Iklan


 

KAMMI Mandar Raya Desak Kejari Majene Tuntaskan Dugaan Penggelapan Dana Zakat dan Korupsi TPG Ta 2024

Senin, 19 Januari 2026 | 21:43 WIB Last Updated 2026-01-19T13:43:43Z

KAMMI Mandar Raya demostrasi soal dugaan korupsi gaji 13 TPG TA 2024 dan dugaan penggelapan dana zakat. (Foto : Adi).

PolewaliTerkini.Net - MAJENE - Puluhan mahasiswa tergabung Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Mandar Raya, gelar aksi demostrasi terkait dugaan korupsi gaji 13 TPG TA 2024 dan dugaan penggelapan dana zakat. Di jalan trans sulawesi di Kabupaten Majene. Senin, 19 Januari 2026.


‎Aksi ini dilakukan sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum, agar segera mengusut tuntas dugaan korupsi Gaji 13 TPG TA 2024 dan penggelapan dana zakat yang diduga terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene.‎


Ada dugaan penggelapan dana zakat dan TPG 13 yang sampai saat ini belum terselesaikan dan pengakuan dari Kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga yang memang mengakui adanya dugaan penggelapan dana zakat potongan dari gaji ASN yang sudah bersertifikasi sebanyak 2,5 persen atau kurang lebih Rp. 170 juta rupiah.


Selain itu ada dugaan tindak pidana korupsi gaji ke 13 TPG TA 2024 yang sampai saat ini juga belum dikembalikan kepada guru yang belum mendapatkan gaji sepenuhnya, namun pihak dari Disdikpora Kabupaten Majene berjanji untuk menyelesaikan selama tiga hari kedepan dan di sampaikan lansung oleh kepala dinas Disdikpora Kabupaten Majene.


Dalam penyampaiannya kepada massa aksi, kepala dinas Disdikpora Kabupaten Majene menjelaskan bendahara gaji Disdikpora Kabupaten Majene telah kabur dan tidak di ketahui keberadaannya ditambahkan kepala dinas saat itu juga memecat Bendahara gaji Disdikpora Kabupaten Majene. 


Jendral Lapangan, Anwar,  menyatakan. KAMMI Mandar Raya tidak melihat langkah preventif dari kepala dinas Disdikpora Kabupaten Majene untuk menyelesaikan persoalan tersebut.


"Sesegera mungkin sampai dengan hari ini kami turun berdemonstrasi, informasi yang beredar hanya sekedar wacana proses kami butuh langkah konkret." Tegasnya.


Ia tegaskan untuk mendesak kepala dinas untuk segera mengeluarkan surat keputusan pemberhentian oknum tersebut sebagai bendahara dinas Disdikpora.


"Kami butuh langkah konkret untuk segera mengeluarkan SK pemberhentian bendahara gaji dinas tersebut." Katanya.


Selain di Disdikpora, lanjutnya, KAMMI Mandar Raya juga melakukan aksi di Kejaksaan Negeri Majene. Untuk segera melakukan langkah-langkah hukum dalam aksi tersebut KAMMI Mandar Raya di sambut Kasi Intel Kejaksaan Negeri Majene . 


Dalam pernyataannya kepada massa aksi bahwa Kejari Majene sudah mengetahui persoalan tersebut dan sudah sampai pada proses pemeriksaan dan pengumpulan bukti. 


"Kami butuh langkah yang konkrit dan transparan untuk membongkar kasus ini, karna kuat dugaan ada tindakan melawan hukum yang terstruktur dan massif di tubuh disdikpora Majene." Tuturnya.


Dia sebutkan, KAMMI Mandar Raya, mendesak Kejari Majene untuk membuka proses penyelidikan tersebut kepada publik dalam hal surat perintah penyelidikan wajib untuk kami ketahui sebagai pegangan kami untuk terus mengawal proses ini. 


"Jika beberapa hari kedepan tidak ada perkembangan positif maka kami akan melakukan aksi jilid 2 laporan secara resmi baik itu di Polres Majene maupun Kejari Majene untuk di tindak lanjuti." Lugasnya.


Ditegaskanya, tuntutan KAMMI Mandar Raya yakni mendesak kejaksaan negeri majene untuk membuka penyelidikan dan penyelidikan secara resmi terkait dugaan penggelapan dana zakat dan dugaan korupsi gaji 13 TPG TA 2024 sampai dengan tuntas. 


Pulihkan dan kembalikan dana zakat ke Baznas Majene. Periksa rekening bendahara gaji disdikpora majene dan buka rekening koran serta laporan pertanggung jawaban keuangan kepada publik. Salurkan hak gaji 13 TPG guru yang kurang bayar tampa syarat dan penundaan.


"Copot kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga Kabupaten Majene dan bendahara Disdikpora. Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas guna menciptakan keadilan pihak yang di rugikan dan akuntabilitas lembaga negara. Demi terwujudnya keadilan hal para ASN dan guru di Majene." Ungkapnya.


Laporan : Nadi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KAMMI Mandar Raya Desak Kejari Majene Tuntaskan Dugaan Penggelapan Dana Zakat dan Korupsi TPG Ta 2024

Trending Now

Iklan

iklan