Sabtu, 14 Juli 2018


POLEWALITERKINI.NET – PIFAF dan Polewali Mandar Expo sudah terselenggara 2 kali di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tentu sebagian masyarakat belum mengetahui apa makna dari “LOGO” kegiatan bertaraf internasional ini.

BERITA TERKAIT : TAMPILKAN SENI dan BUDAYA, PIFAF 2018 POLMAN BAKAL DIGELAR 31 JULI!

Logo hasil desain Wayudi Muslimin dengan deskripsi Mustari Mula Tammaga, memiliki sarat makna melambangkan Kabupaten Polewali Mandar salah satu daerah otonom bagian integral dari NKRI berdasarkan simbol warna merah dan putih sebagai warna Bendera Republik Indonesia.

Gambar gunung berwarna hijau dengan dataran kuning dan laut biru melambangkan kondisi geografis Kabupaten Polman yang terdiri dari dataran tinggi (Gunung) dataran rendah yang terdiri dari areal pertanian dan daerah pesisir (Lautan).

Dari 7 garis lekuk berwarna putih di dataran tinggi  (pegunungan) dan  7 lekuk garis berwarna putih di daerah dataran rendah menuju pesisir (lautan) melambangkan 7 hulu sungai dan 7 muara sungai.

“Iya ini sebagai simbol konfederasi 7 kerajaan di hulu sungai dan 7 kerajaan di muara sungai  Pitu Ulunna Salu (PUS) dan Pitu Baqbana Binanga (PBB)”. 

BERITA TERKAIT : PIFAF Rangkum Ragam Promosi Wisata, Betulkah? Mustari Pun Menjawab...

Gambar 2 batu dengan tulisan Sipamandaq adalah simbol prasasti “ALLAMUNGAN BATU DI LUYO” menggambarkan bahwa Kabupaten Polman tepatnya di Kecamatan Luyo adalah  tempat lahirnya tekad dan komitmen politik untuk menjaga persatuan dan kesatuan antara PUS dan PBB. 

“ALLAMUNGAN BATU DI LUYO sebagai cikal bakal terbentuknya wilayah Mandar dalam konteks geografis dan nilai yang saat ini telah menjadi wilayah administratif Provinsi Sulawesi Barat.”

Gambar pita dalam bentuk gulungan terbuka dengan paduan warna emas dan warna merah bertuliskan PIFAF berwarna putih, melambangkan masyarakat Polewali Mandar membuka diri  kepada forum International untuk memperkenalkan potensi seni tradisi dan kekayaan alam, budaya dan manusia Polewali Mandar.

“Ini sebagai wujud dukungan pengembangan pariwisata Indonesia ke dunia International melalui kegiatan PIFAF.”

Kabupaten Polewali Mandar, memiliki penduduk terbesar di Sulawesi Barat, kini akan kembali jadi perhatian jutaan pasang mata. Dukungan penuh masyarakat Polman juga akan jadi penentu sukses dan amannya kegiatan ini.

Seperti 2 tahun sebelumnya event International Folk Art & Festival (PIFAF) kembali dirangkaikan dengan Polewali Mandar Expo VI 2018 tangal, 1 hingga 6 Agustus di Area Sport Centre.

Segala pesiapan untuk medukung lancarnya pelaksaana telah dilakukan panitia yang dinaungi Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polman. Selamat Datang Tamu Negara.(***)

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini