Iklan

Lapas Bersih Bukan Sekedar Bebas Narkoba

Jumat, 18 September 2026 | 16:35 WIB Last Updated 2026-09-18T08:36:24Z

Lapas Kelas IIB Polewali Mandar, digeledah petugas gabungan. (Foto : FadliAnt).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Malam itu, suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polewali Mandar berbeda dari biasanya.


Satu per satu blok hunian diperiksa. Barang-barang milik warga binaan diperiksa, sementara petugas menyisir setiap ruangan untuk memastikan tidak ada narkoba, telepon seluler, maupun benda lain yang berpotensi mengganggu keamanan di dalam Lapas.


Razia mendadak tersebut digelar jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Barat bersama aparat penegak hukum, Kamis malam.


Kegiatan ini bukan sekedar pemeriksaan rutin. Di balik penggeledahan tersebut terdapat satu pesan, lingkungan pemasyarakatan harus tetap menjadi ruang yang aman, tertib, dan terbebas dari peredaran narkoba serta barang terlarang.


Razia dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Barat Said Mahdar, didampingi Kepala Lapas Kelas IIB Polewali Sudarno.


Turut terlibat Kasat Reskrim Polres Polman AKP Budi Adi, Kasat Sabhara Polres Polman IPTU M. Rum, penyidik BNNK Polman AIPTU Syarifuddin Syam, personel Kodim Polman, serta personel Satbrimob Kompi IV Pelopor Polman.


Narkoba Tidak Ditemukan, Tetapi Bukan Berarti Pemeriksaan Sia-Sia. Hasil penggeledahan memberikan kabar penting, petugas tidak menemukan narkoba maupun barang berbahaya lainnya yang berkaitan langsung dengan peredaran narkotika. 


Namun, pemeriksaan tidak berakhir dengan temuan nihil.


Petugas tetap mengamankan sejumlah barang yang dilarang atau berpotensi digunakan untuk memicu gangguan keamanan, di antaranya cermin kaca, korek api, botol parfum kaca, besi, gelas kaca, gelas stainless, tumbler stainless, kabel, tali, sendok besi, piring pecah belah, silet, kartu domino dan joker, serta sejumlah obat-obatan.


Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengamanan Lapas tidak hanya berbicara mengenai narkoba.


Benda yang tampak sederhana sekalipun dapat menjadi persoalan ketika berada di lingkungan yang memiliki aturan keamanan khusus.


Karena itu, pengawasan dilakukan untuk mencegah benda-benda tersebut disalahgunakan atau berkembang menjadi potensi gangguan keamanan.


40 Sampel Urine, Seluruhnya Negatif. Selain menggeledah blok hunian, petugas juga melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan.


Sebanyak 40 sampel urine diperiksa di lokasi. 


Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.


Hasil tersebut menjadi salah satu indikator bahwa dalam pemeriksaan kali ini tidak ditemukan warga binaan yang terdeteksi menggunakan narkotika.


Selain Penggeledahan Petugas Gabungan juga melakukan tes urine kepada 40 warga binaan Lapas Kelas IIB Polewali. (Foto : FadliAnt).

Namun bagi Ditjenpas, pemeriksaan semacam ini tetap penting dilakukan secara berkala.


Sebab, pencegahan tidak hanya dilakukan setelah pelanggaran terjadi. Deteksi dini justru diperlukan untuk menutup celah sebelum narkoba maupun barang terlarang masuk dan beredar di dalam Lapas.


Bersih Harus Dijaga Bersama. Kepala Kanwil Ditjenpas Sulbar Said Mahdar mengatakan razia merupakan bagian dari pengawasan yang dilakukan secara berkala maupun berdasarkan kebutuhan situasional.


Menurutnya, pelibatan aparat penegak hukum menjadi bentuk sinergi untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan terbebas dari barang terlarang.


"Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan keseriusan kita bersama APH untuk memberantas peredaran narkoba dan segala bentuk modus penipuan dan judi online di Lapas. Kami pastikan jajaran Pemasyarakatan untuk menciptakan Lapas yang bersih, aman, dan tertib." Jelas Said Mahdar.


Pesan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan di dalam Lapas tidak berhenti pada narkotika.


Ancaman terhadap keamanan dapat muncul dari berbagai bentuk, termasuk penggunaan alat komunikasi secara tidak semestinya, perjudian, hingga benda-benda yang dapat disalahgunakan.


Karena itu, pengawasan membutuhkan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan petugas Lapas.


Tidak Ada Ruang untuk Pelanggaran. Kepala Lapas Kelas IIB Polewali menegaskan tidak akan memberikan toleransi apabila ditemukan warga binaan maupun petugas yang bekerja sama dalam pelanggaran aturan.


Warga binaan yang terbukti melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.


Sikap tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menciptakan Lapas yang aman bukan hanya persoalan memasang pagar dan mengunci pintu.


Ada disiplin, pengawasan, pemeriksaan, integritas petugas, serta kesadaran warga binaan untuk mematuhi aturan.


Razia pun disebut akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga Lapas Polewali Mandar tetap bersih dari narkoba dan barang terlarang lainnya.


Sebab, Lapas yang benar-benar bersih bukan hanya Lapas yang tidak menemukan narkoba saat razia. Tetapi Lapas yang terus menutup celah masuknya narkoba, mencegah potensi gangguan keamanan, dan memastikan setiap orang di dalamnya tunduk pada aturan.


Dan di situlah arti penting sebuah razia, bukan menunggu masalah muncul, melainkan berusaha mencegahnya sebelum terjadi.


Laporan : FadliAnt

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lapas Bersih Bukan Sekedar Bebas Narkoba

Trending Now

Iklan

iklan