.

.

Kamis, 10 Mei 2018

Karena Demo, Kabarnya Sejumlah Perawat Dipecat
POLEWALITERKINI.NET – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan perawat honorer yang menuntut upah layak kemarin, ditanggapi berbeda pihak Rumah Sakit Umum Daerah( RSUD ) Polewali, seluruh pegawai RSUD dikumpulkan dan dimintai keterangan melalui rapat internal yang bersifat tertutup. Selasa 8 Mei 2018.

BERITA TERKAIT : HAPUSKAN PERBUDAKAN MODEREN, RATUSAN PERAWAT DATANGI DPRD POLMAN!

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Polewali, dr. Anita mengungkapkan, semua pegawai rumah sakit baik perawat PNS maupun perawat honorer dikumpulkan kemudian dimintai keterangan satu per satu apa alasannya meninggalkan tugas.

"Secara aturan kami akan menginventarisir dulu berapa banyak perawat yang ikut berunjuk rasa  kemudian mempertanyakan apa kepentingannya saat itu, untuk tindakan sanksi kami akan berlakukan bertahap bagi perawat yang meninggalkan tugas." Tegas Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Polewali, dr. Anita.

BERITA TERKAIT :  Buntut Unras & Pemecatan Perawat, Ketua PPNI Polman Pun Pilih Mundur Dari PNS!

menurut Anita, pengumpulan seluruh pegawai rumah sakit ini bukanlah sidang tapi diperingatkan karena pada saat aksi unjuk rasa digelar pihak RSUD ada program keperluan akreditasi rumah sakit untuk peningkatan kelas B yang harus menghadapi remedial.

"Makanya itu kami kumpulkan lalu dilakukan pengecekan per individu bagi pegawai rumah sakit yang kemarin tidak ada ditempat kami pertanyakan alasannya ketidak adaanya karena apa?." Jelas dr. Anita.

selain itu, Anita menyampaikan hal ini dilakukan mengingat akreditasi remedial ini waktunya sudah sangat dekat di bulan juni mendatang, sehingga perawat harus menaati kepatuhan petugas medis, termasuk pencegahan infeksi pasien yang ujung ujungnya akan berdampak ke pasien.

"Kami tidak tahu jumlah petugas honorer yang terdeteksi ikut berunjuk rasa, tapi jumlah honorer disini sekitar 300-an,  bagi perawat yang pada saat jam dinas sanksinya jauh lebih berat bagi perawat yang lepas dinas." Ungkap dr. Anita.

BERITA TERKAIT : Perjuangkan Perawat Hutang Bank Tak Soal, Ketua PPNI Konsisten Mundur ASN!  

Dia menambahkan, adanya perawat yang menangis setelah keluar dari ruang pengumpulan petugas medis diduga disebabkan faktor emosionalnya karena sudah belasan tahun mengabdi belum terangkat PNS.

"Perawat itu menangis mungkin faktor emosionalnya sebab sudah lama mengabdi tapi belum terangkat PNS sementara prosedur PNS bukan kami yang tentukan, sebab semua data pegawai disini kami sudah kirim ke BKDD." Kata dr. Anita.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Polman, Suaib Nawawi saat dikonfirmasi menuturkan sebagian perawat sukarela yang memegang program tetap mendapat insentif dari perjalanan dinasnya.

"Tetap ada yang didapat itu di Puskesmas dan tetap ada di Rumah Sakit (RS) bagi mereka yang memegang program pasti dapat insentif, cuma memang kalau 711 perawat honorer mau diberikan semua uangnya dari mana." Kata Kepala Dinas Kesehatan Polman, Suaib Nawawi.

Sebab itu, Suaib Nawawi berkeyakinan ancaman mogok kerja perawat honorer tidak akan terlaksana, meski demikian jika aksi mogok kerja terlaksana ia optimistis pelayanan terhadap pasien juga tidak akan terganggu.

"Mereka tidak akan mogok kerja semua dan  tidak akan berdampak pada pelayanan pasien karena di puskesmas ada analis dan ada dokter." Katanya.

kedepan untuk menambah insentif perawat sukarela pihaknya juga akan mempersiapkan puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang diharap mampu mengelola dana di puskesmas termasuk menggaji tenaga medis yang memang dibutuhkan.

"Kami akan adakan BLUD di puskesmas, sekedar diketahui kami tidak pernah mengangkat tenaga honorer justru mereka yang datang meminta supaya diterima menjadi tenaga sukarela di puskesmas." Jelas Kepala Dinas Kesehatan Polman, Suaib Nawawi.

Salah satu perawat sukarela di RSUD Polman, Sahida menjelaskan keikutsertaannya bersama ratusan perawat lainnya berunjuk rasa semata mata lantaran aksi solidaritas memperjuangkan nasib perawat honorer.

"Saya ikut semata mata aksi solidaritas sesama perawat." Kata Salah satu perawat sukarela di RSUD Polman, Sahida.

Laporan  :  Z Ramdhana.


PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini