PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Puluhan Lampu jalan Umum (PJU) padam di Kota Kabupaten Polewali Mandar (Polman), memicu kecemasan warga Polewali karena meningkatkan risiko terjadinya tindak kejahatan dan kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di bulan suci Ramadan.
Kondisi jalan gelap gulita sudah lebih dari sebulan terjadi di Kota Polman terutama saat malam atau hujan, Kondisi gelap gulita membatasi jarak pandang pengendara, memaksa mereka lebih waspada dan mengurangi kecepatan.
Puluhan lampu jalan yang rusak tersebar di wilayah Kota Polewali, mulai dari lampu PJU yang mengandalkan tenaga listrik PLN hingga lampu PJU yang mengandalkan tenaga surya.
Warga Kelurahan Pekkabata, Wandi mengungkapkan, lampu PJU yang padam sudah hampir sebulan lamanya, mulai dari dekat Masjid Syuhada, Pasar Sentral Pekkabata, Lapangan Pancasila, SMAN 1 Polewali hingga sekitaran Stadion S Mengga.
"Rawan itu kalau gelap gulita, karena banyak jamaah yang pulang taraweh, tapi jalan gelap gulita." Terangnya. Selasa, 23 Februari 2026.
Wandi menyampaikan, menurut keterangan Kepala Lingkungan Pekkabata, lampu jalan sudah padam sejak sebelum bulan Ramadan, bahkan Kepala Lingkungan sudah melaporkan masalah ini ke kantor kelurahan dan kecamatan.
"Upaya yang dilakukan sudah menyampaikan ke kecamatan dan kelurahan, sampai perempatan lampu merah Pekkabata, gelap memang. " Bebernya.
Dampaknya, kata Wandi, sudah berkali kali terjadi Lakalantas di wilayah Kelurahan Pekkabata dipicu dari lampu penerangan minim.
"Tadi mobil lawan mobil bersenggolan, mungkin hindari pengendara lain, ada juga pengendara motor yang bersenggolan di Jalan Nuri, kalau malam gelap memang di sini." Tandasnya.
Informasi yang dihimpun, dalam 5 tahun terakhir, Pemkab Polman telah menggelontorkan belasan Miliar rupiah untuk mengakomodir biaya pemeliharaan lampu jalan, Namun hingga kini lampu PJU di Polman masih banyak yang padam.
Laporan : Ahmad Gazali

