Minggu, 20 Mei 2018

Ketua KPU Polman, M Danial
POLEWALITERKINI.NET – Pihak KPUD Polman hari ini berencana bertemu tim Paslon 1 menyusul pernyataan All Out bila usulan tak digubris berkaitan dengan acara debat kanditat tahapan Pilkada Polewali Mandar.

Ketua KPU Polewali Mandar, M Danial ketika ditemui mengatakan, semua pihak tentu mengharapkan proses Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) berjalan secara baik.

“Saya kira kita semua sama berharap Pilkada ini aman dan Damai.” Kata Ketua KPUD Polman, M Danial.

Mengenai nantinya ada pelanggar tahapan pihaknya belum bisa memastikan termasuk sanksi Paslon. “Untuk diskualifikasi itu saya kira tidak.” Kata M Danial ketika ditemui di Kantornya. Minggu malam (20/05/2018).

M Danial mengharapkan kegiatan itu berjalan dengan baik. “Insha ALLAH besok Pagi sebelum acara kita masih bertemu dengan timnya dan akan membicarakan semua hal yang ingin diluruskan”.

Sementara itu Ketua tim pemenangan AIM BeNAR, Zakir Akbar yang ditemui di Poskonya di Jalan Todzilaling, Pekkabata, mengatakan, kami legowo saja apa yang menjadi aturan dan Putusan KPU Kabupaten Polewali Mandar.

Rencananya debat kandidat berlangsung hari ini. Senin, 21 Mei 2018 sekitar Pukul 13.00 Wita di Gedung Gabungan Dinas (Gadis) di Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

Laporan  :  Burhanuddin Haruna.

Suasana Pelaksanaan Tarawi di Masjid Syuhada Polman
POLEWALITERKINI.NET – Tarawi ke 5 di Masjid Raya Agung Syuhada Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, penceramah membahas tentang kokohnya bangunan ukhuwah islamiyah diantara sesama masyarakat dalam memahami politik. Minggu malam (20/05/2018).

BERITA TERKAIT : TARAWI KE 2, INI KATA KETUA DPRD & IMAM MASJID RAYA POLMAN!

Pada kesempatan ceramah tarawinya, Dr. H. M. Basri Mahmud Lc MthI menyampaikan, bahwa pemahaman masyarakat tentang politik sudah bergeser, sebab kejahatan penipuan oleh temannya sendiri dinilainya sebagai politik.

“Pemahaman politik masyarakat kurang enak diterima, kenapa karena kalau ada orang tertipu oleh temannya sendiri langsung mengatakan bahwa ‘NAPOLITI KA’ seakan akan ‘POLITIK’ itu adalah melakukan pendustaan dan beberapa kejahatan lainnya”.

Bahkan lanjutnya, sebagian anak yang akan masuk keperguruan tinggi dan memilih Ilmu Politik mendapatkan kata yang pertama dari orang tuanya “Nak Janganmi pilih itu jurusan membodohi orang”.

“Kenapa demikian? Distori pemikiran ini dipicu oleh politisi yang minim ilmu politik, sehingga hanya memikirkan tujuan gagal caranya. Tujuan Baik cara baik = baik, tujuan baik cara tidak baik = tidak baik.” Ujar Dr. H. M. Basri Mahmud Lc MthI dalam ceramah tarawinya.

Sebenarnya dalam kamusnya ilmu politik tak seperti yang digambarkan oleh sebagian masyarakat, ilmu politik adalah ilmu tentang Tata Negara dan Kenegaraan, bukan ilmu membodohi atau menipu orang, mencelakai orang dan lain sebagainya.

Sekarang ini kata dia, kita sudah berada di panggung perpolitikan, banyak perbedaan dan tidak sedikit mengarah kepada pertengkaran, permusuhan, bahkan lebih para kalau ada dalam 1 rumah 3 orang berbeda warna “Bapaknya baju merah, anaknya biru, ibunya kuning”.

Bagaimana menyikapi perbedaan karena kita masuk dalam panggung perpolitikan? Pertama adalah jangan mencari perbedaannya tapi cari perumpamaannya. “Karena kalau perbedaannya yang kita cari tidak ada ujungnya”.

“Hari ini dimusuhi karena tak bertuhan dan ketika dia bertuhan masih dimusuhi, tidak sama tuhannya. Ketika sama tuhannya masih dimusuhi karena tidak sama Nabinya. Ketika sama Nabinya masih juga dimusuhi, kenapa beda alirannya pak. Ketika alirannya sama tetap dimusuhi karena beda pendapatnya, beda partainya dan jagoannya, sehingga perbedaaannya tak berujung”.

Dia mencontohkan sandal jepit, berbeda kiri – kanan namun perbedaan itu membuat keserasian dan pas digunakan karena disebut satu pasang, artinya berbeda namun memiliki fungsi dan saling menguatkan dari perbedaan, bukan mencari perbedaan.

Kedua perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan karena sudah ditakdirkan oleh ALLAH, dari perbedaan perbedaan itu mengarah pada saling berinteraksi dalam ukhuwah islamiyah dengan mengoptimalkan silaturahim.

“Jika toko dan jualannya sama tentu tidak akan ada pembeli, namun karena perbedaan sehingga orang butuh berinteraksi, hingga dari perbedaan itu timbul jalinan ukhuwah islamiyah diantara kita, bukan malah mengerucut pada pertikaian, permusuhan dan mungkin jadi pembunuhan”.

Cara ketiga menyikapi perbedaan dengan memahami bahwa dalam kehidupan ini hanya tujuan pusaran saja, hakikinya kita hanya menjalani roda yang sudah ditentukan oleh ALLAH “Kita ibarat tukang parkirnya TUHAN, apa yang ada sama kita berupa harta, ilmu, kesehatan hanya titipan dan tidak bertahan lama, kalau ALLAH mau ambil kita mau apa”.

Diakhir ceramahnya mengajak pada seluruh jemaah untuk menerimah perbedaaan, jika ada pendapat tentu ada salahnya dan mungkin juga ada benarnya. Jadikan perbedaan sebagai sarana untuk menjalin ukhuwah islamiyah yang tak mengarah pada pertikaian.

Laporan  :  Sukriwandi

Sabtu, 19 Mei 2018

Lima Remaja Ditemukan Mabuk Lem di Kamar Kost
Pondok Latimojong
Polisi Banyak Menemukan Plastik Berisi Lem Fox
Parang Yang Dibuang di Kolam Alun alun
Akhirnya Ditemukan Polis
Polisi Mendatangi Korban Penganiayaan di Penjual Ayam
Belakang Pasar Pekkabata
Polisi Menyasar Rumah Kost dan Penginapan
POLEWALITERKINI.NET – Kepolisian Polres Polman pada Minggu dinihari (20/05/2018) ini, melanjutkan Operasi Pekat Siamasei di Kecamatan Polewali. Polisi menemukan remaja di dalam kamar kost diduga konsumsi lem dan bojek. Selain itu 1 orang terluka akibat penganiayaan.

Dengan doa sekira pukul 23.35 WITA polisi dari Satuan Reskrim, Intelkam, Patmor dan Provost Polres Polman, Sulawesi Barat, bergerak meninggalkan Mapolres menuju Ke Alun alun, Pekkabata, Polewali.

Memasuki dini hari sekira pukul 00.48 WITA bersenjata lengkap dipimpin Kasat Reskrim, AKP Niki Ramdhany, SE.,S.I.K didampingi Kanit Tipikor, IPDA BUDI ADI mulai bergerak menyasar Pondok Latimojong di Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, hasilnya menemukan remaja mabuk lem.

Dari kamar ke kamar dilakukan pemeriksaan, polisi pun menemukan dan mengamankan 5 orang di dalam kamar, dimana 1 diantaranya wanita muda. Dari hasil penggeledahan menemukan plastik berisi lem fox dan obat tramadol (Bojek) disaku celana sala satu remaja.

Tak hanya itu juga temukan beberapa botolan miras, dan 2 sajam jenis Badik. Diduga milik para remaja. Sekira pukul 01.01 WITA para remaja ini digelandang ke Mapolres Polewali Mandar, untuk dimintai keterangan.

Dilain tempat, sekira pukul 01.15 WITA, tim Ops Pekat Siamasei mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penganiayaan. Petugas pun berhasil menemukan parang diduga milik 3 pemuda yang sebelumnya terlibat perkelahian dan menimbulkan korban luka.

Berdasarkan informasi di TKP korban luka ini diketahui berada di penjualan ayam di belakang pasar senteral, pekkabata. Saat ditemukan petugas mengarahkan korban ke Mapolres Polman untuk membuat laporan polisi.

Pada pukul 01.30 WITA petugas kembali bergerak menyisir kost kostan di seputar Kampus IAI DDI Polman, kemudian melanjutkan ke Jalan Palem Raya, samping SDN 019 Manding, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali.

Tak hanya rumah kost kostan, sekira pukul 02.05 WITA aparat kepolisian melakukan pemeriksaan pengunjung di Penginapan Balanipa, dan selanjutnya mendatangi penginapan Anugrah Pertiwi, di Jalan Durian, Kelurahan Polewali.

Berkaitan dengan itu Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Niki Ramdhany., SE.,S.I.K kepada media mengatakan, kegiatan ini masih operasi pekat siamesi 2018 polres polman dengan Target Operasi, yakni Perjudian, Miras, Handak, Senpi, prostitusi, dan penyakit masyarakat di polman.

Dengan mengerahkan personil polisi menyasar beberapa tempat, seperti kost kostan, penginapan, hotel, dengan hasil menemukan remaja menggunakan lem dan obat bojek di pondok Latimojong, Kelurahan Madatte.

“Tadi kami laksnakan operasi ke beberapa tempat dimana ada kost kostan, ada penginapan, hotel juga, ada hasil dan kebanyakan penyakit masyarakat. Itu anak muda ngelem dan obat bojek di pondok Latimojong.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Niki Ramdhany., SE.,S.I.K.

Terkait penemuan itu, pihak Reskrim akan berkoordinasi dengan Satuan Reskrim Narkoba karena menemukan plastik bening, apakah nanti bersangkutan bisa diproses atau tidak tergantung hasil pendalaman. 

“Akan koordinasi dengan Satuan Narkoba, kalau memang harus diproses kita lanjutkan, biar ada efek jera untuk anak muda tersebut, soalnya di TKP saya temukan banyak plastik kecil, Apakah shabu atau bekas shabu atau bekas tempat obat itu yang kita harus selidiki lagi.” Kata AKP Niki Ramdhany., SE.,S.I.K.

Ketika ditanya keterlibatan 3 pemuda dalam tindak pidana penganiayaan, dia mengatakan korban sendiri telah melaporkan ke SPKT Polres Polman, dan kini sudah dalam proses pemeriksaan. Korban diduga mengalami luka tusuk.

“Korban sudah membuat laporan polisi, sekarang dalam pemeriksaan. Berdasarkan informasi dari anggota, korban diduga mengalami luka tusuk, namun masih perlu pemeriksaan medis.” Tutup AKP Niki Ramdhany., SE.,S.I.K.

Laporan  :  Sukriwandi

Keluarga Nenek ini Menduga Ada Pilihjkasi
Dalam Pendataan
Rumah Layak Dibantu Tak Data Tim BSPS
POLEWALITERKINI.NET – Program nasional Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk meningkatkan kualitas hunian rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, nampaknya menjadi persoalan di Kelurahan Sulewatang, Kecamatan Polewali.

Salah satu warga setempat, Madina (60) mengatakan, setiap kali pendataan penerima manfaat BSPS rumahnya selalu didata paling awal namun tak pernah dibedah, kata dia, ada indikasi diskriminasi penerima manfaat bedah rumah lantaran rumahnya sering kali didata namun selalu gagal dibedah dengan alasan sertifikatnya digadai di bank.

"Semua orang tahu kalau ini rumahku, bahkan pak lurah pun tahu, hanya saja anak ku gadaikan sertifikatnya ke bank." Jelasnya saat ditemui di rumahnya. Rabu 12 Mei 2018.

Sejak Almarhum suaminya meninggal dunia 2 tahun lalu, penghasilan ekonomi keluarga pun nyaris tak ada sama sekali, Madina hanya mengandalkan biaya hidup sehari sehari dari upah anak pertamanya yang bekerja serabutan di negara tetangga Malaysia.

"Anak saya 5, semasa hidup suamiku dulu kerja di sawahnya orang, sekarang anak saya yang biayai hidup saya." Tutur Madina.

Melihat kondisi rumah Madina memang sangat layak menerima manfaat BSPS sebab lantainya masih beralaskan tanah serta dinding atas depan rumahnya masih menggunakan terpal plastik usang, bahkan kayu, balok dan seng bekas yang digunakan merenovasi atap dapurnya yang bocor adalah sumbangan dari para tetangganya.

"Saya kecewa karena sudah banyak kali mama ku didata, bahkan pernah disuruh pakai jilbab nyalakan api sambil memasak terus di foto, sudah banyak itu fotonya tersimpan di kelurahan." Kata Abdul Rahman anak ketiga Madina.

Sementara itu, Lurah Sulewatang, Alimuddin Muin saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya menjelaskan, di wilayahnya masih ada sekira 90 unit rumah layak dibedah namun kuota BSPS dibatasi sampai 30 rumah, sehingga masih banyak rumah tidak layak huni yang belum tersentuh.

"Kita sudah mengusulkan 90 unit rumah tidak layak huni, tapi kuota dibatasi, apa boleh buat, yang salah itu kalau kita mengusulkan seharusnya layak menerima." Tandasnya.

Terpisah, Koordinator Fasilitator BSPS Polman, Abdul Malik menjelaskan kriteria persyaratan bedah rumah ialah wajib memiliki alas hak sertifikat tanah.

"Kalau sertifikatnya ada di Bank, perlu bukti penguatan seperti kwitansi jual beli yang diketahui lurah." Bebernya.

Laporan  :  Z Ramadhana.

Kegiatan Sabung Ayam di Katumbangan Dibubarkan Polisi
POLEWALITERKINI.NET – Setelah melakukan operasi Pekat Siamesi 2018 di Rea Barat, Desa Duampanua, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kini Polisi mengobok obok lokasi judi sabung ayam di Kecamatan Campalagian. Jumat (19/05/2018).

BERITA TERKAIT : JELANG BUKA PUASA, POLISI BUBARKAN SABUNG AYAM DI REA BARAT!

Dalam operasi itu polisi mengepung lokasi arena adu ayam ala rakyat di Dusun Kampung Baru, Desa Katumbangan, Kecamatan Camapalagian, Polman. Sekitar pukul 17.00 wita petugas gabungan POLRI ini membubarkan para pelaku.

Rentetan suara senjata terdengar beberapa kali, pemimpin Kanit Patmor BRIPKA LAKISE didampingi Kanit Opsnal BRIPKA RUBIL RIDWAN tak memberikan ruang kepada pelaku, meski sebagian lolos dari kejaran polisi namun berhasil mengamankan 4 orang diduga ikut bermain judi sabung ayam.

Ke 4 orang ini yakni YAYA Bin JUGARAN (60), tani, warga Kampung Baru, Kecamatan Campalagian, Polman. AMIR Alias BAPAK RAHMA Bin ABU (30), Tani, warga Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, KAMUSU Alias PUA SAMASIA Bin TOLA (60), tani, warga Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, dan SAMASU'DING Alias PUA SARI (51), tani, warga Katumbangan Lemo, Campalagian.

Selain amankan pelaku polisi juga menyita Barang Bukti (BB) 4 Ekor Ayam hidup dan 3 ekor ayam mati, 1 Buah pisau Taji, sejumlah uang tunai diduga digunakan dalam bermain judi di lokasi arena adu ayam di Katumbangan.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Niki Ramdhany.,SE.,S.I.K mengatakan, personil Patmor bersama opsnal telah mengamankan 4 orang pelaku diduga terlibat dalam permainan judi sabung ayam di Campalagian.

“Ini Ops pekat siamasei 2018 ini, khususnya Di bulan suci ramadhan dan menjelang hari raya idul fitri, rutin terlaksana untuk menekan angka kriminalitas, memberikan efek jera terhadap pelaku, memberikan rasa aman dan tentram kepada masyarakat dan memiminalisir penyakit masyarakat”

Dia tambahkan, keempat orang ini bersama Barang Bukti telah diamankan di Mapolres Polman, untuk selanjutnya dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan.

Laporan  :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini