PIFAF 2017

Jumat, 06 Oktober 2017


Lokasi Rencana Pembangunan Badar Udara di Paku
Spanduk Penolakan Rencana Pembangunan Bandara
Permukiman Warga di Dusun Tete Desa Paku
Lokasi Kebun Kelapa Milik Warga
POLEWALITERKINI.NET - Sejumlah warga di Dusun Tete, Desa Paku, Kecamatan Binuang, menolak rencana Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, membangun Bandar Udara di wilayahnya.

BERITA TERKAIT : BUPATI POLMAN : BARU RENCANABELUM FIX, WARGA TOLAK BANDARA! IA CARI LOKASI LAIN...

Masyarakat yang menolak rencana Pembangunan bandara tersebut itu, mayoritas masyarakat nelayan yang  berpenghasilan menengah kebawa dan rata-rata penghasilan mereka itu bersumber dari laut.

"Kami tidak setuju kalau ada pembangunan bandara di kampung kami, karena pembangunan bandara  tersebut akan mengorbankan Tempat tinggal kami dan mata pencaharian  disni. kami hidup beranak cucu dan tempat kami mengais rezeki disini, karena masyarakat disekitar sini hanya bergantung pada  hasil dari laut.” Ujar Abdul Hamid saat dikunjungi. Jumat (06/10/2017).

Lebih lanjut kata dia, pembangunan Bandar udara internasional rencananya akan menggunakan lahan sekitar 150 Ha, luasan lahan yang dibutuhkan itu otomatis seluruh pemukiman disini akan tergusur.

Bukan cuma Dusun Tete saja yang jadi korban nantinya, bahkan 2  dusun yang berdekatan juga akan terkena dampak, yakni Dusun Balla dan Dusun Alla, dan posisi wilayah itu memanjang mengikuti pesisir laut.

“Posisi areal lahan dengan luas 150 hektar itu memanjang, yang didalam terdapat 3 dusun, harusnya pemerintah kaji lebih dalam sebelum membuat perencanaannya.” Ungkap Abdul Hamid.

Ditempat yang sama salah satu tokoh pemuda Dusun Tete, Asrul mengungkapkan, pemerintah jangan seenaknya mau melakukan pembangunan dan mengorbankan beberapa masyarakat dan mata pencaharian masyarakat. harusnya pemerintah lebih jelih memilih lokasi untuk dijadikan bandara.

“Bandara ini bukan puluhan hektare lokasi yang dibutuhkan akan tetapi ratusan hektare kalau lokasi tersebut  dekat dengan pemukiman,  yang pastinya perkampungan akan berdampak dan pasti akan digusur.” Kata tokoh pemuda Dusun Tete, Asrul.

Atas pertimbangun itu lanjutnya, pihaknya akan melakukan upaya dan apapun dalih pemerintah kelompoknya akan tetap bertahan untuk menolak pembangunan bandara tersebut, ini demi kelangsungan masa depan anak cucu  di kampung ini.

Sementara itu, Kepala Desa Paku, Kecamatan Binuang, Syarifuddin (Latung) saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, masyarakat perlu mengetahui bahwa belum ada perencanaan penggusuran. Ini baru tahapan sosialisasi.

Kata dia, setelah melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah pihak Pemerintah Desa sudah mendengar langsung dan ada yang menolak begitupun menerima. Semuanya harus di komunikasikan.(*)