Iklan


 

Dikebut 500 Pekerja, Pembangunan Sekolah Rakyat Polman Masih 60 Persen

Minggu, 21 Juni 2026 | 18:40 WIB Last Updated 2026-06-21T10:40:48Z

Lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sambali wali,Kecamatan Luyo, Kabupaten Polman. (Foto : Ahmad Gazali).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, masih berpacu dengan waktu. 


Hingga pertengahan Juni 2026, progres fisik proyek strategis nasional tersebut dilaporkan baru mencapai sekitar 60 persen, sementara pemerintah menargetkan sekolah tersebut dapat mulai digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.


Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp. 250 Miliar itu dikerjakan oleh PT Hutama Karya sebagai kontraktor pelaksana. Untuk mempercepat pekerjaan, perusahaan tersebut melibatkan sekitar 500 tenaga kerja.


Bagian Umum PT Hutama Karya, Fudi, menjelaskan bahwa sebagian tenaga kerja berasal dari masyarakat setempat.


"Jumlah pekerja sekitar 500 orang. Kurang lebih 30 persen merupakan warga lokal, sementara sisanya berasal dari luar Polewali Mandar." Ujarnya.


Di atas lahan seluas sekitar enam hektare, pembangunan dilakukan secara masif. Selain mendirikan berbagai bangunan utama, kontraktor juga melakukan pekerjaan pematangan lahan dengan memanfaatkan material hasil pengerukan bukit yang berada di dalam kawasan proyek.


Material tersebut digunakan kembali sebagai timbunan untuk kebutuhan konstruksi, sementara sebagian bahan bangunan lainnya didatangkan dari luar daerah.


Lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sambali wali,Kecamatan Luyo, Kabupaten Polman. (Foto : Ahmad Gazali).

"Material timbunan berasal dari lokasi proyek sendiri. Ada juga material yang didatangkan dari luar. Untuk batako misalnya, didatangkan dari Jakarta." Jelas Fudi.


Berdasarkan papan informasi dan gambar rencana yang terpasang di lokasi, kompleks Sekolah Rakyat Polman dirancang memiliki sedikitnya 13 unit bangunan. 


Namun, sejumlah pihak mulai mempertanyakan belum terlihatnya bangunan yang secara khusus diperuntukkan bagi jenjang SMP dan SMA sebagaimana yang pernah disampaikan dalam rencana awal program Sekolah Rakyat.


Hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait apakah terjadi perubahan desain, penyesuaian tahap pembangunan, atau perubahan perencanaan pada fasilitas pendidikan yang akan dibangun.


Di sisi lain, berbagai perlengkapan pendukung pendidikan disebut telah mulai disiapkan. Perusahaan bahkan mengaku telah menerima sebagian kebutuhan meubelair dan perlengkapan asrama.


"Furniture seperti meja, kursi, dan tempat tidur sudah tersedia dan disimpan di gudang." Kata Fudi.


Infrastruktur Pendukung Ikut Dibangun 


Untuk mendukung akses menuju kawasan Sekolah Rakyat, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga membangun jembatan di depan lokasi proyek. Infrastruktur tersebut dibiayai melalui APBD dengan nilai pagu sekitar Rp. 3 Miliar.


Gambar proyek Sekolah Rakyat Polewali Mandar. (Foto : Ahmad Gazali).

Jembatan yang mulai dikerjakan sejak Februari 2026 itu tidak hanya diperuntukkan bagi akses Sekolah Rakyat, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat dan kawasan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sambaliwali.


Namun, aktivitas pembangunan berskala besar tersebut juga menimbulkan dampak terhadap infrastruktur sekitar. Intensitas lalu lintas kendaraan berat pengangkut material proyek menyebabkan beberapa ruas jalan mengalami kerusakan.


Menanggapi hal itu, pihak kontraktor mengaku telah melakukan perbaikan pada titik-titik jalan yang terdampak.


"Memang ada kerusakan akibat lalu lalang alat berat dan kendaraan proyek. Namun kami langsung melakukan perbaikan pada ruas yang terdampak." Tambahnya.


Berpacu dengan Target


Meski pembangunan terus berlangsung siang dan malam, progres yang baru mencapai 60 persen memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan operasional Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru yang dijadwalkan dimulai Juli 2026.


Sekolah Rakyat sendiri merupakan program nasional yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk penyediaan fasilitas pendidikan dan asrama bagi peserta didik.


Karena itu, masyarakat kini menaruh harapan besar agar proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan maupun fasilitas yang telah direncanakan.


Di tengah besarnya investasi negara yang digelontorkan, publik juga berharap proses pembangunan dilakukan secara terbuka dan akuntabel, sehingga manfaat program benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran utama Sekolah Rakyat.


Laporan : Ahmad Gazali

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dikebut 500 Pekerja, Pembangunan Sekolah Rakyat Polman Masih 60 Persen

Trending Now

Iklan

iklan