.

.

Selasa, 27 November 2018

Kanan, M. Arfah dan Korban DBD di Batetangnga
POLEWALITERKINI.NET – Kepala Seksi Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, M. Arfah mengatakan, terkendala anggaran untuk melakukan fogging atau penyemprotan nyamuk Aedes Aegypti.

BERITA TERKAIT : Serangan DBD Melonjak di Batetangnga, Warga Setempat Kumpulkan Donasi Untuk Fogging

Akibatnya sejumlah wilayah Endemik Demam Berdarah Dengue (DBD) di Polman tak bisa merata dilakukan Fogging. Terlebih anggaran untuk itu juga digunakan sebagian membiayai pembinaan di Puskesmas.

Biaya operasional dan transport yang harus dikeluarkan setiap melakukan fogging per satu titik sebanyak Rp. 1,7 juta itu belum termasuk biaya obat obatannya, sementara anggaran fogging yang dianggarkan melalui APBD kabupaten tahun ini sebesar Rp. 40 juta lebih.

"Bahkan tahun depan anggarannya menurun menjadi Rp 30 juta, itu pun juga sebagian dipakai membiayai pembinaan Puskesmas." Kata Kepala Seksi Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Polman, M. Arfah. Selasa (27/11/2018).

Dia berharap kepada masyarakat dalam pencegahan DBD dengan rutin melakukan kegiatan 3M yaitu menguras bak mandi, menutup dan mengubur sampah sampah plastik maupun organik yang dapat mengkibatkan berkembangnya jentik nyamuk.

"Membasmi berkembangnya jentik nyamuk itu bisa dengan 3 M." Tandas Arfah.

Lebih lanjut Arfah menambahkan, tahun lalu pihaknya melakukan fogging sekira 30 titik di sejumlah wilayah Polman, kata dia, untuk melakukan fogging tidak pernah direncanakan seketika ada kasus DBD baru dilakukan fogging.

"Jadi kami selalu sampaikan kepada kepala Puskesmas harus selalu waspada akan dampak DBD." Jelas Arfah.

Arfah tambahkan, rutin mengingatkan bahwa melakukan fogging bukanlah cara satu satunya membasmi penyakit DBD lantaran fogging hanya membunuh  nyamuk dewasa bukan jentik nyamuk, kata dia, cara yang paling ampuh membasmi jentik nyamuk adalah dengan melakukan kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan.

"Desa Batetangnga yang kemarin ada 6 orang menderita DBD, itu memang daerah endemik setiap tahunnya apalagi kalau musim buah." Ungkap M. Arfah.

Laporan  :  Z Ramadhana.

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini