Minggu, 22 Juli 2018

Tampak Polisi Melakukan Evakuasi Kendaraan
dan Memeriksa Korban
Polisi Melakukan Identifikasi Korban
Rumah Duka dan Lokasi Kejadian
Tampak Kondisi Rumah Kedua Korban
POLEWALITERKINI.NET – Dua orang warga Desa Katimbang, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, di laporkan meninggal dunia setelah ditemukan warga di bawah kolong jembatan gantung Limbong Lopi. Kamis (19/07/2018).

Pihak Kepolisian setempat merilis bahwa kejadian ini sekitar jam 21.00 Wita di Jembatan Gantung Limbong Lopi, Dusun Katimbang, Desa Katimbang, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polman. Diduga sementara akibat kecelakaan tunggal.

Korban meninggal dunia Ramli Alias Bapak Accin (38), warga Dusun Pekkabata, Desa Katimbang, Kecamatan Matangnga dan boncengannya Yunardi Alias Bapak Resna (40), warga Dusun Pamombong, Desa Katimbang, Kecamatan Matangnga Polman.

Dari keterangan warga korban Ramli (38) dan Yunardi (40) pamit kepada istrinya untuk menghadiri acara pesta pernikahan di Kelurahan Matangnga, dengan mengendarai sepeda motor milik Ramli, bahkan kedua korban masih terlihat warga hadir pada acara pesta itu.

Namun pada hari. Jumat, 20 Juni 2018 sekira pukul 02.00 Wita kedua korban ditemukan 2 orang warga sementara menyelam mencari ikan di pinggir sungai di bawah jembatan gantung dengan menggunakan senter.

Dia melihat korban posisi tengkurap di dalam air, kemudian berteriak meminta kepada salah seorang warga tak jauh dari tempat penemuan. Korban pun dievakuasi kemudian meminta bantuan kepada masyarakat di tempat pesta perkawinan.

“Sekitar jam 03.00 Wita kedua korban diangkat dari sungai oleh masyarakat kemudian di bawah kerumah masing-masing. Pada saat di temukan ke 2 korban sudah dalam keadaan meninggal dunia”.

Kepolisian setempat menduga kedua korban terjatuh dari atas jembatan gantung bersama motornya pada saat kembali dari acara pesta perkawinan, menyebabkan benturan pada batu sungai di bawah jembatan.

Dari hasil pemeriksaan korban Ramli mengalami luka robek di dahi sebelah kanan ukuran kurang lebih 1x0,5 cm, lebam pada dada sebelah kiri ukuran kurang lebih 2x0,5 cm dan mengalir darah pada bagian hidung.

Sementara Yunardi mengalami luka lebam mata sebelah kanan atas ukuran kurang lebih 2x0,5 cm, luka lecet di kepala depan sebelah kiri ukuran kurang lebih 0,5x0,5 cm dan keluar darah pada hidung dan telinga.

Kendaraan roda dua digunakan korban juga tidak memiliki lampu depan, rem depan, rem belakang rusak dan jalanan di sekitar TKP dalam keadaan gelap. Selain itu jembatan gantung dalam keadaan miring apabila dilewati motor dan tidak memiliki dinding pengaman.

"Jembatan gantung yang tidak layak dilalui kendaraan karena bergoyang jika dilalui dan juga kondisi motor yang tidak bagus,,, jembatan ini satu satu nya akses yg menghubungkan dua desa." Kata Kapolsek Matangnga Iptu Andi Rady.(***)


Tampak Babinsa Serda Andis Menyampaikan Materi di Jalan
POLEWALITERKINI.NET – Sebagai Komando Ke wilayahan Distrik Militer (Kodim) 1402/Polmas melalui para babinsanya berupaya membantu pemerintah kususnya di bidang pendidikan memberikan berbagai pembekalan di sekolah-sekolah dan di tempat-tempat pendidikan lainnya.

Seperti Serda Andis, Babinsa Koramil 1402-01/Polewali, bertugas di wilayah Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, memberikan materi wawasan kebangsaan kepada anak-anak di Kampung Pendidikan. Minggu (22/07/2018).

Saat dikonfirmasi awak media, Serda Andis mengatakan, pemberian  materi Wawasan kebangsaan yang dilakukannya merupakan  program pemerintah untuk menanamkan kecintaan kepada bangsa dan negara sejak usia dini.

"Untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme kepada anak-anak harus ditanamkan sejak usia dini karena kedepan mereka inilah yang jadi generasi penerus bangsa." Kata Babinsa Desa Kuajang, Serda Andis.

Kegiatan seperti ini lanjutnya, semaksimal mungkin kita laksanakan terus menerus dan bukan hanya di sekolah-sekolah namun di tempat pendidikan lainnya juga bisa kita berikan seperti di lembaga non formal.

"Bukan hanya di kelas sekolah kita memberikan materi Wawasan kebangsaan tapi di tempat anak-anak mengaji bahkan di tempat bermain juga kita berikan, contohnya siang tadi di Kampung Pendidikan dusun lemo Tua, Desa Kuajang.” Kata Serda Andis.

Sementara itu ditempat terpisah Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1402/Polmas, Mayor Inf Hendrik KK mengatakan, Babinsa jajaran Kodim 1402/Polmas harus selalu aktif di wilayah binaannya, khusus di bidang pendidikan harus mampu bersinergi dan menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah dan tenaga pendidik lainnya.

“Kegiatan pemberian materi wasbang kepada para pelajar ini diharapkan dapat membentuk karakter agar mereka menjadi generasi yang cerdas, disiplin dan berwawasan kebangsaan serta cinta tanah air.” Tutur Kasdim Mayor Inf Hendrik KK.

Ditempat sama Hasan bolong M.Pd selaku ketua koordinator Kampung pendidikan saat dihubungi via selulernya mengaku bangga dengan kehadiran Babinsa anggota TNI memberikan Wawasan kebangsaan kepada anak-anak kampung pendidikan.

"Tak hanya memberikan materi, Serda Andis dalam struktur organisasi kampung pendidikan juga sebagai pembina." Ungkap Hasan Bolong M.Pd

Kehadiran TNI di sini khusunya bapak Pembina Desa membuat kami dekat dengan bapak-bapak TNI terutama anak-anak kampung pendidikan.(***)

Kalapas Polman, Haryoto dan Roti Bram
Lapas Kelas IIB Polewali
Jenis Roti Bram Produksi Lapas Kelas IIB Polman
POLEWALITERKINI.NET - Kuliner oleh-oleh jenis roti di Bandara Sultan Hasanuddin laris Manis di Makassar, Sulawesi Selatan, dan kini dikembangkan Lapas Kelas II B Polman dan jadi mata ajaran MAK Ugi Baru, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Di Makassar dikenal dengan Roti Boy dan untuk Polewali Mandar bernama Roti Bram. Produk ini tak kalah enak dan rasa tambah buatan yang dikembangkan di Lapas Kelas II B Polewali Mandar, bahkan sudah laris dan dikenal sejumlah cafe dan toko.

Produksi Roti Bram Lembaga Pemasyarakatan ini menjadi Aktivitas rutin warga Binaan, sejumlah wartawan di Bumi Tipalayo sudah menikmati Roti tersebut  ketika di undang jumpa pers oleh Kalapas. Awak media pun membawa buat olehpoleh keluarga.

Rasa, Aroma dan testur Roti yang mengambil nama panggilan keseharian Bupati Polewali Mandar dimasa mudanya ini harganya sedikit mahal. Harga roti lainnya yang sudah lama di pasaran hasil Home Industri lokal, namun bila kita mencobanya kita akan terus mau menikmati Roti  Bram ini.

Kalapas Kelas II B Polewali Mandar, Haryoto ketika diacara jumpa pers tempo mengatakan, Roti Bram ini akan menjadi Kuliner baru andalan Polewali Mandar dan Sulawesi Barat, setiap harinya permintaan penuh.

“Selain Roti Bram kita produksi untuk warga binaan perempuan, binaan Laki laki pun ada, yakni kegiatan pembuatan Pavin Blok.”
Kata Hartono mantan Kepala Lapas Anak di Bali.

Roti Bram banyak permintaan dengan jumlah banyak, biasanya untuk oleh oleh dan disiapkan pada kegiatan besar dan menjamu tamu undangan. Bagi yang berminat bisa memesan langsung di Kantor Lapas Kelas IIB, Kelurahan Pekkabata, Polewali, Polman.

Laporan  :  Burhanuddin Haruna.

Sabtu, 21 Juli 2018


Dokumnetasi Sanggar Seni FIPAF 2017 Lalu
POLEWALITERKINI.NET – Sekira 27 sanggar seni siap tampil di panggung utama International Folk and Art Festival (PIFAF) ke 3 di Sport Center Kabupaten Polewali Mandar, 1 Agustus hingga 6 Agustus 2018.

Koordinator Panggung Utama PIFAF 2018, Muhammad Dalif Palipoi mengatakan, 27 sanggar seni ini yaitu :

1. RUMAH BUDAYA MADATFE ART (Siap)
2. Ladang Tari LABADA (Siap)
3. DAUN MAMEA (Siap)
4. FORMASI MUSIK (Siap)
5. YMYK/QUO VADIS (Siap)
6. Sanggar TIE TIE (Siap)
7. SOSSORANG (Siap)
8. Sanggar BUTTU SARRE (Siap)
9. Sanggar TARRING SANDEQ (Siap)
10. LINGKAR MUSIK UWAKE' (Siap)
11. Sikola Paqbanua (Siap)
12. Sanggar DANCE CREATIF  (Siap)
13. Sanggar SIPATUO MAMMESA Binuang (siap)
14. Komunitas SUREQ BOLONG (Siap)
15. TODIKUSTIK ART Polewali (siap)
16. KOSPETA STAI DDI polman  (siap)
17. Sanggar MARENDENG Alu (siap)
18. Sanggar Tomepayung Kwarcab Polman (siap)
19. KAZE Band Musik Tinambung (siap)
20. Sanggar SUREQ MARIRI Polewali (siap)
21. Divisi Musik KOSASTER SIIN Unasman polewali (siap)
22. UKM (Tari) PANDARAQ Unsulbar (siap)
23. Komunitas KAKANNA Balanipa (siap)
24. Sanggar PATTAE MAMMESA polewali (siap)
25.komunitas pencak silat ARKAS AMANI alu (siap)
26. Sanggar Seni Bura' Lembong (siap)
27. ......

Sanggar tersebut nantinya akan bergabung setiap malam bersama dengan penampil dari peserta PIFAF mancanegara.

Sementara untuk jadwal pementasan masing-masing sanggar seni akan dibahas pada technical meeting bersama Stage management Muhammad Ishaq yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 25 Juli 2018 di Sekretariat Panitia DISPOP Polewali Mandar.

Apakah PIFAF kali ini tak mengundang sanggar atau tim kesenian dari kabupaten lain seperti pelaksaan PIFAF sebelummnya? Sekertaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polman, Mustari Mula mengatakan PIFAF 2018 memprioritaskan sanggar seni lokal dari Kabupaten Polewali Mandar.

"Meskipun demikian ada beberapa sanggar seni dari luar Polman dan Sulawesi Barat yang menyatakan kesediaan ikut berpartisipasi." Kata Mustari. Jumat (20/7/2018).

"Namun ketebatasan waktu yang dialokasikan kepada penampil setiap malam maka diprioritaskan kepada sanggar seni lokal." Tambah Mustari

Dari rancangan jadwal, penampil setiap malam dipanggung utama PIFAF yang didesain Stage management setiap malam delapan group kesenian, tiga group kesenian tamu negara dan lima group kesenian lokal.

"Target panitia adalah 30 sanggar seni lokal dengan asumsi lima grup setiap malam kali enam. Kecuali malam pertama peserta tamu negara belum ada yang tampil karena mengikuti acara welcome dinner di Pendopo  Mini Rujab. Tetapi di malam terakhir pada acara closing ceremony (Penutupan) semua negara tampil." Tutur mantan wartawan itu.

Lebih lanjut Mustari menjelaskan, inti dari informasi tersebut, kenapa dibatasi hanya sanggar seni lokal saja, alokasi waktu tampilan setiap malam hanya mampu mengakomodasi delapan group kesenian dengan durasi 10 sampai 15 menit di luar masa persiapan pengaturan langgung.

"Grup kesenian lokal di Polewali Mandar saja ada 57 grup kesenian termasuk sanggar seni binaan sekolah dan sanggar seni tradisi. Disamping dari alasan tersebut tentu saja alasan yang paling utama adalah mengacu pada tema PIFAF 2018 ‘Mengenalkan Negeri, Melestarikan Tardisi’ tentu memberi ruang seluas-luasnya kepada sanggar seni lokal untuk berekspresi.” Tutup Mustari Mula Tammaga.(***)





POLEWALITERKINI.NET – Hak anak atas pendidikan, mendapatkan makanan dan kesehatan, perlindungan,  identitas, nama dan kewargaan bahkan hak anak atas kesamaan, rekreasi dan partisipasi anak adalah hak anak yang sangat fundanental yang tidak terpisahkan dari hak asasi manusia.

Demikian instrumen international PBB tentang Hak Anak mengaturnya dalam berbagai cluster yang wajib di implementasikan dan  negara terikat secara politis dan yuridis.

Namun fakta tidak terelakkan dan menunjukkan,  bahwa situasi dan kondisi anak Indonesia belum menguntungkan. Situasinya sangat memprihatinkan dan membutuhkan tindakan nyata,  kebersamaan bangsa dalam wujud aksi solidaritas nasional.

Sebab kasus-kasus kejahatan dan perampasan hak anak, kekerasan dan penelantaran terus terjadi dimana-mana. Bahkan sebarannya merata di desa dan di kota. Anak Indonesia saat ini menangis menghadapi situasi yang tidak  menguntungkan.

Anak menjerit setiap hari menghadapi kekerasan seksual dan berbagai bentuk eksploitasi, penelantaran dan praktek diskriminasi.  Sebagian anak-anak balita telah tergantung dan menjadi budak dari media sosial dan dunia maya yang berdampak memunculkan bentuk-bentuk kekerasan baru terhadap anak yang tersembunyi.

Tangisan anak dari berbagai bentuk kejahatan dan pelanggaran hak anak yang nyata dan dihadapi anak membutuhkan tindakan nyata, bukan dijawab dengan kegiatan-kegiatan atau akvitas seremonial saja baik ditingkat daerah dan nasional, seolah-olah tidak  ada masalah dan  seolah-olah  pula anak Indonesia  telah hidup bahagia  dan terbebas dari segala bentuk pelanggaran-pelanggaran hak anak dengan menunjukkan kegiatan instan dan projek.

Seringkali masalah anak dijawab dengan menggukan jargon-jargor dan kegiatan-kegiatan seolah-olah tidak ada derita dan tangis anak Indonesia. Padahal nyatanya bahwa anak kita anak Indonesia masih terus menangis dan masih hidup dalam bayang-bayang kekerasan dan perampasan kemerdekaan hak anak.

Oleh itu,  dalam peringatan Hari Anak Nasional 2018 , Komisi Nasional Perlindungan Anak  bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di seluruh nusantara mendesak dan mendorong jangan melupakan tangisan anak Indonesia dengan mengalihkan dengan kegiatan seremonilal semata serta memkampanye jargon-jargon  seolah-olah anak Indonesia sudah terbebas dari pelanggaran hak anak dan merdeka!.

Demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada media di Jakarta. Sabtu 21/07/18.(***)

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini