Iklan


 

Warga Binaan Lapas Polman Ramai ramai Menghapus Tatto

Senin, 15 Juni 2026 | 09:03 WIB Last Updated 2026-06-15T01:03:55Z

Anggota DPRD Provinsi Sulbar, dari partai Golkar Irfan Fahri Putra, bersama petugas Lapas Kelas II B Polman, melihat langsung proses penghapusan tatto Warga Binaan. (Foto : Anto).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Kegiatan yang digelar oleh Lapas Polewali Mandar bekerjasama dengan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dari partai Golkar Irfan Fahri Putra dan Yayasan Masyaallah Hijrah Tanpa Nama (Mahtan). Minggu 14 Juni 2026.


Warga binaan terlihat antusias antri menunggu giliran untuk menghapus tatto. Umumnya tatto yang ingin dihapus oleh warga binaan berada dibeberapa titik dibagian tubuhnya seperti tangan, lengan, punggung, kaki, dada, dan bagian lainnya.


Sebelum dihapus, bagian tubuh diberi cairan khusus. Dalam menghapus tatto ini, penyedia jasa hapus Tatto (Mahtan) menggunakan alat khusus yang ditembakkan menggunakan sinar lazer ke bagian tatto yang akan dihapus.


Waktu yang diperlukan saat menghapus tatto sekitar 15-20 menit, tergantung tingkat kesulitan dan banyaknya tatto yang akan dihapus.


Salah satu peserta hapus tatto bernama Tasmin mengaku tidak merasakan sakit saat dihapus tatonya dan hanya merasakan rasa nyeri sedikit. Warga binaan berharap agar kegiatan ini terus dapat berlanjut kedepan.


"Kalau rasanya kalau digigit semut kecil, rasanya lebih sakit saat waktu ditatto dibanding dihapus." Kata 


Salah seorang warga binaan lainnya bernama Tantowi Johari mengaku sangat senang dan bersyukur dengan adanya kegiatan ini sebab diluar bisa membutuhkan biaya yang sangat mahal. 


Dia berniat dan berinisiatif menghapus tatto karena sudah insyaf dan ingin hijrah kembali ke jalan yang benar.


"Kalau selama ini kan pandangan masyarakat itu buruk kalau bertatto selalu negatif jadi saya ingin menghapus tatto." Katanya.


KPLP Lapas Polewali Muhammad Arham mengatakan kegiatan program hapus tatto ini baru pertama kali digelar di Lapas Polewali Mandar. 


Pihak lapas mengaku sangat berterimakasih atas kegiatan yang diprakarsai oleh anggota DPRD, karena antusias warga binaan sangat tinggi untuk menghapus tatto sebab kegiatan  ini tidak dipungut biaya alias gratis dan jika menghapus tatto diluar secara berbayar bisa mencapai jutaan rupiah. 


"Semoga kegiatan hapus tatto ini dapat berkelanjutan kedepannya sehingga warga binaan kami bisa menghapus tattonya." Katanya.


Sementara itu anggota DPRD Provinsi Sulbar Irfan Fahri Putra mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil komunikasi antara pihak Lapas Polewali Mandar dan komunitas Mantan sehingga program hapus tatto untuk warga binaan tersebut digelar di dalam lapas. Program hapus tatto ini tanpa dipungut biaya alias gratis.


Irfan menjelaskan alasan kegiatan ini digelar di lapas karen untuk merangkul warga binaan yang mungkin awalnya salah jalan sehingga mungkin ada kesadaran dari diri mereka masing-masing sehingga ada niat untuk hijrah lebih baik lagi.


"Mungkin mereka nanti jika sudah bebas dari lapas bisa menjalani kehidupan yang baru dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi." Pungkasnya.


Laporan : Sukriwandi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Warga Binaan Lapas Polman Ramai ramai Menghapus Tatto

Trending Now

Iklan

iklan