Iklan

Merah Putih Berkibar di Tengah Sawah, Petani Titip Harapan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:52 WIB Last Updated 2026-08-17T08:52:27Z

Ketua TMI DPW Sulbar Suwanto (Tengah baju abu-abu). Dan suasana upacara pengibaran bendera di tengah sawah (Foto : Fadli Ant/Sukriwandi).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Kemerdekaan adalah tentang perjuangan, maka bagi petani perjuangan itu terus berlangsung setiap hari di bawah terik matahari, di tengah lumpur sawah, dan di antara harapan akan hasil panen yang cukup untuk menghidupi keluarga.


Pemandangan berbeda terlihat di areal persawahan Jalan Kartini, Kelurahan Takatiding, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (17/08/2026). 


Ratusan petani dari berbagai kecamatan berkumpul bukan untuk turun mengolah sawah, melainkan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Organisasi Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Sulawesi Barat sengaja memilih persawahan sebagai lokasi upacara. Pesertanya adalah mereka yang sehari-hari menggantungkan kehidupan dari tanah petani sawah, kebun dan kelompok tani dari berbagai wilayah Polewali Mandar.


Di tengah hamparan sawah, Sang Saka Merah Putih dikibarkan. Yang menjadi pengibar bukan pasukan khusus, melainkan para petani sendiri.


Salah seorang petani, Kamaruddin, mengaku bangga dapat mengikuti upacara kemerdekaan di tengah persawahan.


Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga menjadi momentum bagi petani untuk menyampaikan harapan kepada pemerintah.


"Semoga pemerintah bisa membantu kami dalam hal irigasi atau pompanisasi air untuk mengairi sawah. Jangan sampai ke depan sawah kami kembali gagal panen karena kemarau,." Harapnya.


Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Sebagian wilayah pertanian Polewali Mandar merupakan lahan tadah hujan. Ketika kemarau berkepanjangan datang, petani berada pada posisi paling rentan.


Suasana upacara pengibaran bendera di tengah sawah. (Foto : Fadli Ant/Sukriwandi).


Ketua DPD TMI Polewali Mandar, Muhlis, mengatakan perhatian terhadap petani perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi persoalan kekeringan.


*Semoga ada perhatian khusus kepada petani di Polman, terutama pembangunan bendungan dan jaringan irigasi. Banyak sawah kita masih bergantung pada hujan." Katanya.


Di sisi lain, Ketua TMI DPW Sulawesi Barat, Suwanto, menyebut upacara tersebut juga menjadi ungkapan syukur atas sejumlah perkembangan yang dirasakan petani.


Dia menilai kemudahan memperoleh pupuk, bantuan alat dan mesin pertanian serta membaiknya harga gabah menjadi hal yang penting bagi keberlangsungan usaha tani.


"Kami bersyukur atas berbagai perhatian pemerintah. Harapannya, kebijakan yang berpihak kepada petani ini terus dilanjutkan sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat." Ujarnya.


Namun, bagi petani, kemerdekaan belum sepenuhnya terasa apabila mereka masih harus berhadapan dengan kekeringan, biaya produksi, keterbatasan irigasi dan ancaman gagal panen.


Karena itu, dari tengah persawahan pada momentum HUT ke-81 RI, para petani menitipkan pesan sederhana kepada pemerintah, jangan hanya melihat petani ketika panen, tetapi hadir pula ketika sawah kekurangan air dan petani sedang menghadapi kesulitan.


Bagi mereka, membantu petani bukan sekadar persoalan meningkatkan produksi pangan. Menjaga petani berarti menjaga keberlanjutan pangan, ekonomi desa dan masa depan masyarakat.


Dan pagi itu, Merah Putih berkibar di tengah sawah menjadi simbol bahwa setelah 81 tahun Indonesia merdeka, perjuangan petani untuk kehidupan yang lebih layak masih terus berjalan.


Laporan ; Sukriwandi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Merah Putih Berkibar di Tengah Sawah, Petani Titip Harapan

Trending Now

Iklan

iklan