![]() |
| Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Hadirkan Sirindu Eco-Science Comer Sebagai Media Edukasi Lingkungan Berbasis Sains. (Foto : Nadi). |
PolewaliTerkini.Net - MAJENE - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan program kerja mandiri Sirindu Eco-Science Comer di Kelurahan Sirindu, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Program tersebut berupa papan informasi edukatif yang menggabungkan pengetahuan sains dengan edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah.
Penanggungjawab program kerja Sirindu Eco-Science Comer Kelurahan Sirindu, Citra Fikriah Jamal, menyampaikan. Program Sirindu Eco-Science Comer di Kelurahan Sirindu, disusun KKN-T 116 Unhas berdasarkan hasil observasi terhadap kondisi dan potensi lingkungan Kelurahan Sirindu, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.
Sebagai wilayah pesisir yang kehidupan masyarakat memiliki keterkaitan yang erat dengan lingkungan sekitar. Sehingga diperlukan media informasi yang dapat membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan serta mengelola sampah dengan baik.
"Program Sirindu Eco-Science Comer di Kelurahan Sirindu, disusun berdasarkan hasil observasi kondisi dan potensi lingkungan. Sehingga diperlukan media informasi membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan serta mengelola sampah." Ucapnya.
Menurutnya, Sirindu Eco-Science Comer yang dirancang dengan beberapa bagian informasi, yakni pengenalan Kelurahan Sirindu, Saind di sekitar kita, panduan pengelolaan sampah serta cara menggunakan lubang sampah organik.
Melalui informasi tersebut yang dikemas dalam bentuk poster dan infografis dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat.
Pada bagian Sains di sekitar kita, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari khususnya di wilayah pesisir dengan materi yang disajikan antara lain mengenai proses terbentuknya gelombang, penyebab senja berwarna oranye serta alasan sampah plastik sulit terurai.
"Sirindu Eco-Science Comer dirancang untuk pengenalan Kelurahan Sirindu, Saind di sekitar kita, panduan pengelolaan sampah serta cara menggunakan lubang sampah organik. Melalui informasi dalam bentuk poster dan infografis." Jelasnya.
Sementara itu bagian pengelola sampah, lanjutnya, memberikan informasi mengenai perbedaan sampah organik, anorganik dan residu serta cara pengelolaannya. Edukasi mengenai lubang sampah organik juga diberikan sebagai salah satu upaya untuk memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi kompos atau pupuk alami.
Dalam penyusunannya mahasiswa KKN-T 116 Unhas mengemas materi dalam bentuk visual dengan memanfaatkan gambar, ilustrasi dan informasi singkat. Pendekatan tersebut bertujuan agar masyarakat tidak hanya memperoleh informasi. Tetapi juga dapat menghubungkan konsep sains dengan kondisi lingkungan yang mereka temui sehari-hari.
"Kami mahasiswa KKN-T 116 Unhas mengemas materi dalam bentuk visual dengan memanfaatkan gambar, ilustrasi dan informasi singkat. Bertujuan agar masyarakat tidak hanya memperoleh informasi." Harapnya.
Dia menambahkan, selain membahas sains dan pengelolaan sampah, Sirindu Eco-Science Comer turut memperkenalkan karakteristik Kelurahan Sirindu. Sebagai wilayah pesisir serta potensi yang dimiliki masyarakat.
Dengan demikian papan informasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi lingkungan, tetapi juga sebagai sarana untuk mengenalkan kondisi dan potensi Kelurahan Sirindu, Kabupaten Majene.
Setelah selesai dibuat, Sirindu Eco-Science Comer ditempatkan di Kantor Kelurahan Sirindu, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber informasi dan edukasi. Nantinya keberadaan media tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat meskipun pelaksanaan KKN telah berakhir.
"Melalui program ini, mahasiswa KKN-T 116 Unhas berharap pengetahuan mengenai Sains dan lingkungan dapat lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Sirindu Eco-Science Comer juga diharapkan dapat mendorong kepedulian terhadap pengelolaan sampah serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Kelurahan Sirindu secara berkelanjutan." Tutupnya.
Laporan : Nadi
