PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Akibat jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, warga dusun Lemo Baru desa Kuajang kecamatan Binuang kabupaten Polewali mandar Sulawesi Barat, secara swadaya bergotong royong memperbaiki jalan poros utama didesa mereka.
Upaya ini dilakukan karena sudah lebih dari 10 tahun jalan di wilayah ini rusak k parah dan tak mendapat perbaikan dari pemerintah daerah setempat.
Warga bergotong royong bekerja saling bahu membahu memperbaiki jalan dengan cara mengecor dua sisi jalan kiri dan kanan. Perbaikan jalan ini telah dilakukan warga sejak hari Minggu tanggal 19 Juli 2026.
Ketua panitia dan koordinator Sukri menjelaskan, sumber anggaran dana yang digunakan warga ini berasal dari swadaya masyarakat sendiri. Mereka lalu mengumpulkan uang untuk membeli material bangunan berupa pasir ,keiikil, semen dan bahan lainnya
"Jadi ini tidak ada camir tangan dari pemerintah dan murni swadaya dari masyarakat sendiri." Katanya.
Panjang jalan poros desa yang rusak ini sejauh 2,6 kilometer dari titik pertigaan jalan poros hingga ke dusun Lemo baru. Namun uang diperbaiki hanya sepanjang 260 meter saja karena terbatasnya anggaran.
Warga mengaku telah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan baik melalui Musrembang, namu. tidak pernah dilirik oleh pemerintah.
"Sudah lama ini rusak dan sudah banyak pengendara terjatuh, selain itu beberapa kali lita usulkan tapi tidak diperbaiki. Katanya efisiensi anggaran." Katanya,.
Sementara itu kepala desa Kuajang Muhammad sangat mengapresiasi warganya yang telah peduli swadaya memperbaiki jalan rusak ini.
Dia mengatakan bahwa secara aturan, pembangunan jalan poros utama desa ini tidak dapat menggunakan anggaran dana desa sebab ijalan ini merupakan jalan kabupaten dan dibawa naungan atau wewenang pemerintah kabupaten.
"Meskipun secara aturan bisa dikerjakan tapi itu lagi kendalanya, anggaran dana desa sekarang sangat terbatas juga karena efisiensi anggaran." Katanya saat ditemui media.
Pihaknya telah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan ini ke pemerintah kabupaten baik melalui kegiatan musrembang tingkat desa atau kecamatan, namun tidak mendapat respon.
Muhammad menjelaskan, jalan yang rusak ini sepanjang 2,6 kilometer dari pertigaan jalan poros dusun Lemo tua ke Lemo Baru.
Kepala desa mengatakan awalnya itu pihak PUR telah melakukan rapat bersama dengen pemerintah desa, BPD, dan kepala dusun setempat dan menyepakati perbaikan akan ditempatkan di perbatasan antar dusun Elmo baru dan lemo tua
"Jalan rusak parah itu antara perbatasan dusun Lemo Tua dan Lemo baru. Dan itu sudah disepakati titik pengerjaannya disitu, tapi kami heran kenapa titik nol tersebut lalu dipindahkan ke pertigaan jalan masuk Lemo dari jalan poros dan hanya 200 meter saja." Katanya.
Hal ini pernah di RDP kan di DPRD, Namun karena terbatasnya karena adanya efisiensi anggaran sehingga pengerjaan jalan ini tidak dapat sepenuhnya dilaksanakan sejauh 2,6 kilometer, akhirnya turun 1,9 kilometer, lalu turun menjadi 900 meter, turun lagi 500 meter dan terkahir turunlahi menjadi 280 meter.
Namun pemerintah desa Kuajang mendapat kabar dari pihak Dinas PUPR, jika perbaikan jalan di desa Kuajang akan dikerjakan dalam waktu dekat, namun panjangnya hanya sekitar 200 meter lebih.
Laporan : Nadi

