*** GUNAKAN MASKER PADA TEMPATNYA , LINDUNGI DIRI, LINDUNGI SESAMA ***

Minggu, 23 Agustus 2020

Unjuk Rasa Tuntut Penangan Kasus Demas Ditangani Khusus
Wartawan Ditemukan Tewas Dengan Luka Tusukan
POLEWALITERKINI.NET – Sekira ratusan orang tergabung dalam Aliansi Jurnalis dan LSM di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, menggelar aksi damai mengecam tindakan premanisme terhadap wartawan online Demas Laira di Mamuju Tengah. Senin (24/08/2020).

BERITA TERKAIT : Wartawan di Mateng Ditemukan Tergeletak Dengan 21 Luka Tusuk

Sejumlah wartawan, LSM dan Masyarakat ini melakukan orasi bergantian di pertigaan Jalan rumah jabatan Bupati Polman, "Mengecam Tindakan Premanisme Yang Dilakukan Oleh Oknum Yang tidak Bertanggungjawab Terhadap Dugaan Pembunuhan Jurnalis Demas Laira di Mamuju Tengah".

BERITA TERKAIT : Demas Laira Tewas, Kapolres Polman Teruskan Aspirasi Kepolda dan Polres Mateng

Koordinator aksi, Burhanuddin HR dan wartawan MNC TV, Huzair Zainal dalam orasinya mengatakan menyikapi banyaknya persoalan dialami oleh jurnalis di tanah air dalam melakukan liputan di lapangan baik teror, intimidasi bahkan menghilangkan nyawa sang jurnalis.

Jika disikapi hal seperti ini yang menimpa para pewarta di tanah air nampaknya tidak sejalan dengan kemerdekaan pers sebagaimana di maksud dalam Undang-undang Pokok pers nomor 44 tahun 1999 dimana para pekerja pers atau media dalam menjalankan tugas itu dilindungi.

“Tugas wartawan itu di lindungi Undang-undang bahkan di Indonesia kedudukan pers itu sebagai pilar ke IV.” Ungkapnya.

Lebih lanjut, sudah banyak wartawan jadi korban, contohnya Fuad Muhammad Syafruddin yang akrab dipanggil Udin lahir di Bantul Yogyakarta yang dianiaya oleh orang yang tidak kenal kemudian meninggal.

Dia menjadi wartawan di Bernas 1986. Dan kini Demas Laira wartawan dari Kabardaerah.com tewas di Mamuju Tengah Provinsi Sulbar tewas dengan luka 21 kali tusukan. Selain itu ada wartawan jadi sasaran kriminalisasi dan harus mendekam di penjara.

Berikutnya kriminalisasi dialami Johny Samananery (SCTV Ambon) yang dianiaya di pengadilan negeri malahan ditetapkan sebagai tersangka dari Polres Ambon serta teror pelemparan bom molotov terhadap media menimpa majalah berita mingguan tempo pada awal Juli 2010 tatkala gencar mengangkat isu "Rekening Gendut" milik beberapa Perwira Tinggi Kepolisian Negara RI.

Menyikapi tewasnya wartawan online Demas Laira di Mamuju Tengah, para pendemo melempar tuntutan di depan Kapolres Polman, yakni :

1.    Meminta Kapolres Mamuju Tengah dan juga Kapolda Sulbar agar segera membentuk tim khusus dalam menyelesaikan kasus ini, jika tidak kami akan turun lagi dengan massa yang lebih banyak lagi.
2.    Meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku pembunuhan terhadap jurnalis Demas Laira di Mamuju Tengah.
3.    Segera menangkap pelaku dan hukum seberat-beratnya.
4.    Tegakkan keadilan bagi almarhum "Demas Laira"

Laporan  :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini

INFO CORONA