***...***

.

Selasa, 25 Juni 2019

Mantan Napi Lapas Kelas IIB Polman

POLEWALITERKINI.NET – Atas insiden Demo warga Binaan atau Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polman, yang berujung Kalapas ditarik dari jabatannya ditanggapi beragam mantan Narapidana.

BERITA TERKAIT : Narapidana Geruduk Pagar dan Ruangan Lapas Kelas IIB Polman

Sebut saja Hasnani (39), warga Lingkungan Cadika, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, mengatakan, selama menjalani hukuman kebijakan Kalapas sangat baik karena dia inginkan warga binaan bisa mengaji, sholat dan keterampilan menyulam tas.

"Baik itu Kalapas karena bimbingannya terhadap warga binaan Lapas Kelas IIB Polman dengan ilmu agama dan keterampilan, saya merasakan selama 4 bulan menjalani hukuman di Lapas." Kata Hasnani.

BERITA TERKAIT : Pasca Demo Napi, Kapolres Masih Tempatkan Personil di Lapas Polman

Selama menjalani hukuman dalam kasusnya kini sudah menjalani kebebasan dan ilmu agama menghafal Al-quran sudah diperoleh dan kini diajarkan kepada ke 3 anaknya.

"Saya dulu tidak hafal bacaan sholat tapi kini sudah lancar dan ilmu ini saya ajarkan kepada anak anak saya sejak bebas." Ungkap Hasnani.

Pemberlakuan menghafal Al-quran dan wajib bagi napi ini tidak berlaku bagi terpidana yang hukumannya di bawah 1 tahun.

"Jadi aturan itu waktu saya menjalani hukuman sudah ada, bagi Napi tidak bisa diuruskan pembebasan bersyaratnya kalau tidak menghafal sekitar 20 surah pendek, tapi hukuman yang bebas murni tidak diwajibkan hafalan, seperti saya hanya vonis 7 bulan penjara." Jelas Hasnani

Dia menyayangkan jika persoalan ini membuat Kalapas ditarik, alasannya sebelum dirinya menjalani hukuman penjara sama sekali tidak bisa menyempurnakan bacaan sholat dan ngaji. Karena ketegasan beliau kini semua bermanfaat dalam kehidupannya.

Laporan  :  Nadi


PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini