Iklan


 

SPMB SMAN 1 dan SMAN 3 Polewali Disoal, Status Kelulusan Janggal dan Minimnya Transparansi

Jumat, 26 Juni 2026 | 16:32 WIB Last Updated 2026-06-26T08:32:38Z

Gambar Baju Putih Kepala SMAN 1 Polewali, Abdul Rahman, Kemudian Gambar Tampak Depan SMAN 3 Polewali. (Foto : AG)

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 dan SMAN 3 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar, menuai sorotan dari sejumlah orang tua calon siswa.


Mereka menduga terdapat ketidakberesan dalam proses seleksi, mulai dari dugaan adanya siswa titipan hingga minimnya transparansi data penerimaan peserta didik baru.


Kecurigaan tersebut mencuat setelah sejumlah calon siswa yang mendaftar melalui jalur domisili tidak mendapatkan kejelasan status kelulusan pada hari pengumuman resmi.


Salah seorang orang tua siswa, Mayasari, mengaku kebingungan karena anaknya yang merupakan lulusan SMPN 3 Polewali tidak memperoleh status lulus maupun tidak lulus di aplikasi SPMB SMAN 1 Polewali saat pengumuman.


"Anak saya mendaftar melalui jalur domisili. Tapi saat pengumuman, statusnya tidak muncul, berbeda dengan siswa lain yang sudah jelas lulus atau tidak lulus. Makanya saya datang ke sekolah untuk mempertanyakan hal ini. Ternyata ada juga beberapa orang tua lain yang mengalami hal serupa." Ujar Mayasari saat ditemui di SMAN 1 Polewali. 


Sorotan juga datang dari Hasnawi salah seorang orang tua siswa yang anaknya telah dinyatakan diterima di Pilihan 2 (P2) aplikasi SPMB SMAN 3 Polewali jalur domisili, namun setelah ia menanyakan ke sekolah tersebut, nama anaknya tidak tercatat dalam daftar calon siswa yang diterima di SMAN 3 Polewali.


"Nama anak ku sudah diterima di aplikasi SPMB P2 di SMAN 3 Polewali, tapi setelah saya ke sana menanyakan, namanya juga tidak tercatat." Kesalnya.


Selain itu, salah seorang orang tua siswa yang tak mau namanya disebutkan, mengaku anaknya tidak diterima di SMAN 1 dan SMAN 3 Polewali melalui jalur domisili, Ia pun mempertanyakan hal ini, sebab anaknya memiliki jarak rumah yang lebih dekat ke sekolah dibanding beberapa siswa yang diterima jalur domisili, kemudian nilai rapor anaknya juga lebih baik dari beberapa siswa yang diterima.


"Saya dapat informasi ada yang menitipkan anaknya ke kepala sekolah dan  diluluskan, Pertanyaannya, kalau anakku daftar di SMAN 4 Polewali jaraknya jauh dari rumah, dan tidak ada transportasi umum yang lalu lalang di sana,” Katanya. 


Pengamat kebijakan publik, Irwan mengatakan, Kecurigaan para orang tua siswa menguat setelah data alamat dan asal sekolah siswa yang dinyatakan lulus tidak dapat diakses secara terbuka di SMAN 1 Polewali. minimnya keterbukaan informasi penerimaan siswa baru di SMAN 1 Polewali membuat publik kesulitan melakukan verifikasi terhadap hasil seleksi yang telah diumumkan.


"Padahal data tersebut dinilai penting untuk memastikan proses seleksi semua jalur berjalan sesuai ketentuan dan menghindari dugaan manipulasi atau perlakuan khusus terhadap calon peserta didik tertentu." Terangnya.


Sekertaris Dinas Pendidikan Sulbar, Sjaifuddin, menuturkan berbagai keluhan SPMB di wilayah Sulbar akan menjadi bahan evaluasi pihaknya kedepan, menurutnya, kekurangan yang ada sekarang akan diperbaiki oleh pengembang aplikasi SPMB.


"Terkait siswa yang belum tertampung, akan kami laporkan ke pusat untuk minta kebijakan solusi, insya Allah anak anak kita tidak ada yang tidak tertampung." Ungkapnya melalui akun WhatsAppnya, Jumat 26 Juni 2026.


Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kepala SMAN 1 Polewali, Abdul Rahman, mengatakan polemik penerimaan murid baru tahun ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah kedepan, Ia menjelaskan, penerimaan siswa baru melalui jalur prestasi,mutasi dan afirmasi lebih dahulu dibuka, kemudian membuka penerimaan  melalui jalur domisili,


"Misalnya siswa memenuhi syarat masuk jalur domisili, tetapi kalah dalam perangkingan iya tidak lulus juga. Perangkingan pertama berdasarkan nilai siswa, kedua berdasarkan jarak rumah ke sekolah, dan ketiga berdasarkan usia siswa." Jelasnya.


Untuk jalur prestasi, kata Rahman, penilaian dilakukan berdasarkan capaian akademik maupun non akademik yang dibuktikan melalui dokumen pendukung seperti sertifikat lomba, pengalaman sebagai ketua OSIS, maupun ketua Pramuka.


"Jalur afirmasi diperuntukkan bagi siswa kurang mampu yang memiliki KIP, PKH, maupun data penerima bantuan sosial lainnya. Kami juga menerima siswa dari keluarga kurang mampu yang berasal dari luar Sulawesi Barat maupun luar Kabupaten Polewali Mandar." Katanya.


Sekertaris Panitia SPMB SMAN 1 Polewali, Bambang, mengakui pihaknya mengalami kesulitan menyajikan data alamat dan asal sekolah seluruh siswa yang diterima,


Menurutnya, data tersebut tidak ditampilkan secara otomatis dalam aplikasi SPMB, sehingga harus diperiksa satu per satu melalui dokumen pendaftaran masing-masing siswa lulus.


"Kalau data alamat dan asal sekolah siswa yang diterima memang susah  dibuka, Harus kami buka satu per satu dokumennya." Ujarnya.


Sementara itu, Panitia SPMB SMAN 3 Polewali, Adi Susanto membeberkan sebanyak 91 calon siswa yang diterima di aplikasi SPMB SMAN 3 Polewali, namun mereka tertolak setelah melalui proses perangkingan panitia penerimaan siswa baru.


"Sebanyak 128 orang yang mendaftar di SMAN 3 Polewali pada pilihan keduanya, sementara pendaftar pilihan pertamanya  berjumlah 350 orang, sedangkan kuota jalur domisili cuma 249, dan jalur afirmasi,prestasi dan mutasi sudah terisi semua." Bebernya.


Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sulbar, Imran, menegaskan bahwa penentuan kelulusan siswa baru di SMAN 1 Polewali dilakukan berdasarkan petunjuk teknis, Menurutnya, kewenangan pelaksanaan seleksi berada pada pihak sekolah dan panitia SPMB dengan tetap mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan.


"Penerimaan siswa baru melalui jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili sudah memiliki mekanisme yang diatur dalam juknis. Penentuan kelulusan dilakukan berdasarkan ketentuan tersebut." Paparnya. 


Polemik SPMB SMAN 1 dan SMAN 3 Polewali menjadi perhatian publik mengingat sekolah tersebut merupakan salah satu SMA favorit di Polewali Mandar dengan jumlah peserta didik mencapai lebih dari 1000 siswa setiap tahun, serta menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bernilai miliaran rupiah.


Sejumlah orang tua berharap Dinas Pendidikan Sulbar melakukan audit dan membuka seluruh data penerimaan siswa baru secara transparan, khususnya terkait asal sekolah, jarak domisili, nilai seleksi, serta dasar kelulusan pada setiap jalur penerimaan.


Laporan : Ag/Suk

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • SPMB SMAN 1 dan SMAN 3 Polewali Disoal, Status Kelulusan Janggal dan Minimnya Transparansi

Trending Now

Iklan

iklan