Iklan


 

GMNI Polman Kecam Keras Dugaan Kekerasan Kader Saat Aksi Penyampaian Aspirasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 09:21 WIB Last Updated 2026-06-05T01:21:06Z

GMNI Polewali Mandar kecam keras atas dugaan kekerasan kader saat aksi penyampaian Aspirasi. Menyebabkan terluka (Foto : Nadi).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Polewali Mandar (Polman) mengecam keras dugaan tindakan kekerasan yang dialami salah satu kadernya saat mengikuti aksi penyampaian aspirasi di Kabupaten Polman. 


Insiden tersebut mengakibatkan salah seorang kader GMNI mengalami luka pada bagian mulut hingga mengeluarkan darah. 


Peristiwa itu diduga terjadi di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi yang dilakukan secara terbuka untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.


Pengurus Cabang GMNI Polman, Bung Bolang, menegaskan. Tindakan kekerasan terhadap peserta aksi merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam negara demokrasi. Karena sudah dijamin Undang-undang, bukan ruang untuk tindakan represif dan kekerasan.


*Kami mengecam keras dugaan pemukulan terhadap kader GMNI Polewali Mandar yang sedang menjalankan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan aspirasi di muka umum. Aksi demonstrasi adalah bagian dari demokrasi yang dijamin oleh undang-undang, bukan ruang untuk tindakan represif dan kekerasan." Tegasnya.


Dia menilai, peristiwa tersebut tidak hanya melukai kader GMNI secara fisik, tetapi juga mencederai semangat demokrasi dan kebebasan berekspresi yang menjadi hak setiap warga negara.


Sehingga sangat menyayangkan adanya dugaan tindakan kekerasan yang menyebabkan kader GMNI mengalami luka hingga mengeluarkan darah.


"Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius semua pihak agar tidak terulang kembali di kemudian hari." Harapnya.


GMNI Polman, lanjutnya, mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan secara profesional, transparan dan tidak tebang pilih guna mengungkap fakta yang sebenarnya terkait insiden tersebut.


"Kami meminta agar seluruh pihak yang terlibat diperiksa secara objektif. Apabila ditemukan adanya tindakan kekerasan, maka pelaku harus bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku." Tegasnya.


Dia menyebutkan, GMNI Polman berkomitmennya untuk terus mengawal proses penanganan kasus tersebut serta memperjuangkan ruang demokrasi yang aman bagi seluruh masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan kritik terhadap kebijakan publik. 


Sehingga bersikap mengecam keras segala bentuk tindakan represif terhadap kader GMNI dalam Aksi Semarak pada, Kamis 4 Juni 2026. 


Mendesak pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan secara terbuka kepada publik, menuntut adanya investigasi yang objektif, transparan, dan akuntabel terhadap peristiwa tersebut. 


Menuntut Bupati Polman untuk mencopot Kasatpol PP dan Wakasatpol PP Kabupaten Polman sebagai bentuk pertanggungjawaban atas peristiwa yang terjadi.


"Mendesak dilakukannya evaluasi total terhadap Satpol PP Kabupaten Polman guna memastikan profesionalitas, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap hak-hak demokratis masyarakat. Demokrasi tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Setiap warga negara berhak menyampaikan aspirasinya tanpa rasa takut terhadap intimidasi maupun tindakan represif." Tutupnya.


Laporan : Nadi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • GMNI Polman Kecam Keras Dugaan Kekerasan Kader Saat Aksi Penyampaian Aspirasi

Trending Now

Iklan

iklan