![]() |
| Seorang pria menjadi korban penikaman di Dusun Andai, Desa Tumpiling, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. (Foto : FadliAnt). |
PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Malam itu awalnya tidak berbeda dengan malam-malam lainnya. Sejumlah anak muda berkumpul di lantai dua sebuah rumah di Dusun Andau, Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Mereka duduk bersama, minum kopi, merokok dan berbincang. Suasananya disebut masih berlangsung biasa. Tidak ada yang menyangka, pertemuan itu kemudian berakhir dengan seorang pelajar harus mendapatkan perawatan medis akibat luka tusukan.
Peristiwa tersebut terjadi Minggu malam, 27 September 2026, sekitar pukul 22.00 WITA.
Korban diketahui berinisial AL (17), seorang pelajar asal Dusun Lemo, Desa Tonro Lima, Kecamatan Matakali. Sementara pria yang diduga terlibat dalam penikaman tersebut berinisial RNG (20), warga Cirebon, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo.
Menurut keterangan Kapolsek Wonomulyo AKP Shandy Indrajatiwiguna, malam itu korban bersama beberapa rekannya, termasuk RNG, sedang berkumpul di rumah rekannya bernama Naja.
Namun suasana berubah secara tiba-tiba.
RNG disebut mengeluarkan sebilah senjata tajam jenis badik dan menusukkannya ke arah korban. Tusukan tersebut mengenai bagian bahu sebelah kiri AL.
Seorang rekan bernama Naja kemudian berusaha mengamankan RNG dengan menangkap dan menahannya. Namun RNG berhasil melepaskan diri dan melarikan diri dari lokasi.
Personel Polsek Wonomulyo yang dipimpin Pamapta II AIPTU Nuralim kemudian mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat.
Polisi menemukan sebuah telepon genggam yang diduga milik RNG di tempat kejadian. Sementara korban dibawa ke RS Pratama Wonomulyo untuk mendapatkan penanganan medis.
Kondisi korban dilaporkan stabil.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif penikaman tersebut.
"Kami masih dalami apa motifnya sampai melakukan penikaman, karena awalnya mereka duduk berkumpul bersama-sama." Ujar Kapolsek Wonomulyo.
Pihak kepolisian selanjutnya mengarahkan keluarga korban untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Satreskrim Polres Polewali Mandar untuk proses lebih lanjut.
Senjata Masuk dalam Persoalan. Peristiwa di Dusun Andau kembali memperlihatkan satu persoalan yang tidak boleh dianggap sepele, senjata tajam dapat mengubah persoalan sesaat menjadi perkara pidana dan korban luka.
Yang semula hanya pertemuan dan percakapan bersama, dalam hitungan detik berubah menjadi insiden kekerasan.
Motifnya belum diketahui. Polisi masih melakukan pendalaman. Karena itu, tidak tepat menarik kesimpulan mengenai penyebab sebelum penyidikan selesai.
Namun satu hal sudah jelas dari peristiwa tersebut: membawa atau menggunakan senjata dalam situasi yang memanas meningkatkan risiko jatuhnya korban.
Kepolisian di sejumlah daerah juga berulang kali mengingatkan masyarakat agar menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan kekerasan.
Jangan Tunggu Ada Korban Berikutnya. Bagi masyarakat Polman, peristiwa ini semestinya tidak berhenti sebagai berita yang dibaca kemudian dilupakan.
Orang tua perlu mengetahui dengan siapa anak-anak mereka bergaul dan ke mana mereka pergi, terutama pada malam hari. Teman sebaya juga memiliki peran penting ketika melihat persoalan mulai memanas: jangan ikut memperkeruh, jangan membiarkan senjata digunakan, dan segera mencari bantuan ketika situasi mulai membahayakan.
Lingkungan juga tidak harus menunggu sampai terjadi penikaman untuk bergerak.
Jika ada anak muda membawa senjata tajam tanpa alasan yang sah, terjadi ancaman, atau muncul potensi bentrokan, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
Polri sendiri dalam sejumlah imbauannya menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah dan masyarakat dalam mencegah kekerasan di kalangan anak muda.
Sebab, pelajaran paling mahal dari sebuah kekerasan bukan hanya ketika seseorang terluka.
Pelajaran terpenting adalah bagaimana mencegah kejadian serupa terjadi untuk kedua kalinya.
Malam di Dusun Andau semestinya cukup menjadi pengingat bagi warga Polman: ketika emosi mulai meninggi, jauhkan senjata, hentikan pertengkaran, dan cari jalan keluar sebelum satu tindakan sesaat meninggalkan luka yang panjang.
Laporan : Nadi
