GUNAKAN MASKER PADA TEMPATNYA , LINDUNGI DIRI, LINDUNGI SESAMA

Senin, 26 April 2021

POLEWALITERKINI.NET - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju bersama anggota Komisi IX DPR RI dapil Sulawesi Barat, Dra. Hj. Andi Ruskati Ali Baal, Sosialisasi ini di kemas dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Infomasi dan Edukasi (KIE) di Hotel Lilianto, Kelurahan Polewali, Kecamatan Polewali. Sabtu (24/04/2021). 

Dalam kegiatan itu melibatkan ratusan orang pelaku UMKM, dengan pemateri, diantaranya Dra. Hj. Andi Ruskati Ali Baal Masdar, anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Gerindra dan Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Drs. Lintang Purba Jaya, S.Farm,M,si.,Apt.

Pada kesempatannya, Andi Ruskati Ali Baal Masdar membahas 5 kunci keamanan pangan, antara lain kunci 1 beli pangan yang aman, simpan pangan secara aman, bersih selalu, siapkan pangan secara seksama dan kunci 5 sajikan pangan secara aman.

"Anggota keluarga harus memperhatikan keamanan pangan, pendidikan keamanan pangan sangat dibutuhkan bagi setiap anggota keluarga, begitu pula kita harus memahami terkait pengetahuan bahaya penanganan pangan buruk yang menyebabkan terjadinya keracunan." Kata Andi Ruskati Ali Baal.

Demi menghindari semua itu lanjutnya, maka disusunlah 5 petunjuk kunci keamanan pangan keluarga, diantaranya pembelian pangan yang aman, penyimpanan pangan secara aman, pengolahan pangan dengan seksama, penyajian pangan secara aman dan pemeliharaan kebersihan pangan.

 Andi Ruskati ketika dikonfirmasi usai memberikan materinya menjelaskan, sosialisasi Balai Pengawas Obat dan Makanan di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Polewali Mandar supaya masyarakat dan para pengusaha UMKM memahami tentang keamanan, bahaya dan kebersihan pangan.

“Pelaku UMKM dan Masyarakat harus memahami, apabila kita tidak memahami semua itu maka kita akan diserang penyakit dan mengakibatkan kita pendek umur." Katanya.

Andi Ruskati berpesan kepada masyarakat dan para pelaku UMKM agar tetap menjaga keamanan dan kebersihan pangan dan tidak menggunakan pengawet dan Formalin supaya tetap sehat dan panjang umur.

Dia mengingat bahwa di tengah Pandemi Covid 19 yang melanda sejumlah Negara agar selalu memperhatikan protokol kesehatan demi memutus rantai pandemi covid 19.
 
Ditempat yang sama Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan Mamuju, Provinsi Sulbar, Drs. Lintang Purba Jaya menjelaskan, bahwa sosialisasi ini adalah merupakan program pemberdayaan masyarakat agar mereka bisa melindungi diri dari adanya bahaya Obat, Kosmetik, Suplemen makanan dan pangan.

“Tugas kami dari BPOM adalah mengedukasi masyarakat untuk bisa memilih dan memilah Obat, Kosmetik, Makanan dan Pangan yang beresiko atau tidak bagi kesehatan." Jelas Lintang Purba.

Laporan  :  Syukur


PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini

INFO CORONA