***...***

Selasa, 29 Mei 2018

Gubernur ABM Lepas Tukik di Pantai Mampie
Tampak Baju Merah Ketua Kelompok Konservasi
Masyarakat Sahabat Penyu, Muhammad Yusri
Dampingi Gubernur ABM Melkepas Tukik
Rumah Pengawasan Bersama Kelompok Penggerak
Konservasi Masyarakat di Mampie, Polman
POLEWALITERKINI.NET – Gubernur Sulawesi Barat, Andi Ali Baal Masdar (ABM) melepas bersamaan puluhan tukik (Anak Penyu) di perairan Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar. Selasa (29/05/2018).

Dalam kegiatan itu Gubernur Sulbar didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar,  Farman, Kepala UPTD Balai Konservasi Daya Alam Mapili Kabupaten Polman, Neny Tandi Rampak, Kasat Polisian Perairan (Polair) Polres Polman, AKP Jubaidi.

Selain itu hadir puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI DDI Polman dan pengurus kelompok konservasi masyarakat Sahabat Penyu Mampie.

Sebelum melepasan Tukik, Andi Ali Baal Masdar terlebih dulu melihat langsung proses penangkaran Tukik. Mulai dari pemasukan telur penyu kedalam pasir hingga perawatan ratusan Tukik yang menetas di kolam, sebelum dilepaskan ke laut.

Tak hanya itu dia juga menyempatkan diri melihat sarana dan prasana yang dimiliki Kelompok Konservasi Masyarakat Sahabat Penyu. Kemudian berdialog dengan puluhan masyarakat dusun Mampie dan pengurus Kelompok Konvervasi Masyarakat Sahabat Penyu.

Mereka membahas terkait permasalahan yang dihadapi dalam pelestarian biota laut, utamanya Penyu di Kabupaten Polman.

Kata Andi Ali Baal Masdar, sengaja datang ke lokasi Kelompok Konservasi Masyakat Sahabat Penyu, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, untuk melepas Tukik ke laut, karena merupakan Kelompok  Penggerak Konservasi Masyarakat terbaik di Indonesia penlestarian Penyu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Direktorat Konservasi Keanekaragama Hayati Laut.

Hal lain untuk mengetahui kondisi sarana dan prasarana, kegiatannya dan perkembangannya dalam mendukung program pemerintah Sulbar, peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir menuju pembangunan tol laut yang direncanangan pemerintahan Joko Widodo.

"Pelepasan Tukik ke laut, yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui secara detail-detail kegiatan Kelompok Konservasi Masyarakat Sahabat Penyu Polman yang sangat peduli terhadap biota laut, seperti Penyu, Ikan Dunyung. Dan pelestarian kawasan konservasi parairan pantai dan laut di Kabupaten Polman, dengan penanaman hutan Mangrove." Sebut mantan Bupati Polman ini.

Gubernur Sulbar mejelaskan, untuk menjadikan kembali perairan Sulbar, khusus Kabupaten Polman sebagai salah satu daerah sarat Penyu di dunia. Maka sejumlah program konservasi  akan dilakukan instansi terkait pemerintah yang melimbatkan lembaga akademis dan masyarakat.

Sehingga lanjutnya semua Kelompok Konservasi Masyarakat dapat melaksanakan kegiatan konservasi biota laut yang mendatangkan mafaat peningkatan ekonomi bagi masyarakat khususnya wilayah pesisir.

"Pemerintah Sulbar ingin mengembalikan kejayaan Kabupaten Polman, sebagai sarat Penyu di dunia ditahun akan datang, dari tiga benua pertumbuhan Penyu didunia. Membuat Pemerintah Sulbar, melalui dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar, Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Polman, Dinas Kehutanan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama lembangan Penguruan Tinggi, Unsulbar, Unasman, IAI DDI Polman, mengusahakan sejumlah program pengembangan di Kelompok Konservasi Masyarakat untuk meningkatan ekonomi masyarakat pesisir." Ujar ABM yang juga mantan Ketua Koni Polman.

Sementara itu Kadis Kelautan dan Perikanan Sulbar, Farman menyebutkan untuk lebih memberdayakan masyarakat pensisir di Kabupaten Polman dalam melindungi biota laut, yakni Penyu maka akan bentuk Kelompok Penggerak Konservasi Masyarakat di Kabupaten Majene, Mamuju dan Pangkayu. Serta menambah Kelompok Penggerak Konservasi Masyarakat di Kabupaten Polman.

Bahkan sementara dalam pembangun rumah pengawasan biotan laut di Kawasan Kelompok Konservasi Masyarakat Sahabat Penyu di Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.

"Pemberdayaan masyarakat pensisir, utamanya nelayan, petambak dan petani rumput laut terus dilakukan untuk masuk dalam organisasi Kelompok Penggerak Konservasi Masyarakat, agar medapatkan pengetahuan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan biota laut dan kawasan pesisir pantai. Dan bagi daerah pesisir di Sulbar belum memiliki Kelompok Konservasi Masyarakat segera diupayakan untuk dibentuk, secepatnya. Sementara yang sudah terbentuk akan dibantu pemerintah dalam hak operasionalnya dan fasilitas sarana dan prasana penunjang. Seperti pembangunan rumah pengawasan bersama Kelompok Penggerak Konservasi Masyarakat di Mampie." Jelasnya.

Dikesempatan sama Ketua Kelompok Konservasi Masyarakat Sahabat Penyu, Muhammad Yusri menjelaskan, kedatangan Gubernur Sulbar, Andi Ali Baal Masdar melepaskan puluhan Tukik hasil penangkaran.

Selain itu ingin mengetahui dan memastikan keberadaan Penyu di Kabupaten Polman, agar ke depan menjadi daerah pengembangan biota laut, khusus Penyu dan ikan laut. Dimana generasi pemuda menjadi penggerak dan pelopor pelestarian biota laut di Sulbar.

"Gubernur Sulbar meminta masyarakat pensisir lebih memperhatikan lingkungannya dengan masuk menjadi pengurus Kelompok Konservasi Masyarakat. Dan instansi terkait yang bertanggung jawab soal konservasi gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk menjaga dan melestarikan penyu.” Kata Muhammad Yusri. 

Dia tambahkanm Kelompok Konservasi Masyarakat Sahabat Penyu saat ini masih belum menggunakan alat modern, seperti pengukur suhu tanah yang ditempati telur Penyu untuk bersarang.

Laporan  :  NADI

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini