Iklan


 

Kampoeng Ramadhan Masjid Merdeka Wonomulyo, Ruang Berbagi dan Persinggahan Berbuka Puasa

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:14 WIB Last Updated 2026-03-19T00:14:40Z

Suasana Kampoeng Ramadhan Masjid Merdeka Wonomulyo menjelang waktu berbuka puasa. (Foto : Ahmad Gazali).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Enam tahun berturut-turut setiap bulan ramadan pelataran Masjid Merdeka Kecamatan Wonomulyo disulap menjadi Kampoeng Ramadhan,  menjelang waktu berbuka puasa ratusan masyarakat berkumpul berbuka puasa bersama. 


Jika biasanya tradisi iftar ramadan dilaksanakan di dalam masjid, Namun di masjid Merdeka Wonomulyo yang berada tepat di samping alun-alun kecamatan, Kabupaten Polewali Mandar(Polman)  buka puasa bersama justru terasa lebih semarak di halaman masjid. 


Kampoeng Ramadhan yang digagas pengurus masjid Merdeka Wonomulyo tersebut, merupakan sebuah gerakan sosial yang menyediakan tempat sekaligus hidangan berbuka puasa bagi masyarakat umum selama sebulan penuh.


Siapa pun yang melintas dipersilakan singgah dan menikmati kebersamaan di antara ratusan kursi dan meja yang berjajar rapi di pelataran masjid. 


Setiap harinya, panitia menyiapkan sekitar 350 hingga 400 porsi makanan berbuka, menjadikan area masjid sebagai ruang berbagi yang terbuka bagi semua kalangan.


Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Merdeka Wonomulyo, H. Syarifuddin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah rutin digelar selama enam tahun.


"Alhamdulillah pada Ramadan kali ini kegiatan kembali dilaksanakan selama satu bulan penuh. Ini bisa terlaksana berkat kerja sama para donatur dan relawan di Wonomulyo.” Ujarnya saat ditemui di kampoeng ramadan Wonomulyo. Rabu, 18 Maret 2026.


Menurutnya, ide Kampoeng Ramadan lahir dari inisiatif pengurus masjid yang ingin menghadirkan ruang kebersamaan dan kepedulian sosial. Respons masyarakat pun sangat positif sejak pertama kali digelar.


"Bahkan, tiga hari sebelum Ramadan dimulai, seluruh slot donatur sudah terisi penuh, sehingga beberapa pihak yang ingin berpartisipasi terpaksa menunggu kesempatan di tahun berikutnya." Kata Syarifuddin.


Tokoh masyarakat Wonomulyo, H. Zainal Abidin, mengaku selalu mendukung kegiatan tersebut sejak awal digelar.


"Setiap tahun saya ikut berbuka puasa di sini dan memberikan kontribusi, minimal satu atau dua hari. Bahkan tahun lalu saya bisa berpartisipasi selama 10 hari.” Tuturnya.


Tidak hanya menjadi tempat berbuka puasa, masjid ini juga kerap menjadi persinggahan bagi para musafir. 


Beberapa hari lalu, rombongan pelintas dari Kotamadya Palu berjumlah lebih dari 10 orang beristirahat dan menikmati fasilitas yang disediakan pengurus masjid. 


Beragam kegiatan religius dan budaya turut memeriahkan Kampoeng Ramadan, mulai dari lomba azan, hafalan Al-Qur’an, salawat, hingga festival beduk yang digelar pada malam terakhir ramadan.


Menariknya, meski Masjid Merdeka Wonomulyo telah tiga kali berganti kepengurusan, program Kampoeng Ramadan tetap berlanjut dan kini menjadi tradisi tahunan yang dinanti masyarakat.


Untuk menunjang kenyamanan para pelintas, lantai satu masjid disulap menjadi homestay sederhana yang buka 24 jam, lengkap dengan kasur dan air minum. 


Fasilitas ini tidak hanya tersedia saat Ramadan, tetapi juga terbuka sepanjang tahun bagi siapa pun yang membutuhkan tempat beristirahat dalam perjalanan.


Kampoeng Ramadan di Masjid Merdeka Wonomulyo menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. 


Kehangatan yang tercipta di pelataran masjid setiap senja bukan sekadar tentang makanan berbuka, tetapi juga tentang persaudaraan, kepedulian, dan harapan yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.


Laporan : Ahmad Gazali/Sukriwandi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kampoeng Ramadhan Masjid Merdeka Wonomulyo, Ruang Berbagi dan Persinggahan Berbuka Puasa

Trending Now

Iklan

iklan