Iklan

Kemarau Mengintai, Polman Siagakan Pasukan Lawan Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:25 WIB Last Updated 2026-08-28T10:25:21Z

Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, bersama TNI Kodim 1402 Polewali Mandar, Polres Polman dan sejumlah pihak terkait apel kesiapsiagaan Karhutla di Makodim 1402 Polewali Mandar. (Foto : NAdi).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Saat musim kemarau mulai mengeringkan lahan dan rerumputan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi persoalan yang tidak boleh dianggap sepele.


Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar ketika bertemu lahan kering, angin dan kondisi cuaca yang mendukung. Dampaknya bukan hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat hingga perekonomian.


Menyadari ancaman tersebut, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar bersama TNI, Polri dan sejumlah instansi terkait mulai memperkuat kesiapsiagaan.


Langkah itu ditandai dengan apel kesiapsiagaan Karhutla yang digelar di Makodim 1402 Polman, Jumat (28/08/2026).


Apel dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Polman, Andi Mahadiana Djabbar, dan diikuti berbagai unsur yang memiliki peran dalam penanggulangan kebakaran.


Andi Mahadiana mengatakan, kesiapsiagaan dilakukan menyusul munculnya sejumlah titik panas di wilayah Polman dalam sepekan terakhir.


"Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi." Jelasnya.


Api Tak Mengenal Batas Wilayah. Karhutla bukan persoalan yang dapat diselesaikan oleh satu lembaga.


Ketika api mulai membesar, penanganan membutuhkan kecepatan, personel, peralatan dan koordinasi lintas sektor. Karena itu, pemerintah daerah menggandeng TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni hingga masyarakat.


"Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi, koordinasi dan kecepatan bertindak antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni serta seluruh lapisan masyarakat." Ujarnya.


Usai apel, kesiapan tersebut langsung diuji melalui simulasi penanganan kebakaran.


Personel memperagakan proses penanganan api menggunakan unit pemadam kebakaran. Simulasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan personel memahami tugas masing-masing dan peralatan yang tersedia benar-benar siap digunakan ketika keadaan darurat terjadi.


Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, bersama TNI Kodim 1402 Polewali Mandar, Polres Polman dan sejumlah pihak terkait apel kesiapsiagaan Karhutla di Makodim 1402 Polewali Mandar. (Foto : NAdi).

Tidak berhenti pada apel dan simulasi, pemerintah bersama unsur terkait juga menyiapkan posko utama penanggulangan Karhutla di Makodim 1402 Polman.


Pasi Ops Kodim 1402 Polman, Kapten Inf Ahmad Yani, mengatakan posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla.


"Posko utama penanggulangan Karhutla kita tempatkan di Makodim 1402 Polman. Personel yang siaga terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Manggala Agni dan instansi terkait lainnya." Katanya.


Keberadaan posko diharapkan mempercepat pertukaran informasi dan pengerahan personel ketika ditemukan kebakaran di wilayah Polman.


Sejumlah unsur turut terlibat dalam kesiapsiagaan tersebut, di antaranya Kodim 1402 Polman, Polres Polman, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, Brimob, PLN dan instansi terkait lainnya.


Masyarakat Adalah Mata Pertama. Namun, sekuat apa pun pasukan disiapkan, pencegahan Karhutla tetap membutuhkan mata dan kepedulian masyarakat.


Warga yang melihat asap atau titik api di kawasan hutan, kebun maupun lahan kosong diharapkan tidak menunggu api membesar. Informasi sedini mungkin dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api meluas.


Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak membakar lahan sembarangan, tidak membuang puntung rokok yang masih menyala, serta memastikan aktivitas yang menggunakan api dilakukan dengan sangat hati-hati.


Sebab, mencegah satu titik api jauh lebih mudah dibandingkan memadamkan kebakaran yang sudah meluas.


Pemerintah Kabupaten Polman bersama TNI-Polri dan seluruh unsur terkait berharap kesiapsiagaan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menjaga lingkungan.


Di tengah musim kemarau, kewaspadaan bukan hanya tugas petugas pemadam. Setiap warga memiliki peran untuk memastikan satu percikan api tidak berubah menjadi bencana.


Dengan koordinasi yang cepat, informasi masyarakat yang akurat dan kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, ancaman Karhutla di Polman diharapkan dapat dicegah sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.


Laporan : Nadi/Sukriwandi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kemarau Mengintai, Polman Siagakan Pasukan Lawan Karhutla

Trending Now

Iklan

iklan