Kamis, 16 Agustus 2018

Seminar Bahasa Arab Undang Pemateri Asal Sudan
POLEWALITERKINI.NET – Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Darud Dakwah Wal Irsyad (IAI DDI) Polman menggelar seminar Pengembangan Keterampilan Bahasa Arab Bagi Penutur Asing di Aula Kampus IAI DDI Polman. Senin, 14 Agustus 2018 lalu.

Peserta seminar tersebut sebanyak 80 orang gabungan dari Pondok Pesantren (Ponpes) Se-Polewali Mandar di antaranya Ponpes Al-Ikhlas Lampoko dan Ponpes Al-Ihlas DDI kanang.

Ketua Prodi PBA IAI DDI Polman, Basri Mahmud mengatakan, Pengembangan Keterampilan Bahasa Arab Bagi Penutur Asing bertujuan untuk mengasah kemampuan dan keberanian mahasiswa/siswa dalam berbahasa Arab.

"Karena siswa atau mahasiswa menganggap bahasa arab itu pokoknya susah, ini harus diasah agar mereka memiliki keberanian." Ungkap Basri Mahmud saat ditemui di Aula Kampus IAI DDI Polman.

PBA mengadakan seminar dengan mengundang pemateri dari Sudan. Selain itu ia berharap, agar dengan adanya seminar peserta mampu mengembangkan Bahasa Arab di Rana Internasional.

Sementara itu, selaku Narasumber pertama dari Sudan Umar Muh Toha Al-Qannnani mengatakan, Bahasa Arab itu tidak mesti ditakuti dan dijauhi karena Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur'an dan Hadis.

"Jadi mau tidak mau harus didalami untuk memahami kandungan kitab suci Al-Qur'an dan Hadis." Ujar Narasumber asal Sudan, Umar Muh Toha Al-Qannnani (Terjemah bahasa indonesia).

Untuk itu ia sangat berharap, dengan selesainya pelatihan tersebut semoga dapat dilanjutkan kedepannya.

Diketahui Umar Muh Toha Al-Qannani juga salah satu Guru Bahasa Arab di Sudan dan sementara Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab STIBA Makassar, Sulawesi Selatan.
Laporan : Bahrun.


Korban Tertikam dan Meninggal Dunia di Rumah Sakit
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Satuan Reskrim Polres Polman, bersama tim IK Kepolisian Sektor Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berhasil menangkap 3 orang diduga terkait insiden penikaman di Pasar Malam, Pappang, Campalagian. Kamis, 16 Agustus 2018.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Niki Ramdhany.,S.E., S.I.K mengatakan, pihak kepolisian melakukan pengejaran karena adanya dugaan penikaman hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dengan menggunakan badik (Sajam).

“Kita lakukan olah TKP dan berdasarkan informasi tersebut 3 orang, kemudian tim bergerak cepat melakukan pencarian dan menemukan ke 3 nya di rumah keluarga (JM dan (FS) di Dusun Labuang, Desa Laliko sekitar pukul 05.00 Wita.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Niki Ramdhany.,S.E., S.I.K.

Belakangan diketahui 2 diantara 3 orang ini bersaudara, yakni inisial JM (20), FS (18) warga Jalan Cumi-cumi, Kelurahan Pappang, Kecamatan Campalagian, Polman. Dan DL (16), warga Desa Lagi agi, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.

Setelah mengamankan ketiga orang ini lanjutnya, petugas Kepolisian melakukan interogasi dimana diketahui bahwa kejadian bermula saat FS (18) bersenggolan dengan korban (SAM) hingga terjadi perkelahian.

“Perkelahian pelaku FS (18) ini melibatkan saudaranya JM (20) dimana membantu hingga korban (SAM) terjatuh, dan saat kondisi jatuh (FS) langsung mencabut sebilah badik dari pinggangnya dan langsung menghujamkan sebanyak kurang lebih 4 kali ke arah korban.” Kata AKP Niki Ramdhany.,S.E., S.I.K.

