PIFAF 2017

Senin, 23 Oktober 2017


Digerebek di Salah Satu Kos Belakang IAI DDI Polman
ABG ini Ditemukan di Dalam Kamar Berdua
Minum Miras Akhirnya Diamankan Satpol
Pasangan ABG ini Juga Ditemukan di Kamar Kost
Pasangan Ditemukan di Kamar Kost
Pelajar MA ini Ditemukan Bersama Pacarnya
di Dalam Kamar
Wanita Ini Mengaku di Dalam Kamar Lelaki Karena
Meminjam Laptop
Saat Digelandang N Gonrong Berhasil Melarikan Diri
POLEWALITERKINI.NET - Menindak lanjuti laporan masyarakat akan maraknya pesta minuman keras (Miras) dan pasangan bukan muhrim menginap satu kamar di sejumlah rumah kost-kosan di Kota Polewali, Satpol PP melakukan Operasi.

Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pun turun melakukan operasi, hasilnya menemukan 7 pasangan di dalam kamar kost tanpa dilengkapi dokumen Nikah.

Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dipimpin Kepala Seksi Operasional Satpol PP Pemkab Polman, Andi Amir. Minggu malam, 15 Oktober 2017 sekitar pukul 23.00 Wita.

Rombongan operasi pekat ini menyisir delapan rumah kost yang disinyalir tempat praktik mesum dan pesta miras, di 3  Kelurahan, yakni Pekkabata, Madatte, Darma, alhasil, laporan masyarakat terbukti dengan didapatinya sekumpulan pemuda sedang bermabuk mabukan menenggak miras bermerek anggur kolesom dan anker bir.

Selain itu juga berhasil mengamankan 7 pasangan bukan muhrim dalam satu kamar yang tak dapat menunjukkan kartu identitasnya sebagai pasangan suami istri. Bahkan salah satu wanita pelajar setingkat SMA milik yayasan ternama di Polewali.


Andi Amir Kasi Operasional Satpol PP saat ditemui mengatakan, operasi pekat digelar sebagai wujud nyata penegakan Peraturan Daerah (Perda) untuk menciptakan rasa aman, nyaman dan tentram dalam kehidupan bermasyarakat.

"Perda dibuat untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, kalau maksiat merajalela kampung kita bisa kena azab dari Allah." Terang Andi Amir yang dikenal aktif mengiikuti olah raga bermotor ini.

7 pasangan lanjutnya, bukan muhrim yang terjaring razia dibawa ke kantor Bupati Polman, selanjutnya akan didata dan menandatangani surat pernyataan tidak mengulang perbuatannya lagi.

"Selanjutnya orang tuanya masing masing kita panggil." Ungkap Andi Amir.

Adapun 7 pasangan diduga mesum ini masing bernama 1. (Fy), pekerjaan Ladies Karaoke beserta pasangan lelakinya (Rs), 2. (NN) Profesi Mahasiswi Unsulbar beserta pasangan lelakinya berinisial (OJ) yang mengaku calon anggota Satpol PP.

Pasangan ke 3. (Ila) profesi pelayan warung dan pasangan lelakinya bernama (N Gondrong) berhasil melarikan diri, 4. (Hfs) profesi Sales CV Farm bersama pasangan lelakinya bernama (Fir) berprofesi yang sama. 5. (Ad) Ladies Karaoke bersama pasangan lelakinya (Arh) berasal dari Wonomulyo.

Kemudian ke 6. (Fit) berprofesi wiraswasta asal Majene bersama pasangan lelakinya (Suk) asal  Tutar, 7. Siswi kelas tiga di salah satu Madrasah Aliyah di Kota Polewali berinisial (UR) beserta pasangan lelakinya berinisial (FR) berprofesi pengawas bangunan.

Menanggapi adanya calon anggota Satpol PP yang terjaring razia karena berdua di dalam kamar kost bersama pasangan wanitanya, Andi Amir mengungkapkan akan dilakukan pembinaan karena tidak ada tebang pilih dalam penegakan perda sebagai calon Satpol mestinya menunjukkan suri tauladan yang baik.

"Bagaimana nanti kalau sudah jadi Satpol, dia mestinya menegakkan perda justru dia yang melanggar." Tuturnya.(*)