***...***

.

Kamis, 27 Juli 2017

Peserta Asing Tampak Cantik Gunakan Baju Adat Mandar
International Culture Festival Pra-PIFAF
POLEWALITERKINI.NET - International Culture Festival Pra-PIFAF dirangkaikan Launching Panggung terbuka Alun Alun Kota Polewali,Rabu malam (26/7/2017) berlangsung semarak. Peserta AIESEC dari 8 negara, amerika, prancis,cina, portugal,belanda,vietnam,tampil menari dan bernyanyi riang.

Salah satu tarian tradisional Amerika Coboy Dance oleh Sara Navi, diikuti peserta negara lainnya tarian tersebut terkenal di Negara Paman Sam Amerika, tarian menggambarkan hiburan masyarakat usai bekerja.

Sedangkan peserta lainnya Catarina dari Portugal bersama 3 rekannya tidak ketinggalan memeriahkan festival yg memportontonkan tarian tradisional persahabatan masing masing negara peserta AIESEC program kesehatan.

Pertunjukan kebudayaan ini dihadiri Forkopinda lingkup pemkab Polewali Mandar, menarik perhatian 4 peserta dari negara belanda masing masing Lotte, Brit, dan Xuan Joun, memperagakan tarian mandar masing masing partisipatisan mengenakan pakaian adat mandar menari dipanggung terbuka alun alun.

Gelaran festival semakin berwarna bersama komunitas sanggar seni MA DDI Al Insan Kanang, Desa Batetangga, Kecamatan Binuang, Polman, mewakilkan budaya masyarakat pattae dengan tarian perang, 3 pemuda kreatif Art Seni Rupa Polewali.
,
Ketua Umum PIFAF Mustari Mula Tammaga menyebut, festival cultur merupakan rangkaian Pra PIFAF yang terlasana sejak 21 juli, sejumlah kegiatan telah usai terlaksana.

"Lembaga komunitas  dam peserta AIESEC untuk sinkronisasi, dan rangkaian folk and art international, beberapa peserta sediaya peserta akan ikuti festival cultur seperti slovakia, india, malaysia dan thailand, namun peserta tersebut tidak dapat datang bersamaan, karena hal waktu jadwal, dan jarak tempuh perjalanan trasportasi, bahwa gaung iven ini untuk kepada komùnitas nusantara pun bersedia, hanya ada komunitas dari jogyakartabyg bergabung." Ungkap  Mustari Mula Tammaga.

Bupati Kabupaten Polewali Mandar, Andi Ibrahim Mandar mengatakan, bangga karena pakaian mandar digunakan orang mana saja pasti cantik, termasuk turis. Ia pun mengharapkan pelaksanaan PIFAF 2017 sukses.

"Saya senang adat istiadat daerah kita ini mulai di cintai, baju mandar dikenakan anak anak kita dari negara asing ini cocok, cantik, nah maka masyarakat harap bantu pemkab pra pifaf dan pifaf mari jaga kebersihan ketertiban daerah." Pungkas Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar.

Bupati AIM pun menyampaikan  terima kasih atas antusias masyarakat memenuhi alun alun tahun ini, daerah ini kembali mendapatkan penghargaan Bidang Lingkungan Hidup (BLH).

"Kita mendapatkan kembali sertifikat adipura jado kita sudah dapat adipura 2 kali, ini mudah mudahan dapat piala adipura, olehnya ini kita semu jangan bosan jaga lingkungan tetap bersih. Polewali satu satunya di Sulbar kabupaten paling sering didatangin orang luar negeri, kita pun akan kedatangan tamu lagi dari jepang untuk melihat kakao." Kata AIM.

Lebih lanjut Bupati mengutarakan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh partisipatisan tampil menarik berkreasi seni, ini menunjukkan kita maju dan malaqbi, pemkab pun berkenan memberikan cinderamata kepada perwakilan AIESEC

Melissa Citak dari prancis  mengapresiasi keharmonisan, kerjasama semua pihak baik itu pemkab, panitia Pra  PIFAF selama pihaknya, melaksankan program kesehatan di Polewali Mandar

"Assalamualaikum , terima kasih semuanya sangat baik, ramah dan peduli dengan kita, di Polewali Mandar tempat indah banyak destinasi wisata, laut, pegunungan, pantai, dengan panorama alam, agro dan mangrove serta budaya yang menarik perhatian kami." Sebut Mellisa Muslim Asal Prancis dalam bahasa inggris.

Melissa dan rekannya sudah  mengunjungi obyek wisata salupajaan, jembatan pelangi,pantai bahari,masjid lapeo ia menilai masyarakat mandar sangat baik, memiliki sifat ramah dan peduli, makanannya sangat enak, dan ingin kembali ke Polewali Mandar.(*Media Center Kominfo Polman/polewaliterkini.net).

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini