Jumat, 15 Desember 2017

Ketua DPS PDI-P Polman, H. Ibrahim dan
Foto Rekomendasi
POLEWALITERKINI.NET – Hasil keputusan rapat pleno, PDI Perjuangan resmi mengeluarkan rekomendasi tugas kepada calon Bupati Mayjend Salim S Mengga untuk kemudian melengkapi kecukupan koalisi kursi sebagai syarat maju dalam Pilkada Polman, 2018 mendatang.

Demikian H. Ibrahim Ketua DPC PDI Perjuangan, rapat pleno ini dipimpin oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

"Iya,,yang diputuskan adalah Salim Mengga, sementara pasangannya diserahkan kepada Pak Salim, rapat pleno tadi langsung dipimpin Ibu Megawati Soekarno Putri." Kata Ketua DPC PDI Perjuangan Polman, H. Ibrahim.

Meski rekomendasi DPP PDI P masih bersifat surat tugas untuk melengkapi kecukupan koalisi kursi, namun Ibrahim optimis rekomendasi untuk PKPU akan jatuh ke Salim Mengga, lantaran PDI P memiliki 5 kursi sedangkan undang undang mengisyaratkan setiap cabup yang ingin maju harus meraih 20 persen kuota atau minimal 9 kursi.

Keputusan rapat pleno dengan keluarnya surat tugas rekomendasi PDI P ke Salim Mengga berarti hampir pasti menutup peluang bagi calon bupati lain mengendarai PDI P di Pilkada Polman.

"Saya cek baru baru tadi partai Demokrat sudah OK, kalau kursinya digabung  Demokrat sama PDI P maka sudah cukup kuota. yang penting sudah  cukup kursi 9, maka keluarlah rekomendasi partai ke KPU." Tutur Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim memprediksi di Pilkada Polman, sang petahana tidak akan melawan kotak kosong,  Kata dia, selaku DPC PDI P di daerah mengawal keputusan DPP sudah menjadi kewajiban kader,  sebab siapa yang direkomendasikan itulah yang di terima.

"Figur Salim Mengga pertama harus mencari kosong dua yang bisa diterima masyarakat, karena ini pertarungan melawan incumbent yang notabene pasti berat. Jadi harus betul betul siap segala sesuatunya." Jelasnya.

Laporan  :  Z Ramadhana.

Nicolas Torano
Sosialisasi Pembangunan Perkeretaapian di Sulbar
POLEWALITERKINI.NET – Sosialisasi persiapan pembangunan perkeretaapian bersama tokoh masyarakat, Camat, Kades dan Lurah se-Kabupaten Polman, terlaksana oleh Dinas Perhubungan Sulawesi Barat, di aula Hotel Bumi Raya, Polewali. Rabu, 13 Desember 2017.

Kabid  Perhubungan Udara dan Laut Dishub Pemprov Sulbar, Nicolas Torano ditemui menjelaskan, berdasarkan program Kemenhub pembangunan rel kereta api tahap pertama akan dimulai dari wilayah perbatasan Kabupaten Pinrang hingga melewati beberapa daerah pesisir menuju perbatasan Mamuju Utara dengan menggunakan sistim double track atau dua rel.

Kata dia, pembangunan rel kereta api di Pulau Sulawesi akan tembus dari Manado hingga Makassar, kemudian dari hasil kajian studi kelayakan dan amdal, estimasi anggaran pembangunan rel kereta api di Sulbar diprediksi mencapai Rp. 34 Triliun.

"Tugas kami di daerah membuat kondisi masyarakat itu siap menerima dan menyikapi rencana pembangunan rel kereta api ini, dari pembebasan lahan sampai pembangunan total anggarannya ditaksir Rp. 34 Triliun, memang biaya raksasa." Kata Nicolas Torano.

Menurutnya, pembangunan rel kereta api merujuk kepada sistim perkeretapian nasional sesuai rencana induk perkeretaapian (RIP) Pulau Sulawesi menghubungkan wilayah/kota yang mempunyai potensi angkutan penumpang, barang dan produk komoditas berskala besar dengan penggunaan energi yang rendah.

Pembangunan jalur rel kereta api di Sulawesi lebih cenderung memilih daerah pesisir karena lebih mudah dibangun dibanding wilayah pegunungan yang harus membuat terowongan.

"Tentu kami berharap pemerintah daerah memberi dukungan, karena adanya kereta api dampak ekonominya langsung bisa dirasakan masyarakat." Jelas Nico.

Dia menambahkan adanya transportasi kereta api sangat memudahkan dan menguntungkan masyarakat apalagi dari segi angkutan barang dengan kecepatan tinggi 200 Kilometer per jam.

"Jarak tempuh Polewali-Mamuju menggunakan kereta api paling lama cuma setengah jam saja, karena  jalurnya ganda tidak saling menunggu." Ungkap Nicolas.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Polman, Jusuf Djalaluddin, menandaskan ketika pelaksanaan pembangunan rel kereta api berjalan sesuai rencana, maka masyarakat langsung bisa  merasakan hasilnya.

"Pembangunan rel kereta api juga merupakan peningkatan ekonomi kedepan." Kata Jusuf Djalaluddin.

Sesuai data Dishub Sulbar Lokasi pembangunan jaringan perkeretaapian dari tahun 2015 hingga 2019 di Pulau Sulawesi rutenya ada tujuh tahap yakni :
1. Rute Makassar-Pare Pare, 2015-2018
2. Manado-Bitung, 2017-2019
3. Isimu-Gorontalo-Bitung 2017-2019
4. Parepare- Majene-Mamuju (Tahap 1) 2018-2019
5. Mamuju-Palu (Tahap 1) 2018-2019
7. Makassar-Takalar-Watampone 2018-2019.

Laporan : Z Ramadhana.

Kamis, 14 Desember 2017

Kegiatan Sosial Bhabinkamtibmas Pekkabata dan Darma
POLEWALITERKINI.NET – Hampir semua orang mengenal anggota polisi ini, Tak hanya mengemban tugasnya dalam membina desa binaannya namun bhabinkamtibmas ini mampu mendekatkan diri dengan masyarakat.

Itulah yang tercermin dalam sikap Brigpol Mukhlis Bhabinkamtibmas Polsek Polewali  saat melayat ke rumah duka almarhumah ST Johara warga Lingkungan Mombi, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang meninggal dunia karena sakit di usia 70 Tahun. Selasa, 12 Desember 2017.

“Karena sebagai Bhabinkamtibmas dituntut untuk lebih dekat dengan warga binaannya guna menciptakan hubungan yang baik sehingga akan lebih mudah dalam pelaksanaan tugas karena masyarakat selalu mendukung dan bekerja sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif." Jelas Bhabinkamtibmas penerima penghargaan penggerak kepedulian sosial dari Mabes Polri ini.

Apa yang dilakukan oleh Brigpol Muhlis mengantar jenazah dan melayat ke rumah duka warga binaannya merupakan salah satu upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri.

Menurutnya, dalam rangka membangun empati antara Polri dan masyarakat, perlu dipahami dua kemampuan yakni kemampuan saling mempercayai dan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya sangat relevan dalam kondisi sosial tertentu.

"Supaya kepercayaan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya." Ujarnya.

Dia menambahkan polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat.

"Dengan begitu maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.” Pungkas Mukhlis.
Laporan : Z Ramdhana.


Rabu, 13 Desember 2017

Foto Pembukaan PIFAF 2017 Lalu
POLEWALITERKINI.NET – Wah...Event Budaya dan Pariwisata bertaraf internasional Polewali Mandar, atau dikenal International Folk and Art Festival ( PIFAF ) ke III terancam batal digelar tahun depan lantaran keterbatasan anggaran.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Bappeda Polman, Andi Himawan Jasin menjelaskan keterbatasan anggaran karena APBD 2018 banyak terserap di perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Polman sehingga PIFAF kemungkinan besar ditiadakan sementara.

"PIFAF memang terancam batal, alasannya itu tadi karena bersamaan pilkada." Kata Andi Himawan.

Meski anggaran PIFAF dipangkas 95 persen di  Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) yang sementara dibahas, tetapi item PIFAF tetap dicantumkan untuk menjaga kemungkinan adanya bantuan dana dari Pemprov atau Kementerian Pariwisata menggelar PIFAF.

"Satu satunya harapan agar PIFAF ke III bisa terlaksana, ada bantuan dana dari kementerian." Terang Himawan.

Selain itu, kata dia, alasan lainnya sehingga PIFAF direncanakan terpending lantaran jadwalnya bersamaan Pilkada, dimana berbagai pertimbangan di antaranya konsentrasi pasukan pengamanan harus terbagi antara PIFAF dan Pilkada.

"Itu juga susahnya karena kalender penyelenggaraan PIFAF sudah terjadwal, tidak bisa diundur atau dipercepat." Jelas Himawan.

Dikonfirmasi terpisah Sekertaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISPOP) Polman, Mustari Mula saat dihubungi via telepon selulernya mengatakan, belum dapat informasi tentang pembatalan PIFAF karena sementara pembahasan KUA PPAS.

Meski demikian, kata Mustari,  apabila penyerapan anggaran lebih banyak ke pilkada yang memang lebih penting maka dirinya legowo PIFAF batal dihelat.

"Kalau Bappeda sudah memberi informasi seperti itu berarti sudah valid. karena memang Bappeda yang bahas anggaran." Kata Mustari.

Sementara itu anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Polman, Jamar Jasin Badu membenarkan PIFAF sudah tidak dianggarkan tahun depan, karena dananya dialihkan ke program pembangunan yang lebih urgen.

"Sudah tidak ada PIFAF tahun depan dek, kecuali ada bantuan dana dari provinsi." Ujarnya.

Laporan : Z Ramadhana.

Aliansi Mahasiswa Demo di Depan Kantor DPRD Polman
Mahasiswa Minta DPRD Polman Boikot Produk Amerika
POLEWALITERKINI.NET – Ketua HMI Cabang Polewali, Fadly menyebutkan anggota DPRD Polman hanya 1 orang yang berani ikut menyerukan memboikat semua produk amerika pada aksi unjuk rasa kecaman presiden Amerika Serikat, Donald Trump terhadap pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

BERITA TERKAIT : Kecam Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel...! Mahasiswa Polman Bakar Bendara Amerika Serikat  

Terkait itu puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan mahasiswa pitu ulunna salu yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar pun kecewa. Dia sayangkan hanya anggota DPRD Polman, Syarifuddin berani menyatakan bahwa sebagai bukti mengakui Palestina beribukota Yerusalem, maka memboikot produk Amerika Serikat.

"Dari 45 angggota DPRD hanya Syarifuddin berani mendukung kemerdekaan Palestina. Padahal sejumlah anggota DPRD Polman yang berada di gedung DPRD Polman, tidak berani ikut berorasi menyatakan memboikot produk Amerika Serikat di Polman." Sebut Fadly usai unjuk rasa.

Dia tambahkan, kalau membuat Peranturan Daerah (Perda) larangan memperjual belikan produk Amerika Serikat di Kabupaten Polman, itu sangat sulit dilakukan.

Diketahui tugas anggota DPRD membuat Perda sesuai tuntut masyarakat. Akan tetapi mengalang ikut menyatakan memboikot Amerika Serikat dengan mengucapkan sangat mudah dilakukan, namun hanya satu orang saja.

"Anggota DPRD Polman sunguh sangat tidak peduli Palestina, dengan tidak mau menyatakan memboikot produk Amerika di Polman." Katanya.

Laporan : Nadi

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini