Iklan


 

KaBasarnas dan Menhub Tinjau Posko Utama Pencarian Korban ATR 42-500

Senin, 19 Januari 2026 | 16:22 WIB Last Updated 2026-01-19T08:22:20Z

Kepala Basarnas bersama Menteri Perhubungan kunjungi Posko Utama Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Pangkep, Sulsel. (Foto : Adi).

PolewaliTerkini.Net - PANGKEP - kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia meninjau langsung Posko Utama pencarian korban pesawat ATR 42-500 di kaki Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Senin siang, 19 Januari 2026. 


Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan operasi pencarian dan penyelamatan yang telah berlangsung selama tiga hari berjalan optimal, khususnya dalam proses evakuasi dan pencarian korban.


Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafi’i datang bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi serta sejumlah pejabat terkait. Mereka memantau langsung kesiapan dan koordinasi Tim SAR gabungan yang bekerja di medan pegunungan dengan tingkat kesulitan tinggi.


Selain meninjau proses pencarian dan evakuasi, kedatangan keduanya juga bertujuan memastikan seluruh personel Tim SAR gabungan tetap berada dalam kondisi prima selama menjalankan tugas. Di posko utama, Kepala Basarnas dan Menhub turut membahas strategi serta perkembangan terbaru operasi SAR.


Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan. Apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Ia menegaskan bahwa pesawat ATR 42-500 yang mengangkut 10 orang tersebut sebelumnya telah dinyatakan layak terbang.


“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja keras di lapangan. Pesawat ini sebelumnya telah dinyatakan layak terbang, dan saat ini fokus utama kita adalah pencarian serta penyelamatan korban.” Ujar Dudy.


Sementara itu, Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafi’i, mengatakan. Hingga saat ini operasi SAR masih difokuskan pada upaya pencarian dan penyelamatan korban. Pihaknya terus melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dalam pengerahan sarana udara untuk mendukung proses evakuasi.


“Operasi SAR saat ini masih kami fokuskan pada pencarian dan penyelamatan korban. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, termasuk pengerahan helikopter dan pesawat, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan.” Kata Syafi’i.


Dalam operasi ini, Tim SAR gabungan mengerahkan lebih dari 900 personel yang dibagi ke dalam empat regu. Satu regu khusus ditugaskan untuk mengevakuasi jasad korban dari tebing di wilayah utara puncak Gunung Bulusaraung yang memiliki medan sangat terjal dan berisiko tinggi.


Laporan : Nadi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KaBasarnas dan Menhub Tinjau Posko Utama Pencarian Korban ATR 42-500

Trending Now

Iklan

iklan