![]() |
| Ketua PMII Cabang Polman, Dirman. Kritik pelayanan RSUD Andi Depu, yang dinilai tidak profesional dan mengandung unsur kelalaian. (Foto : Nadi). |
PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengkritik keras pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Depu Polewali, yang dinilai tidak profesional dan mengandung unsur kelalaian dalam pelayanan kesehatan.
Ketua PMII Cabang Polman, Dirman, menegaskan. Pelayanan di ruang perawatan dirasakan tidak sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit. Sikap dan kinerja tenaga kesehatan dinilai kurang profesional.
Penilaian itu berawal ditemukan kejanggalan serius dalam pelayanan obat, dimana perawat justru menyarankan pasien untuk membeli obat di luar rumah sakit dengan alasan stok obat kosong.
"Ditemukan kejanggalan serius dalam pelayanan obat, dimana perawat menyarankan pasien membeli obat di luar rumah sakit dengan alasan stok obat kosong." Tegasnya.
Dia jelaskan, terdapat informasi yang mengarahkan pasien untuk membeli obat di salah satu tempat praktik dokter tertentu dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan apotek lain.
Alasan yang disampaikan pihak rumah sakit terkait kekosongan obat dinilai tidak masuk akal, karena kondisi tersebut berlangsung selama berhari-hari. Bahkan hampir satu minggu.
"Kekosongan obat dinilai tidak masuk akal, karena kondisi tersebut berlangsung selama berhari-hari." Bebernya.
Menurutnya, kondisi tersebut sebagai bentuk kelalaian dalam pelayanan kesehatan yang tidak boleh dibiarkan. Praktik semacam ini mencederai hak pasien serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Andi Depu sebagai rumah sakit rujukan daerah.
Atas kejadian tersebut, PMII Cabang Polman, kecewa mendalam dan mendesak pihak manajemen RSUD Andi Depu serta instansi terkait untuk segera menindaklanjuti pengaduan ini secara serius.
"Apabila tidak ada tindak lanjut dan perbaikan yang nyata, PMII Cabang Polman, menegaskan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku." Tuturnya.
Dilanjutkan, PMII Cabang Polman mengkritik keberadaan praktik dokter berbayar atau mal praktik di dalam RSUD Andi Depu yang dinilai tidak etis. Dan berpotensi melanggar prinsip pelayanan kesehatan publik.
RSUD Andi Depu seharusnya berorientasi pada pelayanan kesehatan yang adil dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, bukan justru membuka ruang praktik yang bernuansa komersial di dalam lingkungan rumah sakit.
"PMII Cabang Polman berharap adanya evaluasi menyeluruh demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat." Lugasnya.
Penulis : Nadi

