GUNAKAN MASKER PADA TEMPATNYA , LINDUNGI DIRI, LINDUNGI SESAMA

Jumat, 23 April 2021

POLEWALITERKINI.NET – Peristiwa penembakan yang menyebabkan tewasnya tersangka kasus Cabul di sekitar lokasi kantor Reskrim Polres Polman. Jumat (23/04/2021) pukul 10.30 siang. (AZ) sendiri adalah tersangka di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sebelumnya menyerang polisi dengan menggunakan badik.

Kepala Kepolisian Resort Polewali Mandar, AKBP Ardi Sutriono S.I.K mengatakan, tersangka (AZ) pada hari Jumat mendatangi unit PPA Reskrim Polres Polman, karena tersandung kasus persetubuhan dan pemerkosaan anak di bawah umur.

"Tersangka ini datang ke Polres Polman dengan kesadaran dan di antarkan oleh Kepala Desanya. Karena tersandung kasus persetubuhan dan pencabulan." Jelas Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono S.I.K.

Meski sebelumnya pada hari Kamis (22/04/2021) malam pihak Polres Polman sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap tersangka (AZ). Karena alasan tertentu pihak polisi tidak melakukan penangkapan, namun besoknya langsung menyerahkan diri.

"Setelah datang, penyidik langsung melakukan interogasi, Tanya-tanya dulu, kamu datang ke sini karena melakukan apa? Ok pak, saya datang ke sini karena melakukan seperti yang saya sampaikan tadi di atas. Dia pun sudah mengakui perbuatannya.” Ujar AKBP Ardi Sutriono S.I.K.

Namun saat penyidik mempertanyakan bagaimana cara melakukan perbuatan cabul terhadap 3 orang anak di bawah umur, tersangka (AZ) membenarkan mengancam dengan menggunakan parang (Badik) terhadap salah 1 dari 3 orang korbannya.

"Ditanyakan penyidik, karena korbannya itu ada 3 dan salah 1 korban itu tersangka mengancam sebelum melakukan persetubuhan. Penyidik pun menanyakan, dalam melakukan aksimu infonya kamu melakukan penodongan dengan parang, dimana parangnya? AZ jawab parang saya ada di dalam bagasi sepeda motor pak." Jelas Kapolres Polman.

Kemudian Briptu Suhardiman (Penyidik) mengambil langkah meminta kunci kontak motor tersangka untuk selanjutnya berjalan hendak meninggalkan ruangan menuju ketempat parkir motor untuk mengambil badik. 
 
Namun lanjutnya, saat itu tersangka kelihatan gelisah dan meminta ijin untuk membuang air kecil di toilet, tapi saat itu Tersangka dilarang oleh Bripka Munawir untuk meninggalkan ruangan, kemudian dia tetap memaksa keluar sambil mengeluarkan badik dari celananya di depan pintu Unit PPA.

“Dikasihkan lah kunci kontak ke penyidik, penyidik keluar mungkin jarak sekitar 2 meter dengan tersangka, sesaat kemudian tersangka berdiri menghunus parang lalu mengejar Briptu Suhardiman. Dan di situ di saksikan ada beberapa masyarakat dan anggota.” Ujar Kapolres.

Kejar-kejaran tak terelakkan antara Briptu Suhardiman dan tersangka, merasa terancam akhirnya meminta tolong kepada anggota Reskrim lainnya dimana saat itu ada Briptu Effendi yang kebetulan melintas dan melihat Briptu Suhardiman di kejar dengan menggunakan Badik.
 
Kemudian selanjutnya Tersangka berlari dari arah parkiran dengan badik terhunus melewati ruangan URBIN Ops Satuan Reskrim dan melompati pagar pembatas depan, kondisi itu membuat Bripka Munawir, Briptu Hartadi Effendi dan Briptu Suhardiman terus mengejar sampai keluar dari lingkungan Kantor Satuan Reskrim Polres Polman.
 
Selanjutnya Tersangka terus berlari sampai memasuki lorong buntu dan membuatnya terpaksa berbalik arah dan berhadapan dengan Bripka Munawir dan Tersangka melakukan penikaman, merasa terancam polisi ini mundur menyelamatkan diri.
 
Setelah Bripka Munawir mundur sasaran Tersangka berubah kearah Briptu Effendi, mendapat ancaman dia pun melepaskan tembakan peringatan 3 kali, meski demikian Tersangka tetap berusaha menusukkan badik kearah Briptu Effendi hingga terjatuh kemudian ditindih oleh Tersangka.
 
Saat menindih Briptu Effendi Tersangka terus melakukan penusukan kearah badannya hingga mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak Tersangka hingga menyebabkan meninggal dunia di tempat kejadian.

“Begitu penyidik lari, penyidik lain juga ikut mengejar tersangka untuk diamankan, saat posisi tersangka terjebak di lorong buntu, tersangka balik lagi. Nah di situlah terjadi penyerangan.” Kata Kapolres Polman.

Dalam situasi yang mencekam polisi di serang menggunakan parang, meski demikian penyidik berupaya menghalau tersangka dengan melepaskan tembakan peringatan 3 kali di udara, namun tersangka tetap menyerang dan melakukan penikaman hingga terpaksa di tembak pada bagian dada.

“Begitu masuk di lorong buntu, tersangka balik lagi ke penyidik nah di situlah terjadi penyerangan. Pertama menyerang 1 penyidik namun tidak mengena, ke 2 melakukan penyerangan kepada anggota yang pada waktu itu membawa senjata, anggota pun melepaskan tembakan peringatan sebelum terjatuh. Ditusuk 1 kali kena tanah, di situ ditendang sama anggota, ditusuklah 2 kali pada dada anggota namun beruntung ada tas sehingga tidak tembus, dalam kondisi itu anggota melakukan penembakan pada bagian dada.” Ungkap Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono S.I.K.

Sejauh ini pihak kepolisian juga sudah melakukan olah TKP dengan melibatkan Bidpropam Polda Sulbar dengan memeriksa sejumlah anggota dan masyarakat yang melihat langsung peristiwa penyerangan penyidik hingga terjadi penembakan terhadap tersangka.

“Terkait ini sudah berapa anggota yang di periksa Bidpropam? Hampir semua yang melihat secara langsung dan tidak langsung. Pada waktu kejadian itu jam 10.30 wita ada sekitar 10 orang masyarakat berada di sana, termasuk di samping tersangka di ruangan Unit PPA Reskrim Polres Polman, mereka melihat peristiwa itu semua.” Kata AKBP Ardi Sutriono S.I.K.

Meski demikian, Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono S.I.K. juga sudah mengambil langkah dengan mendatangi keluarga tersangka menyampaikan kronologinya hingga mereka pun bisa menerima peristiwa ini.
 
"Sebagai Kapolres sudah mengambil langkah dengan mendatangi pihak keluarga tersangka dan mengucapkan belasungkawa saya yang mendalam atas kejadian ini." Ucap AKBP Ardi Sutriono S.I.K.

SAKSI MENDENGAR PENYIDIK TERIAK TERIAK MINTA TOLONG

Sebelum Persitiwa penembakan yang menewaskan tersangka (AZ) saksi (RS) dan (TM) yang duduk bersebelahan dengan tersangka di ruangan Unit PPA Polres Polman sebelum kejadian bercerita kepada wartawan bahwa mendengar teriakan polisi meminta tolong kepada komandannya.

“Saya kebetulan berada di Ruangan Unit PPA dalam kaitan saksi dalam kasus lain, saya melihat Tersangka (AZ) ditanya polisi tentang parang dan dia mengaku ada di motornya. Saat polisi mengambil kunci dan menuju ke motor, saya melihat tersangka menghunus parang dan mengejar polisi.” Kata saksi TM kepada wartawan. Sabtu (24/04/2021).

Setelah melakukan pengejaran kepada penyidik Kepolisian lanjut TM dan RS dia kemudian mendengar teriakan polisi berulang meminta pertolongan, “Tolong Ndan-tolong ndan-tolong ndan” hingga terdengar suara tembakan.

“Setelah mengejar polisi saya selanjutnya mendengar teriak-teriak, tolong ndan – tolong ndan – tolong ndan. Hingga terdengar suara tembakan.” Ujar TM.

Laporan  :  Sukriwandi




PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini

INFO CORONA