SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018




POLEWALITERKINI.NET - Meski belum jelas penyebab api lalap 2 rumah warga di lingkungan Pakkola, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, namun dilaporkan 2 orang diberikan pernafasan bantuan. Selasa (26/4/2017).

Seperti dikutip akun FB Litaq Mandar, api diduga berasal dari rumah milik Ibu Husna dan merembes ke rumah Bapak Abdu seorang pensiunan pegawai PU sekira pukul 12.40 wita 

Fatimah, putri sulung dari ibu Husna mengatakan, dirinya belum mengetahui penyebab pasti kebakaran ini. Bahkan tak menyangka menimpa kediaman yang dihuninya bersama tiga orang saudaranya, dan ibunya yang lanjut usia (LANSIA).

"Saya tidak tahu sebabnya pak, soalnya saya baru saja keluar rumah. Tiba tiba banyak orang bilang ada kebakaran, bahkan saya kira bukan rumahku terbakar, adekku yang baru datang kerja melihat ada api di plafon rumah."kata Fatimah di lokasi kejadian.

Lanjut Fatimah, saat ini ibu dan adiknya ddilarikan ke Puskesmas I Banggae karena tidak sadarkan diri.

"Sekarang ibu di Puskesmas bersama adikku, ibu  mendapat nafas bantuan pernafasan di Puskesmas, Memang ibu sudah lama terbaring sakit di rumah." Ucap Fatimah dengan mata berkaca kaca.

Meski warga setempat bahu membahu memadamkan api dan dibantu tim petugas pemadam kebakaran yang menurunkan 3 unit mobil Damkar, namun api tak bisa dikuasai hingga melalap 2 rumah.

Kesulitan pihak pemadam karena lokasi terletak di dalam pemukiman warga yang padat penduduk dan berada dalam sebuah gang di Pakkola. Sampai berita ini diturungkan pihak kepolisian masih melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran.(*litaq Mandar/POLEWALITERKINI.NET/Wandi)



POLEWALITERKINI.NET - Ustaz Jakfar Abdurrahman, qari atau ahli membaca Alquran, yang meninggal saat membaca ayat suci Alquran di rumah Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Jawa Timur, ternyata hanya lulusan sekolah dasar. Tetapi sejak kecil dia gemar membaca Alquran.

Jakfar adalah warga pabrik kulit Gang VI, Kelurahan/Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur. Rumah pria kelahiran 1961 itu tidak jauh dari rumah Khofifah di Jemursari Surabaya. 

"Beliau lulusan SD Taquma di Wonocolo. Tidak kuliah." Kata Kartika, tetangga almarhum, Senin, 24 April 2017.

Jakfar, lanjut Kartika, diketahui belajar meneruskan pendidikan di pondok pesantren. 

"Semua tahunya dia mondok, tapi tidak tahu mondoknya di mana. Di kampung warga tahunya beliau mondok saja." Ujar Kartika, yang saat tak sadarkan diri ikut mengantar almarhum ke rumah sakit.

Sekembali dari pondok, tutur Kartika, Jakfar menularkan ilmunya dengan mengajar anak-anak kampung mengaji. Aktivitas itu dilakukannya hingga dia kemudian meninggal. 

"Beliau juga juara nasional qari." Ucapnya.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga mengenal Jakfar sebagai sosok yang jago membaca Alquran. 

"Beliau tetangga saya, memang yang saya tahu pandai membaca Alquran, dan meninggal hari ini saat membaca Alquran. Insya Allah khusnul khotimah." Ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Ustaz Jakfar mengembuskan napas terakhir kala diminta membaca ayat Alquran di acara Haul Almarhumin Keluarga Besar Khofifah Indar Parawansa di Jemursari, Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 24 April 2017. 

Di atas panggung, dia membaca beberapa ayat dalam Surat Al-Mulk.

Memasuki ayat ketiga, suara Jakfar terdengar kian lirih. Tangannya yang memegang mikrofon lalu jatuh di permukaan panggung, kepalanya menunduk beberapa detik.

Beberapa saat kemudian tubuhnya miring lalu roboh ke kanan. Mengetahui terjadi hal tidak wajar, petugas medis melarikan Jakfar ke RSI Jemursari. Satu jam kemudian diumumkan dia meninggal dunia.(*VIVA.co.id /POLEWALITERKINI.NET)



POLEWALITERKINI.NET - Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hanya menyetujui sekitar Rp. 19 Miliar dana hibah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Polman, 27 Juni 2018 mendatang. 