Sementara hasil interogasi DL (16) diketahui bahwa dirinya tidak terlibat secara langsung berkelahi dengan korban (SAM) melainkan dengan adik kandungnya.

Dia menambahkan, setelah insiden perkelahian selesai pelaku FS (18) langsung lari meninggalkan lokasi kejadian dan membuang badik miliknya disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan korban dilarikan ke RS namun akhirnya meninggal dunia.

Demi kepentingan peyidikan pihak kepolisian langsung mengamankan pelaku Ke Markas Polisi Sektor Campalagian, Polman, untuk selanjutnya diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Laporan : Z Ramdhana.


Rabu, 15 Agustus 2018

Kepala Puskesmas Pekkabata, drg. Chairiyah
SK Pengangkatan Tenaga Perawat Sukarela Promkes
Lampiran SK Perawat Honorer Promkes
POLEWALITERKINI.NET – Upah perawat sukarela tenaga pendamping program promoter kesehatan (Promkes) Puskesmas Pekkabata, Kecamatan Polewali, tahun ini ditiadakan, kebijakan ini diberlakukan lantaran keterbatasan anggaran dan belum masuk skala prioritas.

Kepala Puskesmas Pekkabata, drg. Chairiyah mengatakan, meskipun program promkes memang ada dalam petunjuk teknis (Juknis) mengontrak tenaga sukarela promkes serta kesehatan lingkungan tapi dengan pertimbangan keterbatasan anggaran akhirnya dihapus.

"Saya tidak mengontrak tenaga promkes karena tenaga kesehatan lingkungan juga akan menuntut dikontrak, apalagi ketersediaan anggaran yang minim." Jelasnya. Saat ditemui. Rabu, 15 Agustus 2018.

Menurut Chairiyah,  tahun lalu tenaga pendamping promkes dikontrak dengan upah Rp. 700 ribu per bulan, karena saat itu memang dibutuhkan, sedangkan tahun ini tenaga yang paling mendesak dibutuhkan Puskesmas Pekkabata adalah bidan desa.

"Paling utama yang saya butuhkan itu tenaga bidan desa." Kata Kepala Puskesmas Pekkabata , drg. Chairiyah.

Selain itu, Chairiyah menjelaskan kebijakan mengambil tenaga pendamping  promkes berdasarkan aturan telah dilimpahkan kepada keputusan masing masing kepala puskesmas apabila belum dibutuhkan bisa dipending.

"Tenaga promkes ini maksimal 2 orang untuk tiap puskesmas, sumber anggarannya dari anggaran perubahan." Ujar drg. Chairiyah.

Meski demikian, Chairyah meminta Surat Keputusan (SK) pengangkatan tenaga promkes tidak asal dikeluarkan oleh Dinkes tanpa berkoordinasi kepala puskesmas.

"Sebenarnya aturannnya kalau kita mau mengeluarkan SK kontrak tenaga promkes harus ada rekomendasi dari kepala puskesmasnya." Jelas drg. Chairiyah.

Sementara itu, salah seorang perawat sukarela puskesmas Pekkabata, Hasmawati saat dikonfirmasi mengaku memiliki SK pengangkatan tenaga promkes 2018 dari Dinas Kesehatan (Dinkes), tahun lalu upahnya sebagai tenaga promkes Rp. 700 ribu per bulan.

Namun lanjutnya, tahun ini hingga memasuki bulan Agustus upahnya sama sekali belum terbayarkan, padahal kata dia, sejumlah rekan seprofesinya sesama tenaga promkes yang bertugas  di puskesmas lain luar Polman upahnya lancar terbayarkan.

"SK saya itu ditanda tangani langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, tahun kemarin upah untuk promkes itu Rp. 700 ribu tapi tahun ini katanya naik jadi Rp. 2 juta per bulan, ini yang kita mau tahu dikemanakan dananya." Tanya salah seorang perawat sukarela puskesmas Pekkabata, Hasmawati.

Laporan  :  Z Ramadhana.

Tampak Spanduk Sahabat Penyu
Siswa siswi SDN 060 Mampie Ikuti Karnaval
Angkat Potensi Daerah
POLEWALITERKINI.NET - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia 73 Tahun 2018. Sejumlah sekolah di Kabupaten Polewali Mandar khususnya di Kecamatan Wonomulyo mulai tingkat Taman Kanak-kanak hingga sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA)  ikut serta dalam kegiatan karnaval. Rabu (15/08/2018).

Sejumlah siswa pun ikut dalam kegiatan memperlihatkan potensi yang ada di Daerah ini. Sekolah Dasar Negeri 060 Inpres Mampie misalnya. Siswanya membawa  berbagai macam hasil laut seperti ikan dan rumput laut sebagai hasil budidaya masyarakat Dusun Mampie Desa Galeso serta memakai kostum Sahaba Penyu karena Pantai Mampie juga merupakan tempat penyu lekang bertelur dan membawa tulisan Stop Makan Telur Penyu.

Lilik Sumarjati. Kepala SDN 060 Inpres Mampie mengatakan, bahwa pawai yang diikuti sekolahnya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 bertempat di Alun-alun Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar lebih menonjolkan potensi daerahnya.

"Kita promosikan potensi Daerah kita sendiri. Karena Mampie wilayah pesisir jadi kita angkat Nelayan dan konservasi Penyu." Kata Kepala SDN 060 Inpres Mampie, Lilik Sumarjati.

Lebih lanjut Lilik Sumarjati mengatakan  bahwa lewat kesempatan seperti inilah kita dorong anak-anak kita lebih mengenal dan mencintai potensi dan budaya yang ada di daerahnya apalagi sdn 060 Mampie berada di Daerah pesisir kabupaten Polman.

"Kita kembangkan wisata bahari menjadi aset yang bernilai ekonomi untuk kesejahteraan masayarakat pesisir." Kata Lilik Sumarjati.

Sementara itu, H Alimuddin mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dalam Rangka menyambut HUT RI 73 Tahun 2018 diikuti seluruh sekolah di kecamatan Wonomulyo mulai dari tingkat TK hingga SMA bahkan ada Umum. "Ini diikuti semua sekolah". Tutup Alimuddin.

Laporan : Z Ramdhana

Selasa, 14 Agustus 2018

Pelaku Pencurian di Tapango Tertangkap di Topoyo
POLEWALITERKINI.NET – Nasib pria asal padang, inisial EL (49) harus berurusan dengan polisi, lantaran terendus melakukan pencurian motor, laptop dan Hp saat berkunjung ke Desa Bonato Rejo, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Pria berambut gonrong ini belakangan diketahui beralamat di Dusun Bayor, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Keberadaannya di Sulbar merantau dan membuka warung makan dan usahanya bangkrut.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Niki Ramdhany.,S.E.,S.I.K mengatakan, dalam pengakuan tersangka baru pertama melakukan pencurian. Dia membuka warung namun bangkrut dan saat jalan jalan ke Bonato Rejo, Tapango, melakukan aksi pencurian.

Aksi nekat ini dilakukan sekira tanggal, 10 Agustus 2018. Pihaknya melalui Tim Opsnal Reskrim Polres Polman pun melakukan pencarian dan mengetahui posisi pelaku berada di wilayah Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Tak mau kehilangan target, dipimpin Kanit Opsnal Bripka Rubil Ridwan backup Kanit Reskrim Polsek Topoyo Brigpol Agustinus berhasil melakukan penangkapam. Senin, 13 Agustus 2018 sekitar pukul 17.00 Wita.

Selain mengamankan pelaku personil polisi juga menyita Barang Bukti 1 (Satu) Unit Sepeda motor Merk Honda Revo warna hitam, 1 (Satu) unit laptop merk acer warna hitam, 1 (Satu) unit Hand Phone merk vivo warna putih.

Laporan  :  Z Ramdhana.

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini