Sabtu, 23 Juni 2018

Diduga Korban Keracunan Makanan Jenis Siput
Jenis Kerang Diduga di Konsumsi Korban
Sampel Medis Korban Keracunan Siput
POLEWALIWALITERKINI.NET – Satuan Reskrim Kepolisian Resort Polewali Mandar, tengah melakukan penyelidikan tentang 10 orang warga Mangaramba, Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, keracunan kerang jenis siput (Cocco). Sabtu (23/06/2018).

BERITA TERKAIT : KELUARGA KERACUNAN KERANG (COCCO) TOLAK AUTOPSI! PENJUALNYA Hmmm...

Kasat Reskrim Polres Polewali Mandar, AKP Niki Ramdhany, S.E., S.I.K mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait 10 orang warga Mangaramba keracunan kerang jenis siput (Cocco) dan 1 diantaranya meninggal dunia.

“Kami tengah berkoordinasi dengan pihak Medis RSUD Polman meminta hasil pemeriksan oleh tim dokter, saat ini masih diduga korban RAHMAT (6), meninggal dunia karena keracunan makanan jenis kerang siput (Cocco).” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Niki Ramdhany, S.E., S.I.K.

BERITA TERKAIT : Kakek dan Tante RAHMAT Sebut Jenis Kerang Racuni Keluarganya!

Meski demikian 9 orang warga lainnya yang mengalami sakit gejala keracunan telah dirawat secara intensif di RSUD Kabupaten Polman.

Menurut beberapa sumber kejadian berawal. Jumat, 22 Juni 2018 sekitar pukul 09.30 wita RAHMAWATI (32), Penjual Ikan, alamat Kelurahan Talatidung, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman telah membeli Siput (Cocco) di Pasar Baru Polewali.

Siput atau Cocco yang dibelinya di bawah pulang kemudian dimasak sebagai lauk pada saat makan siang, tak hanya itu sebagian siput tersebut dibagikan ke tetangga yang tak lain adalah keluarganya sendiri.

Reaksi kemudian terjadi, sekitar pukul 11.30 Wita Anak Kandung RAHMAWATI, yakni RAHMAT (Korban yang meninggal dunia) langsung memakan siput tersebut, dan berselang beberapa jam kemudian mengalami sariawan pada lidah, telapak tangan mulai terasa keram dan mual serta muntah-muntah.

Pihak keluarga pun menyangka RAHMAT mengalami kerasukan sehingga SAPPE (38) tak lain bapak kandung membawa ke rumah Neneknya melakukan pengobatan secara tradisional, namun tidak ada tanda-tanda kesembuhan.

Karena kondisi melemah selanjutnya sekitar pukul 18.00 Wita RAHMAT langsung dibawa ke RSUD Polman, namun korban sudah tidak dapat tertolong atau diselamatkan (meninggal dunia).

Kejadian ini berlanjut, sekitar pukul 02.00 Wita dini hari beberapa tetangga korban yang berjumlah 9 (sembilan) orang yang diduga kuat telah mengkonsumsi siput (Cocco) masakan RAHMAWATI (Cocco) mengalami gejala sama dengan korban, sehingga ke 9 warga ini langsung di bawa ke RSUD.

BERIKUT IDENTITAS KORBAN :

1) RAHMAWATI (Mama kandung korban RAHMAT), 32 tahun, penjual ikan, alamat Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman.

2) MUH. ARYA (Kakak kandung korban), 11 tahun, pelajar kelas 5 SD.

3) NUR APRILIA (adik korban), 9 tahun,pelajar kelas 3 SD

4)ARLINA (tante korban), 23 tahun, mahasiswa, alamat kel. Takatidung

5) HASMI (Tante korban), 21 tahun, swasta, alamat kel. Takatidung

6) SERLI (sepupu satu kali korban), 15 tahun, pelajar kelas 3 SMP

7) KURSIA (sepupu satu kali korban), 11 tahun, pelajar kelas 5 SD

8) SELFI (tante korban), 9 tahun,pelajar kelas 3 SD

9) MUH. ASRI (sepupu dua kali korban), 5 tahun, belum bekerja.

10) ‎An. RAHMAT, 6 tahun, Kel. Takatidung Kec. Polewali Kab. Polman (korban yang meninggal dunia)

Laporan  :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini