Iklan

iklan

Data Berbeda, Pemdes Kuajang Gelar Rembuk Cegah Stunting

Minggu, 03 Juli 2022 | 10:00 WIB Last Updated 2022-07-03T13:48:22Z

Sekretaris Camat Junaid, S.IP, M.Si (tengah) Saat memberikan Sambutannya di Dampingi Kepala Desa Kuajang (kiri) di acara rembuk stunting 2022 (Foto : Acho Metro)

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Demi menekan dan mencegah angka pertumbuhan Stunting Gizi Buruk serta melakukan sinkronisasi data, Pemerintah Desa Kuajang Kecamatan Binuang menggelar rembuk Stunting Tahun 2022, di Kantor Desa Kuajang. Jumat (30/01/2022).


Pada kegiatan tersebut Kepala Desa Kuajang membuka acara secara resmi dan dihadiri langsung Sekretaris Camat Binuang, Junaid, S.IP, M.Si. 


Hadir pula perwakilan dari Puskesmas Binuang, Anggota BPD Desa Kuajang, Pendamping Desa, Kader KPM, serta seluruh Kepala Dusun di Desa Kuajang dan sejumlah tokoh Masyarakat.


Pada Kesempatan itu Kepala Desa Kuajang, H. Muhammad mengatakan, kegiatan hari ini adalah bentuk peduli kita menekan dan mencegah angka Stunting serta melakukan sinkronisasi data terkait adanya informasi dari PMD bahwa angka Stunting di Desa Kuajang itu ada 14 penderita.


"Karena dengan adanya informasi bahwa Stunting Gizi buruk di desa kuajang itu ada 14 orang makanya hari ini kita perlu melakukan sinkronisasi data baik kepada puskesmas dan Kader KPM agar data yang ada tidak simpang siur, bila kita merujuk Sesuai data KPM dan Kepala Dusun angka Stunting Per Tahun 2022 di desa kuajang itu tidak ada." Ujar Kades Dua Periode tersebut.


Lanjut, H. Muhammad mengatakan, demi menurunkan dan mencegah angka Stunting, kita akan menganggarkan untuk adanya tambahan ASI serta Konsumsi pada ibu dan Bayi, dan kita juga terima usulan dari pendamping desa terkait penanganan stunting untuk kita anggarkan kedepannya.


Mengenai KPM, H. Muhammad sangat mengapresiasi kinerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang ada di desa Kuajang. 

Ismail, Ketua BPD Desa Kuajang, Binuang, Menyampaikan Data Penderita Pada Rembuk Stunting yang di gelar di Kantor Desa (Foto : Acho Metro)


"Bagi KPM yang kaden nya berjumlah 25 orang yang setiap dusunnya itu terdapat 5 kader, saya kasi jempol karena semua kader sudah bekerja dengan maksimal baik dalam pendataan maupun peran serta dalam menekan dan mencegah angka Stunting." Terang H. Muhammad.


H. Muhammad berharap agar data Stunting di desa Kuajang selalu disinkronkan biar tidak ada informasi yang keliru dan tetap mengharapkan agar kedepannya Stunting tidak ada lagi karena merujuk dari data tahun lalu hanya terdapat 3 penderita Stunting. 


Sementara itu, Junaid Sekretaris Camat Binuang mengatakan, dari Pemerintah Kecamatan Binuang turun ke desa sebagai wujud partisipasi untuk mengurangi dan mencegah angka Stunting. 


Lanjut, Junaiid, dari hasil musyawarah atau rembuk hari ini, kami selaku pemerintah kecamatan sangat mendukung dan mensuport langkah dengan adanya bantuan pencegahan Stunting khususnya kepada ibu hamil dan balita. 


"Karena dengan program bantuan seperti ini atau pasti akan berdampak positif, dalam mengurangi ataupun mencegah angka Stunting gizi buruk" Kata Junaid


Junaid juga mengatakan, terkait Data terakhir Stunting di kecamatan sudah ada namun kita mau sinkronkan terlebih dahulu baik dari data puskesmas, desa maupun Stakeholder yang ada biar tidak menjadi informasi yang keliru.


Junaid berharap Desa Kuajang bisa menjadi rujukan untuk desa lain di kecamatan Binuang dengan adanya bantuan bantuan yang menjadi program pencegahan Stunting, baik berupa konsumsi makanan kepada ibu dan bayinya dan bentuk penanganan lainnya.


Laporan : Acho Metro

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Data Berbeda, Pemdes Kuajang Gelar Rembuk Cegah Stunting

Trending Now

Iklan

iklan