Iklan

Karhutla Meluas, 150 Hektare Lahan Terbakar di Dua Kecamatan Polman, Medan Ekstrem

Rabu, 23 September 2026 | 09:06 WIB Last Updated 2026-09-23T01:06:43Z

Lokasi pemadaman api di wilayah areal Polman menghadapi Medan cukup berat. (Foto : FadliAnt).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dalam waktu yang hampir bersamaan, kebakaran terjadi di Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, dan Desa Paku, Kecamatan Binuang, Selasa malam hingga Rabu dini hari.


Kondisi tersebut membuat Tim Satgas Karhutla Polman harus membagi kekuatan untuk menangani kebakaran di dua wilayah berbeda. Medan ekstrem dan hembusan angin kencang menjadi kendala utama petugas dalam mengendalikan kobaran api.


Di Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, kebakaran dilaporkan menghanguskan lahan sekitar 50 hektare. Sementara di Desa Paku, Kecamatan Binuang, kebakaran telah berlangsung selama sekitar enam hari dan hingga kini belum sepenuhnya padam. Luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut diperkirakan telah mencapai lebih dari 100 hektare.


Untuk mendukung proses pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Polman mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran, dibantu mobil tangki dari TNI melalui Kodim 1402/Polman.


Namun, upaya pemadaman tidak mudah. Sejumlah titik api berada di kawasan pegunungan dengan medan yang terjal sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau langsung lokasi kebakaran.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Polman, Imran, mengatakan kondisi medan menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan.


Menurutnya, karena kendaraan tidak bisa mencapai titik api, petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan sederhana.


"Medannya cukup ekstrem dan terjal sehingga mobil pemadam tidak bisa menjangkau lokasi kebakaran yang berada di wilayah pegunungan." Ujar Imran.


Petugas kemudian menggunakan ranting pohon dan tangki semprot gendong untuk berusaha mengendalikan kobaran api dari titik-titik yang dapat dijangkau secara manual.


Selain medan, hembusan angin kencang juga membuat penanganan semakin sulit. Api dengan cepat merambat melalui ranting pohon dan ilalang yang telah mengering akibat kondisi kemarau.


Situasi tersebut membuat personel Satgas Karhutla harus bekerja secara bergantian dan membagi regu ke sejumlah titik untuk mencegah api semakin meluas.


Hingga Rabu pagi, tim gabungan masih berada di lokasi kebakaran. Petugas terus melakukan pemadaman sekaligus berjaga untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api setelah kobaran utama berhasil dikendalikan.


Dengan kebakaran yang terjadi secara bersamaan di dua kecamatan dan luas lahan yang telah mencapai ratusan hektare berdasarkan laporan sementara petugas, penanganan karhutla di Polman masih membutuhkan kewaspadaan tinggi.


Tim Satgas juga terus memantau perkembangan api, terutama di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan dan memiliki vegetasi kering yang mudah terbakar.


Laporan : Nadi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Karhutla Meluas, 150 Hektare Lahan Terbakar di Dua Kecamatan Polman, Medan Ekstrem

Trending Now

Iklan

iklan