Kamis, 12 Juli 2018

Sekretaris Dispop Polman, Mustari Mula Tammaga
POLEWALITERKINI.NET – Berkaitan kegiatan tahunan festival bertaraf dunia, International Folk & Art Festival (PIFAF) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), yang rencana kembali digelar pada tanggal 31 Juli 2018 mendatang.

BERITA TERKAIT : TAMPILKAN SENI dan BUDAYA, PIFAF 2018 POLMAN BAKAL DIGELAR 31 JULI!

Diketahui bersama penyelenggaraan Polman sukses melaksanakan agenda yang sama di tahun 2017. Meski demikian tentu masih ada pertanyaan dan penilaian dari beberapa masyarakat berkaitan dengan kegiatan yang menggunakan anggaran APBD ini.

Untuk mengetahui itu Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar, Mustari Mula Tammaga berkesempatan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan wartawan.

BERITA TERKAIT : Logo PIFAF Sarat Makna Pitu Ulunna Salu (PUS) Pitu Baqbana Binanga (PBB)! 

Mustari Mula Tammaga merupakan sosok yang sebelumnya dikenal sebagai pegiat seni-budaya. Mantan wartawan lokal di masa mudanya ini cukup gamblang menuturkan pandangannya mengenai program andalan dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini...Selamat menyimak.

Kenapa harus PIFAF yang diadakan, apalagi even ini menggunakan anggaran cukup besar?

Mungkin agak kurang tepat jika setiap penggunaan anggaran kegiatan pemerintah daerah selalu diarahkan pada satu sektor saja, misalnya pembangunan infrastruktur. Karena pada dasarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang setiap tahun ditetapkan oleh Pemerintah Daerah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sudah disusun sedimikian rupa sesuai dengan porsinya masing masing.

Anggaran untuk apa saja itu?

Yaitu anggaran yang disiapkan untuk mendukung program dan anggaran yang disiapkan untuk mendukung fungsi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Anggaran mendukung program biasanya terkait dengan pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pemberdayaaan masyarakat penanggulangan kemiskinan dan lain-lain.

Presentase dan jumlahnya sudah sangat jelas porsinya. Sementara anggaran untuk mendukung fungsi adalah anggaran telah disiapkan untuk mendukung fungsi organisasi yang telah dibentuk.

Organisasi apa yang dimaksud?

Misalnya, OPD yang menangani pelayanan perizinan, OPD yang menangani Arsip dan Perpustakaan, OPD yang menangani penanggulangan bencana, OPD yang menangani Pemuda, Olahraga dan Pariwisata dan lain lain.

Seperti apa kontribusi PIFAF terhadap pembangunan sektor pariwisata di Polman?
Terkait pembangunan sektor pariwisata sendiri ada dua bidang yang telah dibentuk untuk mendukung pembangunan sektor ini. Yaitu Bidang Usaha Pariwisata dan Bidang Promosi Pariwisata. Agar kedua bidang ini berjalan sesuai dengan fungsinya maka dialokasikanlah anggaran untuk mendukung fungsinya.

Contohnya? Bidang promosi pariwisata, misalnya setiap tahun diberi anggaran khusus untuk membiayai promosi pariwista. Model kegiatan promosi inilah yang berbeda-beda setiap daerah. Ada yang menggunakan dana promosinya melalui misi kesenian dengan mengajak tim kesenian keluar negeri sambil mempromosikan potensi wisata daerahnya.

Apa untungnya menggunakan model ini?

Kalau model ini yang dilakukan tentu membutuhkan biaya besar namun hasilnya kadang tidak efektif. Ada juga menggunakan dana promosi melalu media cetak dan elektronik. Dan, ada juga daerah yang menggunakan promosi pariwisatanya melalui media luar ruang dan media interpersonal.

Promosi seperti apa yang ideal dilakukan untuk pengembangan pariwisata di Polewali Mandar?

Salah satu media promosi pariwisata yang paling banyak dilakukan di dunia ini, maupun di Indonesia adalah promosi wisata melalui even baik dalam bentuk festival maupun dalam bentuk perhelatan olahraga.
Contoh Thailand, Jepang, Banyuwangi, Jember, Jogjakarta dan lain lain. Hal ini didasarkan pertimbangan bahwa promosi melalui even manfaatnya berdampak ganda karena selain para peserta festival berfungsi sebagai tim penampil juga berfungsi sebagai tim promosi pariwisata yang akan mempromosikan daerah yang dituju melaui media sosial (Endorser).

Lalu apa poin tambahan dari PIFAF ini?

Dan yang paling penting mereka juga adalah wisatawan. Kalau event PIFAF selalu dikaitkan dengan pembangunan infrastruktur dan dianggap kegiatan seremoni tentu agak kurang tepat. Karena dana yang digunakan bukan dana pembangunan jalan dalam APBD, bukan dana pembangunan jaringan listrik yang dikurangi, bukan dana pemberdayaan masyarakat yang ditiadakan, bukan dana pelayanan kesehatan dan pendidikan yang dialihkan tetapi dana yang digunakan mendukung fungsi bidang promosi pariwisata yang memang telah dianggarkan setiap tahun dalam APBD.

Satu kalimat terakhir untuk PIFAF 2018 ini?

Ada atau tidak ada PIFAF, dana untuk kegiatan promosi pariwisata memang telah disiapkan di APBD, tinggal memilih bentuk media promosi apa yang digunakan. Semua bentuk media promosi itu sudah terangkum dalam even PIFAF.(*)

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini