***...***

Sabtu, 05 Oktober 2019

Spesialis Forensik dr. Denny Matius, M.Kes.,Sp.F
Memberikan Keterangan Kepada Wartawan
Tim Forensik Polda Sulsel Selesai Melakukan Autopsi
Keluarga Menyiapkan Perlengkapan Jenazah
di Masjid RSUD Polman
Pihak Keluarga Membawa Korban Dari Ruang  Jenazah
POLEWALITERKINI.NET - Tim Dokter Forensik Polda Sulawesi Selatan menyebut ada tanda-tanda kekerasan fisik pada mayat di dalam karung. Ini terungkap usai melakukan proses autopsi terhadap jasad JAYANTI MANDASARI (33) di RSUD Polewali. Sabtu (05/10/2019).

BERITA TERKAIT : Polres Polman Identifikasi Korban, Polisi Bakal Kejar Pembuang Mayat Dalam Karung

Spesialis Forensik dr. Denny Matius, M.Kes.,Sp.F kepada wartawan mengatakan, tim dokter Forensik Polda Sulsel telah melakukan proses autopsi kurang lebih 2 jam. Namun dia mengatakan terkait hasil belum bisa selesai karena masih ada tindak lanjutnya.

“Saya kira hasil Autopsi belum selesai, karena tim kami masih akan melanjutkan dalam pemeriksaan Laboratorium, sampel-sampel organ yang kita kirim ke Laboratorium Patologi dan Laboratorium Forensik Makassar.” Kata Tim Forensik Polda Sulsel, dr. Denny Matius, M.Kes.,Sp.F.

BERITA TERKAIT : Dandim Polmas : Penyerahan Diri Suami Siri Mayat Dalam Karung Dalam Kasus Lain 

Meski demikian saat ditanya oleh wartawan apakah ada tanda-tanda kekerasan, dia menyebut bahwa ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban namun untuk detailnya menunggu hasil pemeriksaan sampel di Laboratorium.

"Tanda-tanda kekerasan ada kita temukan. Saya tegaskan lagi kami temukan tanda-tanda kekerasan tapi detail itu nanti penyidik yang menjelaskan, karena proses outopsi ini juga belum selesai, nanti melalui Laboratorium dan nanti menjadi kesimpulan dalam laporan kami." Kata dr. Denny Matius, M.Kes.,Sp.F.

BERITA TERKAIT : Kasus Penemuan Mayat Dalam Karung Kini Diambil Alih! 

Denny  menambahkan, kondisi jasad JAYANTI MANDASARI saat dilakukan otopsi sebagian tubuh sudah mengalami pembusukan dan berulat sehingga diperkirakan jazad ini sekira 3 hari sebelum warga menemukan.

Sementara Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K berharap proses autopsi oleh tim dokter Forensik Polda Sulsel dapat membantu pihak kepolisian untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian JAYANTI MANDASARI.

"Pihak tim Forensik akan menyampaikan kepada Kepolisian. Sementara untuk pelaku yang diduga melakukan penganiayaan masih didalami, saksi-saksi akan terus kami periksa." Jelas Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Sebelumya, mayat dalam karung ditemukan warga di saluran air atau irigasi di Dusun Padang, Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Jumat (04/10/2019).

Keluarga terdekat korban yang tak terima kematian putrinya berharap dan meminta pihak Kepolisian dan aparat terkait melakukan proses penyelidikan terkait kasus yang menimpa JAYANTI MANDASARI.

Laporan  :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini