Salsakiyya Bersama Ibu dan Ayahnya
Tante Salaskiyya, Hasna Bersama Anaknya
Saat Didatangi Wartawan, Salsakiyya Minta Diayun
Ke Ibunya Sambil Menangis
Rumah Orang Tua Salsakiyya
Dalle, Ayah Kandung Salsakiyya
Ibu Salsakiyya Berharap Anaknya Bisa Disembuhkan 
POLEWALITERKINI.NET - Salsakiyya bocah berumur 2 tahun 5 bulan anak dari pasangan suami dan istri Dalle (50 tahun) dan Musdalifah (28 tahun) sudah 2 tahun menahan sakit tumor di mata kanannya yang sudah membengkak.

Salsakiyya yang kini menginjak usia 2 tahun 5 bulan ini divonis oleh dokter menderita tumor mata stadium 4, Musdalifah ibu Salsakiyya menuturkan bahwa anak ke limanya ini awalnya lahir sehat sama seperti ke 4 kakaknya, nanti diusia lima bulan baru nampak perubahan pada mata kanannya.

"Diusia 5 bulan matanya itu awalnya berair dan merah, tidak lama merah ada bercak putih dimata hitamnya dan setelah itu mata hitamnya berubah jadi putih." Katanya dengan sedih.

Dalle ayah Salsakiyya menambahkan, awalnya anaknya sehat wal'afiat namun setelah di suntik anaknya jadi sakit panas dan sejak saat itulah matanya mulai sakit seperti orang sakit mata.

Hasna, Tante Salsakiyya yang bertetangga dengannya menuturkan bahwa setiap malam Salsakiyya menangis hingga larut malam.

"Ia sangat sering menangis mungkin karena rasa sakitnya itu. Salsakiyya baru bisa tertidur kalau ia terus diayun oleh ibunya, sehingga ibunya juga kadang merasa pusing karena setiap malam harus begadang." tutur Hasna tante Salsakiyya.

Benjolan dimata Salsakiyya ini mulai membesar sejak satu setengah tahun terakhir, sebelum dirujuk ke rumah sakit Wahidin Makassar lalu. ayahnya harus meminjam uang untuk menyewa mobil yang membawa anaknya ke rumah sakit tersebut.

"Saat itu mobil sewa yang kita pakai untuk ke rumah sakit Wahidin, karena anak ini tidak mau di opname, sementara mobil ambulans baru bisa dipakai kalau ada catatan medis." Kata Hasna.

Dokter RS Wahidin meminta agar Salsakiyya di kemoterapi dulu, karena tumor yang dideritanya sudah stadium 4, dan akar tumor yang dideritanya sudah menjalar keseluruh tubuhnya.

"Saran dokter harus dikemo dulu, sebab nanti tumornya mengecil baru bisa dioperasi, dokter memberikan catatan medis ke dokter anak dan disitu ada anjuran di kemoterapi mesti dijalani satu sampai dua tahun dan juga sebulan sekali harus kontrol ke RS Wahidin di Makassar." Terang Dalle ayah Salsakiyya.

Meski kedua orang tua Salsakiyya ingin anaknya dapat sembuh seperti sediakala dan kembali bermain, namun karena kondisi ekonomi Dalle sebagai kepala rumah tangga yang bekerja sebagai buruh tani tak mampu untuk biayai sewa mobil anaknya ke Makassar untuk kontrol ke RS Wahidin sehingga benjolan dimata kiri anaknya itupun semakin hari semakin membesar.

Dalle dan Musdalifah tinggal bersama keempat anaknya di rumah berukuran kecil yang tak jauh dari mesjid di Dusun Pakkandoang, Desa Kuajang kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

Laporan  :  Z Ramadhana

Editor      :  Sukriwandi

POLEWALITERKINI.NET - BANDUNG - Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo menyuruh warga yang mendekati kantor Kelurahan  Arjuna, Cicendo, Bandung untuk menjauh.

"Mundur, mundur, mundur," teriak Kapolres Hendro Pandowo. Polisi mengepung kantor Kelurahan Arjuna, Senin 27 Februari 2017.

Dari lokasi dikabarkan seorang telah menembak polisi yang mengepung Kantor Kelurahan Arjuna. Orang yang dikepung ini diduga adalah pelaku peledakan di lapangan tidak jauh dari Kantor Kelurahan.

Ledakan keras terdengar di Jalan Pandawa, Cicendo, Bandung Senin 27 Februari 2017. Ledakan terdengar hingga radius 100 meter sehingga membuat panik warga.

Setelah terjadi ledakan, terduga pelaku dikabarkan melarikan diri ke dalam Kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo.

Polisi pun menuju lokasi dan mengepung pelaku. Dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo.

Belum ada informasi korban jiwa atau korban luka-luka akibat peristiwa ini. Karena bom diledakkan di tengah lapangan.

Suasana di Kantor Kelurahan Arjuna pun terlihat mencekam. Polisi bersenjata sudah mengepung dan mengarahkan senjata ke dalam kantor. Untuk menangkap terduga pelaku peledakan.(*makassarterkini.com/polewaliterkini.net)



POLEWALITERKINI.NET - MATRA -  Akhirnya Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinsos Mamuju Utara langsung sigap melakukan langkah - langkah penanganan di wilayah terdampak bencana.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Dinsos Kabupaten Mamuju Utara berusaha menerobos derasnya banjir untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana di Dusun Sinar Wajo, namun karena derasnya banjir dan ketinggian air yang mencapai satu hingga satu setengah meter membuat tim kesulitan menjangkau rumah - rumah warga.

Bantuan logistik berupa makanan siap saji, mie instan dan air mineral sembako dan lain-lain. kemudian diserahkan Tim BPBD dan Dinsos kepada Kepala Dusun Sinar Wajo untuk kemudian disalurkan kepada warga korban banjir yang masih susah dijangkau oleh Tim BPBD karena ketinggian dan derasnya banjir.

Warga Dusun Sinar Wajo. Rusdi mengatakan, bantuan dari pemerintah ini sangat bermanfaat karena sudah tiga hari terakhir warga kesulitan keluar rumah, jadi kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang datang memberikan bantuan.

Bantuan dari pemerintah ini sangat bermanfaat karena sudah tiga hari terakhir warga kesulitan keluar rumah, jadi kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang datang memberikan bantuan.” Ungkapnya Haru.

Sementara Kabid Linjasos Matra. Tanwir Miliansah yang dikonfirmasi mengatakan, bantuan yang disalurkan, yakni makanan cepat saji sementara untuk tanggap darurat pihaknya akan berkordinasi dengan bupati karena masih ada beberapa wilayah lain yang juga terendam banjir.

Banjir luapan sungai pasangkayu yang terjadi sejak jumat malam di Dusun Sinar Wajo,  Desa Karya Bersama,  Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) akibat jebolnya tanggul.

Laporan  :  Joni

Editor      :  Sukriwandi


POLEWALITERKINI.NET - MATRA - Banjir luapan sungai Pasangkayu akibat jebolnya tanggul penahan air kini kian meluas,  ratusan hektar lahan pertanian di Dusun Sinar Wajo,  Desa Karya Bersama,  Kecamatan pasangkayu, kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat.

Banjir luapan sungai pasangkayu pada hari ketiga di dusun sinar wajo kini kian parah, selain merendam puluhan rumah warga banjir juga merendam ratusan hektar lahan pertanian dan perkebunan milik petani,  akibatnya petani terancam merugi hingga ratusan juta rupiah.

Terlihat ratusan hektar kebun kelapa sawit siap panen terendam banjir hingga nyaris tak terlihat akibat genangan banjir luapan sungai pasangkayu yang hingga minggu siang kian meluas,  selain kebun sawit kebun jeruk dan jagung pun tak luput dari terjangan banjir.

Puluhan warga dusun sinar wajo yang mayoritas petani ini terlihat pasrah dengan kondisi  kebun mereka yang terendam banjir.

Warga Dusun Sinar Wajo. Muh. Rusdi mengatakan, ada sekitar 300 hektar lahan perkebunan milik warga terendam banjir,  selama tiga hari terakhir aktifitas petani terhenti karena lahan perkenbunan terendam banjir,  bahkan jagung dan jeruk siap panen rusak diterjang banjir.

Laporan  :  Joni

Editor      :  Sukriwandi

POLEWALITERKINI.NET –  Disampaikan dengan hormat Prakicu Wilayah Sulawesi barat, 28 Februari 2017 sbb :

-              *Pagi hari* : Berpeluang Hujan Ringan hingga sedang di seluruh wilayah sulbar

-              *Siang dan sore hari*
Hujan ringan di polewali,majene,hujan sedang di mamasa,mamuju,matra dan mateng

-              *Malam hari* : Berpeluang Hujan sedang hingga lebat disertai guntur di seluruh Wilayah sulbar

-              *Dini hari* : Berpeluang Hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai guntur di wilayah mamuju,matra mateng..utk majene,polman dan mamasa hujan ringan

-              Suhu Udara : 21 – 32°C.
-              Kelembaban udara : 60 – 95 %.
-              Angin : Barat – Timur laut dengan kecepatan 2 – 10 km/jam
- Tinggi gelombang perairan selat makassar 0.25 - 1.25 meter

- Peringatan Dini : Berpotensi hujan disertai guntur

Sumber  :  Prakirawan Cuaca, BMKG Majene
.
loading...

PolewaliTerkini.Net

Berita Populer

loading...