Jumat, 20 Juli 2018

Warga Pengurus Paspor Nyaris Ricuh di Kantor Imigrasi
Warga Merasa Kecewa Pelayanan Imigrasi Polman
POLEWALITERKINI.NET - Sejumlah warga Kelurahan Pelitakan, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, melakukan aksi protes di Kantor Imigrasi Sulbar di Polewali. Kamis (19/07/2018).

BERITA TERKAIT : Protes Penangguhan Paspor, Kepala Imigrasi Rudi Suharto Angkat Bicara! 

Para warga ini melakukan aksi di pintu masuk dan mencari oknum petugas Imigrasi berinisial (N) yang selama ini diduga mempersulit dan menghalangi pengurusan paspor.

Sebutlah Fahrie, warga Desa Dakka, selama ini mangkal di Aliran Sungai Nyamuk, Kalimantan Timur (Kaltim) bekerja sebagai buruh angkut dan sering keluar masuk ke Malaysia secara Ilegal. Karena alasan ingin menikah dengan orang Malaysia jadi kembali ke Polman - Indonesia mengurus Paspor.

Kata dia, janji mau nikah di Malaysia seminggu usai lebaran, kini sudah 2 bulan bolak balik ke Kantor Imigrasi namun pak (N) perintahkan untuk berangkat ilegal. Alasannya, pihak imigrasi tak percaya dengan surat dari pengurus pernikahan dari Malaysia.

“Pegawai imigrasi, inisial (N) ini tidak percaya dengan surat pengurusan pernikahan dari Malaysia yang dikirim oleh mempelai perempuan dari Malaysia, katanya ini bohong.” Kata Warga Dakka, Fahrie.

Tak hanya itu, nasib sama dialami Keluarga Muhammad Yusuf Ridwan, dimana Paspor Sudah terbit di Imigrasi Polman namun ditahan dan disuruh dulu beli tiket, setelah tiket ada kembali mau mengambil paspornya namun tak diberikan.

Keluarga Muhammad Yusuf Ridwan ini dicurigai tujuannya ke Malaysia untuk bekerja, meski sudah dijelaskan bahwa tujuannya hanya mau kunjungan keluarga bersama anaknya dan berangkat karena liburan sekolah.

“Kenapa dicurigai mau bekerja sementara anaknya masih duduk di SDN di Polman. Alasan ini tentu tidak bisa diterima.” Kata Muhammad Yusuf Ridwan.

Sementara Safri alias Abang juga terpaksa mengurus Paspor di Pare pare, Sulawesi Selatan, karena Imigrasi persulit, dia diduga teroris, tujuang abang ke Malaysia mengunjungi bapaknya sementara terbaring sakit.

Sayangnya mereka tak ditemui Kabid Imigrasi karena tidak ada ditempat, begitu juga Kepala Imigrasi masih di Jakarta. Petugas hanya memintah 2 orang warga yang merasa tidak menerima perlakuan tersebut kembali hari. Senin 23 Juli 2018.

“Kembali lagi hari senin untuk kompromikan hal ini.” Ungkap petugas Imigrasi Triono yang menerima kita di ruangannya.

Laporan  :  Burhanuddin Haruna.

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini