Iklan

Mesin Insinerator Rp. 9 Miliar Masih Menganggur di TPA Paku, Tak Beroperasi Hampir Setahun

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:35 WIB Last Updated 2026-07-17T01:35:01Z

Kondisi terkini TPA Sampah di Desa Paku, Kecamatan Binuang, sepi sunyi tak ada aktivitas. (Foto : Ahmad Gazali)

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Hampir satu tahun sejak dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Polewali Mandar(Polman) Tahun 2025 senilai Rp. 9 Miliar, dua unit mesin insinerator di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Paku, Kecamatan Binuang, belum juga beroperasi.


Padahal, mesin pembakaran sampah tersebut diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah modern di Kabupaten Polman, Dengan kapasitas pembakaran mencapai 12 ton sampah per hari, hasil pembakarannya bahkan direncanakan dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan batako maupun paving block.


Namun realitas di lapangan berkata lain. Hasil pantauan di kawasan TPA Paku menunjukkan aktivitas di sekitar fasilitas mesin insinerator nyaris tidak terlihat. Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA Paku tampak sepi tanpa aktivitas petugas. Di area mesin pembakaran sampah juga tidak terlihat adanya kegiatan operasional.


Mesin insinerator tersebut sebenarnya telah melalui uji coba pada 10 November 2025. Saat itu, Bupati Polman Samsul Mahmud turut menghadiri proses uji coba sebagai bagian dari peluncuran fasilitas baru di TPA Paku.


Kondisi terkini TPA Sampah di Desa Paku, Kecamatan Binuang, sepi sunyi tak ada aktivitas. (Foto : Ahmad Gazali)


Meski demikian, hingga pertengahan Juli 2026, mesin tersebut belum dimanfaatkan untuk mengolah sampah masyarakat.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Polewali Mandar, Syarifuddin Wahab, mengakui mesin tersebut memang belum siap dioperasikan, sebab masih membutuhkan sejumlah pembenahan.


"Setelah uji coba yang dulu itu, masih ada sejumlah hal yang mau kita benahi agar dapat segera beroperasi, seperti kabelnya, untuk tingkatkan daya pembakaran." Kata Syarifuddin.


Menurut dia, pembenahan tidak hanya menyangkut kabel, tetapi juga aspek teknis lainnya agar mesin dapat bekerja secara maksimal.


"Insya Allah tahun ini mesin pembakaran itu akan kita fungsikan. Kita tidak mau buru-buru jika belum siap semuanya." Ujarnya.


Dua unit mesin insinerator di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Paku, Kecamatan Binuang, belum juga beroperasi. (Vidio : Ahmad Gazali).

Selain persoalan teknis, DLHK juga menyebut perubahan nomenklatur TPA Paku menjadi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Paku masih dalam proses kajian akademis.


"Proses perubahan nomenklatur tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan mengapa operasional mesin insinerator belum dilakukan." Ujar Syarifuddin. 


Di tengah belum beroperasinya fasilitas insinerator, DLHK Polman masih menggunakan metode lama dalam menangani sampah,


"Sampah masih dibawa ke kawasan hutan di Kecamatan Campalagian dengan metode digali lalu ditutup menggunakan tanah." Tuturnya.


Kondisi terkini TPA Sampah di Desa Paku, Kecamatan Binuang, sepi sunyi tak ada aktivitas. (Foto : Ahmad Gazali)

Keterangan serupa disampaikan Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLHK Polman, Ilyas Gani. Dia menyebut dua unit mesin insinerator mengalami kerusakan pada bagian kabel sehingga belum dapat dioperasikan.


"Nanti saya tanyakan sama Kepala UPTD TPA Paku, apa saja yang perlu dibenahi pada mesin itu." Katanya.



Tak hanya mesin insinerator, sejumlah fasilitas lain di TPA Paku yang dibangun menggunakan anggaran APBD 2025 juga belum dimanfaatkan.


Pemkab Polman tahun lalu mengalokasikan anggaran belasan miliar rupiah untuk pembangunan kawasan TPA Paku, meliputi bangunan hanggar sampah, gazebo, taman, gerbang TPA, serta pengadaan dua unit mesin insinerator.


Meski pembangunan fisik telah selesai, sebagian besar fasilitas tersebut hingga kini belum difungsikan.


Laporan : Ahmad Gazali

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mesin Insinerator Rp. 9 Miliar Masih Menganggur di TPA Paku, Tak Beroperasi Hampir Setahun

Trending Now

Iklan

iklan