.

.

Senin, 25 Maret 2019

Pelaku dan Korban di Puskesmas Tinambung
Parang dan Motor Milik Pelaku
Pelaku dan Temannya Dimintai Keterangan Oleh Polisi
Suasana di Puskesmas Tinambung
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Reskrim dan Kepolisian Sektor Tinambung, Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tengah menangani kasus penganiayaan menggunakan parang panjang dan mengakibatkan korban tewas di tempat. Senin malam, 25 Maret 2019.

Kejadian ini diperkirakan sekira pukul 21.30 wita di rumah kost mandar jaya di Lingkungan Tinggas-Tinggas, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar. Motif sementara pelaku menghabisi nyawa korban karena merasa sakit hati.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Saiful Isnaini., SE., S.I.K saat ditemui di Polsek Tinambung mengatakan, kejadian sekira pukul 21.30 Wita. Pembunuhan ini diduga terjadi karena tersangka sakit hati.

“Terjadi pembunuhan terhadap korban dikarenakan setiap kali pinjam motor tidak ijin sama pemiliknya sehingga tersangka merasa sakit hati dan menghabisi korban dengan cara diparang bagian leher dan punggungnya.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Saiful Isnaini., SE., S.I.K.

Diketahui korban inisial AL (15), buruh bangunan, beralamat di Dusun 3 Lakejo, Desa Buttu Dakka, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polman. Korban sendiri berada di Tinambung karena bekerja disalah satu toko milik inisial (CC). Sementara pelaku inisial MI (32), pekerjaan penjaga toko, warga Lingkungan Pa'giling, Desa. Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman.

Akibat penganiayaan itu korban mengalami Luka robek pada leher bagian belakang, Luka robek pada bagian punggung belakang dan Luka pada pergelangan tangan kiri.

Dari keterangan teman pelaku inisial NS (20), sebelum kejadian melihat korban dengan pelaku berbincang di dalam sebuah kamar kost milik pelaku (MI) dan beberapa menit kemudian dia turun dari atas rumah bermaksud pulang kerumahnya.

Kemudian saat berada di bawah rumah tepat di luar pagar tiba-tiba terdengar suara benturan dari atas kamar kost dan melihat tetesan darah mengalir dari atas rumah merembes dicelah lantai yang terbuat dari papan.

Melihat kondisi itu dia pun naik kembali ke kamar kost dan melihat korban sudah terbaring bersimbah darah tepat di depan kamar, pelaku pun memintanya membantu mengangkat korban ke dalam kamar.

Sementara dari keterangan pelaku (MI) sebelum kejadian bersama temannya (NS) berada di pasar malam memperbaiki jam tangan kemudian pulang ke rumah kost. Saat itu tiba-tiba korban (AL) datang seorang diri dan masuk ke dalam kamar kost pelaku.

“Saat dari pasar malam, saya masuk ke kost untuk mengganti Kapas Vapor (Kapas Rokok elektrik) terus datang korban ribut ribut dia bilang “Hp mau kupinjam dulu”, tapi saya jawab jangan karena aku mau jalan dengan temanku. Karena kesabaranku habis aku ambil parang dan menebas leher korban dari samping.” Kata Pelaku (MI). 

Tak hanya persoalan Hp namun korban juga merasa jengkel dengan ulah korban yang sering memakai motor pelaku dan korban selalu lambat mengembalikannya.

“Itu motor dia pake, itu orang saya tidak tahu maunya apa, kadang saya tidur tiba tiba motor berbunyi dan dia pake lama, saat digunakan bensinnya juga habis, tapi saya sabar saja hingga kejadian pembunuhan terjadi. Saya kenal korban baru 1 minggu.” Ungkap Pelaku (MI).

Setelah terjadi pemarangan sekira pukul 23.30 Wita korban dilarikan ke Puskesmas Tinambung untuk dilakukan Visum Etrepertum. Dan sekira pukul 00.30 Wita jenazah almarhum diantar oleh keluarganya menuju rumah duka di Desa Dakka, Kecamatan Tapango untuk disemayamkan.

Hingga dinihari Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Saiful Isnaini., SE., S.I.K. didampingi Kapolsek Tinambung IPTU Tahuddin, S.Sos, Ka SPKT Polres Polman IPDA Kasaman dan Kanit IV Satuan Intelkam Polres Polman mendatangi dan mengamnkan TKP.

Laporan  :  Z Ramadhana

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini