![]() |
| Ketua DPW NasDem Sulbar Dirga Adhi Putra Singkarru. (Foto : Fadli Ant). |
PolewaliTerkini.Net - MAMUJU - Pembahasan calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat di tengah koalisi politik berujung pada aksi walk out. DPW Partai NasDem Sulawesi Barat memilih meninggalkan ruang rapat setelah pembahasan belum menemukan titik temu terkait mekanisme penentuan calon pendamping Gubernur Sulbar.
Rapat digelar di Hotel Maleo Mamuju, Jumat malam (21/8/2026), mulai sekitar pukul 20.00 WITA. Namun, belum genap satu jam pembahasan berlangsung, Ketua DPW NasDem Sulbar Dirga Adhi Putra Singkarru bersama Sekretaris DPW NasDem Sulbar Herlin terlihat keluar dari ruang rapat sekitar pukul 21.00 WITA.
Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa pembahasan calon Wakil Gubernur Sulbar belum berjalan mulus di internal koalisi.
NasDem memilih meninggalkan forum karena menilai belum terdapat kesepakatan bersama mengenai mekanisme dan ketentuan dalam proses penentuan calon Wakil Gubernur.
Menurut NasDem, pembahasan dalam koalisi semestinya dibangun melalui komunikasi, kesepahaman dan kesepakatan seluruh partai yang tergabung di dalamnya.
"NasDem menghormati proses komunikasi dan pembahasan yang berlangsung. Namun, karena belum adanya kesepakatan terkait mekanisme dan ketentuan dalam proses penentuan calon Wakil Gubernur, kami memilih untuk meninggalkan rapat sebagai bentuk sikap politik." Ujar Dirga.
Dirga menegaskan, sikap tersebut bukan berarti NasDem menutup ruang komunikasi politik. Namun, partainya ingin memastikan setiap keputusan strategis dalam koalisi tidak ditentukan secara sepihak.
"Pengambilan keputusan seharusnya dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama, bukan monopoli semata." Tegasnya.
Sinyal Perbedaan Sikap di Internal Koalisi. Aksi walk out tersebut memperlihatkan adanya perbedaan pandangan mengenai mekanisme penentuan calon Wakil Gubernur Sulbar.
Bagi NasDem, proses pencarian calon bukan semata-mata soal siapa yang akan menduduki posisi tersebut, tetapi juga menyangkut bagaimana keputusan politik itu dibuat dan disepakati bersama.
Sikap tersebut sekaligus membuka ruang pertanyaan mengenai kelanjutan komunikasi antara partai dalam koalisi serta apakah mekanisme penentuan calon Wakil Gubernur nantinya mampu menemukan titik temu.
Dengan dinamika politik yang masih berkembang, rapat yang hanya berlangsung sekitar 45 menit itu justru meninggalkan pesan politik yang cukup panjang: jalan menuju kesepakatan calon Wakil Gubernur Sulbar masih belum sepenuhnya mulus.
Laporan : Fadli Ant/Sukriwandi
