PIFAF 2017

Sabtu, 22 Juli 2017

Enam Tersangka PKKPM-PIE Polman
Polisi Menyita Sejumlah Dokumen dan Uang
Press Release Kasus Korupsi
POLEWALITERKINI.NET – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Kepolisian Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menetapkan 6 orang tersangka dugaan Korupsi Program Peningkatan Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Masyarakat Penyedia Infrastruktur Ekonomi (PKKPM - PIE) Kecamatan Tutar, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Diketahui PKKPM - PIE memiliki tiga program utama, yakni pengembangan usaha/kerja keluarga (PUKK). Program ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat miskin/rentan lewat memberikan keterampilan dan meningkatkan keahlian masyarakat.

Berikutnya, penyediaan infrastruktur ekonomi (PIE). Bentuknya, yakni bantuan dana untuk pengadaan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat miskin guna menunjang kegiatan ekonomi.

Ketiga, pendampingan oleh tenaga ahli sebagai fasilitator bagi kelompok rumah tangga miskin. Dimulai dengan tahapan pembentukan dan manajemen kelompok, analisis potensi, pengusulan usaha produktif, pelaksanaan kegiatan, pengelolaan, dan pemasaran produk.

Kapolres Polewali Mandar, Sulawesi Barat, AKBP Hanny Andika Sarbini S.I.K mengatakan, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sudah menetapkan 6 tersangka dalam kasus PKKPM-PIE Kecamatan Tutar, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Dalam perkara ini lanjutnya Negara mengalami kerugian sebesar Rp. 374 Juta Rupiah lebih dari total nilai anggaran sebesar Rp. 2 Miliar bersumber dari APBN tahun 2016 lalu. Dari ke 6 tersangka 5 orang laki laki dan 1 orang perempuan.

Mereka diantaranya MUH. DARWIS (49), (Fasilitator Tehnik Kabupaten), alamat Makassar, VINRIANI PANGGOA (29), alamat Makassar, keduanya tak melakukan pengawasan terhadap program dan terdata hanya 2 kali mendatangi lokasi dampingan.

Tersangka lainnya, YAMBAS S.Pdi (33), Ketua Tim Pengelolah Kegiatan (TPK) Desa Ambo Padang, alamat Tutar. Guntur S.Pdi (30), Ketua TPK Desa Pullewani, alamat Tutar. SUDIRMAN (31), Ketua TPK Desa Taloba, alamat Desa Taloba, Kecamatan Tutar. ACO JABBAR (41), Suplayer Motor Gandeng Tiga Roda, Desa Taloba, alamat Desa Pulewali, Kecamatan Tutar.

Dua terangka adalah Fasilitator dalam program itu yang melaksanakan kegiatan pembangunan pembuatan pekerjaan dari beberapa proyek di sektor pertanian, peternakan, Jasa Usaha, dan sektor Industri Minyak Kelapa.

Motif pelaku kata Hanny Andika, melakukan konspirasi untuk memperkaya atau mendapatkan keuntungan dari kegiatan yang dilaksanakan.

Ada beberapa modus operandi yang berhasil kami ungkap yang pertama mengurangi jumlah volume beberapa pekerjaan di sektor Pertanian, Peternakan, Jasa Usaha, dan juga sektor Industri Minyak Kelapa. Ke 2 melakukan Mark Up dari pengadaan barang barang berupa kendaraan motor roda 3. Dan yang ke 3 tidak melaksanakan tugasnya sebagai Fasilitator dan Pengawas yang bertugas untuk monitoring mengawasi kegiatan sehingga kegiatan pengadaan menyalahi spesifikasi tak terlaksana dengan baik.” Ungkap Kapolres Polman. AKBP Hanny Andika Sarbini, S.I.K.

Dari kegiatan mereka melakukan kejahatan Korupsi tim Unit Tipikor Polres Polman, juga berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) berkaitan dengan kegiatan, yakni dokumen dokumen PKKPM – PIE kemudian uang tunai sejumlah Rp. 10.650.000,- buku rekening tabungan BRI dan 1 buah Flash Disc berisi data data kegiatan.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 2 subsieder Pasal 3 Undang undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun dengan denda minimal Rp. 200 Juta Rupiah sampai dengan Maksimal Rp. 1 Miliar Rupiah.(*)












Sulaeman Dimintai Keterangan Oleh Polisi
Barang Bukti Disita Polisi
Kendaraan Motor Yang Digunakan Sulaeman
Kompol Muhammad Imbar Bakri Melihat Barang Bukti
POLEWALITERKINI.NET –.Diduga berawal dari cekcok sengketa tanah pekarangan rumah antara pelaku dan keluarga korban akhirnya menimbulkan konflik perkelahian duel satu lawan satu yang berujung maut, dengan tewasnya Suleman (38 tahun). Sabtu, 22 Juli 2017.

Berdasarkan keterangan Masdar, tersangka pembunuhan mengatakan, peristiwa ini. Sabtu, 22 Juli 2017 sekitar jam 3 sore, bermula saat dirinya pulang dari kebun miliknya namun dalam perjalanan kendaraannya kehabisan bensin dan mengambil kendaraan kemanakannya.

Namun saat meninggalkan rumah kemanakannya berpapasan dengan Suleman (Korban) pembunuhan di perempatan jalan Dusun Kanusuang, Kecamatan Bulo, Polman, selanjutnya saat berhadapan korban langsung memarangi dirinya sehingga pelaku terjatuh dari motor.

Tetapi pada saat yang sama korban sigap mencabut parang  yang sudah terselip di pinggangnya, kemudian membalas serangan pelaku.

"Dia (korban) hadang saya di perempatan jalan Kanusuang, saya saat itu ingin pulang dari kebun, motor habis bensin dan mengambil motor di rumah kemanakan, pas keluar dari pekarangan menuju ke jalan ketemu Suleman (Korban) dan langsung memarangi duluan, saya terjatuh dari motor kemudian mencabut parang untuk membalas serangan pelaku, akhirnya terjadilah duel satu lawan satu." Kata Masdar di Ruangan Polres Polman.

Masdar juga katakan, mencoba menangkis dengan mengarahkan parang dibagian pipi kiri dan leher korban sambil mundur.

Saya terjatuh saat diparangi dan mengena pada bagian dada dan lengan kanan, saya membalas dengan mengarahkan parang dibagian pipi dan leher.” Katanya.

Tak berapa lama ber­se­lang, Suleman tumbang di jalan. Sementara, pelaku bergegas kabur.

"Banyak saksi mata yang melihat pak, begitu saya lihat korban sudah duduk kemudian tumbang, saya langsung tinggalkan lokasi, karena banyak keluarganya yang datang." Ungkap Masdar.

Polisi yang men­dapatkan kabar tersebut langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kemudian melakukan tindakan preventif dengan menangkap pelaku agar kejadian tidak melebar.

"Iya, pertama kami lakukan tindakan pencegahan dulu, dengan menangkap pelaku." Ujar Kompol Muhammad Imbar Bakri Kapolsek Wonomulyo.

Diketahui, antara korban dan pelaku masih ada hubungan kekerabatan dan satu kampung di Kanusuang.

"Kakak kandung saya dengan kakak Suleman (korban) menikah, kami saling kenal, bahkan sering senyum sapa jika ketemu, saya juga tidak tahu kenapa tiba tiba dia menyerang, saya kira persoalannya ini, karena saya ada persoalan sengketa tanah pekarangan dengan sepupunya dia (Suleman)." Terang  Masdar.

Korban Suleman dikabarkan tak langsung meninggal di TKP, namun setelah berada di Puskesmas Wonomulyo, Polman.

Laporan  :  Z Ramadhana












Jumat, 21 Juli 2017

Dispop Sambut 33 Peserta AISEC
Disambut Dengan Tarian Mandar
Foto Bersama
Para Turis Muda Menyukai Nasi Beras
POLEWALITERKINI.NET - Tari Tradisional selamat datang “welcome to Polewali Mandar” di pertontonkan dengan sangat apik, oleh  5 gadis yang tergabung dalam sanggar tari Labada dari Kecamatan Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Tarian mengambarkan keramah tamahan Masyarakat Polewali Mandar, merupakan budaya Masyarakat Mandar yang juga bagian dari silaturahmi memperekat hubungan satu sama lain. Ini dilestarikan setiap menyambut tamu baik itu turis, pejabat yang berkunjung, ke daerah ini. 

Pentas tarian  sangar labada di panggung hiburan sebuah Cafe Beru Beru Kecamatan Polewali, berlangsung. Jumat malam (21/7/2017). Tarian ini,  mengundang antusias turis untuk mengabadikan gambar tarian alat komunikasi masing masing peserta AISEC.

Merka berasal dari negara Jerman, China, Amerika, Vietnam, Belanda dan perwakilan Indonesia disuguhkan tari penjemputan. Rombongan Mahasiswa jurusan kesehatan ini tergabung dalam perhimpunan Mahasiswa dunia AISEC agendanya, melaksankan program kesehatan di Polewali Mandar.

Kedatangan 33 Orang Peserta AIESEC rata rata berusia 20-21 Tahun, tiba di Polewali Mandar beserta pendamping difasilitasi Panitia PIFAF, AIESEC UNHAS, Green Generation Sulbar, dan diterima langsung oleh Ketua Panitia PIFAF Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar, Mustari Mula bersama Unit kerja terkait.

Peserta pra Pifaf dan Tim AIESEC Program Program Kesehatan  antara lain, Catarina Pereira Barao, Sofia Begonha Morgado, Joanna Freire Gameiro dan Joanna Simes dari Portugal. Peserta dari Amerika Sara Navi, Jeri Walkow, dari Cina Elida Caro, Ricky, Jason/Muhuiyan, Helen, Raymond, Bruce, Tongxuan Gao, Meloy. Dari Belanda Yvon Tijhuis,lotte Marshanden, Britt van der leeden, asal vietnamThgien LY (Stephanie), asal prancis Melisa citak, Yousra Jenbil,Ronja Berning asal jerman.

Tenks for antusiasm dance nice toninght (terima kasiah atas sambutannya tariannya bagus) kami datang gembira bisa mengikuti program kesehatan, sesuai disiplin ilmu kami dari kedokteran.” Kata  salah seorang perwakilan Peserta AIESEC Melisa Citak dari Negara Prancis.

Sela sela jamuan makan malam,  di Cafe dan Resto Beru Beru peserta Pra-PIFAF sharing informasi satu sama lain terkait sejumlah hal khususnya kuliner daerah. Salah satunya Peserta asal Negara Portugal Catarina Pereiro Barao mengaku menyukai nasi (Beras) yang disuguhkan di cafe beru beru menurutnya kuliatasnya alami dan wangi. (*Media Center Kominfo Polman/polewaliterkini.net)
Penyelesaian Dengan Jalur Kekeluargaan
Asik Kan Tudang Sipulung
Pelukan Perdamaian
Senyum, Pelukan dan Jabat Tangan Adalah Cerminan
Bahagia Hmmm
POLEWALITERKINI.NET – Nah...! Saling berpelukan seperti wingki wingki, ini adalah proses akhir perkara yang dilakukan petugas Polisi Bhabinkamtibmas Kelurahan Pekkabata dan Darma, Brigpol MUKHLIS. Meski sebelumnya melaporkan kejadian penganiayaan ke Polisi namun berakhir damai. Jumat (21/07/2017).

Perdamaian yang dimediasi Bhabinkamtibmas. Kamis, 20 Juli 2017 sekitar Pukul 14.30 wita di tempat sederhana ruang tunggu Satuan Reskrim Polres Polman.

Para pihak menyepakati perdamaian dan tidak memperpanjang terkait Perkara Tindak Pidana Secara bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang.

Meski pihak polewaliterkini.net tak berhasil mengorek keterangan apa motif penganiayaan itu, namun 4 pelaku dalam proses mediasi bersedia memberikan biaya pengobatan kepada korban ANDI MAHMUD (48) alamat Jalan Mangundang, Kelurahan Polewali, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman sebesar Rp. 500 ribu rupiah dan korban pun ikhlas berdamai.

Sementara pelaku SULAIMAN (21) alamat Linngkungan Mombi, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Polman, berteman 4 orang, juga mengaku tak akan mengulangi perbuatannya terhadap korban ANDI MAHMUD maupun melakukan tindak pidana lain setelah perkara itu.

Penyelesaian perkara tindak pidana ringan melalui jalur kekeluargaan sebenarnya sudah menjadi tradisi leluhur dan anak Bangsa Indonesia dalam menyelesaikan suatu persoalan. Ini bukan berarti tak menghormati proses hukum positif untuk mencari keadilan.

Dikutip Barda Nawawi Arief (2008), pada perkembangannya alternatif penyelesaian sengketa tersebut tidak hanya dipakai untuk menyelesaikan masalah perdata, namun juga sering dipakai untuk menyelesaikan perkara pidana. Aparat penegak hukum dapat menjadi mediator dalam penyelesaiannya.

Hanya saja kelemahan dari penyelesaian perkara pidana di luar pengadilan ini tak ada landasan hukum formalnya, sehingga sebuah kasus yang sudah selesai secara musyawarah dengan mediator aparat penegak hukum maka apabila terjadi pergantian pejabat penegak hukum maka kasus tersebut bisa diproses kembali.(*)

Solidaritas Seangkatan, Alumni Pelajar Gelar Bazar
Peduli Sosial
Alumni SMANSA 2017
POLEWALITERKINI.NET - Alumni 2017 SMA Negeri 1 Polewali yang tergabung dalam Vestro 17  Present, Helat Bazar Sosial demi membantu teman seangkatan atas nama Benonie Bahar yang kini di vonis dokter menderita Penyakit Hepatitis B (Lever). Kini seangkatannya harus dirawat intensif.

Bazar yang dilangsungkan. Jumat Malam, 21 Juli 2017 di Warkop Todzilaling Pekkabata, berhasil mengumpulkan dan akan diserahkan Panitia langsung ke rumah orang Tua Benonie Bahar di Kuningan, Desa Campurjo, Kecamatan Wonomulyo.

Teman Seangkatan yang menjadi paniitia Bazar Aji Priawan yang ditemui Media disel sela acara Bazar mengatakan, Benonie Bahar Siswa SMAN 1 Polewali yang baru lulus tahun ajaran 2017 ini adalah teman belajar di Jurusan IPA.

Alasan terserang penyakit parah sehingga tahun ini belum mendaftar masuk perguruan tinggi. Dia mesti berobat lebih dulu dan malam ini sejumlah alumni seangkatan menyebar undangan untuk hadir di bazar sosial yang kita Helat di Warkop Todzilaling semoga Berkah. Kata Aji Priawan.

Sementara itu pemilik Warkop Choco Munady Barlim yang ditemui terpisah mengatakan, malam ini sementara beberapa jam hingga acara Bazar berakhir barulah melayani pelanggan.

Kami yang setiap malam ngopi di warkop, karena kami berikesempatan Alumni SMAN 1 Polewali yang melaksanakan kegiatan Bazar Sosial.” Ujar Choco Munady Barlim.
Laporan  :  Burhanuddin Haruna

PolewaliTerkini.Net