Iklan

Dosen Poltekkes Mamuju Bekali Remaja Keterampilan Mengelola Kepanikan saat Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 14:57 WIB Last Updated 2026-11-05T06:57:33Z

Poltekkes Mamuju bekali remaja keterampilan mengelola kepanikan saat bencana di SMKN 1 Mamuju. (Foto : NAdi).

PolewaliTerkini.Net - MAMUJU - Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama secara fisik.


Kemampuan mengelola kepanikan, menjaga ketenangan serta memberikan dukungan kepada orang lain juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi darurat.


Berangkat dari pemahaman tersebut, tim dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) bertajuk;


“Optimalisasi Kesiapsiagaan Psikologis Bencana melalui Program Remaja Tangguh Bencana di SMK Negeri 1 Mamuju”.


Program yang berlangsung selamat dua bulan, melibatkan 30 siswa dari enam organisasi kesiswaan UPTD SMK Negeri 1 Mamuju, yaitu Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Rohani Islam (ROHIS), Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA), Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR) dan Siswa Pecinta Alam (SISPALA). 


Keterlibatan berbagai organisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran remaja sebagai penggerak kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.


Kegiatan ini dilaksanakan oleh dua dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju, Masnaeni Ahmad, S.Psi., MA dan Syamsidar, S.Kep., Ns., M.Kes., dengan tiga orang mahasiswa pendamping, yaitu Alya Afifah, Anita Liana Delfi P, dan Fatmawati.


Kepala UPTD SMK Negeri 1 Mamuju, Drs. Makhmudi, menyampaikan, menyambut baik pelaksanaan program tersebut, dengan pembekalan kesiapsiagaan psikologis merupakan hal penting bagi siswa, terutama karena mereka tinggal di wilayah yang memiliki risiko bencana. 


Sehingga berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal praktis yang dapat diterapkan siswa ketika menghadapi situasi darurat.


Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai peran remaja dalam mitigasi bencana di sekolah. 


"Para peserta diajak memahami potensi risiko bencana, pentingnya kesiapsiagaan serta tindakan yang dapat dilakukan sebelum, saat dan setelah bencana terjadi. Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi peran masing-masing organisasi siswa dalam mendukung kesiapsiagaan bencana." Tuturnya.


Menurutnya, proses identifikasi tersebut, setiap organisasi didorong untuk mengenali potensi dan kontribusinya sesuai dengan karakteristik kegiatan masing-masing. 


OSIS dapat mengambil peran dalam koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada warga sekolah, ROHIS dalam memberikan dukungan moral dan sosial, PASKIBRA dalam membantu kedisiplinan dan keteraturan.


Kemudian Pramuka dalam keterampilan kesiapsiagaan dan kedaruratan, PMR dalam pertolongan pertama serta SISPALA dalam pengenalan lingkungan dan dukungan kegiatan lapangan.


"Diskusi ini memberikan pemahaman bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab satu kelompok, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur sekolah dengan peran yang saling melengkapi." Ungkapnya.


Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad Rafik, S.P., M.Pd., menyatakan. Kegiatan identifikasi peran tersebut relevan dengan upaya pembinaan organisasi siswa di sekolah. 


Selama ini, pembinaan kesiapsiagaan bencana lebih banyak menekankan aspek fisik dan evakuasi, sedangkan keterlibatan masing-masing organisasi dalam situasi darurat perlu terus diperkuat. 


Dan mengapresiasi pendekatan yang melibatkan enam organisasi siswa karena dapat mendorong siswa untuk memahami kontribusi kelompoknya sekaligus membangun kerja sama lintas organisasi. 


"Keterampilan dan pemahaman yang diperoleh melalui program ini diharapkan dapat menjadikan siswa lebih percaya diri untuk menjadi penggerak teman sebaya dalam membangun kesiapsiagaan bencana di sekolah." Jelasnya.


Sementara itu Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju, Masnaeni Ahmad, mengatakan, selain kesiapan organisasi program ini juga memberikan perhatian khusus pada kesiapsiagaan psikologis remaja. Pembekalan melalui praktik mindfulness dan teknik pernapasan efektif. 


Melalui kegiatan interaktif tersebut, siswa diajak mengenali respons emosional ketika menghadapi situasi darurat serta mempraktikkan cara sederhana untuk membantu mengelola kepanikan dan menjaga ketenangan.


"Keterampilan ini penting karena kondisi panik dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir jernih, mengambil keputusan, dan memberikan bantuan kepada orang lain. Materi tersebut memberikan pengalaman baru bagi para peserta." Ucapnya.


Setelah mendapatkan pembekalan kesiapsiagaan psikologis, peserta juga memperoleh keterampilan respons fisik melalui praktik evakuasi korban dan balut bidai yang dipandu oleh Syamsidar. 


Praktik ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal dan mencoba keterampilan pertolongan pertama yang dapat dibutuhkan ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan sekolah.


Pembekalan tersebut kemudian dihubungkan dengan upaya penguatan kapasitas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Melalui pendampingan ini, siswa dan pihak sekolah didorong untuk memanfaatkan UKS sebagai salah satu unsur pendukung kesiapsiagaan dan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah. 


Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim dosen juga menyerahkan sarana pendukung berupa tandu, tas emergency, dan booklet Remaja Tangguh Bencana kepada pihak sekolah.


Guru sekaligus Pembina UKS UPTD SMK Negeri 1 Mamuju, Rahnida Rahman, S.Pd, mengatakan. Mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan tambahan pengetahuan yang selama ini belum banyak diperoleh dalam pembinaan UKS/PMR.


Pembelajaran PMR sebelumnya lebih banyak berfokus pada pertolongan pertama fisik, seperti balut bidai dan perawatan luka, sementara keterampilan membantu teman yang mengalami kepanikan dan kecemasan akibat bencana belum dibahas secara mendalam.


"Melalui kegiatan ini, anggota PMR memperoleh pemahaman tambahan untuk menenangkan diri sendiri maupun membantu menenangkan teman sebaya sebelum melakukan tindakan pertolongan." Bebernya. 


Rahnida menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pembinaan kesehatan di sekolah dan berharap Program Remaja Tangguh Bencana dapat terus dilanjutkan serta menjadi bekal bagi kader PMR baru setiap tahunnya.


Apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut bukan sekadar penyuluhan, melainkan pembekalan keterampilan hidup yang sangat dibutuhkan oleh para siswa.


"Materinya luar biasa. Anak-anak kami yang biasanya panik saat simulasi gempa, hari ini dibekali kesiapsiagaan psikologis dan keterampilan mitigasi bencana yang sangat praktis dan mudah diingat." Ungkapnya.


Dia berharap kolaborasi antara SMK Negeri 1 Mamuju dan Poltekkes Kemenkes Mamuju dapat terus berlanjut sehingga upaya membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan bencana di lingkungan sekolah dapat dikembangkan secara berkesinambungan.


Program Remaja Tangguh Bencana, tim Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju berupaya memperkuat pemahaman bahwa remaja memiliki potensi strategis dalam membangun kesiapsiagaan bencana berbasis sekolah. 


Dengan mengenali peran organisasinya masing-masing, memiliki keterampilan mengelola respons psikologis, serta mampu memberikan dukungan kepada teman sebaya, remaja diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam membangun komunitas sekolah yang lebih tangguh menghadapi bencana.


Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sekaligus menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan keperawatan kepada masyarakat melalui kolaborasi dengan sekolah.


"Program ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya budaya kesiapsiagaan bencana yang tidak hanya berorientasi pada keselamatan fisik, tetapi juga memperhatikan kesiapan psikologis dan kepedulian sosial sejak usia remaja." Tutupnya.


Laporan : Nadi 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dosen Poltekkes Mamuju Bekali Remaja Keterampilan Mengelola Kepanikan saat Bencana

Trending Now

Iklan

iklan