Minggu, 18 November 2018

Kontingen Polman Raih Juara Umum BDM Yongmoodo
POLEWALITERKINI.NET - Kontingen Kabupaten Polewali Mandar, berhasil meraih juara umum pada cabang Olahraga BDM Yongmoodo yang pertama kalinya dipertandingan pada Pekan Olahraga Provinsi III Sulbar 2018 di Majene.

Kontingen Cabang BDM Yongmoodo Kabupaten Polman berhasil meraih juara umum dengan perolehan medali, 2 emas kelas 70 Kg dan kelas 80 Kg, 1 Perak pada kelas 75 Kg dan 1 Perunggu pada kelas 65 Kg.

Sebelumnya Danrem 142 Tatag, Kolonel Inf Taufiq Shobri saat membuka pelaksanaan pertandingan Yongmoodo Porprov III Sulbar di Gedung Assmalewuang Kabupaten Majene, Jumat mengatakan, Seni beladiri yang dikembangkan di Korea pada 1976 itu akan mulai dipertandingkan pada 16 hingga 18 November 2018.

"Selain memperkenalkan olahraga wajib di TNI Angkatan Darat sejak 2008 kepada masyarakat Sulbar, katanya, partisipasi yongmoodo pada Porprov III untuk menyaring dan mencari bibit-bibit baru atlet yang akan berlaga pada tingkat nasional." Kata Danrem, Kolonel Inf Taufiq Shobri.

Kata Kolonel Inf Taufiq Shobri, ajang ini akan menjadi tolak ukur pembinaan atlet yongmoodo di satuan masing-masing sehingga dapat menjadi evalusi sekaligus memacu motivasi dan semangat mencapai prestasi terbaik.

Selain itu Danrem menjelaskan, beladiri yongmoodo masuk di Indonesia pada 2002 dan menjadi beladiri wajib wajib TNI AD sejak tahun 2008 yang disosialisasikan kepada masyarakat umum dengan mendirikan federasi Yongmoodo Indonesia (FYI).

"Ciri khas Yongmoodo mengandalkan unsur ketepatan, kecepatan, dan kekuatan dalam duel jarak dekat menggunakan tangan kosong yang menjunjung sportivitas dan patriotisme." Tutup Kolonel Inf Taufiq Shobri.

Sementara itu Dandim 1402/Polmas, Letkol Arh Dedi Setia Arianto selaku Ketua Umum Kontingen Cabang olahraga BDM Yongmoodo Kabupaten Polman saat dihubungi via telepon selulernya sangat mengapresiasi keberhasilan kontingen meraih juara umum. Minggu (18/11/2018)

"Mereka telah mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki dengan penuh semangat dan sportifitas yang tinggi, sehingga dapat mengharumkan nama Kab. Polman." Ujar Letkol Dedi Setia.

Dandim juga berpesan kepada para atlet agar jangan pernah sombong dan takabur atas prestasi yang  diraih, Namun jadikan keberhasilan ini sebagai pengalaman dan tolok ukur untuk terus lebih meningkatkan kemampuan yang dimiliki, sehingga kelak dapat meraih prestasi yang lebih maksimal. ucapnya

Laporan  :  Wiwin

Sabtu, 17 November 2018

Kiri Foto Bernas.co.id dan Gambar Ilustrasi
POLEWALITERKINI.NET - Sekira 70 Kelompok Tani (KT) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mengeluh dikarenakan mahalnya pembayaran administrasi dan pembuatan prasasti pembangunan Embung serta Dam Parit di sejumlah Desa di wilayah setempat.

Seperti dikutip Bernas.co.id, pembangunan Embung serta Damparit dikelolah langsung Kelompok Tani (KT) pada setiap desa dengan sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 dengan tujuan memenuhi kebutuhan Suplai Air Persawahan para petani serta kebutuhan Air Bersih untuk warga desa.

Proyek pembangunan ini disayangkan sejumlah pihak karena pengurus atau Ketua Kelompok Tani harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar pengurusan Adminitrasi serta Pembuatan Prasasti. 

Diketahui anggaran program Embung ini berkisar Rp. 140 sampai 150 Juta per kelompok. Bahkan beberapa Ketua Kelompok Tani yang minta Namanya tidak disebut Kepada Wartawan mengatakan, kaget dengan pembayaran.

"Kami juga kaget karna tiba tiba ada Pembayaran sebesar Rp. 8.000.000,- ( Delapan Juta Rupiah) setiap Kelompok." Ungkap Ketua Kelompok Tani yang minta namanya tidak disebutkan. Sabtu (18/11/2018).

Kata dia, alasan pembayaran sebesar itu untuk proses pembuatan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) sebesar Rp. 6 Juta dan pembuatan Prasasti Peresmian sebesar Rp. 2 Juta. Sementara dia juga sudah menyetorkan dana PPn/PPh. Kata Ketua Kelompok Kepada Wartawan.

Menyikapi hal itu Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Arnold yang Akrap disapa Papa Yeyen saat di Konfirmasi Via Telpon mengatakan, tak menyangkal adanya pembayaran sebesar itu namun membantah jika Itu disebut Pungutan Liar (Pungli).

Disinggung soal peruntukan pembayaran tersebut, Kabid Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa mengatakan, pembayaran sebesar Rp. 6 Juta rupiah itu bertujuan untuk kelengkapan Administrasi, sebab banyak Ketua Kelompok yang belum mahir membuat Pertanggung Jawaban.

Lebih lanjut Kabid menjelaskan, pembayaran Rp. 2 Juta rupiah itu untuk pembuatan Prasasti saat Peresmian Nanti. "ini bukan pungli, ini Biaya Administrasi." Kata Arnold.

Dia menambahkan, Dinas Pertanian meminta bantuan rekan rekan LSM dan Wartawan mengawasi Proses Pekerjaan Embung serta Damparit yang sedang berlangsung di beberapa Desa di Kabupaten Mamasa. Katanya.

Sekedar diketahui bahwa Jumlah Kelompok Tani yang diberi kepercayaan mengelola kegiatan Pembangunan EMBUNG dan DAMPARIT sebanyak 70 Kelompok Tani, jika masing-masing kelompok diwajibkan membayar Rp. 8 Juta Rupiah, maka jumlah dana yang terkumpul dari 70 Kelompok Tani sebesar Rp. 560 Juta atau setengah Miliar lebih.

Sementara terkait adanya dugaan Pungli Ketua Perwakilan LSM Laskar Anti Korupsi 45 LAKIP 45, Henok Salamangi, S.H berencana melaporkan hal tersebut kepada pihak Kejaksaan Mamasa.

"Hal ini harus dilaporkan kepada pihak yang berwajib." Kata Henok.

Lebih Jauh Henok mengatakan, selain PPN dan PPH tidak ada lagi pembayaran, pembayaran yang di legalkan oleh aturan. Selain oknum Dinas Pertanian yang di Laporkan, Para Kelompok Tani (KT) pun harus di Evaluasi. Jangan Sampai ada Kelompok Tani dadakan yang dibentuk oleh oknum tertentu hanya untuk mendapatkan Kegiatan pekerjaan Embung serta damparit.

"Pekan Depan Kami Laporkan Hal ini." Kata henok.(*Portal/Bernas.co.id).

Tampak Ibu Fatmiati Bersama Anaknya dan Rumah Terbakar
Tampak Wakil Bupati Polman, Pemilik Rumah dan anaknya,
 Mobil Damkar dan Water Canon Milik Polisi
POLEWALITERKINI.NET – 1 Rumah milik warga di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ludes terbakar. Ibu Rumah Tangga bersama 4 anaknya juga nyaris dilalap sijago merah. Sabtu malam (17/11/2018).

Lokasi kebakaran ini tepatnya dibelakan Masjid Al Muhajirin Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, sekitar pukul 22.00 Wita, 1 unit pemadam kebakaran tiba sekira pukul 22.23 Wita dan berhasil menguasai pukul 22.30 Wita.

Pemilik rumah Arianto (39) kepada wartawan mengatakan, tak berada di rumah saat rumahnya terbakar, karena sedang menjaring ikan di pinggir laut di ujung jalan cenderawasi. Dia mengetahui setelah diberitahukan rekannya.

“Tidak ada barang yang terselamatkan, saya ketahui kejadian ini ada teman yang datang memberitahukan bahwa rumahnya terbakar saat menjaring ikan dipinggir laut.” Kata Arianto kepada wartawan.

Sementara istrinya Fatmiati alias Mama Ayu (46), mengaku 15 tahun buka kantin di SDN 66 Pekkabata. Dia tak mengetahui darimana sumber api, namun saat terbangun dari tidur api sudah menyalah di tengah rumah.

“Saya sementara tidur bersama 4 orang anakku, di tengah rumah ada 4 Hp yang sedang di Cash, saat terbangun dari tidur tiba tiba melihat api di tengah rumah.” Kata istri pemilik rumah Fatmiati alias Mama Ayu.

Dalam insiden itu Fatmiati mengalami luka bakar pada kaki dan telapak tangan, sementara anak bungsunya yang masih duduk di bangku SD kelas 4 juga mengalami luka melepuh pada tangan kananya.

Selain rumah 1 unit sepeda motor Scoopy dan uang senilai Rp. 10 Juta Rupiah, Kulkas, Tv, antin emas seluruhnya ikut terbakar hingga rata tanah. Kini dia berharap rumah panggung miliknya kembali bisa dibangun dengan sedikit bantuan dari pemerintah.

Pada peristiwa itu Wakil Bupati Polman, HM Natsir Rahmat juga meninjau langsung di lokasi tempat terjadinya kebakaran. Kabarnya beliau menonton final Cabor tinju pada ajang Porprov III Sulbar di gedung gadis pekkabata dan bergegas ke lokasi.

Laporan  :  Z Ramadhana


Jumat, 16 November 2018

Ketua Karang Taruna Tutar, Abd Rahman
POLEWALITERKINI.NET – Ketua Karang Taruna Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, merasa bersyukur karena jalur transfortasi khususnya kendaraan roda 2 sudah bisa ditempuh 2 jam dari Desa Besoangin ke Kota.

Ketua Forum Komunikasi Karang Taruna Kecamatan Tubi Taramanu (Tutar), Abd Rahman saat ditemui. Jumat, 16 November 2018 di Warkop Raja Manding mengatakan, akses jalannya di wilayahnya kini semakin membaik dan tak menyulitkan masyarakat. 

“Dulu kami habiskan uang hinga Rp. 500 ribu rupiah sekali keluar dari Kampung kami Desa Besoangin Induk, Kecamatan Tutar harus berputar ke Kecamatan Sendana Kabupaten Majene. Tetapi kini tak lagi demikian jalan menuju Tutar lewat Petoosang, Kecamatan Alu hanya 2 jam ditempu dengan kendaraan Roda dua.” Kata Abd Rahman.

Bahkan sementara ini masih berlangsung terus pembangunan jalan dan jembatan sehingga warga besoangin tak lagi lewat jalan berbukit berbatu dan berlumpur, kini sudah ada pengerasan.

“Alat berat berkerja siang hingga malam menerobos jalan sehingga seluruh warga tidak lagi terisolir.” Ungkap Abd Rahman yang juga penyuluh agama di kampungnya.

Dia tambahkan, mengunjungi anak yang sekolah di Polewali dan Majene bukan halangan dan bisa sekali.

“Permingu anak Saya yang sekolah di Majene dan Polewali sudah bisa kita jengu karena jalan sudah bagus, kalau jembatan sudah jadi waktu tempu bisa lebih cepat.” Ucap Abd Rahman.

Laporan : Burhanuddin Haruna

Mahasiswa Perbankan Kunjungi BEJ Perwakilan Sulsel
Perdalam Ilmu Perbankan di BEJ Sulsel
Mahsiswi Perbankan Foto Bersama di Kantor BEJ
POLEWALITERKINI.NET - 68 orang mahasiswa Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam (IAI) DDI Polman melakukan kunjungan ke Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sulsel di Makassar. Rabu (14/11/2018).

Kunjungan studi selama 2 hari itu dalam rangka melihat dan menambah pengetahuan secara langsung bagi mahasiswa perbankan syariah tentang bursa efek dan menyerap berbagai ilmu dan pengetahuan terkait Bursa Efek Indonesia.

Hal itu diungkapkan Ketua Prodi Perbankan Syariah IAI DDI Polman, Rini, SE.,M.Si.,Ak.,CA yang mendampingi mahasiswa tersebut bersama empat dosen pendamping lainnya.

"Kunjungan ini dilakukan dua hari karena jumlah mahasiswa sebagai peserta yang relatif banyak, sehingga kami harus membaginya ke dalam dua kelompok kunjungan di hari yang berbeda." Jelasnya Ketua Prodi Perbankan Syariah IAI DDI Polman, Rini, SE.,M.Si.,Ak.,CA.

Kunjungan studi mahasiswa tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan pihaknya. Puluhan mahasiswa beserta dosen pendampingnya itu diterima Irvan Ahmad Ibrahim dari Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Sulsel.

"Alhamdulillah kunjungan mahasiswa kami ini direspon dengan baik pihak BEJ Perwakilan Sulsel. Dan nantinya, melalui kerja sama yang akan kami bangun ini, ke depannya para mahasiswa khususnya dari Prodi Perbankan Syariah IAI akan.diberi kesempatan untuk melakukan magang di sini."
Ungkap Rini, SE.,M.Si.,Ak.,CA.

Dia menambahkan, kegiatan seperti ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa melalui sejumlah kegiatan dan kunjungan lapangan selama ini ke sejumlah institusi perbankan dan pemerintahan maupun badan publik serta perusahaan.

"Di sana mereka bisa menambah pengetahuan secara langsung, melengkapi apa yang selama ini hanya diterima di ruang kuliah di kampus." Tandas Rini.

Laporan : Wiwin

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini