.

.

Kamis, 03 Mei 2018

Rehabilitasi BNNP di Lapas Polewali Mandar
Dalam Kegiatan Rehabilitasi Kalapas Silaturahim
Dengan Awak Media
POLEWALITERKINI.NET – Tahanan dan Narapidana kasus Narkotika dan obat obatan (Narkoba) di lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, naik dari 30 menjadi 47 persen dari grafik peningkatan tahun lalu.

Bahkan tercatat di Lembaga Pemasyarakatan, Polewali Mandar, kini sudah mencapai 110 orang atau 47 persen dari total jumlah warga binaan sebanyak 270 orang baik berstatus Narapidana (Sudah di Putus PN) maupun masih tahanan polisi dan BNN.

Kepala Lapas Kelas IIB Polewali, Haryoto saat ditemui di ruang kerjanya mengingatkan masyarakat Polman harus selalu waspada terhadap bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba lantaran tahanan Lapas merupakan miniatur masyarakat sebab apa yang terjadi diluar bisa dilihat di Lapas.

"Kalau ternyata di Lapas tahanan kriminal banyak, berarti kriminal di luar juga banyak, begitu pun sebaliknya." Kata Kalapas Kelas IIB Polman, Haryoto. Rabu, 3 Mei 2018.

Kata dia, dari 110 tahanan penyalahgunaan narkoba di Lapas Kelas II B Polewali, 30 orang diantaranya telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti program rehabilitasi dari Badan Narkotika Provinsi (BNP).

Ke 30 ini merupakan tahanan yang tidak lama lagi selesai menjalani masa hukuman dan napi yang ikut program rehabilitasi adalah napi yang dikenakan pasal 127 (Pemakai) dan kasus lainnya yang sebelumnya mungkin pernah menjadi pecandu.

"Yang mengikuti program rehabilitasi tidak lama lagi akan bebas, kita cari orang dengan pasal 127 susah, sehingga bisa jadi waktu di luar pernah menjadi pecandu narkoba, yang jelas tahanan kasus narkoba meningkat." Ujar Haryoto.

Program rehab ini ditargetkan selama 3 bulan bertujuan bukan sekedar menginginkan lapas Polewali bebas dari Narkoba tapi juga komitmen warga binaan bersama sama memerangi narkoba.

"Ini yang perlu kita bekali ke mereka, komitmen napi narkoba usai jalani masa rehab, kalau kasus korupsi disini ada 19 orang mulai dari kasus bantuan sosial sampai kasus korupsi oknum aparat pemerintah." Ungkap Haryoto.

Sementara itu Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulbar, Nur Apandi menyampaikan, saat ini Narkoba semakin memperihatinkan dan tidak hanya menyasar orang dewasa saja tapi juga anak-anak dan pelajar baik laki-laki maupun perempuan banyak jadi penyalahguna utamanya jenis pil boje.

Keberadaannya di Lapas datang untuk melakukan sosialisasi dan Rehabilitasi terhadap 30 orang warga binaan, Lapas Polewali. Pihaknya hanya memberikan keterampilan kepada mereka dan setelah keluar memiliki kemampuan bekerja dan menjauhi Narkoba.

"Untuk bantuan modal tidak ada, napi hanya kita bekali dengan modal keterampilan dan kita sampaikan jika kalian sudah keluar hubungi SKPD terkait." Terang Nur Apandi.
Laporan  :  Z Ramadhana.

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini