GUNAKAN MASKER PADA TEMPATNYA , LINDUNGI DIRI, LINDUNGI SESAMA

Rabu, 30 Juni 2021

POLEWALITERKINI.NET - Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) merencanakan membangun sistem pengolahan sampah dengan melibatkan ahli lingkungan Prof. Sri Tejo Wulan, guru besar dari Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Prof Tejo ahli lingkungan dari Universitas Mataram tadi melakukan pemaparan di DPRD Polman, iya mereka semua setuju karena pengolahan sampah nantinya langsung habis. Kita tinggal mencari solusi karena bulan 12 TPA Paku harus ditutup sehingga barang ini harus jadi.” Kata Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar. Selasa (29/06/2021).

Bupati menjelaskan, pada bulan 7 ini kita berharap pembuatan 6 tungku pengolahan sampah harus dimulai dikerja dan diperkirakan selesai 3 bulan. Dia menyebutkan rencananya ada 3 lokasi jadi pilihan yakni di Desa Kunyi, Matakali dan Campalagian.

Ilustrasi
“Kita tidak ragu lagi masalah polusi karena ini sampah habis, pengolahan ini praktis sama dengan yang digunakan Singapur, Jepang, jadi tidak ada sampah karena hari itu juga tuntas dan debunya itu bisa dijadikan pupuk sawah sampai 11 tahun sawah itu tidak dipupuk lagi.” Ujar Andi Ibrahim Masdar.

Disinggung terkait anggaran, Bupati mengatakan siap namun jika anggaran ini melalui proses tender tentu pembangunan 6 tungku ini tidak bisa rampung hingga 3 bulan, sementara targetnya harus selesai November karena TPA Paku akan ditutup Desember mendatang.

“Bagaimana penganggarannya? Nah inilah, anggarannya ada, hanya kalau melalui proses tender itu belum tentu selesai sampai bulan 10, sementara ini tungku harus selesai November karena Desember itu harus ditutup di atas, nah ini yang kita bicarakan di DPRD dan dia sangat mendukung.” Jelas AIM.

Selain itu kedepan bukan lagi DLHK yang mengelolah sampah, melainkan akan di pihak ketigakan ini lebih baik karena jika ada masalah pihak ketiga yang akan kita tuntut. Pihak ketiga nantinya yang akan memungut sampah di pasar pasar dan dia menyelesaikan.

Ahli lingkungan dari mataram ini tak hanya melihat sampahnya tapi juga melihat dari sisi bisnisnya, karena pembangunan tungku ini nantinya tidak seperti pembuangan sampah akan tetapi pengolahan sampah dan bisa dijadikan tempat rekreasi.

“Pak tejo ini membuat perencanaan bukan hanya tempat pengolahan sampah, karena panas dari tungku itu bisa digunakan untuk air panas dan membuat kolam renang, jadi pengolahannya seperti tempat rekreasi dan bisa menghasilkan PAD.” Ungkap AIM.

Ketika disinggung terkait regulasi pembangunan pengolahan sampah tanpa tender Bupati mengatakan, bisa saja kita masukkan dalam proyek multiyear, namun tetap harus dikonsultasikan dengan DPRD dan berkoordinasi dengan BPK dan BPKP.

“Menurut regulasi ada jalan tidak? Kalau ini paling tidak dimultiyearkan, kita koordinasikan dulu ke BPK dengan BPKP. Ada juga jalan pihak ketiga yang bikin, nanti kita hutang atau selesai kita bayar.” Tutup Bupati. 

Laporan  :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini

INFO CORONA