Iklan


 

HLUN 2026: Dari Senam Sehat hingga Deklarasi Desa Ramah Lansia, Semangat "Merawat yang Telah Merawat Kita" Menggema di Majene

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:55 WIB Last Updated 2026-06-12T12:56:22Z

HLUN 2026 Deklarasi Desa Ramah Lansia, di Desa Palipi Soreang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. (Foto : Adi).

PolewaliTerkini.Net - MAJENE - Suasana hangat, ceria, dan penuh kebersamaan menyelimuti peringatan puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Palipi Soreang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Kamis (11/6/2026). 


Sejak pagi, ratusan warga dan para lanjut usia telah memadati lokasi, menjadikan momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan ungkapan tulus rasa hormat dan kasih sayang kepada generasi pendahulu.

 

Mengusung tema besar "Merawat yang Telah Merawat Kita", kegiatan ini menegaskan bahwa peringatan ini memiliki makna mendalam.


Mengingat jasa-jasa para lansia yang telah mengabdikan segenap tenaga, pikiran, dan waktu untuk membesarkan keluarga serta membangun fondasi kehidupan masyarakat saat ini.

 

Sebelum acara resmi dibuka, suasana sudah riuh penuh semangat. Sebanyak 104 orang lansia tampak aktif bergerak mengikuti senam lansia, didampingi oleh masyarakat, kader kesehatan, dan mahasiswa STIKES Marendeng Majene. 


Diiringi irama musik yang ceria, mereka bergerak luwes sambil sesekali saling tersenyum dan bercengkerama, membuktikan bahwa semangat tetap menyala meski usia telah beranjak.

 

Usai berolahraga, para lansia mendapatkan pelayanan kesehatan gratis secara lengkap dari tim Puskesmas Totoli, mulai dari pengecekan tekanan darah, gula darah, konsultasi medis, hingga penyuluhan pola hidup sehat agar mereka dapat menjalani masa tua dengan bugar dan bahagia.

 

Keceriaan semakin memuncak saat para lansia tampil memukau dalam panggung seni budaya. Kelompok Parrawana Towaine atau kelompok rebana perempuan menghadirkan lantunan syair bernuansa religius yang menyentuh hati. 


Tak kalah menarik, kelompok lansia laki-laki membawakan lagu tradisional Sayang-Sayang Mandar yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. Penampilan ini menjadi bukti nyata bahwa usia bukanlah batasan untuk tetap berkarya, berkesenian, dan menjadi bagian aktif dalam kehidupan sosial.

 

Komitmen Bersama Wujudkan Kehormatan bagi Lansia. Puncak acara dibuka secara resmi oleh Ketua Komisi Daerah Lansia Kabupaten Majene yang juga Wakil Bupati Majene. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya sekaligus mengingatkan makna mendalam tema tahun ini.

 

"Para lansia adalah orang-orang yang telah merawat kita sejak kecil, mendidik, dan mengorbankan banyak hal demi masa depan generasi penerus. Hari ini adalah momentum untuk kita ingat bersama: mereka pun berhak mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan penghormatan yang layak dari kita semua." Tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Majene, Andi Beda, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Lansia merupakan investasi sosial yang sangat berharga. 


Program ini disiapkan agar para lansia tetap berkualitas, percaya diri, dan terus memiliki peran positif di tengah keluarga dan masyarakat.

 

Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran aktif berbagai pihak, salah satunya Fredy Akbar K, dosen Keperawatan Komunitas STIKES Marendeng Majene yang telah lama mendampingi masyarakat dan pemerintah desa. 


Dia menjelaskan bahwa gagasan Desa Ramah Lansia dan Sekolah Lansia lahir dari kebutuhan nyata, agar para orang tua kita tidak hanya terlayani secara medis, tetapi juga memiliki ruang untuk berkembang.

 

"Kami melihat bahwa lansia memiliki potensi luar biasa. Mereka butuh lebih dari sekadar obat; mereka butuh tempat untuk belajar, berinteraksi, berbagi pengalaman, dan merasa tetap berharga. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, perguruan tinggi, dan masyarakat adalah kunci utamanya." Jelas Fredy.

 

Dia berharap Desa Palipi Soreang dapat menjadi teladan bagi desa-desa lain di Majene, membuktikan bahwa pembangunan yang beradab adalah yang juga memuliakan mereka yang telah tua.

 

Deklarasi Bersejarah, Komitmen Wujudkan Lingkungan Inklusif. Momen paling bersejarah terjadi saat seluruh elemen yang hadir menyaksikan Deklarasi Desa Ramah Lansia Palipi Soreang. Deklarasi ini menjadi tonggak resmi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, mudah diakses, dan penuh kasih bagi seluruh warga lanjut usia.

 

Tidak berhenti di situ, acara dilanjutkan dengan peresmian Sekolah Lansia Palipi Soreang, sebuah wadah pembelajaran sepanjang hayat yang dirancang khusus agar para lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan hidup dengan penuh martabat.

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat Wahidah Paheng, mantan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat Dra. Hj. Rosnawati, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Banggae, Kepala Desa Palipi Soreang, Kepala Puskesmas Totoli, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tenaga pendidik.

 

Di penghujung acara, senyum dan rasa syukur tergambar jelas di wajah para lansia. Palipi Soreang telah membuktikan satu hal, kualitas peradaban sebuah daerah tidak hanya dilihat dari megahnya pembangunan, tetapi dari seberapa besar kepeduliannya merawat dan menghormati mereka yang telah lebih dahulu berjuang. 


Semangat "Merawat yang Telah Merawat Kita" pun kini menggema luas, menjadi pesan harapan bagi seluruh penjuru Majene.


Laporan : Nadi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • HLUN 2026: Dari Senam Sehat hingga Deklarasi Desa Ramah Lansia, Semangat "Merawat yang Telah Merawat Kita" Menggema di Majene

Trending Now

Iklan

iklan