.

.

Kamis, 21 Februari 2019

Kiri, Kasat Narkoba dan Para Tersangka
Tersangka inisial RH
Tersangka inisial GP
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Satuan Reserse Narkoba Polres Polman kurung waktu sepekan berhasil bekuk 2 orang yang diduga pelaku penyelahgunaan narkoba jenis shabu dengan Barang Bukti sekira 3 gram lebih.

Kasat Reserse Narkoba Polres Polman, AKP Yan Kasmariyanto, S.Sos, S.H mengatakan, personil reserse narkoba dalam sepekan ini berhasil menangkap 2 orang yang diduga penyalahguna narkoba jenis shabu di dua tempat.

Tersangka Iniaisl RH (27), bekerja sebagai petani, beralamat di Bonra, Mapilli Barat, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman, tertangkap pada hari Kamis malam, 14 Februari 2019 di Bonra.

“Kita lakukan penggeledahan badan dan ditemukan di dinding rumah 5 sachet plastik bening berat 3,91 gram dan diakui oleh (RH) miliknya yang diperolehnya dari temannya (DN) yang beralamat di wonomulyo.” Kata Kasat Reserse Narkoba Polres Polman, AKP Yan Kasmariyanto, S.Sos, S.H.

Kemudian pada hari Senin malam, 18 Februari 2019 kembali meringkus insial GP (25), warga Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Polman, di rumahnya.

“Hasil penggeledahan badan dan rumah ditemukan 3 sachet plastik bening Berat 3,02 gram yang ditemukan di dekat pagar dan diakui milik (GP) yang diperoleh (GS) warga campalagian.” Jelas AKP Yan Kasmariyanto, S.Sos, S.H.

Mereka lanjut Yan Kasmariyanto, lihai dalam melakukan modus operandinya karena menyimpan barang pada dinding rumah. Sementara pelaku lainnya menyimpan barang di luar rumahnya.

Laporan  :  Achmad Gazali


POLEWALITERKINI.NET – AS (31) guru Honorer di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, mengaku sudah mencabuli 10 orang siswanya, bahkan salah satu korban dicabuli hingga 6 kali.

Berdasar laporan orang tua siswa pihak Satuan Reskrim Kepolisian Mamuju pun meringkus (AS) di Lingkungan Gentungan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada hari sabtu (16/02/2019).

Melalui press confrence Kasat Reskrim Polres Mamuju, AKP Syamsuriansyah, S.E. Senin (18/02/2019) mengatakan, AS diringkus terkait adanya sejumlah laporan dari orang tua siswa telah terjadi aksi cabul pada sejumlah anak didiknya dengan modus mengiming - imingkan sesuatu.

"Hasil dari penyelidikan dan interogasi terhadap para korban, diperoleh informasi bahwa (AS) melancarkan aksi bejatnya kepada lebih dari 10 (sepuluh) orang anak dan melakukan aksi cabul lebih dari 1 kali kepada tiap anak.” Kata Kasat Reskrim Polres Mamuju, AKP Syamsuriansyah, S.E.

Meski demikian baru 5 (lima) orang korban yang melaporkan perbuatan pelaku di Mapolres Mamuju, sedangkan identitas korban yang lainnya sudah dikantongi oleh Personil unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Hasil penyelidikan petugas kami dilapangan, diperoleh informasi bahwa pelaku ini sudah memangsa anak dibawah umur lebih dari 10 (sepuluh) orang, namun hingga saat ini baru 5 (lima) orang korban yang melapor ke Mapolres Mamuju, sedangkan sisanya sudah kami data identitasnya dan selanjutnya kami akan arahkan untuk membuat Laporan Polisi." Jelas AKP Syamsuriansyah, SE.

Sementara Paur Humas Polres Mamuju, Bripka Hasbi Zazg, (AS) mengakui bahwa benar telah melakukan pencabulan kepada lebih dari 10 (sepuluh) orang anak dibawah umur yang juga merupakan anak didiknya, bahkan salah satu korbannya dicabuli hingga 6 (enam) kali.

"Iye' pak, ada mi lebih dari 10 (sepuluh) orang anak saya cabuli pak dan salah satu anak saya cabuli sampai 6 (enam) kali pak." Tutur Pelaku (AS).

Pelaku kini telah diamankan di Mapolres Mamuju, atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Undang - undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Atas Undang - undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 (lima belas) tahun penjara.(*)



POLEWALITERKINI.NET – Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Selatan Barat (SulSelBar) kini melimpahkan tersangka dan Barang Bukti (BB) kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kamis, 21 Februari 2019.

Pelimpahan serah terima perkKasus APK Pilgub, Kejati SulSelBar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Ke Kejari Mamuju
ara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alat Peraga Kampanye (APK) pemilihan gubernur dan wakil gubernur sulbar TA. 2016, dengan tersangka Drs. ABD. Rahman Syam, MSi sekitar pukul 09.00 WITA.

Dalam rilis Kejati SulSelBar terduga disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 jo pasal 18 ayat 1 huruf b UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor.

Dalam penyerahan tersangka dan Barang Bukti (BB) juga diserahkan pula uang pengganti kerugian negara sebesar Rp. 750.000.000,- yang dititipkan di rekening penitipan kejari mamuju pada bank BRI Cabang Mamuju.

Sementara pihak penyidik Kejaksaan menetapkan status tersangka penahanan kota mamuju dengan pertimbangan bahwa bersangkutan masih aktif menjabat selaku sekretaris KPU dan demi kelancaran proses pemilihan umum presiden dan wakil presiden serta legislatif.

Menurut Kejaksaan terduga dalam proses tahapan penyelidikan dan penyidikan bersikap kooperatif, serta adanya sebagian pengembalian kerugian negara.(*)

Rabu, 20 Februari 2019

Ilustrasi
POLEWALITERKINI.NET - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polresta Depok telah lakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Lurah Kalibaru, Abdul Hamid. Dia diduga melakukan pungli pada pembuatan akta jual beli (AJB) tanah.

"Ketika yang bersangkutan Abdul Hamid sebagai Lurah jadi yang dilakukan yaitu meminta biaya yang tidak sesuai dengan ketentuan. Saat itu masyarakat mengurus dan meminta tanda tangan lurah sebagai saksi pada AJB." Tutur Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto, kepada wartawan di kantornya Sabtu (16/2/2019).

OTT terhadap Abdul Hamid berawal dari laporan masyarakat. Polresta Depok dalam penyelidikannya pada hari Kamis (16/2/2019) mendapati Abdul Hamid memaksa seseorang untuk memberikan uang karena menjadi saksi dalam akta jual beli tanah.

"Kemudian tim melakukan penyelidikan dan hari ini tim meningkatkan tahap penyelidikan menuju tahap penyidikan dan menetapkan Abul Hamid melakukan dugaan tindak pidana korupsi yang diatur dalam pasal 12e, UU nomor 20 tahun 2001, sebagaimana perubahan dari UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, yaitu tersangka menyalahgunakan wewenang, memaksa seseorang untuk menyerahkan sesuatu untuk kepentingan dia menandatangani AJB." Tutur Didik.

Didik menandaskan, Abdul Hamid melakukan pungutan biaya tidak sesuai dengan PP nomor 24 tahun 2016 terkait jumlah pungutan yang bisa diambil. Abdul Hamid menguntungkan diri sendiri dengan mengambil sebanyak 3% dari yang seharusnya 1%.

"PPAT dan PPATS dan saksi biayanya tidak boleh melebihi 1%, nah dalam peristiwa ini saudara AH menarget biaya 3% untuk dirinya sendiri." Ungkap Didik.

Barang bukti berupa AJB, uang sebesar Rp 5 juta, dan dokumen dokumen juga turut diamankan. Abdul Hamid telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Saat ini saudara Abdul Hamid sedang dalam ruang penyidik guna diperiksa dengan status tersangka." Tandas Didik.

"Sudah ada 4 orang saksi, sejauh ini dia berperan sendiri." Pungkasnya.
Ibu Ruskati Ali Baal Bersama Pemilik Cafe
POLEWALIREKINI.NET - Kawasan taman kota Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, adalah salah satu tempat favorit pemuda - pemudi yang berasal dari berbagai daerah menikmati jajakan makanan pedagang kaki lima.

Anggota DPR RI perwakilan Sulawesi Barat, Andi Ruskati Ali Baal yang melintas di kawasan ini menyempatkan diri mengunjungi salah satu jejeran tenda tenda cafe tersebut, kebetulan cafe yang dikunjungi adalah cafe Baliwalla.

Sontak Dalipa pemilik cafe Baliwalla pun terkejut tak mengira akan kedatangan seorang figur wakil rakyat sekaligus Ibu Gubernur Sulbar, bahkan ia sampai tak mampu mengucapkan seperti apa momentum tersebut, ternyata Andi Ruskati yang menjadi tamu pertamanya malam itu.

"Bagaimana mungkin seorang ibu Gubernur meluangkan waktunya ke kedai Cafe yang tergolong sederhana, sangat jarang seorang Ibu pejabat ingin singgah di tempat kami apa lagi seorang istri orang nomor 1 di Sulawesi Barat." Ucap Dalifa.Senin malam, 18 Februari 2019.

Sementara itu, Andi Ruskati Ali Baal mengungkapkan kekagumannya atas semangat kemandirian para pedagang kaki lima di taman kota Majene yang juga merupakan tanah kelahirannya.

"Tentunya kita mesti melihat dan merasakan sejauh mana proses dan usaha para pedagang kaki lima ini untuk memandirikan ekonomi kreatifnya lalu kemudian kita merumuskan progres kemajuan para pedagang kaki lima ini." Jelas Andi Ruskati Ali Baal.

Taman Kota Majene yang terletak di Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene mulai dibuka pada awal tahun 2012. Taman ini pada mulanya merupakan tempat penurunan hasil laut oleh nelayan di sekitar wilayah pesisir Kelurahan Pangali-Ali karena berada dekat dengan pelabuhan serta tempat pelelangan Ikan.

taman ini  mulai ramai pada pukul 16.00 sore, jejeran tenda pedagang kaki lima pun menjajakan berbagai minuman dan cemilan baik yang modern maupun tradisional.

Laporan  :  Achmad Gazali

Lampu Jalan Tak utuh Menyala
Sejumlah Lampu Jalan Tenaga Matahari Mati
POLEWALIREKINI.NET - Pengadaan lampu jalan tenaga surya tahun 2018 sebanyak 222 unit yang dianggarkan Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disrumkintan) Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kembali disoroti warga. Pasalnya, baru sekitar 3 bulan dipasang sudah ada beberapa yang mati. Rabu 20 Februari 2019.

Salah satu warga Kabupaten Polman, Andiko mengatakan, jejeran lampu jalan tenaga surya double arm di sepanjang jalan Gatot Subroto, Kecamatan Polewali, yang dipasang pada bulan Desember tahun lalu sudah ada beberapa yang mati.

"Itu lampu jalan jalur ke kantor Kominfo yang baru dipasang 3 bulan lalu sudah ada beberapa mati lampunya." Kata Salah satu warga Kabupaten Polman, Andiko.

Selain itu, warga Polewali lainnya, Asril berharap perlunya perhatian dinas terkait untuk mengevaluasi pengadaan lampu jalan tenaga surya karena anggarannya menggunakan uang rakyat.

"Lihat lihat ki kesana kalau malam, jalan ke gardu sudah ada berapa tiang lampu jalan mati, apalagi disana itu tiang dobel lampu." Ungkap Asril.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disrumkintan Polman, Andi Mahadiana Djabbar mengungkapkan, anggaran pengadaan 222 unit lampu jalan tenaga surya 2018 sebesar Rp. 7.977,000.000 (Tujuh miliar sembilan ratus tujuh puluh tujuh juta) menggunakan APBD Pokok 2018.

Kata dia, titik pemasangannya pun disebar di sejumlah wilayah di Kota Polewali diantaranya jalur jalan di depan kantor Dinas PUPR, dr, Sutomo, Gatot Subroto dan jalan depan arena pacuan kuda.

"Pemasangan lampu jalan kemarin bulan Desember tahun lalu, di pasang saat malam hari barangkali untuk menghindari panas karena memang waktunya mepet jadi pemasangannya maraton pagi, siang dan malam, adapun lampu yang mati akan kita ganti." Ujar Kepala Disrumkintan Polman, Andi Mahadiana Djabbar.

Menurutnya, bila lampu jalan tenaga surya mati itu tak jadi masalah sebab masih menjadi kontrol pemeliharaan perusahaan Karya Maradda sebagai pemenang tender.

"Beberapa hari lalu kita sudah cek lalu melaporkan supaya cepat ada pergantian lampu yang mati, kita langsung ke PPTK supaya mereka koordinasi, apalagi PPTK yang lama sudah pindah dinas ke Provinsi di Mamuju." Tutur Mahadiana Djabbar.

Laporan  :  Achmad Gazali

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini