Iklan

Diduga Aborsi Berujung Maut, Polisi Dalami Kematian Perempuan Muda di Hukum Wonomulyo

Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:08 WIB Last Updated 2026-08-26T05:23:48Z

Kapolres Polewali Mandar, AKBP Zaky Maghfur, S.I.K, memberikan keterangan kepada wartawan dan melakukan interogasi terduga pelaku.(Foto : FadliAnt/Sukriwandi).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Kabar duka dari wilayah hukum Polsek Wonomulyo berujung pada penyelidikan polisi. Seorang perempuan muda ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah, sementara polisi mendalami dugaan bahwa kematiannya berkaitan dengan upaya menggugurkan kandungan.


Kapolres Polewali Mandar, AKBP Zaky Maghfur, S.I.K, mengatakan kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima informasi mengenai seseorang yang sedang membungkus jenazah di salah satu rumah di wilayah hukum Polsek Wonomulyo, tepatnya di Kecamatan Matakali.


Petugas kemudian mendatangi lokasi dan mendapati informasi tersebut benar. Dari keterangan awal yang diperoleh, perempuan tersebut diduga meninggal setelah menjalani proses aborsi.


"Diduga pelaku melalui online membeli obat-obatan untuk menggugurkan kandungan." Kata Zaky.


Namun polisi masih berhati-hati dalam menyimpulkan penyebab kematian. Sejumlah orang telah dimintai keterangan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.


"Untuk sementara kita masih mengambil keterangan sejumlah saksi. Setelah itu baru bisa dijelaskan lebih lanjut." Jelasnya.


Terungkap dari Tangisan Seorang Anak


Kasus ini memiliki sisi lain yang membuat polisi mulai menelusuri hubungan antara korban, terduga pelaku dan seorang anak kecil.


Informasi awal menyebutkan, sekitar dua hari sebelum kasus tersebut terungkap, seorang anak kecil ditemukan berada di wilayah Desa Paku, Kecamatan Binuang.


Anak tersebut kemudian menjadi perhatian warga setelah terlihat seorang diri. Anak-anak sekolah yang melintas melihat keberadaannya dan informasi itu kemudian disampaikan kepada keluarga serta Bhabinkamtibmas.


Polisi selanjutnya melakukan penelusuran hingga diketahui bahwa anak tersebut ternyata memiliki hubungan dengan perempuan yang ditemukan meninggal di Wonomulyo.


"Dari informasi itu benar ada anak kecil, kemudian dicari informasi dan ternyata anak tersebut merupakan warga di sini juga." Ujar Kapolres.


Polisi kini masih mendalami bagaimana anak tersebut bisa berada di Desa Paku dan siapa yang membawanya ke lokasi tersebut.


Hubungan Enam hingga Tujuh Bulan


Dari informasi sementara yang diperoleh penyidik, korban dan terduga pelaku disebut telah menjalani hubungan selama sekitar enam hingga tujuh bulan.


Motif maupun persoalan yang melatarbelakangi dugaan aborsi tersebut masih dalam penyelidikan, termasuk mengenai status korban yang disebut-sebut telah berkeluarga.


“Ini masih kita dalami." Kata Kapolres.


Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan apakah benar telah terjadi tindakan aborsi, obat apa yang digunakan, siapa yang memperolehnya, serta apakah terdapat pihak lain yang terlibat.


Polisi, Jangan Berspekulasi


Karena penyelidikan masih berlangsung, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian perempuan tersebut maupun pihak yang harus bertanggung jawab.


Keterangan saksi, barang bukti, pemeriksaan medis dan hasil penyelidikan akan menjadi dasar untuk menentukan konstruksi perkara.


Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kehamilan tidak diinginkan tidak boleh diselesaikan secara sembarangan, terlebih dengan menggunakan obat atau metode yang diperoleh tanpa pengawasan tenaga medis. 


Selain berpotensi menimbulkan komplikasi serius, tindakan tersebut dapat membawa konsekuensi hukum.


Laporan : FadliAnt/Sukriwandi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diduga Aborsi Berujung Maut, Polisi Dalami Kematian Perempuan Muda di Hukum Wonomulyo

Trending Now

Iklan

iklan