaran rupiah per bulan.” Kata Aco Fahri.

Bersama perantau dari Mandar lanjutnya, sudah membangun komunitas Kapal Putih beranggotakan nelayan Mandar asal Sulbar  yang ada di Kendari. Bahkan pada acara bersama Dinas Pariwisata melakukan berbagai lomba di pantai tersebut.

Sayang keberadaan Aco Fahri, SE ini tidak bisa berlama lama di kampung halamannya, karena di Kendari selalu mendapat undangan sebagai pembicara di Seminar dan dialog Publik di Sulawesi Tenggara.

Laporan  :  Burhanuddin Haruna



PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini