***...***

.

Jumat, 04 Januari 2019

Sultan menunjukkan saluran pembuangan air 
yang dibuat oleh dokter di perutnya
POLEWALITERKINI.NET - Sultan (49) Penderita tumor usus dan mengalami cacat tuna netra, butuh uluran tangan untuk biaya saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Wahidin Makassar, Sulawesi Selatan. Selasa, 02 Januari 2018.

Pada saat dikunjungi dikediamannya di Desa Batetangtangnga, Kecamatan Binuang, Polman, Sultan ayah 1 anak tersebut menuturkan biaya operasi, pemeriksaan medis dan kemoterapi sudah tertanggung BPJS kesehatan.

Akan tetapi lanjutnya, untuk biaya hidup selama menjalani perawatan di RS Wahidin tidak ada sama sekali hingga niatnya mengikuti program kemoterapi setelah menjalani operasi tahap pertama pada bulan Oktober tahun lalu diurungkan lantaran tak memiliki biaya lagi.

"Saya tidak punya biaya lagi untuk menjalani perawatan medis di RS Wahidin." Ungkap Sultan.

Sultan tinggal bersama 1 orang anaknya bernama Sulaeman yang kini duduk di bangku kelas 3 Madrasah Aliyah (M ) di Batetangnga dan Istrinya bernama Sitti Aminah (48) yang kini menjadi tulang punggung keluarga setelah Sultan operasi.

Kini Sultan hanya bisa pasrah dengan nasibnya, dulu Sultan merupakan suami dengan tanggung jawab penuh dikeluarganya.

Sebelum menjalani operasi, Sultan bekerja sebagai buruh lepas dan petani penggarap. Pekerjaannya tersebut ia jalani meski dirinya mengalami cacat tuna netra sejak belasan tahun silam, tepatnya saat duduk di bangku sekolah menengah di Pare-Pare, Sulsel.

"Saat dibawa ke RS katanya itu saraf saya bermasalah." Cerita Sultan.

Menurut Sultan,  ada 2 teman sekelasnya yang kini jauh berbeda nasib dengannya, yaitu Adnan Nota kini menjabat Kepala Kantor Kemenag Majene dan Muhdin mantan Kepala Kanwil Kemenag Sulbar.

"Sejak saya selesai dioperasi saya sudah tidak bisa bekerja, istri saya yang gantikan sekarang bekerja mengusir burung dilahan sawah garapan kami." Ujar Sultan.

Sultan beserta istri dan anaknya tinggal disebuah rumah tua yang sudah rapuh, rumah rapuhnya tersebut dikelilingi dinding batu bata dan terbangun saat istrinya bekerja sebagai buruh catering di Makassar.

Saat itu pembangunan rumahnya tak rampung dan hanya sampai di dinding saja, sementara rumah panggung bagian atas miliknya kini sudah hampir roboh karena kayunya lapuk termakan rayap dan usia.

"Ini dindingnya saja pak ini dulu sempat saya kerja dan tidak selesai semua, kalau atasnya ini sudah rapuh, waktu angin kencang saya hanya bisa berdo'a mudah-mudahan ini tidak roboh." Jelas Sultan.

Dia berharap Pemerintah dan dermawan bisa meringankan bebannya apalagi menurut dokter ia masih punya peluang untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya, beberapa mahasiswa dan dermawan lainnya sudah menyumbang melalui rekening yang dibuat oleh anaknya.

"Rencananya uang bantuan dari dermawan ini akan digunakan membiayai pengobatan nanti di Makassar karena kemungkinan akan beberapa bulan tinggal di Makassar dengan menyewa rumah kost." Kata Sultan.

Sementara itu salah satu warga Batetangnga, Juliani yang merupakan orang pertama yang memposting foto Sultan ke Media sosial facebook menyampaikan kondisi ekonomi Sultan saat ini sangat memprihatinkan sehingga ia pun berinisiatif membantunya melalui donasi dermawan dengan meng-upload kondisi Sultan di Medsos.

"Bagi dermawan yang ingin menyumbang ke rekening anaknya dapat mengirimkan donasinya di nomor rekening 5037-01-019690-53-1 atas nama Sulaeman." Jelas Juliani.

Laporan  :  Z Ramadhana.

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini