Rabu, 25 April 2018

Besok Operasi Patuh Siamasei 2018 Digelar
POLEWALITERKINI.NET – Besok Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, resmi memulai Operasi Patuh Siamasei terhitung selama 14 hari mulai. Kamis, 26 – 9 Mei 2018.   

Kasat Lantas Polres Polman, AKP Suhartono, SH, S.I.K mengatakan, Operasi Patuh Siamasei 2018 ini akan prioritaskan penindakan dengan tilang bagi seluruh pelanggar lalulintas yang ada di wilayah hukum polres polman.

Kata dia, ada 7 pelanggaran lalu lintas akan menjadi prioritas utama dalam penindakan dengan tilang, yaitu :
1. Pengendara sepeda motor tanpa menggunakan helm SNI baik yang mengendara maupun yang dibonceng.
2. Pengendara mobil tidak menggunakan safety belt (sabuk pengaman keselamatan) baik pengemudi maupun penumpang yang duduk disamping pengemudi.
3. Pengendara kendaraan bermotor yang melawan arus lalu lintas.
4. Pengendara kendaraan bermotor yang masih dibawah umur dan tidak memiliki SIM.
5. Pengendara kendaraan bermotor yang mabuk atau berkendara dibawah pengaruh alkohol.
6. Pengendara kendaraan bermotor yang melewati batas kecepatan.
7. Pengendara kendaraan bermotor yang berkendara sambil  menggunakan HP baik SMS atau Telpon dan pelanggaran-pelanggaran lalu lintas lainnya sebagaimana diatur dalam UU No. 22 tahun 2009

Tugas-tugas kepolisian yang kepolisian dalam penindakan pelanggaran lalu lintas ini akan diterapkan dengan perbandingan rasio, yaitu :
a. Preemtif dengan metode sosialisasi 25 %
b. Preventif dengan metode pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli 25 %
c. Repreif dengan metode penindakan pelanggaran lalu lintas dengan tilang 50 %

Operasi Patuh Polres Polman Siamasei 2018 dan Satuan Lantas sebagai leading sector dalam pelaksanaan akan bersinergi dan terpadu dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian tersebut baik dengan satuan-satuan fungsi dan polsek jajaran.

Bahkan Polres Polman akan bersinergi dan komunikasi dengan stakeholder-stakeholder terkait dan semua elemen masyarakat untuk mewujudkan situasi keamanan, keselamatan dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Polman.

“Mudah-mudahan ini berimplikasi pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif menyambut Pilkada Bupati Kabupaten Polman 2018 dan bulan suci Ramdhan, dimana masyarakat dapat beribadah dengan Khusyu'.” Kata AKP Suhartono, SH, S.I.K.

Operasi Patuh Siamasei Polres Polman 2018 ini sesuai arahan dan penekanan dari Bapak Kapolres Polman kepada seluruh anggota Polres Polman dilaksanakan sebagai petugas yang Promoter secara profesional, prosedural dan proporsional.

“Laksanakan secara tegas dan humanis agar dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua, yaitu mewujudkan situasi yang aman, tertib dan lancar serta kondusif di wilayah hukum Polres Polewali Mandar.” Katanya.

Kasat Lantas Res Polman, AKP Suhartono, SH, S.I.K juga menyampaikan bahwa situasi aman, tertib dan lancar serta kondusif di wilayah hukum Polres Polman dengan pelaksanaan Ops Patuh Siamasei Polres Polman 2018 ini akan tercapai dengan dukungan semua stakeholder terkait dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Polman itu sendiri.

“Mari kita secara sadar dan bertanggungjawab bahu-membahu dan bekerjasama mewujudkan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Polman dengan tertib berlalu lintas serta yang paling utama adalah memohon perlindungan Allah Swt mudah-mudahan kita diberikan keselamatan dan kelancaran di jalan.” Kata Kasat Lantas Polres Polman, AKP Suhartono, SH, S.I.K.
Laporan  :  Sukriwandi


Pihak Kampus dan BNNK Polman Gelar
Even Share Motivasi
Peserta Even Share Motivasi
POLEWALITERKINI.NET – Badan Naakotika Nasional Kabupaten (BNNK) bersama pihak Kampus IAI DDI Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, membatu civitas akademik IAI DDI dalam pencegahan narkoba khususnya di kalangan Mahasiswa.

Tak hanya itu kegiatan digelar. Sabtu, 21 April 2018 di Kampus dengan nama "Loka Janno Asar" (Pisang Goreng Sore) dan dikemas dalam Acara Even Share Motivasi dari Pemerintah, Swasta, Praktisi Dan Pemerhati Pendidikan pada Institut Agama Islam (IAI) DDI Polewali Mandar.

Hadir sekira 30 orang peserta, yakni Mahasiswa Program Studi Komunikasi IAI DDI Polman, Ketua Prodi dan Para Dosen IAI DDI Polman.

Dalam kesempatan itu Ketua Yayasan IAI DDI Polman, Dr. H. Anwar Sewang, M.Ag menyampaikan terimakasih atas kehadiran BNNK dan berharap mengambil bagian dalam upaya membangun bangsa, membatu civitas akademik dalam pencegahan narkoba khususnya di kalangan Mahasiswa.

“Pentingnya peran dan kerja sama dalam memberikan pengertian kepada para mahasiswa, bahwa narkoba itu sesuatu yang tidak boleh kita sentuh.” Kata Ketua Yayasan IAI DDI Polman, Dr. H. Anwar Sewang, M.Ag.

Dia juga memohon kepada Rektor IAI DDI bersama dekan dan para ketua prodi sedianya menyusun program-program Memorandum of Understanding (MoU) antara BNNK dan IAI DDI dalam hal pencegahan narkoba di Lingkungan Kampus IAI DDI Polman.

Dalam kesempatan sama Rektor IAI DDI Polman, Dr. Salam Harianto, M. Si mengatakan, dengan Memorandum of Understanding (MoU) menjadi bukti bahwa komitmen pemberantasan dan pencegahan narkotika sepatutnya dilakukan semua pihak, tak terkecuali di lingkungan akademik.

“Bersama BNNK Polman, IAI DDI Polman sepakat untuk memerangi penyalahgunaan narkotika. Ini merupakan komitmen besar pihaknya untuk mendukung dalam upaya pencegahan narkoba.” Kata Rektor IAI DDI Polman, Dr. Salam Harianto, M. Si.

Sementara itu pada kesempatannya Kepala BNNK Polewali Mandar, Syabri Syam, S.Pd, M.Si menyampaikan bahwa BNNK Polman akan segera menyusun Nota Kesepahaman/MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak IAI DDI Polman.

MoU ini lanjutnya, adalah dalam rangka upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di Perguruan Tinggi khususya di lingkungan IAI DDI Polman, dengan tujuan sebagai pedoman bagi para pihak dalam melaksanakan program P4GN.

Hal kemudian terwujudnya kerjasama dalam terciptanya lingkungan kampus bebas dari penyalahgunaan narkoba. Adapun ruang lingkup dari MoU ini meliputi pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, dan pemberantasan.

"Kita mengharapkan dengan adanya MoU ini dapat membentengi mahasiswa dari penyalahgunaan narkoba.” Tutup Kepala BNNK Polewali Mandar, Syabri Syam, S.Pd, M.Si.(***)

Selasa, 24 April 2018

Ilustrasi
POLEWALITERKINI.NET – Kekerasan seksual biasanya menjadi rahasia keluarga yang disimpan rapat. Ada sejumlah situasi yang perlu diperhatikan para orangtua, agar anak terhindar dari kekerasan seksual, di dalam maupun di luar rumahtangga.

BERITA TERKAIT : Seorang Kakek Juga Kadus Puccadi Setubuhi Anak 13 Tahun Hingga Hamil 5 Bulan!

Menurut pengamatan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia maupun hasil riset di Barat, pelaku percabulan biasanya adalah orang-orang yang dekat dan dipercaya oleh anak-anak.

Data akurat sulit didapat, karena umumnya korban maupun orangtuanya tidak melapor kepada lembaga berwenang.

Ada tipe dan pola yang jelas menyangkut kekerasan seksual terhadap anak-anak ini, baik yang terjadi di dalam maupun di luar keluarga. Dalam buku Human Sexuality terbitan Times Mirror dijelaskan sebagai berikut:

1.    Ada perjanjian.

Pelaku menjanjikan sesuatu kepada korban. Dalam kasus di Bali itu, anak-anak dijanjikan uang. Sedangkan dalam kasus guru agama, anak-anak ada yang dijanjikan piknik ada pula yang mendapat pelajaran tambahan di rumah.

2.    Fase rahasia.

“Jangan bilang siapa-siapa!” begitu yang mereka tandaskan kepada anak-anak. Biasanya juga disertai ancaman, sehingga anak-anak takut dan merasa bersalah jika melanggarnya.

3.    Tahap penyingkapan.

Biasanya terjadi secara tak disengaja, misalnya anak sudah lelah dicabuli lalu berontak, ketahuan anak lain, menderita sakit, atau hamil. Dengan pola semacam ini, tak heran kalau kekerasan seksual terhadap anak-anak umumnya baru terungkap setelah terjadi berulang-ulang, bahkan bisa bertahun-tahun.

Maka, tanamkan pada anak-anak supaya tidak mudah menerima iming-iming dari orang lain. Kedekatan dan keterbukaan antara anak-orangtua sangat membantu memperkuat ketahanan mental anak.

Efek Jangka Panjang Bagi para korban kekerasan seksual, apalagi anak-anak, pencabulan itu mendatangkan efek berjangka panjang.

Berbagai studi memperlihatkan, hingga dewasa, anak-anak korban kekerasan seksual biasanya akan memiliki self-esteem (rasa harga diri) rendah, depresi, memendam perasaan bersalah, sulit mempercayai orang lain, kesepian, sulit menjaga membangun hubungan dengan orang lain, dan tidak memiliki minat terhadap seks.

Studi-studi lain bahkan menunjukkan bahwa anak-anak tersebut akhirnya ketika dewasa juga terjerumus ke dalam penggunaan alkohol dan obat terlarang, pelacuran, dan memiliki kecenderungan untuk melakukan kekerasan seksual kepada anak-anak.

Kepada sebuah stasiun TV, guru agama itu mengaku pernah menjadi korban kekerasan seksual di masa lalu.

Karena itu anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual berhak dan harus mendapatkan pendampingan dan terapi psikologi. Tujuannya adalah supaya mereka dapat mengatasi beban kejiwaan yang berat itu, atau yang lazim disebut stres pasca trauma.

Bila Ayah Sampai Tega Kekerasan seksual terhadap anak bisa terjadi di dalam rumahtangga, dan pelakunya adalah orang yang harusnya paling melindungi mereka, yaitu ayah.

Mengapa seorang ayah sampai tega melakukannya? Ada beberapa kesimpulan yang diambil oleh peneliti mengenai kasus incest ini.

Incest adalah hubungan seksual yang dilakukan di antara orang-orang yang masih terikat hubungan darah/ keluarga. Bisa ayah-anak, kakak-adik, paman-keponakan dan seterusnya.

1. Incest terjadi dalam keluarga utuh, tapi suami isteri mulai saling kehilangan kontak seksual. Kedekatan ayah-anak bertahap, hingga puncaknya terjadi hubungan seksual.
2. Incest terjadi dalam keluarga yang ibunya memiliki self-esteem rendah, tergantung, tidak memiliki keterampilan emosional dalam mendidik anak, sering dipukuli suami, ibu memaksa anak perempuannya mengambil alih tanggungjawabnya.
3. Ayah yang tega melakukan incest memiliki ciri pribadi patriarki (sangat berkuasa).
4. Anak perempuan memandang ibunya jahat dan tidak adil. Boleh jadi sang ibu pernah mengalami kekerasan seksual dan tak mampu memelihara hubungan seksual dengan suaminya.
5. Ada korelasi positif antara kegemaran minum alkohol dan incest. Berbagai studi menemukan antara 15% - 80% pelaku incest adalah pecandu alkohol, dan biasanya alkohol diminum sebelum melakukan perbuatannya.

Perhatikan Perubahan Perilakunya Ada sejumlah tanda psikis maupun fisik yang terlihat pada anak-anak korban kekerasan seksual. Tanda-Tanda Psikis:

1.    Takut berada sendirian di dekat orang tertentu.

2.    Mengalami gangguan tidur seperti mimpi buruk, takut masuk kamar, takut tidur sendiri.

3.    Menjadi senstitif dan gampang marah.

4.    Lengket dengan orangtuanya.

5.    Memiliki rasa takut yang sulit dijelaskan.

6.    Sikapnya berubah terhadap sekolah, teman-teman, maupun saudara kandungnya.

7.    Sikapnya menjadi lebih kekanak-kanakan (regresi).

8.    Pengetahuan seksualnya lebih daripada anak sebayanya.

9.    Takut pulang atau lari dari rumah. Tanda-Tanda Fisik:

10.    Sulit duduk maupun berjalan.

11.    Kelaminnya gatal atau sakit.

12.    Pakaian dalamnya berdarah, sobek atau bernoda.

13.    Daerah vagina atau duburnya lecet dan berdarah.

14.    Menderita penyakit seksual.

15.    Hamil.

Sumber : kompas.com

Polisi Menerima Laporan Korban dan Memeriksa Pelaku
Korban Bersama Penggiat Anak Melapor di PPA
Polres Polman
Tampak Pelaku Diinterogasi Polisi di Samping Kantor
Unit PPA Polres Polman
POLEWALITERKINI.NET – Seorang anak inisial ABG (13) asal Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Polman, melaporkan kejadian persetubuhan anak menyebabkan hamil sekira 5 bulan.

BERITA TERKAIT : Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Kenapa Bisa? Simak Yuk...

Korban ABG. Jumat, 20 April 2018 didampingi tantenya bersama penggiat perlindungan anak melaporkan kekerasan dangan ancaman, tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan membujuk anak melakukan atau membiarkan perbuatan cabul dan persetubuhan.

Dia melaporkan kakek tua yang juga Kepala Dusun Puccadi, Desa Puccadi, Kecamatan Luyo, Ahmad Muhammad Alias Alla Alias Puanna Camamma Bin Muhammad (61), telah menyetubuhi dirinya hingga hamil.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Niki Ramdhany, SE.,S.I.K membenarkan telah datang anak melaporkan perbuatan persetubuhan di Dusun Puccadi, Desa Puccadi Kecamatan Luyo. Korban sendiri inisial ABG (13) pelajar SMP dan terlapor Kadus Puccadi Ahmad Muhammad.

“Jadi ABG ini berstatus pelajar, sementara yang dilaporkan perangkat desa, Kepala Dusun Puccadi, Ahmad Muhammad (61).” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Niki Ramdhany, SE.,S.I.K.

Kronologis kejadian itu, korban ABG tinggal beberapa meter dari rumah pelaku Ahmad Muhammad (Kadus), dia berprofesi sebagai tukang jahit. Awalnya korban mendatangi pelaku dan meminta tolong untuk dijahitkan rok nya, dari situ peristiwa pun terjadi.

“Anak ini tinggal beberapa meter dari rumah pelaku, kemudian korban mendatangi rumah pelaku yang kebetulan tukang jahit, dia meminta tolong dijahitkan rok nya, dari situ tiba tiba ada tindakan yang memaksa anak itu disetubuhi oleh pelaku.” Kata AKP Niki Ramdhany, SE.,S.I.K.

Peristiwa kelam yang dialami ABG, yakni 3 kali disetubuhi sekitar bulan November 2017 lalu, akibat dari persetubuhan itu berdasarkan hasil pemeriksaan melalui USG korban sudah hamil sekira 22 minggu.  

“Dari pengakuan korban persetubuhan terjadi 3 kali hingga kini hamil, hasil USG kemarin di RSUD tim medis prediksi kandungan ABG sudah 22 minggu.” Katanya.

Atas perbuatannya, pelaku kini sudah ditahan di Mapolres Polman, dan akan dijerat dengan Pasal 81 (1), Jo 76D, Subs Pasal 82 Jo 76E Undang undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Undang undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak(***)

Senin, 23 April 2018

Polisi Tenangkan Para Pihak Yang Berperkara
Tampak Baliho Hj Sumrah
Pihak Baco Commo Minta Bangunan Halangi
Jalan Dibongkar
POLEWALITERKINI.NET – Aparat Kemanan Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, turun mengantisipasi terjadinya benturan fisik para pihak yang terkait dalam perkara tanah di belakang, Pasar Senteral Pekkabata, Kecamatan Polewali. Senin (23/04/2018).

Kasat Reskrim Kepolisian Resort Polewali Mandar, AKP Niki Ramdhany, SE.,S.I.K mengatakan, pihak Kepolisian turun untuk menjaga keamanan dan ketertiban, terkait siapa yang berhak berdasarkan bukti para pihak bukan lah rana polisi.

“Menilai alas hak bukan rana kami, berkenaan dengan siapa yang harus dilindungi siapa yang tidak bukan urusan kami. Kami tetap akan profesional dalam hal ini, pengamanan memastikan kegiatan yang ada di belakang pasar pekkabata ini berjalan tanpa kericuhan.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Niki Ramdhany, SE.,S.I.K.

Dia tegaskan, bahwa kegiatan antara para pihak jangan sampai dikaitkan dengan politik, tentu seluruh masyarakat harus menjaga situasi keamanan, ketertiban dan jangan terpancing dan melakukan tindakan yang masuk rana pidana, sebab akan ditindak tegas.

“Polisi tak main main, jika ada para pihak atau pun preman yang mencoba melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban atau pun melanggar ketentuan pidana akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.” Tegas Kasat Reskrim, AKP Niki Ramdhany, SE.,S.I.K.

Dalam lokasi sengketa tampak baliho bertuliskan Tanah ini milik Hj. Sumrah berdasarkan sertifikat Hak milik Nomor 525 Tahun 2014 seluas 6.881 M2 yang dikuatkan dengan putusan Mahkamah Agung  No.179K/TUN/2011 yang berkekuatan hukum tetap.

Sementara dari pihak Baco Commo mengklaim memegang putusan Mahkamah Agung (MA) RI tanggal 30 November 2000 Nomor 2236 K/Pdt/1999 dimana pada tanggal 07 Mei 2007 Pegadilan Negeri (PN) Polewali, telah melaksanakan Eksekusi dengan Reg. 52/Srt.Pdt.G/1980.

Laporan  :  Sukriwandi.


PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini