EID MUBARAK...

Jumat, 24 Juni 2016

POLEWALITERKINI.NET - Bareskrim Polri membongkar praktek pembuatan vaksin palsu bercampur bahan kimia membahayakan, dan diberi wadah dari botol bekas yang didapat dari tempat penampungan sampah.

Dikutip Beritacenter.COM. Sabtu, 25 Juni 2016 Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setiya, mengatakan tersangka AP membuat vaksin palsu. Tersangka menggunakan larutan kimia yang dibuatnya sendiri. Bahkan botol yan dipakai adalah botol bekas vaksin yang didapat dari pengepul botol bekas.

Label vaksin dibuatnya di percetakan di Kalideres. Pemilik percetakan ini yang masih kami cari,” katanya di Gedung Bareskrim, Rabu (21/6).


Tersangka, sambungnya, memproduksi vaksin campak, polio, hepatitis B, tetanus dan BCG. Bahkan vaksin palsu itu ditemukan di lokasi yang tak steril karena banyak obat, larutan dan bahan berbahaya.

Tersangka mengisi ampul dengan cairan buatannya yang mirip vaksin lalu menempelkan merk dan label,” ungkapnya. “Cairan buatan tersangka itu antibiotik gentamicin yang dicampur cairan infus.”

Menurutnya, vaksin abal-abal itu dijual ke sejumlah klinik di sejumlah tempat di Jakarta. Harganya, hampir sama dengan harga vaksiun asli.

Bareskrim Polri Amankan 10 Tersangka Kasus Vaksin Palsu


Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri mengamankan 10 tersangka dalam kasus praktik peredaran vaksin palsu untuk balita.

"Total tersangka kasus ini ada 10 orang terdiri dari lima produsen, dua kurir, dua penjual dan satu pencetak label," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 23 Juni 2016.

Ia mengatakan kasus ini bermula dari ditemukannya beberapa penjual vaksin anak yang tidak mengantongi izin. Pada 16 Mei 2016, penyidik menangkap tersangka J yang merupakan Direktur CV Azka Medical yang berlokasi di Jalan Karang Satri Nomor 43 Bekasi, Jabar.



Dalam pengembangan kasus ini, diketahui ada tiga kelompok pelaku produsen vaksin palsu yang tidak saling mengenal satu sama lain.

Tiga kelompok produsen vaksin palsu tersebut yakni tersangka P (ditangkap di Puri Hijau Bintaro), tersangka HS (ditangkap di Jalan Serma Hasyim Bekasi Timur), serta tersangka R dan istrinya H (ditangkap di Kemang Regency).

Para produsen vaksin palsu tersebut ditangkap pada 21 Juni 2016. Pada hari yang sama, polisi juga menggeledah sebuah apotek berinisial ARIS di Jalan Kramat Jati, Jakarta, Timur sebagai tempat penjualan vaksin palsu.

Selain itu polisi menangkap tersangka T (kurir) di Jalan Manunggal Sari dan tersangka S (kurir) di Jalan Lampiri Jati Bening.

Dari para tersangka diperoleh keterangan bahwa mereka menggunakan botol bekas vaksin yang kemudian diisi dengan cairan infus atau aquades dan vaksin tetanus lalu botol tersebut diberi label vaksin yang diinginkan.

Agung mengatakan vaksin-vaksin palsu itu didistribusikan di Jakarta, Banten dan Jawa Barat. "Mereka (para pelaku) sudah menggeluti usaha ini sejak 2003," katanya.

Dalam kasus ini, penyidik menyita 195 sachet vaksin Hepatitis B, 221 botol vaksin Pediacel, 364 vial/botol pelarut vaksin campak kering, 81 sachet vaksin penetes polio, 55 vaksin anti Snake dalam plastik, dokumen penjualan vaksin, bahan baku pembuatan vaksin, alat pres untuk menutup botol vaksin serta vaksin palsu lainnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar dan Pasal 62 Jo Pasal 8 UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Bareskrim Berkoordinasi Dengan Kemenkes Terkait Vaksin Palsu

Add caption
Bareskrim Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna mendata jumlah balita yang ditengarai pernah divaksin menggunakan vaksin palsu, menyusul terkuaknya kasus praktik peredaran vaksin palsu untuk balita.

"Kami akan koordinasi dengan Kemenkes untuk mendata balita-balita yang pernah mendapat vaksin palsu agar bisa dipulihkan kondisinya dengan pemberian vaksin asli," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 23 Juni 2016.

Agung mengatakan pihaknya telah mengirimkan sampel vaksin palsu ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk diperiksa komposisi kandungannya.

"Kami lagi periksa sampel vaksin di Labfor. Kami juga mengirimkan sampelnya ke BPOM untuk diidentifikasi komposisi zat-zatnya," tuturnya.

Sejauh ini polisi telah mengamankan 10 orang tersangka dalam kasus praktik peredaran vaksin palsu untuk balita.

"Total tersangka kasus ini ada 10 orang terdiri dari lima orang produsen, dua kurir, dua penjual dan satu orang pencetak label," ungkapnya.

Para pelaku, kata dia, menjual vaksin-vaksin tersebut di apotik dan toko obat milik pelaku serta rumah sakit. "Kami masih selidiki kemungkinan keterlibatan oknum rumah sakit," ucapnya.

Agung mengatakan harga vaksin palsu ini jauh lebih murah bila dibandingkan dengan vaksin asli. Dari usaha vaksin palsu, terungkap bahwa produsen vaksin memperoleh keuntungan hingga Rp25 juta per minggu.

Sementara pihak distributor meraup keuntungan Rp20 juta per minggu. Agung mengatakan vaksin-vaksin palsu itu didistribusikan di Jakarta, Banten dan Jawa Barat. "Mereka (para pelaku) sudah menggeluti usaha ini sejak tahun 2003," tuturnya.

Ia mengatakan kasus ini bermula dari penyidikan ditemukannya beberapa penjual vaksin anak yang tidak mengantongi izin.

Pada 16 Mei 2016, penyidik menangkap tersangka J yang merupakan Direktur CV Azka Medical yang berlokasi di Jalan Karang Satri Nomor 43 Bekasi. Dalam pengembangan kasus ini, diketahui ada tiga kelompok pelaku yang tidak saling mengenal satu sama lain.

Tiga kelompok produsen vaksin tersebut yakni tersangka P (ditangkap di Puri Hijau Bintaro), tersangka HS (ditangkap di Jalan Serma Hasyim Bekasi Timur), serta tersangka R dan istrinya H (ditangkap di Kemang Regency).

Para produsen vaksin palsu tersebut ditangkap pada 21 Juni 2016. Di hari yang sama, polisi juga menggeledah sebuah apotek berinisial ARIS yang berlokasi di Jalan Kramat Jati, Jakarta, Timur sebagai tempat penjualan vaksin palsu.

Selain itu polisi menangkap tersangka T (kurir) di Jalan Manunggal Sari dan tersangka S (kurir) di Jalan Lampiri Jati Bening. Sementara pada Kamis, polisi menangkap satu tersangka kasus yang sama di Subang, Jawa Barat.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar dan Pasal 62 Jo Pasal 8 UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Polisi Geledah Belasan Lokasi Penjualan Vaksin Palsu


Penyidik Bareskrim Polri telah menggeledah belasan lokasi yang diduga kuat terindikasi jaringan penjualan vaksin palsu di Jabodetabek.

"Sindikat ini telah beroperasi sejak 2003 dan memiliki jaringan penjualan di sejumlah apotik dan toko obat di Jakarta dan sekitarnya," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya, di Mabes Polri, Jakarta, Kami (23/6).

Agung mengatakan hingga kini pihaknya masih terus mendalami jaringan peredaran vaksin palsu untuk bayi.

Terkuaknya kasus ini menggambarkan dugaan banyaknya bayi yang telah mendapatkan vaksin palsu sehingga menyebabkan lemahnya kekebalan tubuh mereka. Jika hal ini dibiarkan, ujar Agung, maka dipastikan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia semakin memburuk.

"Penyidik masih terus mendalami keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus ini. Ini sangat berbahaya karena dampaknya sangat besar bagi kesehatan anak-anak Indonesia," kata jenderal bintang satu ini.

Sejauh ini penyidik telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus ini.

"Tujuh tersangka sudah kami tahan dan seorang lagi karena memiliki bayi jadi ditangguhkan penahanannya," kata Agung.

Sebelumnya, praktik pemalsuan vaksin yang dijual ke sejumlah rumah sakit berhasil dibongkar aparat Kepolisian. Bareskrim Polri berhasil menggerebek para pelaku di pabrik mereka yang berlokasi di Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Selasa (21/6).

"Pabrik pembuatan vaksin palsu ini membuat vaksin campak, polio, dan hepatitis B, tetanus, dan BCG," katanya.

Ia menambahkan di lokasi pabrik ditemukan tempat yang tidak steril dan penuh dengan obat berbahaya lainnya. Pihaknya juga menemukan alat untuk membuat vaksin mulai dari botol ampul, bahan-bahan berupa larutan yang dibuat tersangka dan labelnya.

"Pelaku mengisi ampul dengan cairan buatan sendiri yang menyerupai vaksin aslinya dengan menempelkan merk dan label. Cairan buatan pelaku tersebut berupa antibiotic gentamicin dicampur dengan cairan infus," kata dia.


POLEWALITERKINI.NET - JAKARTA – Upaya memberikan stimulan yang dilakukan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kepada desa, perlahan menjadi pendongkrak ekonomi desa.

Di Situbondo misalnya, bantuan usaha desa senilai Rp10,2 Miliar ini mulai menggerakkan geliat ekonomi di desa-desa. Stimulan yang diberikan Kemendes PDTT di Situbondo adalah penunjang usaha desa berupa keramba apung, peningkatan produksi jagung, dan 35 unit sepeda roda tiga sebagai sarana angkutan produksi.

Masyarakat yang tidak punya keramba jadi punya keramba. Tentu ini sangat membantu ekonomi masyarakat. Perubahannya sudah mulai terlihat, masyarakat yang tadinya tidak punya motor sekarang sudah punya motor,” ujar Kepala Desa Klatakan Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo, Yoyok Hermanto saat bertemu tim Jelajah Desa Nusantara (JDN) yang diutus oleh Kemendesa PDTT beberapa waktu lalu.

Keberhasilan lain juga terlihat di Kabupaten Pandeglang yang diberikan stimulan usaha sebesar Rp33 Miliar Tahun 2015 lalu. Efeknya cukup signifikan, sebanyak 65 dari 140 desa tertinggal di Pandeglang kini berhasil terentaskan.

Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar mengatakan, bantuan dalam bentuk stimulan Rp33 Miliar yang diberikan Kemendes PDTT tersebut, meliputi sarana pengembangan komoditas kelautan dan perikanan berupa keramba jaring apung, stimulan pengembangan usaha budidaya perikanan, memberikan dukungan berupa bantuan benih dan pakan ikan kerapu, bantuan sarana pengembangan usaha perdagangan, dan pengadaan alat angkut hasil produksi perkebunan.

LEBH LANJUT MENGENAI JADWAL EVEN KEGIATAN KLIK..!
PAD (Pendapatan Asli Daerah) di Pandeglang masih sangat kecil, sementara Pandeglang masih masuk kategori kabupaten tertinggal. Kita berikan stimulan-stimulan agar ekonomi di Pandeglang bisa bergerak dan maju. Agar, angka kemiskinan juga semakin berkurang,” ujar Menteri Marwan, di Jakarta, Rabu (22/6/2016).

LEBH LANJUT MENGENAI DINAS TARKIM POLMAN KLIK..!
Tidak hanya memberikan bantuan stimulan, Kemendes PDTT juga memfasilitasi peternak ikan yang diwadahi oleh Keramba Jaring Apung (KJA) Pandeglang dengan pihak ke tiga, agar hasil panen mendapatkan harga tinggi. Di Tahun 2016, Kabupaten Pandeglang kembali mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp15 Miliar.

Jika Situbondo dan Pandeglang mendapatkan bantuan stimulan melalui sektor perikanan, maka berbeda dengan Kabupaten Lombok Barat yang diberikan stimulan di bidang pertanian.

Berbeda dengan Situbondo dan Pandeglang, Kemendes PDTT juga berhasil membantu peningkatan ekonomi petani jagung di Kabupaten Lombok Barat.

Info Menteri Desa, PDTT/Sukriwandi




Selasa, 21 Juni 2016

POLEWALITERKINI.NET – Menyikapi begal dan untuk keamanan ramdhan dan hari raya idul fitri 1437 H 2016 mendatang, Pangdam VII/Wrb menanggapi keras mengenai tindakan yang akan dilakukan terhadap Begal di Sulsel. Demikian dikutip http://kodam-wirabuana.mil.id.

"Menanggapi permasalahan kriminalitas , terutama begal, mereka adalah orang yang tidak berfikir, orang yang tidak mempunyai pegangan hidup, orang yang tidak punya agama, Jadi harus mereka diberi pemahaman agama.”Kata Pangdam VII/Wrb. Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti.

Jenderal Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti lanjutkan, untuk itu kita mengerahkan 12 Tim bersama-sama polri, mulai malam ini dan ke seterusnya untuk menangani permasalahan begal di wilayah Sulsel khususnya Makassar dan sekitarnya.

Penanganan TNI untuk begal lebih kearah PREVENTIF, untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa Sulawesi ini aman terlebih dalam suasana Ramadhan dan menghadapi Idul Fitri. Ujar Pangdam.(*****)
POLEWALITERKINI.NET - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertiggal (Ditjen PDT) terus mendorong pengentasan daerah tertinggal di Indonesia, salah satunya dengan memacu masyarakat untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki di daerah pantai dengan memberikan peralatan dan modal budidaya keramba apung.

Kabupaten Situbondo secara geografis berada di pesisir pantai. Inilah mengapa pemerintah ingin agar potensi laut dapat digunakan secara maksimal, diantaranya dengan bantuan keramba apung ini,” ujar Singgih Wiranto, Minggu (19/6).

Dirjen PDT mengakui animo masyarakat cukup tinggi untuk terlibat dalam peningkatan ekonomi perikanan setelah adanya pemberian keramba apung. Oleh karena itu, Singgih cukup optimis hal ini dapat meningkatkan status Situbondo keluar dari kategori kabupaten tertinggal.

Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Kita harap ke depan Situbondo bisa lebih maju,” sebutnya.


Kabupaten Situbondo hingga saat ini masih masuk dalam daftar kabupaten tertinggal bersama tiga kabupaten lainnya di Jawa Timur, yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, dan Bondowoso. Menurut Dirjen PDT, rata-rata IPM yang berada di bawah standar rata-rata nasional menyebabkan kabupaten yang memiliki semboyan “Bumi Shalawat Nariyah” tersebut masih termasuk dalam kategori tertinggal.

Situbondo memiliki masalah fiskal, yakni Pendapatan Asli Daerah atau PAD-nya masih minim, sehingga ketergantungan terhadap pusat tinggi. Apalagi IPM-nya masih berada di bawah rata-rata.,” ujarnya.

Selain pemberian bantuan keramba apung, Singgih Wiranto menyebutkan bahwa dana desa juga memiliki andil besar dalam meningkatkan status Situbondo dari kategori tertinggal. Sehingga penggunaan sesuai prioritas yang diatur oleh Peraturan Menteri Desa Nomor 21 Tahun 2015 harus dijalankan dengan baik dan tepat.

Di sini dana desa sudah digunakan untuk membangun tempat penampungan dan pencucian ikan serta perbaikan infrastruktur seperti jalan desa dan talut pencegah banjir,” kata Singgih.

Ditjen PDT pada 2015 silam telah mengucurkan anggaran senilai 10,2 miliar untuk pengetasan kabupaten tertinggal. Jumlah itu diantaranya digunakan untuk bantuan keramba apung sebesar 6,7 miliar, peningkatan produksi jagung senilai 578 juta, dan 1,2 miliar untuk 35 unit sepeda roda tiga sebagai sarana angkutan produksi.


Sementara itu, Ketua Kelompok Budidaya Ikan Tanjung Doso, Dusun  Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kris Santoso menyampaikan terimakasih atas bantuan yang telah di berikan oleh kementerian Desa PDTT.

"Kami sangat berterima kasih kepada kemendesa PDTT atas bantuan modal dan peralatan dari kementerian desa Tertinggal, ini sangat membantu kami para kelompok keramba apung," kata Kris.

Ia mengatakan di tempat budidaya ikan ini ada empat kelompok yang menerima bantuan dari dirjen PDTT dan tahun kemarin Kelompoknya mendapatkan bantuan satu unit keramba jaring apung, satu penerangan, satu jukung, satu mesin penggiling tepung, satu oven sama mesin pembuatan pelet.

Kris mengakui modal dan pengetahuan ketrampilan menjadi kendala masyarakat untuk membuka usaha budidaya ikan kerapu ini.

"Setelah kami di kasih modal, peralatan dan pengetahuan kami mulai bisa memaksimalkan potensi usaha yang ada di wilayahnya, dulu kan kami belum terpikirkan, sekarang alhamdulillah kami berwirausaha dan dapat keuntungan, alhamdulillah ekonomi kami ikut terangkat," ujarnya.

Selain ikan kerapu yang dibudidayakan, peternak ikan juga membudidayakan ikan bawal bintang dan ikan kakap putih. Kris berharap, menteri desa dan kementerian lainnya bisa memberikan solusi yang menjadi kendala saat ini yakni sulitnya memasarkan hasil dan harga yang sering jatuh.

"Kami berharap pak menteri marwan mencarikan solusi Supaya pasar kerapu tidak terlalu sulit dan harganya lebih bagus dari sekarang, sehingga petani ikan disini bisa mendapatkan hasil yang lebih bagus dan lebih sejahtera," harap kris.

Sementara itu kepala desa Klatakan Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo, Yoyok Hermanto mengatakan bantuan yang diberikan oleh kementerian Desa PDTT dirasakannya telah merubah kesejahteraan warganya.

"Masyarakat yang tadinya tidak memiliki keramba ikan sekarang sudah memiliki keramba, dan tentunya ini sangat berdampak pada perubahan ekonomi di masyarakat" katanya.

Perubahan dari segi kesejahteraan ekonomi juga sangat dirasakan oleh warganya, bahkan hampir semua peternak ikan keramba apung ini bisa punya kendaraan.

"Sekarang ekonominya sudah pada maju, sangat berbeda sebelum adanya bantuan. Masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki motor sekarang sudah pada punya," ujarnya

Kepala desa Klatakan ini sangat yakin tiga sampai lima tahun yang akan datang. Para pemilik keramba apung dan anggotanya akan memiliki mobil hasil dari budidaya tersebut.

"Kalau sesuai dengan harapan dan yang di atas (Alloh SWT) mengijinkan tidak sampai lima tahun, saya yakin Desa kami khususnya warga dusun gundil akan banyak yang punya mobil," yakin Yoyok.


Sementara itu Dana desa digunakan untuk membuat beberapa infrastruktur seperti betonisasi dan pavingisasi jalan, MCK dan PPT (penangkis Penahan Tanah) untuk menahan tanah dari abrasi laut.

"Jalan jalan di desa kami sekarang sudah mulai berubah, satu persatu dusun kalo habis hujan sudah tidak becek lagi," ungkapnya.

Ia menambahkan kalau saja Dana Desa sudah ada dari 10 tahun yang lalu. Mungkin masyarakat desa kami sudah maju, ekonominya lebih berputar dan tak perlu mengajukan proposal. Karena saya rasa dari Dana Desa saja sudah cukup untuk mencovernya.

Info Menteri Desa, PDTT/Sukriwandi

Sabtu, 18 Juni 2016

POLEWALITERKINI.COM – Salah satu mubaligh muda Partai Golkar. Muh Adam S.Ag, M.Ag, mengikuti rombongan para Da'i pada safari ramadhan 1437 H tahun 2016 M di Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, mendapat jadwal di Masjid (musallah) terpencil dimana jamaah hanya sekitar 30 orang.

Jamaah ini terdiri dari  orang tua para pemuda, ibu ibu, remaja putri dan sejumlah anak anak seusia Sekolah Dasar (SD), seluruhnya melengkapi suasana ibadah tarawih ramdhan.

Untuk daerah itu mubaliq muda ini didampingi ketua Fraksi Golkar. Abubakar Kadir dan Pimpinan Partai Golkar Kecamatan Alu. Makmur Saidaman dan media.

Muballiq Muda ini juga dosen di Institut Agama Islam (IAI) DDI Polewali Mandar, memberikan pencerahan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan baik itu dalam agama maupun dalam berbangsa dan bernegara, karena dengan bersatu semua persoalan bisa terselesaikan.

Berkah ramadhan sebagai momen penting menjalin silaturahim sesama ummat. "Innamal mukminina Ikhwan." sesunggunya orang mukmin itu bersaudara, maka dengan dasar persaudaraan inilah kita jalin satu sama lain, kita bisa merapatkan barisan menyatukan visi dan persepsi dalam melihat kedepan khususnya membangun Agama Bangsa dan Negara.

“Kita yang dilahirkan sebagai manusia adalah Halifa di muka bumi (wakil Tuhan) maka wajib kita menyampaikan Amal ma'ruf nahi mungkar, menyuruh membuat kebajikan mencegah kepada keburukan, maka dengan pegangan Qur'an dan Sunna rasul maka kita semua akan selamat dunia dan akhirat.” Ungkap Muh Adam S.Ag, M.Ag .

Sementara itu pimpinan Partai Golkar Alu. Makmur Saidaman mengatakan, walaupun kita berada di Musallah kecil ini, namun semangat kami membina dan membimbing masyarakat tidak akan pernah bosan, safari tiap tahun kita laksanakan, semua masjid dan musallah kita masuki tanpa kecuali atau pilih kasih.

Saya sudah melihat kebesaran Golkar ketika Munas di Bali baru baru ini yang menjadikan Setya Nopanto menjadi ketua dan dua putra Sulawesi terpasan pengurus Inti yakni, sebagai Sekjen Idrus Marham dan Nurdin Khalid Keta Harian Partai Golkar (DPP), sehingga betul apa yang disampaikan petinggi Golkar

"Suara Golkar itu adalah suara rakyat." kata Makmur Saidaman.

Seperti halnya disampaikan legislator Partai Golkar. Abubakar Kadir saat dalam perjalanan pulang dari Alu mengatakan, kita harus optimis kedepan, karena di Sulbar ini hanya partai Golkar yang tidak pernah alfa bersafari Ramadhan menemui konstestan dan kader kader partai hingga di desa desa.

“Kita tidak seperti partai yang lain, nanti temui kadernya kalau mau pemilu, tetapi partai Golkar kata dia, setiap saat berkomunikasi terus, minimal mengirimkan sirup kepada kader disaat mendekati lebaran.” Kata Abubakar Kadir.

Laporan  :  Burhanuddin Haruna


Editor        :  Sukriwandi  

PolewaliTerkini.Net