PIFAF 2017

Sabtu, 21 Oktober 2017

Kapolsek Matangnga, Iptu Andi Rady
POLEWALITERKINI.NET – Perwira ganteng Dua Balok ini adalah putra Kelahiran Polman, kini menjabat sebagai Kapolsek di wilayah Matangga. Penerapan hukum di wilayahnya tak selalu kedepankan hukum positif, namun juga menerapkan hukum kenbiasaan dan adat.

Demikian Kepala Kepolisian Sektor Matangnga IPTU Andi Rady saat ditemui di Desa Lilli, Kecamatan Matangnga, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, usai acara Peresmian Kantor Desa Lilli dan Deklarasi ODF. Rabu, 18 Oktober 2017.

Dia mengatakan, sejumlah kriminal ringan seperti kenakalan remaja, curi ayam dan maling jemuran serta penyakit masyarakat judi dan minum minuman keras membuat onar di kampung terkadang hanya diberikan hukuman sanksi sosial.

“Ia kita memberikan sanksi soaial dengan menerapkan Hukum adat dan kebiasaan, berupa rambut di gondol alias plontos, karena ini merupakan Efek jera dan malu melakukan perbuatannya ke 2 kalinya dan ini efektif di berlakukan di wilayah Hukum Polsek Matangnga.” Kata Perwira Polisi Dua Balok Kelahiran 1977 ini.

Tindak pindana pencurian tak semuanya hanya diberikan hukuman seperti itu, terkecuali pelaku terlibat pencurian besar dan judi besar sabung ayam dan perkelahian itu sanksi ditahan di ruangan sel dan terproses secara hukum.

“Walaupun kita pahami di wilayah Pitu Ulunna Salu (PUS)  ada ikatan Hukum adat, yakni Adat Tuho (Tuo  Bahasa Mandar), prinsip penegakan Hukum Positif juga harus di berlakukan untuk memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.” Kata IPTU Andi Rady. 

Persoalan hukum seperti prosesi pernikahan yang rumit, misalnya kawin lari maupun sengketa soal harta gonogini terkadang adat yang menyelesaikannya itu pun pihak pengamanan terus mengikuti proses dan perkembagannya.

“Polisi tak mau kecolongan, tetapi kalau kenakalan remaja curu curi ayam dan tanaman pisang untuk acara bersama  ketahuan dan dilapor warga, sanksi itu tadi digondol rambutnya.” Kata polisi ganteng kelahiran Matangnga.

"Jadi" kata  Andi Rady, Kasus besar tetap kita teruskan ke Polres, pelakunya dititip di tahanan Polres sambil proses hukum karena kita di Matangnga belum ada ruang Sel tahanan yang memadai. Ucapnya.

Laporan  :  Burhanuddin Haruna

Guru Besar  UMI Mksr Berbincang di Aula  LP2M IAI DDI
Tampak Tengah Baju Putih Rektor, Salam Harianto,
kiri wakil rektor 2, Muktar Masgudi
dan Dejan Tarbiyah, Abd Wahid
POLEWALITERKINI.NET - Bertempat di aula  LP2M IAI DDI Polewali Mandar. Rabu, 18 Oktober 2017 Guru Besar Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Natsir Hamzah M.Si, diterima Rektor IAI DDI Polman, Drs H Salam Harianto M.Pd.

Selain Rektor juga turut hadir wakil Rektor 2, Muktar Mashudi M.Si dan dekan Fakultas Tarviyah, Abd Wahid S.Ag M.Si.

Seperti disampaikan Direktur Google Educator Groep (GEG) yang juga dosen IAI DDI Polewali Mandar, Mihram S.Pd M.Si M.Pd, kehadiran Guru besar UMI ke IAI DDI melihat dari dekat seperti apa para dosen merancang strategi penelitian bagi dosen guna peningkatan kualitas.

Muaranya lanjut Mihran, menuju ke era digital yang saat ini sementara berkembang di internal Kampus IAI DDI dengan metode sistem pembelajaraan Online dan penilaian Online pula dan juga sekaligus melihat langsung prosesi pembuatan Jurnal pendidikan Islam dengan pendekatan interdisiliner (JPPI).

Dia tambahkan, kehadiran Tokoh pendidik berskala Nasional di kampus, berharap bisa membawa berkah bagi kita semua demi kepentingan mahasiswa yang kita didik diberbagai disiplin ilmu dan Perguruan yang kita tempati berkarya demi anak bangsa yang Cerdas dan berakhlak mulya dengan pendekatan IT menuju Globalisasi dunia modren di masa datang.

Laporan  :  Burhanuddin Haruna

Ketua Sahabat Penyu, Muhammad Yusri Menerima
Bantuan Dari Kementerian
Pertemuan di Rumah Penyu
Rumah Penyu Pantai Mampie Polman
POLEWALITERKINI.NET – Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Satuan Kerja Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok masyarakat penggerak konservasi Sahabat Penyu, di Dusun Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Kamis (19/10).

Kepala Seksi Jejaring konservasi direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) Ihsan Ramli, menyebutkan bantuan sarana dan prasarana merupakan satu unit bangunan rumah, berisi ruang pertemuan kelompok, perpustakaan, laboraturium konservasi mini, kantor administrasi.

Selain itu 3 unit Gesebo, Satu bank penangkaran tukik, papan informasi penangkaran tukik dan penyu, kamera, GPS dan Teropong diserahkan kepada Ketua Kelompok Sahabat Penyu, sesuai kebutuhan.

Bantuan sarana dan prasarana itu untuk meningkatkan kinerja dan terus bersemangat dalam melestarikan biota laut, yakni penyu.

"Kementerian Kelautan dan Perikanan sangat memperhatikan kelompok masyarakat penggerak konservasi di seluruh wilayah Indonesia, yang peduli terhadap biota-biota laut, utamanya hewan laut sangat langka dunia. Apalagi penyu, hewan laut jenis hanya tujuh didunia. Enam diantaranya di wilayah Indonesia. Maka itulah memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk medukung program pemerintah." Sebut Ihsan Ramli.

Ihsan menjelaskan selain bantuan sarana dan prasarana diberikan kepada kelompok Sahabat Penyu, juga mendapatkan pendidikan dan pelatihan penangkaran tukik yang modern. Sehingga hasil penangkaran tukik, lebih baik, sesuai dengan standar.

"Semua anggota Kelompok Sahabat Penyu dan masyarakat sekitar diberikan pendidikan dan pelatihan dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, dengan tujuan metode konservasi penangkaran tukik lebih baik lagi. Termasuk dapat mengetahui dengan cepat penyu-penyu akan bertelur di pantai. Serta telur penyu dapat menetas secara sempurna tanpa cacat. Bengitu pula dapat memastikan dan penentuan hari menetasnya telur menjadi tukik." Kata Ihsan Ramli.

Sementara Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Andry Indryasworo Sukmoputro, alasan memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok Sahabat Penyu, karena selama 2 tahun terakhir Sahabat Penyu secara sukarela melakukan kegiatan sosial penangkaran tukik. Bahkan biaya pribadi di keluarkan untuk membeli telur penyu dari masyarakat, agar tidak dijual di pasar.

Selain Sahabat Penyu, juga aktif menyampaikan kepada nelayan, lembanga pemerintah, baik Kepolisian, Kejaksaan, Pemerintah Provinsi dan kabupaten Polman tentang pelestarian lingkungan hidup, utamanya biota-biota laut penyu. 

Kelompok Sahabat Penyu, juga ikut memburu penyu hingga di perairan kabupaten Majene, demi penyu tidak dijual kepada perusahaan.

"Bantuan sarana dan prasarana diberikan baru untuk operasional kelompok Sahabat Penyu. Nantinya akan ditambah, karena program Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, akan menjadi lokasi konservasi, seperti kelompok Sahabat Penyu, sebagai daerah pemafaatan lingkungan hidup yang berproduksi. Dimana muncul usaha kelompok, berapa kerajinan dari limbah yang dibuang berupa cenderamata berupa, tas, dompet, gantungan kunci dan patung mediantur penyu."
Katanya.

Ketua Sahabat Penyu, Muhammad Yusri, mengungkapkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, semakin meningkat kinerja kelompok Sahabat Penyu, untuk lebih perlihatkan kepada masyarakat melestarikan penyu dari kepunahan. Apalagi biota penyu paling banyak di sepanjang pesisir sulawesi. Jika penyu punah dipastikan ikan juga akan semakin hari berkurang.

"Semua bantuan akan dipergunakan dan dijaga dengan baik. Sekaligus kinerja kelompok Sahabat Penyu, terus mengajak semua pihak, khususnya yang berada dipesisir dan perairan ikut bekerjasama melestarikan biota-biota laut penyu.” Kata Yusri.

Laporan  :  Nadi

Obat Herbal Ditukar Dengan Cincin Emas
Dua Orang Dimankan Polisi
Botol Obat Herbal dan Cincin Emas Diamankan Polisi
POLEWALITERKINI.NET – Kembali Personil Polisi Pos Lalu Lintas Satuan Lantas Polres Polman di Dusun Silopo, Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berhasil mengamankan 2 orang diduga terlibat dalam tindak pidana penipuan dengan menawarkan obat Herbal.

Peristiwa ini terjadi berawal adanya partisipasi warga Dusun Bajoe, Desa Rea Timur, melaporkan kejadian yang dialami kepada Kepala Desa, sehingga laporan itu diteruskan kepada petugas Kepolisian Polsek Binuang dan petugas polisi  Pos Lalu Lintas di Silopo.

Menerima informasi itu pihak Kepolisian Lalu Lintas di Pos Silopo melakukan penjagaan ketat dan berhasil mengamankan mobil bersama 2 orang dan sejumlah barang yang diduga obat herbal, kemudian diserahkan kepada penyidik Polsek Binuang.

Kasat Lantas Polres Polman, AKP Paulus Pathibang, S.Sos membenarkan jika anggotanya mengamankan 2 orang penjual obat Herbal atas Laporan warga Dusun Bajoe kepada petugas Pos Lalu Lintas Dusun Silopo, Binuang.

“Benar anggota di Pos Polisi Lalu Lintas Silopo, Mirring, Binuang, mengamankan Nr (38), IRT, alamat Tarusang, Kelurahan Monro-monro, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan bersama putra dan putrinya, yakni MHR (7) dan BIN (4). Selain itu juga mengamankan ISS (25) Swasta, alamat Jalan Syech Yusuf VI, Kelurahan Katangka, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.” Kata Kasat Lantas Polres Polman, AKP Paulus Pathibang, S.Sos.

Dari keterangan warga berawal ketika 2 orang ini menjual produk Obat Herbal kepada warga di Dusun Bajoe, Desa Rea Timur, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, yakni SAPINA sebanyak 10 butir Prima Temu Putih dan 10 biji Prima Tiroid dengan harga Rp. 1.375.000.

Namun karen tak memiliki uang maka obat tersebut dibayar dengan menggunakan 2 buah cincin emas berat 2,2 Gram. Belakangan suami korban keberatan dan menganggap transaksi itu ada unsur penipuannya, obat yang dijual tak bereaksi sedikitpun dan harga mahal.

Warga juga menduga obat itu hanya jenis herbal/pil jamu biasa, karena tak terima selanjut melaporkan hal tersebut ke Polsek Binuang dan Pos Lantas Silopo untuk mencegat pelaku yang berencana menuju Kodya Makassar dengan menggunakan mobil Avanza warna hitam.

“Jadi Jumat kemarin, 20 Oktober 2017 sekitar pukul 20.00 wita warga bersama Kepala Dusun Bajoe, Desa Rea, Kecamatan Binuang, SUNUSI didampingi anggota intel Kodim 1402/Polmas SERTU RAHMAT membawa 2 orang Penjual obat herbal Prima yang diduga telah melakukan penipuan.” Kata AKP Paulus Pathibang, S.Sos.

Selain 2 orang polisi juga amankan obat produk Prima herbal yang dibawa oleh pelaku sebanyak 39 botol (Herbal bentuk Kapsul) dan 8 botol minyak gosok dalam bentuk Spray (Semprot) yang sebagian kosong dan.

Jenis obat yang berisi diamankan, Prima Tensi 1 botol, Prima Brotowali 1 botol, Prima Temu Putih 1 botol, Prima Batu Ginjal 1 botol, Spray Celebes/minyak gosok 8 botol. Sementara yang kosong, yakni Prima Mengkudu 1 botol, Prima Temu Putih 6 botol, Prima Brotowali 2 botol, Prima Daun Bidara 2 botol.

Kemudian Prima Kolestrol 2 botol, Prima Gurah 1 botol, Prima Vera 2 botol, Prima Pegagan 1 botol, Prima Liverchan 1 botol, Prima Lhivemine 1 botol, Prima Lhiver Vit 1 botol, Prima Kenas 1 botol, Prima Lhituber 1 botol, Prima Kista 1 botol, Prima Prostat 1 botol.

Setelah melakukan pemeruiksaan di Polsek Binuang, polisi melakukan pengembangan dengan mendatangi toko emas "SIPURENNU" di Kompleks Pasar Sentral Pekkabata, H. NURDIN alias Bapak AYU dan menyita 2 cincin emas yang telah dijual oleh terlapor.

kemudian pelaku beserta Barang bukti berupa obat herbal dan Spray beserta 1 unit mobil Avanza Nopol DD 1003 QV saat ini diamankan di Polsek Binuang untuk proses lebih lanjut atas dugaan penipuan dan melanggar UU Kesehatan dan Perlindugan Konsumen.(*)

Kamis, 19 Oktober 2017

Bupati Andi Ibrahim Masdar Bersama Kadis Kesehatan
H.A Suaib Nawawi dan Kades Lilli, Hasrullah
Baliho ODF
POLEWALITERKINI.NET – Sebuah kampung di kaki gunung Dongi berada di bagian selatan ibu Kota Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terkenal dengan sebutan Desa Lilli.

Wilayah ini pada tahun 2018 mendatang dijanjikan jalan mulus rabat beton dan aspal hotmis sekitar  30 Kilo Meter dari titik Nol di Desa Sabura, Kecamatan Bulo. Rencana Pemrov ini disambut baik warga Lilli, Rangoan, dimana sebelumnya Dinas PUPR Sulbar datang mengukur.

Baru ini Bupati Polewali Mandar menghadiri deklarasi warga Lilli terkait program Open Defesion Free (ODF) Buang Tinja di ruang terbuka. Sebuah program kerja sama dinas kesehatan yang dibiayai oleh Anggaran Bantuan Desa (Nawacita Jokowi). Rabu, 18 Oktober 2017.

Usai menggunting pita tanda diresmikannya kantor Desa Lilli yang dibiayai ADD Bupati menyampaikan permohonan maaf atas terlambatnya tiba, itu karena sebelumnya mendampingi Gubernur Sulawesi Barat menghadiri pesta panen jagung di Kecamatan Tapango.

Tak hanya itu kegiatan berlanjut meresmikan jembatan besi di sungai Salu Lambu, Desa Tapua, Kecamatan Matangnga yang merupakan jalan poros utama ke Wilayah Lilli. Sebelumnya akses ini hanya memiliki jembatan gantung kini sudah permanen dengan biayai sekitar Rp. 800 juta rupiah.

Pembangunan akses infrastruktur jalan dan jembatan adalah janji ketika kampanye dan Insha Allah kedepan juga akan menikmati jalan mulus dengan lebar 11 meter dari Sabura hingga ibu kota Matangnga 

“Anggaran jalan ini sekira Rp. 15 Miliar kami siapkan bersama Gubernur dan paling lambat bulan Februari - Maret 2018 mobil besar (Alat berat) sudah masuk, kini mereka sementara berada di Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, menyelesaikan pengaspalan jalan.” Kata Bupati Polman.

Akses jalan Pulliwa adalah jalur utama perekonomian warga Matangnga, termasuk warga Desa Lilli. Bahkan jalan Poros Matangnga-Mambi dan Mamasa kini sudah mulai dan sudah ditargetkan rampung. Kata Putra HM Masdar Pasmar adik kandung Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar.

Pada kesempatannya Kepala Desa Lilli, Hasrullah melaporkan bahwa tahun ini wilayahnya mendapat berkah Lailatul kadar, karena mendapat bantuan anggaran Desa dari pusat dan bersumber dari APBD senilai Rp. 2 Miliar Rupiah.

Suasana penuh persahabatan antara sejumlah pejabat teras Pemkab Polman, rombongan AIM track, rombongan Bupat disambut tarian adat dan Matoala, kesempatan itu AIM langsung memerintahkan Master Player AIM Elekton musik untuk menyiapkan lagu.

Sepuluh lagu dari irama ranca, rege dan dangdut berkomandang memecahkan langit bumi Lilli, berjoget ikuti irama lagu, bahkan Imam Desa pun ikut bernyanyi dengan lantunan lagu daerah Mamasa yang syairnya menyebut Bambang Tabulahan Mambi. “Kita semua bersatu dari PUS ke PBB”.

Menjelang acara penutup penulis juga di daulat menjadi artis, bernyanyi dengan lagu Gadis atau Janda, lagu itu sekaligus menjadi akhir acara.

Malam sebelum Bupati hadir, rombongan AIM Elekton Musik dengan Master Player Coan lebih dahulu hadir menghibur warga, bersama warga dan kepala desa memberi kesempatan para kawula muda, remaja putri ikut mengembangkan bakat.

Seperti 3 tahun lalu sebelum ILHAM lolos Akademi Dangdut, berkali kali diundang bernyanyi di Desa Lilli maupun Matangnga, kini sudah berpredikat artis Nasional asal Kecamatan Matangnga, Polewali Mandar.

Bakat terpendam malam itu kembali terdengar, salah satu penyanyi Tunanetra bernama Adel memiliki alunan suara Luarbiasa, dia pun mendapat sawer uang bergantian dari pengunjung. Baju milik penulis disumbangkan.

“Bernyanyi membuat kita terharu dengan lagu milik Rhoma Irama "KERAMAT" iramanya hingga menembus relung relung hati dan membuat kita teringat kepada ibu kita yang melahirkan, baju yang saya pakai di atas panggung itu saya persembahkan untuk Adil.”

Laporan  :  Burhanuddin Haruna