Sebelumnya pihak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Polman, mengusulkan Anggaran Pilkada ke Pemerintah Kabupaten Polman sebesar Rp. 32 Miliar bulan lalu.

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, mengungkapkan meskipun usulan dana Pilkada Polman sementara dikaji dan dirasionalkan Dinas Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Polman, untuk menentukan jumlah dana yang disangupi. Namun jika setujui hanya sekitar Rp. 19 Miliar.

BACA  : KPU RENCANAKAN 171 DAERAH AKAN MENGIKUTI PILKADA 2018. Mana saja? Ini Daftarnya 

Dimana dalam menentukan jumlah besaran dana berdasarkan jumlah pendataan penduduk Kabupaten Polman. 

"Sebenarnya belum bisa menentukan pastinya beberapa yang disetujui dana Pilkada Polman. Tetapi berdasarkan Pilkada Polman sebelumnya yang Rp. 17 Miliar, maka kemungkinan Pilkada Polman mendatang sekitar Rp. 19 Miliar disetujui dengan dasar tingkat pertambahan penduduk Kabupaten Polman dalam 5 tahun terakhir." Katanya.

Usulan pihak KPUD Polman sebesar Rp. 32 Miliar, lanjutnya tidak mungkin disetujui sebab pos anggara dalam tahapan Pilkada Polman, masih dikurangi, diantaranya jumlah anggaranya, sosialisasi pilkada melalui media dan beberapa pos lain dipangkas dari yang idealnya. 

"Rp. 32 Miliar terlalu tinggi sekali, maka itulah KPUD Polman diminta mengurangi berapa item kegiatan Pilkada dikurangi dananya atau ditiadakan saja." Kata Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar.

Laporan  :  Nadi

Editor     :  Sukriwandi

Haerul, Lansia Hidup Sebatang Kara
Ibu Nurhayati Tetangga Haerul Memberikan Keterangan
Kepada Wartawan
Tampak Rumah dan Pekarangan Tempat Kakek Haerul 
POLEWALITERKINI.NET - HAERUL (63 tahun), begitulah sapaan akrab pria lanjut usia (LANSIA) ini bertahan hidup di rumah tua reot yang berantakan dan nyaris ambruk selama belasan tahun, Jumat 21 April 2017.

HAERUL menetap sebatang kara di rumah miliknya di Lingkungan Perumtel, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dengan kondisi sangat memprihatinkan. 

Bagaimana tidak sebagian besar dinding rumah kayunya bantuan PNPM-Mandiri Perkotaan 2008 telah lapuk terkelupas. Atapnya tidak dilengkapi plafon dan sudah banyak yang rusak sehingga bocor ketika hujan turun. 

Belum lagi ditambah ketiadaan listrik dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang memaksanya buang hajat di dapur bagian dalam rumahnya. HAERUL pun harus merambat untuk dapat bergerak, atau setidaknya untuk buang air besar dan kecil karena sakit lutut dan kaki yang dideritanya.

Begitupun dengan isi rumah serta dapurnya seperti panci dan wajan berbaur dengan sejumlah pakaian dan barang-barang rongsokan miliknya. Bahkan untuk makan dan minum sekalipun ia hanya mengandalkan uluran tangan dari tetangga serta orang orang lewat di depan rumahnya, itu pun saat mengeluh sakit perut.

"Nanti makan itu adapi bantuan tetangga ala kadarnya, ndak bilang bilang dia itu bapak kalo lapar i, lewat paki lagi baru di liat i sakit pale perutnya, sekalinya ditanya mangngapai (KENAPA?) bilang mi andangnga mande tori (SAYA BELUM MAKAN KASIHAN).” Kata NURHAYATI tetangga samping rumah HAERUL.

BACA : BUPATI POLMAN BENTUK KOMDA LANSIA...! APA SAJA TUGAS MEREKA? SIMAK YUK.....

Dimasa mudanya Kakek HAERUL adalah seorang petani penggarap kebun milik orang lain serta mempunyai seorang istri dan dikaruniai seorang anak laki laki yang sudah lebih dahulu menghadap ilahi, olehnya jika kakek HAERUL sakit, tetangganya NURHAYATI segera menghubungi bidan Puskesmas terdekat.

"Dulunya ia petani menggarap kebun milik orang, dia juga punya dua saudara kandung namun keduanya juga sudah meninggal, keponakannya berdomisili di Koni Koni ji ada tapi jarang datang." Ungkap NURHAYATI.

Ditempat yang sama, kakek HAERUL saat ditemui dengan suara agak parau menjelaskan bahwa dirinya tidak mengerti bahasa indonseia ia pun menjawab pertanyaan WARTAWAN dengan menggunakan bahasa mandar, mengaku sejak ada penyakit mendera tubuhnya, ia sudah tak bisa banyak bergerak.

"Diang ana' u mesa tommoane masae mi mate tori (ADA ANAKKU 1 LAKI LAKI SUDAH LAMA MENINGGAL), jari apa muande allo allo pua? (JADI APA KITA MAKAN SEHARI HARI, PUA?), biasa diang pole nabawanganga ande (BIASA ADA ORANG YANG BAWA MAKANAN), mua andang boi diang pole mappuasa ma tori (KALAU TIDAK ADA BAWA MAKANAN, SAYA TIDAK MAKAN, SAYA PUASA)." Ujar kakek HAERUL terbata bata saat diwawancarai dengan mengenakan pakaian PNS (PEGAWAI NEGERI SIPIL) berlogo Kabupaten Polmas sumbangan tetangganya.

Sementara itu di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sudah terbentuk Komisi Daerah Perlindungan Lansia, saat pelantikan Kepala Dinas Sosial, Ir. Nasir Adam, MMA juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Polewali Mandar sekira 400 lansia dan 4.588 orang mau lansia. Untuk kategori lansia tak produktif berusia 60 tahun keatas. Mereka akan mendapatkan perhatian dan penanganan oleh Komda Lansia kedepan.

Laporan  :  Z Ramadhana

Editor     :  Sukriwandi


Nasdem Segera Deklarasikan AIM Sebagai Cabup 2018
Mendatang
POLEWALITERKINI.NET - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) segera deklarasikan pertahana Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, maju kembali bertarung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 27 Juni 2018 mendatang. Hal itu sampaikan Wakil Ketua DPP Partai Nasdem Akbar Faizal, usai konsolidasi partai. 

"Ketua DPW Partai Nasdem Sulbar Andi Ibrahim, segera deklarasi dan rapat akbar sebagai calon kepala daerah pertama di Kabupaten Polman. Saat ini tinggal menunggu surat keputusan dari Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Suriya Paloh  sebagai calon kepala daerah usulan Nasdem." Kata anggota DPR RI.

BACA  : MAHAR POLITIK PARPOL PENGUSUL DITOLAK...! AIM BUTUHKAN APA? SIMAK...  

BACA  : KPU RENCANAKAN 171 DAERAH AKAN MENGIKUTI PILKADA 2018. Mana saja? Ini Daftarnya 

Akbar menyebutkan berdasarkan koordinator pemengan pemilu partai Nasdem untuk Pilkada Polman, hanya membutuhkan konsolidasi partai Nasdem dalam melaksanakan garis-garis perjuangan partai. 

Apalagi lanjutnya Andi Ibrahim Masdar sudah mulai bergelriya di sejumlah titik di Kabupaten Polman yang selama menjadi Bupati Polman, kurang dikenal dan dinikmati program pembangunannya.

BACA  :  BENARKAH GOLKAR MENANTANG AIM Di PILBUP POLMAN 2018? 

Bahkan Andi Ibrahim kembali merangkul semua masyarakat yang kalah di Pilkada Sulbar, 15 Februari 2017 lalu, untuk persatu mewujudkan pembangunan di Kabupaten Polman. 

"Andi Ibrahim sudah bergerak medekati semua elemen masyarakat dari dua bulan lalu mengalang kekuatan bersiapkan diri maju habis-habisan Pilkada Polman. Saat ini struktur partai Nasdem lagi terus mebumikan Andi Ibrahim dengan berbagai kegiatan, seperti lomba pancuan kuda, pertandingan sepak bola dalam liga mahasiswa Nasdem." Tatar mantan pengurus Partai Hati Nurani Rakyat.

Laporan  :  Nadi

Editor     :  Sukriwandi





POLEWALITERKINI.NET - JAKARTA - KPU RI sudah menetapkan tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018 yaitu pada tanggal 27 Juni 2018. Rencananya, ada 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018. Mana saja?

Tahapan Pilkada serentak 2018 akan dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan. Itu berarti tahapan dimulai Agustus 2017.

"Kemarin sudah kita ambil keputusan sementara untuk Pilkada serentak 2018, itu jatuh pada 27 Juni. Jadi setelah lebaran." Kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tantowi di Jalan Nyimas Melati, Kota Tangerang. Kamis (20/4/2017) seperti dikutip news.detik.com.

BACA : NASDEM SEGERA DEKLARASIKAN ANDI IBRAHIM MASDAR

BACA  : MAHAR POLITIK PARPOL PENGUSUL DITOLAK...! AIM BUTUHKAN APA? SIMAK...   

Pilkada serentak tahun 2018 akan lebih besar daripada Pilkada sebelumnya. Sebanyak 171 daerah akan berpartisipasi pada ajang pemilihan kepala daerah tahun depan.

BACA  :  BENARKAH GOLKAR MENANTANG AIM Di PILBUP POLMAN 2018? 

Dari 171 daerah tersebut, ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018. Beberapa provinsi di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

BACA : Dari Rp. 35 Miliar Usulan KPU...! Dimungkinkan Disetujui Rp 19 Miliar Untuk Pilkada Polman

BERIKUT 171 DAERAH YANG MENGIKUTI PILKADA 2018:

17 PROVINSI, yakni Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua, Maluku Utara. Total: 

39 KOTA, yakni  Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Bengkulu, Kota Gorontalo, Kota Jambi, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Bogor, Kota Tegal, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo,Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Pontianak, Kota Palangkaraya. 

Selanjutnya Kota Tarakan, Kota Pangkal Pinang, Kota Tanjung Pinang, Kota Tual, Kota Subulussalam, Kota Bima, Kota Palopo, Kota Parepare, Kota Makassar, Kota Bau-bau, Kota Kotamobagu, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, Kota Padang, Kota Lubuklinggau, Kota Pagar Alam, Kota Prabumulih, Kota Palembang, Kota Padang Sidempuan.

115 KABUPATEN, yakni Kab Aceh Selatan, Kab Pidie Jaya, Kab Padang Lawas Utara, Kab Batu Bara, Kab Padang Lawas, Kab Langkat, Kab Deli Serdang, Kab Tapanuli Utara, Kab Dairi, Kab Indragiri Hilir, Kab Merangin, Kab Kerinci, Kab Muara Enim, Kab Empat Lawang, Kab Banyuasin, Kab Lahat, Kab Ogan Komering Ilir. 

Kab Tanggamus, Kab Lampung Utara, Kab Bangka, Kab Belitung, Kab Purwakarta, Kab Bandung Barat, Kab Sumedang, Kab Kuningan, Kab Majalengka, Kab Subang, Kab Bogor, Kab Garut, Kab Cirebon, Kab Ciamis, Kab Banyumas, Kab Temanggung, Kab Kudus, Kab Karanganyar, Kab Tegal, Kab Magelang. Kab Probolinggo, Kab Sampang, Kab Bangkalan, Kab Bojonegoro, Kab Nganjuk, Kab Pamekasan, 

Kab Tulungagung, Kab Pasuruan, Kab Magetan, Kab Madiun, Kab Lumajang, Kab Bondowoso, Kab Jombang, Kab Tangerang, Kab Lebak, Kab Gianyar, Kab Klungkung, Kab Lombok Timur, Kab Lombok Barat, Kab Sikka, Kab Sumba Tengah, Kab Nagekeo, Kab Rote Ndao, Kab Manggarai Timur, Kab Timor Tengah Selatan. 

Kab Alor, Kab Kupang, Kab Ende, Kab Sumba Barat Daya, Kab Kayong Utara, Kab Sanggau, Kab Kubu Raya, Kab Pontianak, Kab Kapuas, Kab Sukamara, Kab Lamandau, Kab Seruyan, Kab Katingan, Kab Pulang Pisau, Kab Murung Raya, Kab Barito Timur, Kab Barito Utara, Kab Gunung Mas, Kab Barito Kuala, Kab Tapin. 

Kab Hulu Sungai Selatan, Kab Tanah Laut, Kab Tabalong, Kab Panajam Pasut, Kab Minahasa, Kab Bolmong Utara, Kab Sitaro, Kab Minahasa Tenggara, Kab Kep Talaud, Kab Morowali, Kab Parigi Moutong, Kab Donggala.

Kab Bone, Kab Sinjai, Kab Bantaeng, Kab Enrekang, Kab Sidereng Rappang, Kab Jeneponto, Kab Wajo, Kab Luwu, Kab Pinrang, Kab Kolaka, Kab Gorontalo Utara, Kab Mamasa, "KAB POLEWALI MANDAR", Kab Maluku Tenggara, Kab Membramo Tengah, Kab Paniai, Kab Puncak, Kab Deiyai, Kab Jayawijaya, Kab Biak Numfor, Kab Mimika.(*)



PolewaliTerkini.Net

Berita Populer




loading...